<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:series="https://publishpress.com/"
	>

<channel>
	<title>BUDAYA Archives - Warisan Budaya Nusantara.com</title>
	<atom:link href="https://warisanbudayanusantara.com/category/budaya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://warisanbudayanusantara.com/category/budaya/</link>
	<description>Tajam dalam Fakta</description>
	<lastBuildDate>Sun, 31 May 2026 08:19:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://warisanbudayanusantara.com/wp-content/uploads/2022/12/cropped-cropped-LOGO-WBN-32x32.png</url>
	<title>BUDAYA Archives - Warisan Budaya Nusantara.com</title>
	<link>https://warisanbudayanusantara.com/category/budaya/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Rahasia Dibalik Puncak Keli Ndota Nida Kecamatan Detukeli Dan Kedaulatan Pangan</title>
		<link>https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/30/keli-ndota-dan-pengorbanan-catatan-ine-pare-dalam-tradisi-nida-kecamatan-detukeli-ende/</link>
					<comments>https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/30/keli-ndota-dan-pengorbanan-catatan-ine-pare-dalam-tradisi-nida-kecamatan-detukeli-ende/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aurel Doo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 May 2026 06:35:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>
		<category><![CDATA[ADAT]]></category>
		<category><![CDATA[BUDAYA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://warisanbudayanusantara.com/?p=79752</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh : Aurelius Do&#8217;o Puncak Gunung Keli Koja atau Keli Ndota di Kecamatan Detukeli Kabupaten Ende, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyimpan narasi tua tentang pengorbanan dan ketahanan pangan. Bagi Masyarakat Adat Nida Kecamatan Detukeli, Keli Koja atau yang kemudian berganti nama menjadi Keli Ndota, bukan sekadar bentang alam, melainkan panggung sakral tempat seorang ...</p>
<p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/30/keli-ndota-dan-pengorbanan-catatan-ine-pare-dalam-tradisi-nida-kecamatan-detukeli-ende/">Rahasia Dibalik Puncak Keli Ndota Nida Kecamatan Detukeli Dan Kedaulatan Pangan</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Aurelius Do&#8217;o</p>
<p><strong>Puncak</strong> Gunung Keli Koja atau Keli Ndota di Kecamatan Detukeli Kabupaten Ende, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyimpan narasi tua tentang pengorbanan dan ketahanan pangan.</p>
<p>Bagi Masyarakat Adat Nida Kecamatan Detukeli, Keli Koja atau yang kemudian berganti nama menjadi Keli Ndota, bukan sekadar bentang alam, melainkan panggung sakral tempat seorang putri jelita menjelma menjadi padi demi menyelamatkan manusia dari kelaparan.</p>
<p>Sosok itu dihormati sebagai Ine Pare yang secara harfiah berarti &#8220;Ibu Padi&#8221;.</p>
<p>Media Warisan Budaya Nusantara (WBN) merangkum bagaimana mitos luhur ini dijaga ketat lewat ritual, hukum adat, dan ruang-ruang rahasia yang tidak boleh disentuh sembarang orang.</p>
<p><strong>Teologi Langit dan Bum</strong>i &#8212;<em> &#8220;Du&#8217;a Gheta Lulu Wula, Ngga&#8217;e Ghale Wena Tana</em>&#8220;.</p>
<p>Dalam kosmologi masyarakat Nida, struktur tertinggi alam semesta dikendalikan oleh kekuatan agung yang seimbang. Masyarakat adat menyebutnya <em>“Du’a Gheta Lulu Wula, Ngga’e Ghale Wena Tana”</em> yakni Sang Ilahi yang menguasai langit sekaligus bumi beserta seluruh isinya. Di bawah naungan spiritual inilah, kisah Ine Pare dirawat.</p>
<p>Adat setempat memegang teguh prinsip <em>“Welu No Pi Li, Rebhe No Pebe Lape”, s</em>euntai manifesto adat yang menegaskan bahwa seluruh warisan tradisi harus dilestarikan sepanjang masa, pantang diubah, dan tabu untuk dihentikan.</p>
<p><strong>Jejak Rasional di Balik Mitos</strong></p>
<p>Bagi telinga modern, kisah manusia berganti wujud menjadi tanaman pangan mungkin terdengar seperti dongeng pengantar tidur. Namun, bagi komunitas adat Nida, narasi ini adalah sejarah yang hidup.</p>
<p>Indikator empirisnya terpahat jelas di lapangan. Segala wujud kebendaan terkait kisah ini masih kokoh berdiri yakni :</p>
<p>Situs Geografis: Gunung Keli Koja (Keli Ndota) yang menjadi latar utama kejadian.</p>
<p>Artefak Fisik: Peninggalan bebatuan kuno dan pilar-pilar batu yang menandai lokasi kejadian.</p>
<p>Ritus yang Hidup: Tahapan ritual pertanian yang masih dipraktikkan tanpa putus hingga hari ini.</p>
<p>Keberadaan bukti-bukti fisik dan ritus berkala ini menjadi jangkar rasionalitas yang membuat ingatan kolektif warga adat terhadap Ine Pare tetap utuh, menolak larut oleh zaman.</p>
<p><strong>Rahasia Puncak Keli Koja</strong></p>
<p>Dikisahkan, pada zaman dahulu, seorang putri berwajah elok berjalan mendaki Puncak Keli Koja bersama enam orang saudara laki-lakinya. Di atas puncak yang sunyi itulah peristiwa sakral terjadi.</p>
<p>Di tengah ancaman kelaparan yang hebat, sang putri memilih mengorbankan dirinya. Tubuhnya melebur dan menjelma menjadi padi. Tubuhnya menjadi sumber kehidupan dan menu makanan utama bagi manusia di sekitarnya.</p>
<p>Menariknya, identitas asli sang putri tetap menjadi misteri yang rapat. Para Mosalaki (pemimpin adat) bersama barisan pemangku adat Nida memiliki kode etik ketat untuk tidak membuka kisah ini secara telanjang ke publik. Pantang menyebut nama asli manusia sakral yang pernah hidup di Keli Koja, terutama nama asli sang putri jelita.</p>
<p>Penyebutan kata &#8220;Dewi&#8221; atau Ine (Ine berarti Ibu) merupakan bentuk penghormatan tertinggi sekaligus batas terjauh yang boleh diucapkan oleh masyarakat luar.</p>
<p><strong>Simbol Kesalehan Lokal</strong></p>
<p>Kisah Ine Pare dalam tradisi Nida menegaskan satu hal, yakni Masyarakat Nida secara khusus, Masyarakat Kecamatan Detukeli Kabupaten Ende, Masyarakat Flores dan NTT memiliki sistem ketahanan pangan yang berbasis pada spiritualitas dan kesalehan lokal.</p>
<p>Di balik butir-butir padi yang dipanen setiap tahun, ada nilai penghormatan mendalam terhadap alam, kepemimpinan adat, dan figur perempuan sebagai sumber kehidupan.</p>
<p>Melindungi mitos Ine Pare berarti melindungi kedaulatan pangan dan identitas kebudayaan agar tidak lekang oleh arus modernisasi.</p>
<p><strong>Ine Pare Mahkota Hidup dari Keli Ndota</strong></p>
<p>Sebuah bukit di Flores menjaga memori tentang pangan, identitas, dan simbol negara yang terpatri di dada Garuda. Nama aslinya Keli Koja. Namun, waktu mengubah sebutannya menjadi Keli Ndota.</p>
