Tuntut Haknya, Guru Ancam Segel Kantor Bupati Sabu Raijua

WBN – Sabu Raijua NTT, – Ratusan guru SD dan SMP di Kabupaten Sabu Raijua, Propinsi NTT yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia ( PGRI) Sabu Raijua kembali menggelar unjuk rasa yang ketiga kalinya di depan kantor bupati Sabu Raijua, Selasa (6/02/2024).

Lagi – lagi aksi demo tersebut untuk menuntut hak para guru yang hingga kini belum dibayar oleh pemerintah Kabupaten Sabu Raijua.

Para guru menuntut bupati Sabu Raijua untuk segera membayar hak mereka yang belum dibayar dari tahun 2021 sampai dengan tahun 2023 dengan total anggaran sebesar 17.000.000.000.

Pantauan WBN,dalam aksi unjuk rasa tersebut, guru – guru terjadi saling dorong dengan pihak keamanan dan berhasil menerobos ke dalam gedung kantor bupati Sabu Raijua untuk bertemu dengan bupati Sabu Raijua. Untung saja pihak keamanan yang berjaga di depan ruangan kerja bupati Sabu Raijua berhasil menghalangi para pendemo.

Setelah beberapa menit kemudian ketua PGRI Sabu Raijua Amos Come Rihi yang sedang rapat dengan Bupati Sabu Raijua bersama dengan Ketua DPRD kabupaten Sabu Raijua dan 2 orang anggota DPRD lainnya di ruangan kerja bupati Sabu Raijua keluar dari ruangan untuk menenangkan para pendemo yang berhasil menerobos ke dalam gedung kantor bupati Sabu Raijua.

Setelah mendengar penjelasan dari ketua PGRI Kabupaten Sabu Raijua Amos Come Rihi, para pendemo bergegas kembali menuju ke halaman kantor bupati Sabu Raijua.

Tidak lama kemudian, Bupati Sabu Raijua Nikodemus Rihi Heke dan wakil Bupati Sabu Raijua Yohanes Ully Kale dan Ketua DPRD Kabupaten Sabu Raijua Paulus Rabe Tuka dan dua anggota DPRD lainnya keluar dari ruangan kerja bupati Sabu Raijua menuju ke halaman kantor bupati Sabu Raijua untuk bertemu dengan para pendemo.

Setelah tiba di halaman kantor bupati Sabu Raijua ketua PGRI Kabupaten Sabu Raijua Amos Come Rihi memberikan mandat ke salah satu pengurus PGRI untuk membaca hasil kesepakatan rapat di ruangan kerja Bupati Sabu Raijua.

Salah satu poin hasil kesepakatannya bahwa apabila dalam waktu satu minggu belum ada jawaban dari kementerian keuangan dan kementerian pendidikan,maka pemerintah kabupaten Sabu Raijua bersama dengan DPRD kabupaten Sabu Raijua dan juga bersama pengurus PGRI Kabupaten Sabu Raijua akan berkonsultasi langsung ke dua kementerian tersebut.

Mendengar hasil kesepakatan tersebut, para pendemo kembali berteriak untuk tidak menerima alasan apapun dari pemerintah kabupaten Sabu Raijua selain membayar hak – hak guru yang belum dibayar hari ini juga.

Melalui korlap aksi Demonstrasi, Hemax Here Wila yang juga sebagai ketua BEM Nusantara mengatakan bahwa , beberapa kali pemerintah kabupaten Sabu Raijua dalam setiap pertemuan dengan PGRI Kabupaten Sabu Raijua maupun pada aksi unjuk rasa perdana pada tanggal 8 januari 2024, pemerintah kabupaten Sabu Raijua menyampaikan bahwa dana sudah ada.

Akan tetapi, kata Pemda hanya persoalannya guru – guru harus melengkapi dulu administrasi baru dananya bisa di cairkan.

Pada demo ketiga, kata hemax Pemda berkata lain lagi yaitu dananya masih di pusat dan belum di kirim ke rekening daerah.

” Guru – guru tidak mau lagi dengar janji manisnya pemda ,guru – guru minta bukti pembayaran hari ini juga,guru – guru sudah muak dengan janji-janji yang pernah disampaikan. Katanya akan membayar hak – hak guru secepatnya apabila guru – guru sudah menyelesaikan administrasinya, tapi sampi detik tak kunjung dibayar”kesalnya

Masa aksi mengancam jika Pemda tidak bisa membayar hak – hak para guru, maka beberapa hari kedepan guru – guru di Sabu Raijua akan mengajak seluruh orang tua murid melakukan demo besar-besaran dan akan menyegel kantor Bupati Sabu Raijua .

” Jika pemerintah Sabu Raijua tidak bisa menyelesaikan persoalan ini, lebih baik kantor bupati Sabu Raijua di segel saja,karena tidak ada gunanya pemerintah kabupaten Sabu Raijua berada di dalam ruangan ini jika persoalan ini tidak bisa di selesaikan.” Tutupnya dengan kecewa

Yang menarik dalam aksi ini adalah para pendemo yang diwakili oleh Marten Lena Nguru, meminta ketua PGRI Kabupaten Sabu Raijua Amos Come Rihi untuk membatalkan hasil kesepakatan yang sudah di buat di ruangan kerja bupati bersama dengan anggota DPRD Kabupaten Sabu Raijua.

Menurutnya kesepakatan tersebut tidak sah,karena ketua PGRI kabupaten Sabu Raijua Amos Come Rihi tidak melakukan koordinasi dengan anggota lainnya yakni semua para guru yang hadir untuk menyepakati hasil rapat tersebut.

Apalagi, menurutnya surat tersebut tidak disertai dengan materai.

” Jadi itu tidak sah,para guru meminta kepada ketua PGRI Kabupaten Sabu Raijua untuk tidak menerima kesepakatan tersebut ,para guru tidak mau ditipu lagi dengan janji manisnya pemda ” tegasnya

Dirinya juga meminta kepada pemerintah Sabu Raijua agar jangan sekali – kali mengintimidasi para guru terkait dengan unjuk rasa ini, karena menurutnya para guru datang untuk menuntut haknya.

Lagi-lagi para pendemo meminta kepada Bupati Sabu Raijua agar segera mengeluarkan surat pemberhentian terhadap Kadis PKKO sesuai dengan janjinya bupati bahwa hari kamis paling lambat untuk mencopot Kadis PKKO dari jabatannya.

“Jadi jangan sekali – kali mengintimidasi para guru terkait dengan unjuk rasa ini, para guru tidak akan takut lagi dengan hal – hal seperti itu,kami datang untuk menuntut hak kami.Para guru juga meminta Bupati Sabu Raijua untuk segera mengeluarkan surat pemberhentian terhadap Kadis PKKO sesuai dengan janjinya beliau bahwa hari kamis paling lambat untuk mencopot Kadis PKKO dari jabatannya,”tutupnya dengan kesal . (Fendy)

Share It.....