Nagekeo : Misteri Kematian ASN Margareta Papu, Keluarga Laporkan Dugaan Dibunuh
Almarhum Maria Margaretha Papu (36)

Pers Warisan Budaya Nusantara

Kematian korban (Alm) Maria Margaretha Papu (36), Warga Kelurahan Towak, Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT yang diberitakan meninggal dunia pada Kamis, tanggal 07  Desember 2023 di RSUD Aeramo Negekeo sekitar pkl. 15.00 Wita, masih menyisahkan misteri, apa penyebab kematian yang sesungguhnya.

Sebelumnya diberitakan media ini (19/12), diduga ada keganjilan faktor penyebab kematian ASN Margaretha Papu (36), pihak keluarga sekaligus sebagai kuasa hukum, Mbulang Lukas, SH minta Polisi tidak terburu-buru simpulkan penyebab kematian korban.

Almarhum Maria Margaretha Papu (36) semasa hidup merupakan Pegawai ASN pada Dinas Peternakan Kabupaten Nagekeo, NTT. Almarhum adalah Warga Kelurahan Towak, Nagekeo. Korban disebutkan meninggal dunia karena jatuh dari sepeda motor saat dibonceng sang pacar bernama Fanadiktus Rafael Rena (33), Warga Watulajar, Lengkosambi, Kabupaten Ngada, NTT.

Rangkuman media ini (20/12), ayah kandung korban, Paulus Papu (66), Pekerjaan Pensiunan BPN, Alamat Ekotadho, RT 03, Kelurahan Towak, Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo, didampingi Kuasa Hukum yang juga keluarga korban, Mbulang Lukas, SH, secara resmi mendatangi SPKT Polres Nagekeo dan melaporkan dugaan korban (alm) Maria Margaretha Papu, putrinya meninggal dunia diduga dibunuh, dan atau atas tindakan penganiayaan berat hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Pantauan media, (20/12), Laporan Pengaduan pihak keluarga korban yang didampingi kuasa hukum, tertera dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL), Kepolisian Negara Republik Indonesia, Daerah Nusa Tenggara Timur, Resor Nagekeo, Nomor : LP/B/148/XII/2023/SPKT/Polres Nagekeo/Polda Nusa Tenggara Timur, tanggal 20 Desember 2023.

Digambarkan, bahwa pada hari Minggu tanggal 03 Desember 2023, sekitar pkl.17.30 Wita, korban meminta ijin kepada ayahnya Paulus Papu (Pelapor) untuk pergi ke Kantor RPH, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, namun selanjutnya korban tidak pulang lagi ke rumah.

Pada hari Senin  tanggal 04 Desember 2023, sekitar pkl. 09.30 Wita Saksi Yuliana Nango Papu dihubungi oleh Terlapor dan menerangkan bahwa Korban mengalami kecelakaan Lalu Lintas. Kemudian pada hari Senin tanggal 04 Desember 2023, sekitar pkl. 12.00 Wita, Terlapor membawa korban dengan menggunakan mobil, menjemput ayah korban bersama keluarga, untuk bersama-sama pergi ke RSUD Aeramo. Korban dalam kondisi tidak sadar. Korban lalu dirawat di RSUD Aeramo sampai Hari Kamis, tanggal 07 Desember 2023 dan sekitar pkl. 15.00 Wita Korban dinyatakan meninggal dunia.

Pihak keluarga menduga serius penyebab kematian bukan kecelakaan Lalu Lintas, atau karena korban jatuh dari sepeda motor saat dibonceng sang pacar, sebagaimana keterangan Terlapor kepada pihak kepolisian.

Keluarga duka menduga tidak sedemikian sederhana penyebab kematian korban, sebab visual tubuh korban tidak terdapat luka lecet, tidak terdapat luka gesekan jatuh dari sepeda motor, atau tanda-tanda khusus yang cukup menguat sebagai luka akibat kecelakaan lalu lintas. Sebaliknya secara visual, menurut pihak keluarga, ditemukan adanya keganjilan yang diduga merupakan tanda-tanda kekerasan dan penganiyaan berat pada tubuh korban.

Keluarga juga meragukan dimana lokasi kecelakaan Lalu Lintas yang sebenarnya. Keluarga juga menemukan luka robek pada bagian kepala korban, tetapi tidak ada luka lecet dan luka gesek seperti gesekan di tanah, bebatuan ataupun di aspal pada tubuh ataupun pada tangan dan kaki korban.  Selain itu, ada juga data percakapan singkat berisi diduga ancaman dari pelaku kepada korban.

Pada tubuh korban justeru ditemukan terdapat warna kebiruan dan memar pada bagian bokong. Ditemukan  juga warna kebiruan dan memar pada bagian leher belakang korban, dan mengarah atau diduga pada tindakan penganiayaan berat. Korban meninggal diduga karena penganiayaan berat dan atau dibunuh.

“Kami dari keluarga duka, saya sebagai kuasa hukum dan juga sebagai keluarga melaporkan adanya dugaan lain sebagai penyebab kematian anak kami Maria Margaretha Papu. Kami mendesak Polri melakukan Lidik secara tuntas hingga melakukan otopsi, agar mendapatkan kepastian secara lebih akurat tentang penyebab kematian korban. Kita semua sepakat bahwa pengungkapan penyebab kematian seorang anak manusia, nyawa manusia, memang patut mendapat skala prioritas pengungkapan secara tuntas, akurat dan memenuhi rasa keadilan. Agar tidak terjadi multi tafsir terhadap penyebab kematian, apakah pembunuhan, apakah pembunuhan berencana, penganiayaan berat atau Laka Lantas, maka perlu dilakukan Lidik tuntas, penuh kehati-hatian, cermat dan akurat, hingga lakukan otopsi”, ungkap Mbulang Lukas, SH kepada awak media, (20/12).

Terpisah, Kapolres Nagekeo AKBP Yudha Pranata melalui Kepala Satuan Lalu Lintas Polres setempat, Iptu Melky Nenobais, mengatakan penanganan kasus terus dikerjakan dengan penuh fokus, penuh kehati-hatian, dan memeriksa semua saksi. Polres Nagekeo memastikan barang bukti (BB) sudah diamankan dan satu orang sudah diamankan.

WBN News

Share It.....