<p>Hingga hari ini tetap berdiri tegak, menjadi pelindung bagi Kampung Nida dan deretan kampung adat lain di sekitarnya. Di bawah bayang-bayang Keli Ndota, sebuah filosofi tua tentang bertahan hidup terus dirawat oleh Masyarakat Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.</p>
<p>Bagi masyarakat setempat, Keli Ndota bukan sekadar bentang alam. Ia adalah saksi bisu dari lahirnya penghormatan terhadap padi. Sesuatu yang di tingkat nasional bertransformasi menjadi simbol sakral.</p>
<p>Padi, bagaimanapun, adalah mahkota hidup bangsa ini. Kehadirannya tidak pernah kasatmata sebagai pengisi piring semata. Di dada Burung Garuda, bulir-bulir emas itu terpancang abadi, bersanding bersama Bintang, Rantai, Beringin, Banteng, dan Kapas.</p>
<p>Ia melambangkan keadilan sosial, sebuah fundamen kesejahteraan yang akarnya menghujam jauh ke desa-desa adat seperti Nida di Kecamatan Detukeli.</p>
<p>Penghormatan terhadap pangan ini mewujud nyata dalam ingatan kolektif masyarakat Ende melalui sosok mistis bernama Ine Pare (Ibu Padi). Kehadirannya begitu sentral, hingga pemerintah daerah mengabadikannya menjadi nama sebuah gedung pertemuan besar di pusat Kota Ende: Gedung Ine Pare.</p>
<p>Pemberian nama itu jelas bukan sekadar kosmetik tata kota atau asal ada. Ia adalah monumen pengingat bahwa dari tanah Flores yang berbukit-bukit, dari Kampung Nida yang terisolir, pangan adalah fondasi peradaban dan kedaulatan yang tidak boleh dilupakan.</p>
<p>Ya, ! Sebuah fragmen sejarah yang terkubur di balik deretan perkampungan tua dengan segala ketertinggalan, kembali ke permukaan. Di balik ketenangannya, dibalik Kecamatan Detukeli dengan segala keterbatasan, tersimpan kisah yang selama ini hanya hidup dalam ingatan lisan para tetua.</p>
<p>Melalui penelusuran ingatan, lembar demi lembar sejarah harus terus dirajut kembali.</p>
<p>Kesaksian dari masa lalu yang tidak tersentuh catatan tertulis, namun ingatan dari generasi ke generasi tetap menyala. Generasi harus menjadi penjaga memori peradaban.</p>
<p>Berbeda dengan wilayah pesisir, dinamika di pedalaman Detukeli sangat dipengaruhi oleh adat budaya. Masyarakat adalah penjaga warisan budaya, warisan Ingatan dan warisan nilai-nilai sakral.</p>
<p>Tulisan ini adalah catatan kecil terhadap edisi yang diturunkan Media WBN berjudul &#8220;Kisah Manusia Ibu Padi Atau Ine Pare Dalam Tradisi Nida, Kecamatan Detukeli, Kabupaten Ende Flores-NTT, karya Jurnalis Aurelius Do&#8217;o.</p>
<p><em>Sebuah karya jurnalistik yang kemudian berhasil masuk dalam &#8220;Perpustakaan Digital Budaya Indonesia&#8221;. Perpustakaan Digital Budaya Indonesia (PDBI) adalah platform daring gotong-royong yang mengumpulkan, mengelola, dan mendokumentasikan berbagai Warisan Budaya Tradisional Indonesia. Platform ini diakses melalui situs Budaya Indonesia dan diakui sebagai inisiatif penting oleh UNESCO.</em></p>
<p>Penulis: Aurelius Do’o, Jurnalis</p>
<p>&nbsp;</p>
<div class='heateorSssClear'></div><div  class='heateor_sss_sharing_container heateor_sss_horizontal_sharing' data-heateor-sss-href='https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/30/keli-ndota-dan-pengorbanan-catatan-ine-pare-dalam-tradisi-nida-kecamatan-detukeli-ende/'><div class='heateor_sss_sharing_title' style="font-weight:bold" >Share It.....</div><div class="heateor_sss_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="heateor_sss_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F05%2F30%2Fkeli-ndota-dan-pengorbanan-catatan-ine-pare-dalam-tradisi-nida-kecamatan-detukeli-ende%2F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#0765FE;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="heateor_sss_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=Rahasia%20Dibalik%20Puncak%20Keli%20Ndota%20Nida%20Kecamatan%20Detukeli%20Dan%20Kedaulatan%20Pangan%20https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F05%2F30%2Fkeli-ndota-dan-pengorbanan-catatan-ine-pare-dalam-tradisi-nida-kecamatan-detukeli-ende%2F" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#55eb4c;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="heateor_sss_svg_stroke heateor_sss_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="heateor_sss_no_fill heateor_sss_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Twitter" class="heateor_sss_button_twitter" href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Rahasia%20Dibalik%20Puncak%20Keli%20Ndota%20Nida%20Kecamatan%20Detukeli%20Dan%20Kedaulatan%20Pangan&url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F05%2F30%2Fkeli-ndota-dan-pengorbanan-catatan-ine-pare-dalam-tradisi-nida-kecamatan-detukeli-ende%2F" title="Twitter" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_twitter" style="background-color:#55acee;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-4 -4 39 39"><path d="M28 8.557a9.913 9.913 0 0 1-2.828.775 4.93 4.93 0 0 0 2.166-2.725 9.738 9.738 0 0 1-3.13 1.194 4.92 4.92 0 0 0-3.593-1.55 4.924 4.924 0 0 0-4.794 6.049c-4.09-.21-7.72-2.17-10.15-5.15a4.942 4.942 0 0 0-.665 2.477c0 1.71.87 3.214 2.19 4.1a4.968 4.968 0 0 1-2.23-.616v.06c0 2.39 1.7 4.38 3.952 4.83-.414.115-.85.174-1.297.174-.318 0-.626-.03-.928-.086a4.935 4.935 0 0 0 4.6 3.42 9.893 9.893 0 0 1-6.114 2.107c-.398 0-.79-.023-1.175-.068a13.953 13.953 0 0 0 7.55 2.213c9.056 0 14.01-7.507 14.01-14.013 0-.213-.005-.426-.015-.637.96-.695 1.795-1.56 2.455-2.55z" fill="#fff"></path></svg></span></a><a target="_blank" aria-label="Line" class="heateor_sss_button_line" href="https://social-plugins.line.me/lineit/share?url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F05%2F30%2Fkeli-ndota-dan-pengorbanan-catatan-ine-pare-dalam-tradisi-nida-kecamatan-detukeli-ende%2F" title="Line" rel="noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_line" style="background-color:#00c300;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 14.304c0-5.37-5.384-9.738-12-9.738S4 8.936 4 14.304c0 4.814 4.27 8.846 10.035 9.608.39.084.923.258 1.058.592.122.303.08.778.04 1.084l-.172 1.028c-.05.303-.24 1.187 1.04.647s6.91-4.07 9.43-6.968c1.737-1.905 2.57-3.842 2.57-5.99zM11.302 17.5H8.918c-.347 0-.63-.283-.63-.63V12.1c0-.346.283-.628.63-.628.348 0 .63.283.63.63v4.14h1.754c.35 0 .63.28.63.628 0 .347-.282.63-.63.63zm2.467-.63c0 .347-.284.628-.63.628-.348 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm5.74 0c0 .27-.175.51-.433.596-.065.02-.132.032-.2.032-.195 0-.384-.094-.502-.25l-2.443-3.33v2.95c0 .35-.282.63-.63.63-.347 