Perdana, Desa Kezewea Ngada Cetus Tante Nela Paris Cup

WBN │Masyarakat Desa Kezewea, Kecamatan Golewa Selatan, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur cetus rangkaian kegiatan olahraga dengan nama Tante Nela Paris Cup 01.

Pencetusan Tante Nela Paris Cup digelar usai mereka menutup sebuah kegiatan olahraga yang pernah diberitakan media ini, Turnamen Sepak Bola Nirmala Cup 01.

Pantauan tim media ini, (25/6) Tante Nela Paris Cup 01 melibatkan puluhan tim voli dengan rincian 19 tim putra dan 9 tim putri. Tante Nela Paris Cup 01 sudah dibuka langsung oleh Wakil Bupati Ngada, Raymundus Bena (25/6).

Dihimpun tim media ini, Tante Nela Paris Cup 01 merupakan inisiatif masyarakat sendiri, lalu didiskusikan dengan Pemerintah Desa Kezewea dan Pemerintah Kecamatan Golewa Selatan, disusul pembentukan panitia turnamen.

Pasalnya, Tante Nela Paris Cup 01 digandeng dengan kegiatan pariwisata, diantaranya memperkenalkan Air Terjun Ae Pua yang jaraknya sekitar 500 meter dari lokasi turnamen.

Untuk promosi pariwisata tersebut, pihak panitia menyediakan alat pancing tradisional yang dilengkapi umpan seharga Rp. 10.000. Selain itu, disediakan juga jasa perahu dayung untuk menikmati panorama Pantai Maumbawa saat memancing. Untuk menggunakan perahu dayung dikenai tarif Rp. 20.000 per jam.

Tidak hanya itu, disediakan juga jasa perahu motor untuk menikmati panorama laut, dengan harga terjangkau Rp. 50.000 untuk satu trip.

Mereka juga menyediakan sajian pangan lokal dengan harga yang disesuaikan

Ketua Panitia, Walterius Niku yang lazim disapa Iwan, dalam laporannya menguraikan bahwa Turnamen Bola Voli dinamakan dengan Tante Nela Paris karena dalam kegiatan turnamen bukan hanya akan menghasilkan bibit-bibit pemain bola voli, tetapi juga dipaketkan dengan promosi obyek-obyek wisata yang ada di Kecamatan Golewa Selatan.

Selaras filosofi Pemimpin Ngada, lanjut dia, pariwisata adalah salah satu unsur dari Tani Ternak Nelayan Pariwisata yang disingkat Tante Nela Paris.

“Kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan program kerja pemerintah kepada masyarakat, sehingga program kerja tidak hanya sebuah tagline, tetapi merupakan tindakan nyata, dengan sasaran meningkatkan perekonomian masyarakat setempat”, ungkap Iwan.

Disaksikan tim media ini, Wakil Bupati Ngada, Raymundus Bena dalam sambutannya mengatakan tujuan dari kegiatan olahraga tidak hanya kemenangan, namun menejemen, termasuk kepribadian dan pengedalian.

Untuk kegiatan turnamen, lanjut Wakil Bupati Ray Bena, kata kunci olahraga adalah menjunjung tinggi sportifitas.

“Selamat menjalankan kegiatan. Kalau kegiatan ini diramu secara terburu-buru, biarlah berjalan apa adanya. Saya bisa pastikan bahwa ini adalah kegiatan pertama yang membawa nama Tante Nela Paris. Kegiatan ini bisa kita tularkan ke kecamatan-kecamatan lain atau ke tingkat kabupaten, yang penting dilakukan dengan baik, dan pemerintah kabupaten akan membantu sedikit untuk pembiayaan kejuaraan, lalu hal-hal teknis lainnya apabila tidak bisa berkomunikasi dengan Pa Bupati atau dengan saya, silahkan berkomunikasi dengan Pa’ PLT Kadis Pora Vinsensius Milo”, ungkap Wabup Ray Bena.

Untuk kegiatan-kegiatan turnamen, tambah dia, Pemerintah Daerah akan turut berkontribusi di dalamnya.

Menjawab wartawan media ini, Wakilo Bupati Raymundus Bena mengatakan sekecil apapun kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat dalam hubungan dengan menjawabi kebutuhan masyarakat, berarti mendukung program kerja pemerintah daerah, apalagi kegiatan bersentuhan langsung dengan Tante Nela Paris.

“Semangat kegiatan adalah swadaya Masyarakat Kecamatan Golewa Selatan, hal ini akan menjadi model bagi masyarakat Kabupaten Ngada dan menjadi masukan kepada Pemda Ngada untuk mengadakan kegiatan-kegiatan serupa dengan jangkauan yang lebih besar. Kami berharap agar semangat olahraga tetap tumbuh subur di Masyarakat Kecamatan Golewa Selatan. Untuk Panitia, diharapkan menjunjung tinggi nilai sportifitas dan tetap bekerja secara profesional sekalipun dalam kondisi dan keadaan yang serba terbatas,” tutup Wakil Bupati Ngada, Raymundus Bena.

WBN│Nober Niga

Share It.....