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.27.174-.51.43-.597.066-.02.134-.033.2-.033.197 0 .386.094.503.252l2.444 3.328V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm3.855-3.014c.348 0 .63.282.63.63 0 .346-.282.628-.63.628H21.61v1.126h1.755c.348 0 .63.282.63.63 0 .347-.282.628-.63.628H20.98c-.345 0-.628-.282-.628-.63v-4.766c0-.346.283-.628.63-.628h2.384c.348 0 .63.283.63.63 0 .346-.282.628-.63.628h-1.754v1.126h1.754z"/></svg></span></a><a class="heateor_sss_more" aria-label="More" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size: 32px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/30/keli-ndota-dan-pengorbanan-catatan-ine-pare-dalam-tradisi-nida-kecamatan-detukeli-ende/" onclick="event.preventDefault()"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="heateorSssMoreSharingPopup(this, 'https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/30/keli-ndota-dan-pengorbanan-catatan-ine-pare-dalam-tradisi-nida-kecamatan-detukeli-ende/', 'Rahasia%20Dibalik%20Puncak%20Keli%20Ndota%20Nida%20Kecamatan%20Detukeli%20Dan%20Kedaulatan%20Pangan', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;border-radius:999px;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div><div class="heateorSssClear"></div></div><div class='heateorSssClear'></div><p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/30/keli-ndota-dan-pengorbanan-catatan-ine-pare-dalam-tradisi-nida-kecamatan-detukeli-ende/">Rahasia Dibalik Puncak Keli Ndota Nida Kecamatan Detukeli Dan Kedaulatan Pangan</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/30/keli-ndota-dan-pengorbanan-catatan-ine-pare-dalam-tradisi-nida-kecamatan-detukeli-ende/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Meja Budaya Bisa Menjadi Jalan Tengah Sengketa Tanah Adat di Kecamatan Detukeli</title>
		<link>https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/24/meja-budaya-bisa-menjadi-jalan-tengah-sengketa-tanah-adat-di-kecamatan-detukeli/</link>
					<comments>https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/24/meja-budaya-bisa-menjadi-jalan-tengah-sengketa-tanah-adat-di-kecamatan-detukeli/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aurel Doo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 May 2026 11:38:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[OPINI]]></category>
		<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>
		<category><![CDATA[BUDAYA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://warisanbudayanusantara.com/?p=79633</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#8220;Tulisan ini hadir sekadar pemantik diskusi, tidak ditujukan untuk memengaruhi kebijakan, pilihan atau keputusan&#8220;. Oleh : Aurelius Do&#8217;o, Wartawan, salah satu putra dari wilayah Kecamatan Detukeli. Sama seperti daerah lain, penyelesaian sengketa tanah adat di Wilayah Lio Utara, Kecamatan Detukeli, Kabupaten Ende, NTT dalam sudut pandang sosial tidak menabukan mosi pendekatan keadilan budaya dengan mengedepankan ...</p>
<p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/24/meja-budaya-bisa-menjadi-jalan-tengah-sengketa-tanah-adat-di-kecamatan-detukeli/">Meja Budaya Bisa Menjadi Jalan Tengah Sengketa Tanah Adat di Kecamatan Detukeli</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><em>&#8220;Tulisan ini hadir sekadar pemantik diskusi, tidak ditujukan untuk memengaruhi kebijakan, pilihan atau keputusan</em><em>&#8220;.</em></p>
<p>Oleh : Aurelius Do&#8217;o, Wartawan, salah satu putra dari wilayah Kecamatan Detukeli.</p>
<p><strong>Sama</strong> seperti daerah lain, penyelesaian sengketa tanah adat di Wilayah Lio Utara, Kecamatan Detukeli, Kabupaten Ende, NTT dalam sudut pandang sosial tidak menabukan mosi pendekatan keadilan budaya dengan mengedepankan hukum adat (kebiasaan) dan dialog jalan tengah.</p>
<p>Sengketa batas wilayah atau kepemilikan tanah antar-pemangku adat (Mosalaki) sering kali menjadi isu sensitif karena menyangkut garis keturunan, spiritualitas, dan hak ulayat. Karena itu sejak masa lampau salah satu yang diharapkan adalah dapat membangkitkan kembali harmoni sosial tanpa mencederai keluhuran serta martabat adat budaya.</p>
<p>Tanah, bagi masyarakat adat Lio di Kecamatan Detukeli, Kabupaten Ende, bukan sekadar komoditas ekonomi. Tanah adalah <em>Pu&#8217;u</em> atau Pusat Warisan Leluhur yang mengikat identitas, tradisi, dan spiritualitas, hidup dan mati.</p>
<p>Ketika terjadi sama-sama mengklaim batas tanah ulayat, ketegangan tidak hanya melibatkan individu, melainkan seluruh komunitas komunal.</p>
<p>Agar konflik tidak berlarut dan merusak total seluruh tatanan sosial persaudaraan, maka salah satu tugas paling berat peradaban budaya adalah pencarian jalan tengah yang adil dan bermartabat. Hal ini menjadi sebuah kebutuhan.</p>
<p>Sengketa tanah adat di Lio Utara umumnya dipicu oleh dua hal utama, yakni batas alam yang bergeser. Pemetaan masa lalu yang mengandalkan pohon besar, sungai, atau bukit yang bisa berubah akibat abrasi, longsor, atau penebangan, memicu polemik besar bahkan perang ulayat.</p>
<p>Berikutnya, sejarah lisan yang berbeda. Tutur sejarah lisan yang seringkali berbeda, slsilah kepemilikan yang diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi rawan mengalami perbedaan interpretasi antar-keluarga ataupun antar-ulayat.</p>
<p><strong>Hukum Positif Sering Kebuntuan</strong></p>
<p>Membawa sengketa ulayat tanah adat ke meja pengadilan negeri sering kali justru memperuncing konflik, ketika berhadapan dengan hukum negara yang cenderung bersifat <em>win-lose</em> atau menang-kalah.</p>
<p>Hukum menang-kalah itu sendiri berpotensi memutus total hubungan kekerabatan adat dan potensi perang baru. Sebaliknya, masyarakat dalam tatanan kehidupan sosial modern saat ini justru sangat membutuhkan solusi <em>win-win</em> yang dapat berfungsi memulihkan keseimbangan kosmis dan sosial.</p>
<p>Maka, bagaimana dengan hukum positif ?. Hukum negara merupakan salah satu pilihan untuk menciptakan efek jera dan mencegah massa melakukan aksi main hakim sendiri (vandalism) saat ini maupun kemudian hari.</p>
<p>Laporan Polisi bisa menghasilkan instrumen positif agar para pihak ulayat, ataupun pelaku mau duduk di meja mediasi budaya dan membayar ganti rugi secara damai. Memberikan keadilan bagi korban, bahwa bagaimana pun hak-hak korban tetap dijamin keadilannya oleh negara.</p>
<p><strong>Meja Budaya Bisa Jalan Tengah</strong></p>
<p>Restorasi adat, mediasi jalan tengah &#8220;Meja Budaya&#8221; diharapkan bisa menjembatani penyelesaian sengketa. Jalan ini bisa diwujudkan dengan memadukan kekuatan hukum adat dengan difasilitasi pemerintah bersama stake holder terkait lainnya.</p>
<p>Ritual Sumpah Adat dapat menjadi alternatif terakhir. Namun, sebelum melangkah jauh ke hal yang sakral dan ditakuti, para pihak bisa kembali duduk bersama dalam forum budaya. Bisa dibuka dengan ritual pembersihan niat untuk mencocokkan sejarah lisan secara jujur.</p>
<p><strong>Mediasi Tiga Pilar</strong></p>
<p>Penyelesaian tidak bisa dibebankan kepada pihak adat saja. Perlu sinergi tiga pilar.<br />
Lembaga adat bertindak selaku penelusur sejarah dan silsilah tanah ulayat. Pemerintah Kecamatan dan Desa berperan sebagai mediator netral yang memfasilitasi logistik dan keamanan dialog. Melibatkan Gereja. Badan Pertanahan (BPN), untuk kemudian memetakan hasil (jika menuai hasil) kesepakatan adat secara geopolitis menggunakan teknologi, agar kesepahaman batas baru misalnya, bisa dipetakan permanen dan berkekuatan hukum juga.</p>
<p><strong>Konsep Berbagi Manfaat</strong></p>
<p>Jika batas historis benar-benar tidak saling sepakat, ataupun tidak dapat ditelusuri secara pasti, ataupun menemui jalan buntu, maka salah satu jalan tengah yang bisa dimunculkan adalah tawaran menetapkan area sengketa digarap bersama (berbagi manfaat).</p>
<p>Masing-masing pihak memiliki hak pemanfaatan secara terukur, demi kesejahteraan anak cucu dan keharmonisan kehidupan budaya masa depan.</p>
<p><strong>Kerugian Bangunan Terbakar</strong></p>
<p>Ganti rugi berbasis gotong royong (Kema Sama) bisa menjadi salah satu model yang dapat diajukan. &#8220;Kema Sama&#8221; bisa menjadi pilihan sosial budaya untuk mengurangi potensi konflik baru. Melalui Kema Sama atau gotong royong dapat didorong kesepakatan pembagian beban. Misalnya terduga pihak pelaku (atau ulayatnya) berkewajiban menyumbang material lokal (kayu, bambu, ataupun batu) atau tenaga kerja. Tujuan untuk membangun kembali rumah yang rusak secara gotong royong &#8220;Kema Sama&#8221; sebagai simbol rekonsiliasi fisik dan sosial budaya &#8220;Tuka Bela Ji&#8217;e, Aji Ka&#8217;e Pawe&#8221;.</p>
<p>Berikutnya, Intervensi Pemerintah Daerah (Fasilitasi Forkopimcam). Peduli negara melalui Kecamatan Detukeli, Polri, dan TNI bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) atau Pemda Ende dalam kesejukan menjadi mediator netral &#8211; pelopor perdamaian.</p>
<p>Pemerintah dapat mengupayakan bantuan sosial atau dana stimulan rekonstruksi rumah dari APBD/Badan Penanggulangan Bencana, sementara solusi batas tanahnya dikunci lewat kesepakatan tertulis.</p>
<p>Tidak sedikit kalangan berkeyakinan bahwa sengketa tanah di Lio Utara, Detukeli, tidak akan selesai dengan saling mengerahkan massa dan atau saling menghabisi. Jalan ini justru potensial memicu sejarah akan terus terulang di setiap masa.</p>
<p>Sebaliknya diyakini, dengan dialog yang dimediasi secara netral dan dicatatkan secara hukum modern, hak adat terlindungi, dan masa mendatang kedamaian antar-ulayat mewariskan keharmonisan untuk kebaikan umum.</p>
<p><em>Artikel ini murni pandangan lepas untuk memperkaya khazanah berpikir, tanpa maksud mengintervensi keputusan pembaca. Tulisan ini hadir sekadar pemantik diskusi, tidak ditujukan untuk memengaruhi kebijakan, pilihan atau keputusan. Catatan ini hanyalah sebuah pemikiran bebas untuk menambah sudut pandang, bukan panduan mutlak yang mengikat. Sekadar berbagi pandangan, bukan untuk memaksakan pilihan.</em></p>
<p>Penulis : Aurelius Do&#8217;o<br />
Wartawan, salah satu putra dari wilayah Kecamatan Detukeli.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div class='heateorSssClear'></div><div  class='heateor_sss_sharing_container heateor_sss_horizontal_sharing' data-heateor-sss-href='https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/24/meja-budaya-bisa-menjadi-jalan-tengah-sengketa-tanah-adat-di-kecamatan-detukeli/'><div class='heateor_sss_sharing_title' style="font-weight:bold" >Share It.....</div><div class="heateor_sss_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="heateor_sss_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F05%2F24%2Fmeja-budaya-bisa-menjadi-jalan-tengah-sengketa-tanah-adat-di-kecamatan-detukeli%2F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#0765FE;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="heateor_sss_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=Meja%20Budaya%20Bisa%20Menjadi%20Jalan%20Tengah%20Sengketa%20Tanah%20Adat%20di%20Kecamatan%20Detukeli%20https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F05%2F24%2Fmeja-budaya-bisa-menjadi-jalan-tengah-sengketa-tanah-adat-di-kecamatan-detukeli%2F" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#55eb4c;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="heateor_sss_svg_stroke heateor_sss_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="heateor_sss_no_fill heateor_sss_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Twitter" class="heateor_sss_button_twitter" href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Meja%20Budaya%20Bisa%20Menjadi%20Jalan%20Tengah%20Sengketa%20Tanah%20Adat%20di%20Kecamatan%20Detukeli&url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F05%2F24%2Fmeja-budaya-bisa-menjadi-jalan-tengah-sengketa-tanah-adat-di-kecamatan-detukeli%2F" title="Twitter" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_twitter" style="background-color:#55acee;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-4 -4 39 39"><path d="M28 8.557a9.913 9.913 0 0 1-2.828.775 4.93 4.93 0 0 0 2.166-2.725 9.738 9.738 0 0 1-3.13 1.194 4.92 4.92 0 0 0-3.593-1.55 4.924 4.924 0 0 0-4.794 6.049c-4.09-.21-7.72-2.17-10.15-5.15a4.942 4.942 0 0 0-.665 2.477c0 1.71.87 3.214 2.19 4.1a4.968 4.968 0 0 1-2.23-.616v.06c0 2.39 1.7 4.38 3.952 4.83-.414.115-.85.174-1.297.174-.318 0-.626-.03-.928-.086a4.935 4.935 0 0 0 4.6 3.42 9.893 9.893 0 0 1-6.114 2.107c-.398 0-.79-.023-1.175-.068a13.953 13.953 0 0 0 7.55 2.213c9.056 0 14.01-7.507 14.01-14.013 0-.213-.005-.426-.015-.637.96-.695 1.795-1.56 2.455-2.55z" fill="#fff"></path></svg></span></a><a target="_blank" aria-label="Line" class="heateor_sss_button_line" href="https://social-plugins.line.me/lineit/share?url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F05%2F24%2Fmeja-budaya-bisa-menjadi-jalan-tengah-sengketa-tanah-adat-di-kecamatan-detukeli%2F" title="Line" rel="noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_line" style="background-color:#00c300;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 14.304c0-5.37-5.384-9.738-12-9.738S4 8.936 4 14.304c0 4.814 4.27 8.846 10.035 9.608.39.084.923.258 1.058.592.122.303.08.778.04 1.084l-.172 1.028c-.05.303-.24 1.187 1.04.647s6.91-4.07 9.43-6.968c1.737-1.905 2.57-3.842 2.57-5.99zM11.302 17.5H8.918c-.347 0-.63-.283-.63-.63V12.1c0-.346.283-.628.63-.628.348 0 .63.283.63.63v4.14h1.754c.35 0 .63.28.63.628 0 .347-.282.63-.63.63zm2.467-.63c0 .347-.284.628-.63.628-.348 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm5.74 0c0 .27-.175.51-.433.596-.065.02-.132.032-.2.032-.195 0-.384-.094-.502-.25l-2.443-3.33v2.95c0 .35-.282.63-.63.63-.347 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.27.174-.51.43-.597.066-.02.134-.033.2-.033.197 0 .386.094.503.252l2.444 3.328V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm3.855-3.014c.348 0 .63.282.63.63 0 .346-.282.628-.63.628H21.61v1.126h1.755c.348 0 .63.282.63.63 0 .347-.282.628-.63.628H20.98c-.345 0-.628-.282-.628-.63v-4.766c0-.346.283-.628.63-.628h2.384c.348 0 .63.283.63.63 0 .346-.282.628-.63.628h-1.754v1.126h1.754z"/></svg></span></a><a class="heateor_sss_more" aria-label="More" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size: 32px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/24/meja-budaya-bisa-menjadi-jalan-tengah-sengketa-tanah-adat-di-kecamatan-detukeli/" onclick="event.preventDefault()"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="heateorSssMoreSharingPopup(this, 'https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/24/meja-budaya-bisa-menjadi-jalan-tengah-sengketa-tanah-adat-di-kecamatan-detukeli/', 'Meja%20Budaya%20Bisa%20Menjadi%20Jalan%20Tengah%20Sengketa%20Tanah%20Adat%20di%20Kecamatan%20Detukeli', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;border-radius:999px;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div><div class="heateorSssClear"></div></div><div class='heateorSssClear'></div><p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/24/meja-budaya-bisa-menjadi-jalan-tengah-sengketa-tanah-adat-di-kecamatan-detukeli/">Meja Budaya Bisa Menjadi Jalan Tengah Sengketa Tanah Adat di Kecamatan Detukeli</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/24/meja-budaya-bisa-menjadi-jalan-tengah-sengketa-tanah-adat-di-kecamatan-detukeli/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Labolewa Nagekeo : Roh Budaya Ikat Perdamaian Ferdinandus Dhosa dan Thobias Dega</title>
		<link>https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/16/78340/</link>
					<comments>https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/16/78340/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aurel Doo]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 07:36:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[HUKUM]]></category>
		<category><![CDATA[ADAT]]></category>
		<category><![CDATA[BUDAYA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://warisanbudayanusantara.com/?p=78340</guid>

					<description><![CDATA[<p>Media Warisan Budaya Nusantara Rabu 15 April 2026, Kampung Nebe, Desa Labolewa Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo Provinsi Nusa Tenggara Timur, mencatat sejarah positif penyelesaian perkara dengan kearifan budaya. Roh sakral budaya hadir mengikat perdamaian untuk kebaikan. Pendekatan budaya yang memiliki makna positif dan mendalam dalam menciptakan keadilan yang manusiawi dan kontekstual, dijunjung sebagai instrumen penyelesaian ...</p>
<p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/16/78340/">Labolewa Nagekeo : Roh Budaya Ikat Perdamaian Ferdinandus Dhosa dan Thobias Dega</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #ff0000;"><strong>Media Warisan Budaya Nusantara</strong></span></p>
<p>Rabu 15 April 2026, Kampung Nebe, Desa Labolewa Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo Provinsi Nusa Tenggara Timur, mencatat sejarah positif penyelesaian perkara dengan kearifan budaya. Roh sakral budaya hadir mengikat perdamaian untuk kebaikan.</p>
<p>Pendekatan budaya yang memiliki makna positif dan mendalam dalam menciptakan keadilan yang manusiawi dan kontekstual, dijunjung sebagai instrumen penyelesaian sengketa, pemulihan hubungan untuk mewujudkan keadilan atau Restorative Justice.</p>
<p>Disaksikan oleh masyarakat setempat, pemerintah tingkat terbawah Kepala Dusun, BPD serta perwakilan TNI Polri dan sejumlah jurnalis insan pers, digelar upacara perdamaian penuh khikmad secara budaya adat istiadat antara Ferdinandus Dhosa (42) Warga Boamaso dengan Thobias Dega (66) Warga Nebe.</p>
<p>Acara perdamaian difasilitasi oleh Pemerintah Desa melalui Dusun Lambo III dan Dusun Lambo IV.</p>
<p>Sebelumnya, antara Ferdinandus dan Thobias sempat terjadi perselisihan pada 14 Maret 2026, bermula dari ternak sapi masuk merumput padi  sawah milik Ferdinandus.</p>
<p>Berawal dari peristiwa tersebut, reaksi dan emosi spontan pun tidak terhindar, hingga terjadi insiden gesekan lapangan. Buntut dari peristiwa, Thobias memutuskan mempolisikan Ferdinandus Dhosa ke meja hukum Polres Nagekeo di Mbay.</p>
<p>Suasana perkampungan mencekam, saling diam, terjadi ketegangan sosial, proses hukum terus berjalan, para pihak dipanggil memberikan keterangan oleh pihak kepolisian Polres Nagekeo.</p>
<p>Kepada wartawan, Rabu (15/4), Ferdinandus menuturkan, di tengah proses hukum yang berjalan, dirinya terus merefleksikan gesekan peristiwa yang dipicu oleh emosi spontan lapangan.</p>
<p>Ia akhirnya memutuskan mendatangi  kediaman Thobias dengan etika adat, menyampaikan permohonan maaf dan sesal atas kejadian lapangan yang mengakibatkan kerenggangan tali temali kekeluargaan, sosial, adat dan budaya.</p>
<p>Sementara itu Thobias kepada wartawan menyampaikan bahwa, pada mulanya ia meragukan niat kedatangan Ferdinandus ke rumahnya. Tetapi setelah mencermati beberapa saat, ia memutuskan menyambut kedatangan Ferdinandus yang didampingi sang istri ke rumahnya.</p>
<p>&#8220;Pada awal Ferdin bersama istri datang ke rumah, saya masih ragu untuk bertemu. Tetapi setelah mereka lama menunggu, saya memutuskan untuk menyambut kedatangan. Sebagai umat Katolik, sebelum memasuki Perayaan Kamis Putih, saya sangat gelisah waktu itu. Saya bertanya  dalam hati, oh Tuhan apakah saya bisa masuk ke gereja untuk ikut Misa Perayaan Kamis Putih, sedangkan kami tidak berdamai dengan sesama . Saya sampai telepon anak yang Pastor bertugas di Brazil. Tetapi selanjutnya justeru pada masa-masa itulah Ferdin datang ke rumah saya dan dia mengakui kesalahan, menyesali dan meminta maaf. Maka saya percaya ini semua adalah jalan Tuhan, alam dan juga leluhur&#8221;, ungkap Thobias.</p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Inti Kesepakatan Perdamaian</strong></span></p>
<p>Pantauan Media WBN (15/4), acara dirangkai dengan penandatanganan bersama Berita Acara Perdamaian.</p>
<p>Berikut poin-poin penting Berita Acara :</p>
<p>1. Ferdinandus Dhosa mengakui kesalahan dan berjanji tidak mengulangi kesalahan serupa.</p>
<p>2. Masing-masing pihak menyatakan berdamai dan saling memaafkan secara kekeluargaan dan secara budaya.</p>
<p>3. Masing-masing pihak menyatakan tidak saling mengajukan tuntutan hukum pidana maupun perdata dan bersepakat mengakhiri perkara.</p>
<p>4. Thobias Dega menyatakan menarik laporan di Polres Nagekeo dan tidak melanjutkan perkara.</p>
<p>5. Berita acara perdamaian dijadikan sebagai dasar bagi Aparat Penegak Hukum (APH) Republik Indonesia untuk menghentikan Penyelidikan dan Penuntutan perkara.</p>
<p>Kesepakatan juga diperkuat dengan tanda tangan para saksi, diantaranya, Krispianus Satu, Antonius Dhesa, Matias Mapa, Bernadus Polu, Misraim Fay, Bertholomeus Leu Mengi, Yohanes Leornadi Masa Paga.</p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Pesan Perdamaian</strong></span></p>
<p>Kapolres Nagekeo melalui Bhabinkamtibmas Desa Labolewa, Brigpol Bertholomeus Leu Mengi, menyampaikan agar momen perdamaian yang diikat dengan tata acara budaya tersebut harus dijadikan sebagai momentum refleksi besar bagi masyarakat1 dalam ber1pembangunan.</p>
<p>Ia juga mengingatkan warga agar11 meningkatkan keharmonisan hidup dalam bermasyarakat, saling menghargai, rendah hati, berbudaya dan taat azas.</p>
<p>Ia juga meminta masyarakat memperhatikan berbagai himbauan pemerintah dan oleh lembaga hukum  untuk menciptakan keteraturan bersama.</p>
<p>&#8220;Saya juga mengimbau, jika ada masalah, hindari bermain hakim sendiri. Sebaliknya segera menyampaikan kepada kami ataupun kepada pemerintah untuk bagaimana bersama-sama kita temukan jalan keluar pemecahannya. TNI Polri melakukan pendekatan pelayanan kepada masyarakat dengan cara menempatkan personel di lapngan, maka dari itu persoalan-persoalan yang terjadi di lapangan, ayo kita bergandengan tangan mencarikan solusi-solusi terbaik demi kebaikan umum. Kami selalu siap melayani&#8221;, ujar Bhabinkamtibmas Desa Labolewa, Brigpol Bertholomeus Leu Mengi.</p>
<p>Mirip senada disampaikan juga oleh Babinsa Labolewa, Anggota Kodim 1625 Ngada, Kopda Misraim A Fay.</p>
<p>Ia secara khusus mengimbau warga pemilik ternak agar tertib beternak dan jangan membiarkan ternak hewan seperti sapi, kerbau, kambing berkeliaran bebas, sebab bisa merusak tanaman pertanian milik warga, yang berpotensi terjadi masalah dan benturan di tengah masyarakat.</p>
<p>Turut memberikan dukungan dan arahan dalam kesempatan tersebut, yakni para tokoh adat, pemuka kampung, Ketua BPD Desa Labolewa, Yohanes Leonardi Paga,<br />
Kepala Dusun IV, Krispianus Satu serta<br />
Kepala Dusun III, Antonius Dhesa.</p>
<p><iframe  id="_ytid_43697"  width="750" height="422"  data-origwidth="750" data-origheight="422" src="https://www.youtube.com/embed/nmpSlBX6ebc?enablejsapi=1&#038;autoplay=1&#038;cc_load_policy=0&#038;cc_lang_pref=&#038;iv_load_policy=1&#038;loop=1&#038;playlist=nmpSlBX6ebc&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;playsinline=0&#038;autohide=2&#038;theme=dark&#038;color=red&#038;controls=1&#038;disablekb=0&#038;" class="__youtube_prefs__  epyt-is-override  no-lazyload" title="YouTube player"  allow="fullscreen; accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen data-no-lazy="1" data-skipgform_ajax_framebjll=""></iframe></p>
<p><strong>W B N </strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<div class='heateorSssClear'></div><div  class='heateor_sss_sharing_container heateor_sss_horizontal_sharing' data-heateor-sss-href='https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/16/78340/'><div class='heateor_sss_sharing_title' style="font-weight:bold" >Share It.....</div><div class="heateor_sss_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="heateor_sss_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F04%2F16%2F78340%2F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#0765FE;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="heateor_sss_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=Labolewa%20Nagekeo%20%3A%20Roh%20Budaya%20Ikat%20Perdamaian%20Ferdinandus%20Dhosa%20dan%20Thobias%20Dega%20https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F04%2F16%2F78340%2F" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#55eb4c;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="heateor_sss_svg_stroke heateor_sss_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="heateor_sss_no_fill heateor_sss_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Twitter" class="heateor_sss_button_twitter" href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Labolewa%20Nagekeo%20%3A%20Roh%20Budaya%20Ikat%20Perdamaian%20Ferdinandus%20Dhosa%20dan%20Thobias%20Dega&url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F04%2F16%2F78340%2F" title="Twitter" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_twitter" style="background-color:#55acee;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-4 -4 39 39"><path d="M28 8.557a9.913 9.913 0 0 1-2.828.775 4.93 4.93 0 0 0 2.166-2.725 9.738 9.738 0 0 1-3.13 1.194 4.92 4.92 0 0 0-3.593-1.55 4.924 4.924 0 0 0-4.794 6.049c-4.09-.21-7.72-2.17-10.15-5.15a4.942 4.942 0 0 0-.665 2.477c0 1.71.87 3.214 2.19 4.1a4.968 4.968 0 0 1-2.23-.616v.06c0 2.39 1.7 4.38 3.952 4.83-.414.115-.85.174-1.297.174-.318 0-.626-.03-.928-.086a4.935 4.935 0 0 0 4.6 3.42 9.893 9.893 0 0 1-6.114 2.107c-.398 0-.79-.023-1.175-.068a13.953 13.953 0 0 0 7.55 2.213c9.056 0 14.01-7.507 14.01-14.013 0-.213-.005-.426-.015-.637.96-.695 1.795-1.56 2.455-2.55z" fill="#fff"></path></svg></span></a><a target="_blank" aria-label="Line" class="heateor_sss_button_line" href="https://social-plugins.line.me/lineit/share?url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F04%2F16%2F78340%2F" title="Line" rel="noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_line" style="background-color:#00c300;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 14.304c0-5.37-5.384-9.738-12-9.738S4 8.936 4 14.304c0 4.814 4.27 8.846 10.035 9.608.39.084.923.258 1.058.592.122.303.08.778.04 1.084l-.172 1.028c-.05.303-.24 1.187 1.04.647s6.91-4.07 9.43-6.968c1.737-1.905 2.57-3.842 2.57-5.99zM11.302 17.5H8.918c-.347 0-.63-.283-.63-.63V12.1c0-.346.283-.628.63-.628.348 0 .63.283.63.63v4.14h1.754c.35 0 .63.28.63.628 0 .347-.282.63-.63.63zm2.467-.63c0 .347-.284.628-.63.628-.348 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm5.74 0c0 .27-.175.51-.433.596-.065.02-.132.032-.2.032-.195 0-.384-.094-.502-.25l-2.443-3.33v2.95c0 .35-.282.63-.63.63-.347 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.27.174-.51.43-.597.066-.02.134-.033.2-.033.197 0 .386.094.503.252l2.444 3.328V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm3.855-3.014c.348 0 .63.282.63.63 0 .346-.282.628-.63.628H21.61v1.126h1.755c.348 0 .63.282.63.63 0 .347-.282.628-.63.628H20.98c-.345 0-.628-.282-.628-.63v-4.766c0-.346.283-.628.63-.628h2.384c.348 0 .63.283.63.63 0 .346-.282.628-.63.628h-1.754v1.126h1.754z"/></svg></span></a><a class="heateor_sss_more" aria-label="More" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size: 32px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/16/78340/" onclick="event.preventDefault()"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="heateorSssMoreSharingPopup(this, 'https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/16/78340/', 'Labolewa%20Nagekeo%20%3A%20Roh%20Budaya%20Ikat%20Perdamaian%20Ferdinandus%20Dhosa%20dan%20Thobias%20Dega', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;border-radius:999px;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div><div class="heateorSssClear"></div></div><div class='heateorSssClear'></div><p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/16/78340/">Labolewa Nagekeo : Roh Budaya Ikat Perdamaian Ferdinandus Dhosa dan Thobias Dega</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/16/78340/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>131 Situs Bersejarah Milik Iran Terdampak Perang </title>
		<link>https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/09/131-situs-bersejarah-milik-iran-terdampak-perang/</link>
					<comments>https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/09/131-situs-bersejarah-milik-iran-terdampak-perang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aurel Doo]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 01:57:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUDAYA]]></category>
		<category><![CDATA[INTERNASIONAL]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://warisanbudayanusantara.com/?p=78185</guid>

					<description><![CDATA[<p>Warisan budaya Iran mengalami kerusakan yang meluas akibat kondisi perang Amerika Serikat (AS) bersama Israel menyerang Iran. Sedikitnya 131 situs bersejarah di 20 provinsi terdampak peperangam, demikian disampaikan seorang menteri Iran pada Senin (6/4) kepada media pemerintah setempat. Menteri Warisan Budaya, Pariwisata, dan Kerajinan Tangan Iran Seyed Reza Salehi-Amiri mengatakan bahwa beberapa landmark penting di ...</p>
<p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/09/131-situs-bersejarah-milik-iran-terdampak-perang/">131 Situs Bersejarah Milik Iran Terdampak Perang </a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Warisan budaya Iran mengalami kerusakan yang meluas akibat kondisi perang Amerika Serikat (AS) bersama Israel menyerang Iran.</p>
<p>Sedikitnya 131 situs bersejarah di 20 provinsi terdampak peperangam, demikian disampaikan seorang menteri Iran pada Senin (6/4) kepada media pemerintah setempat.</p>
<p>Menteri Warisan Budaya, Pariwisata, dan Kerajinan Tangan Iran Seyed Reza Salehi-Amiri mengatakan bahwa beberapa landmark penting di Teheran termasuk yang mengalami kerusakan terparah.</p>
<p>Iran telah mengajukan permohonan kepada badan-badan internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan UNESCO, menyerukan perhatian global yang lebih besar terhadap penghancuran warisan budayanya.</p>
<p>SOUNDBITE (Bahasa Persia): SEYED REZA SALEHI-AMIRI, Menteri Warisan Budaya, Pariwisata, dan Kerajinan Tangan Iran</p>
<p>&#8220;Secara total, 131 monumen kami di 20 provinsi telah rusak. Kerusakan terparah terjadi di Teheran, tempat 63 situs sejarah, budaya, dan peradaban hancur. Di mana pun AS menjejakkan kaki, negara itu membawa kehancuran, kejahatan, perang, atau eksploitasi.</p>
<p>Sebuah negara yang tidak memiliki peradaban, sejarah, dan identitas menyerang negara yang memiliki sejarah, peradaban, dan identitas religius. Karena alasan ini, jika mereka memiliki sejarah, garis keturunan, dan peradaban, mereka pasti tidak akan menyerang.</p>
<p>Kami memilih strategi perlawanan untuk merespons tindak penindasan ini.</p>
<p>Kami telah menulis kepada delapan organisasi internasional untuk menyampaikan tanda bahaya ini. Sayangnya, saya harus mengakui bahwa lembaga-lembaga tersebut tidak memiliki daya untuk mencegah kejahatan terhadap kemanusiaan. Kami berharap bahwa hati nurani manusia, hati nurani dunia, akan bersimpati dan mendukung bangsa Iran.&#8221;</p>
<p>WBN</p>
<div class='heateorSssClear'></div><div  class='heateor_sss_sharing_container heateor_sss_horizontal_sharing' data-heateor-sss-href='https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/09/131-situs-bersejarah-milik-iran-terdampak-perang/'><div class='heateor_sss_sharing_title' style="font-weight:bold" >Share It.....</div><div class="heateor_sss_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="heateor_sss_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F04%2F09%2F131-situs-bersejarah-milik-iran-terdampak-perang%2F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#0765FE;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="heateor_sss_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=131%20Situs%20Bersejarah%20Milik%20Iran%20Terdampak%20Perang%C2%A0%20https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F04%2F09%2F131-situs-bersejarah-milik-iran-terdampak-perang%2F" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#55eb4c;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="heateor_sss_svg_stroke heateor_sss_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="heateor_sss_no_fill heateor_sss_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Twitter" class="heateor_sss_button_twitter" href="https://twitter.com/intent/tweet?text=131%20Situs%20Bersejarah%20Milik%20Iran%20Terdampak%20Perang%C2%A0&url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F04%2F09%2F131-situs-bersejarah-milik-iran-terdampak-perang%2F" title="Twitter" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_twitter" style="background-color:#55acee;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-4 -4 39 39"><path d="M28 8.557a9.913 9.913 0 0 1-2.828.775 4.93 4.93 0 0 0 2.166-2.725 9.738 9.738 0 0 1-3.13 1.194 4.92 4.92 0 0 0-3.593-1.55 4.924 4.924 0 0 0-4.794 6.049c-4.09-.21-7.72-2.17-10.15-5.15a4.942 4.942 0 0 0-.665 2.477c0 1.71.87 3.214 2.19 4.1a4.968 4.968 0 0 1-2.23-.616v.06c0 2.39 1.7 4.38 3.952 4.83-.414.115-.85.174-1.297.174-.318 0-.626-.03-.928-.086a4.935 4.935 0 0 0 4.6 3.42 9.893 9.893 0 0 1-6.114 2.107c-.398 0-.79-.023-1.175-.068a13.953 13.953 0 0 0 7.55 2.213c9.056 0 14.01-7.507 14.01-14.013 0-.213-.005-.426-.015-.637.96-.695 1.795-1.56 2.455-2.55z" fill="#fff"></path></svg></span></a><a target="_blank" aria-label="Line" class="heateor_sss_button_line" href="https://social-plugins.line.me/lineit/share?url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F04%2F09%2F131-situs-bersejarah-milik-iran-terdampak-perang%2F" title="Line" rel="noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_line" style="background-color:#00c300;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 14.304c0-5.37-5.384-9.738-12-9.738S4 8.936 4 14.304c0 4.814 4.27 8.846 10.035 9.608.39.084.923.258 1.058.592.122.303.08.778.04 1.084l-.172 1.028c-.05.303-.24 1.187 1.04.647s6.91-4.07 9.43-6.968c1.737-1.905 2.57-3.842 2.57-5.99zM11.302 17.5H8.918c-.347 0-.63-.283-.63-.63V12.1c0-.346.283-.628.63-.628.348 0 .63.283.63.63v4.14h1.754c.35 0 .63.28.63.628 0 .347-.282.63-.63.63zm2.467-.63c0 .347-.284.628-.63.628-.348 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm5.74 0c0 .27-.175.51-.433.596-.065.02-.132.032-.2.032-.195 0-.384-.094-.502-.25l-2.443-3.33v2.95c0 .35-.282.63-.63.63-.347 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.27.174-.51.43-.597.066-.02.134-.033.2-.033.197 0 .386.094.503.252l2.444 3.328V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm3.855-3.014c.348 0 .63.282.63.63 0 .346-.282.628-.63.628H21.61v1.126h1.755c.348 0 .63.282.63.63 0 .347-.282.628-.63.628H20.98c-.345 0-.628-.282-.628-.63v-4.766c0-.346.283-.628.63-.628h2.384c.348 0 .63.283.63.63 0 .346-.282.628-.63.628h-1.754v1.126h1.754z"/></svg></span></a><a class="heateor_sss_more" aria-label="More" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size: 32px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/09/131-situs-bersejarah-milik-iran-terdampak-perang/" onclick="event.preventDefault()"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="heateorSssMoreSharingPopup(this, 'https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/09/131-situs-bersejarah-milik-iran-terdampak-perang/', '131%20Situs%20Bersejarah%20Milik%20Iran%20Terdampak%20Perang%C2%A0', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;border-radius:999px;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div><div class="heateorSssClear"></div></div><div class='heateorSssClear'></div><p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/09/131-situs-bersejarah-milik-iran-terdampak-perang/">131 Situs Bersejarah Milik Iran Terdampak Perang </a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/09/131-situs-bersejarah-milik-iran-terdampak-perang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kilas Tradisi Prosesi Laut Tuan Meninu Larantuka NTT</title>
		<link>https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/05/kilas-tradisi-prosesi-laut-tuan-meninu-larantuka-ntt/</link>
					<comments>https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/05/kilas-tradisi-prosesi-laut-tuan-meninu-larantuka-ntt/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aurel Doo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Apr 2026 13:31:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[RELIGI]]></category>
		<category><![CDATA[BUDAYA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://warisanbudayanusantara.com/?p=78073</guid>

					<description><![CDATA[<p>Media Warisan Budaya Nusantara Upacara Tahunan Prosesi Laut Tuan Meninu di Larantuka Kabupaten Flores Timur, Pulau Flores Provinsi Nusa Tenggara Tikur. Prosesi laut Tuan Meninu (Tuan Menino/Bahasa Portugis = Bayi) adalah ritual sakral Jumat Agung (bagian dari Semana Santa) untuk mengarak patung Kanak-kanak Yesus (Tuan Meninu) menggunakan perahu melintasi Selat Gonsalu. Ritual ini melambangkan perjalanan ...</p>
<p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/05/kilas-tradisi-prosesi-laut-tuan-meninu-larantuka-ntt/">Kilas Tradisi Prosesi Laut Tuan Meninu Larantuka NTT</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #ff0000;"><strong>Media Warisan Budaya Nusantara</strong></span></p>
<p>Upacara Tahunan Prosesi Laut Tuan Meninu di Larantuka Kabupaten Flores Timur, Pulau Flores Provinsi Nusa Tenggara Tikur.</p>
<p>Prosesi laut Tuan Meninu (Tuan Menino/Bahasa Portugis = Bayi) adalah ritual sakral Jumat Agung (bagian dari Semana Santa) untuk mengarak patung Kanak-kanak Yesus (Tuan Meninu) menggunakan perahu melintasi Selat Gonsalu. Ritual ini melambangkan perjalanan hidup Yesus, penderitaan di dunia, serta kesatuan iman umat dalam mengenang wafat-Nya.</p>
<p>Laut melambangkan dunia yang penuh tantangan, di mana Tuan Meninu diarak sebagai simbol kisah hidup dan penderitaan Kristus.</p>
<p>Patung Tuan Meninu diantar dari Kapela Tuan Menino melalui laut menuju Pantai Kuce (Pohon Sirih) dalam perahu khusus, diiringi ratusan perahu umat.</p>
<p>Prosesi ini merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Katolik Larantuka selama berabad-abad sebagai bentuk penghormatan atas wafat Yesus.</p>
<p>Umat mengikuti prosesi dalam suasana doa, nyanyian ratapan suci, dan mengenakan pakaian berkabung (biasanya hitam).</p>
<p>Prosesi ini menjadi salah satu daya tarik religi terbesar di Flores Timur yang menggabungkan tradisi budaya lokal dengan ajaran Gereja Katolik.</p>
<p><iframe  id="_ytid_89510"  width="750" height="422"  data-origwidth="750" data-origheight="422" src="https://www.youtube.com/embed/tQF6EsQqrVk?enablejsapi=1&#038;autoplay=1&#038;cc_load_policy=0&#038;cc_lang_pref=&#038;iv_load_policy=1&#038;loop=1&#038;playlist=tQF6EsQqrVk&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;playsinline=0&#038;autohide=2&#038;theme=dark&#038;color=red&#038;controls=1&#038;disablekb=0&#038;" class="__youtube_prefs__  epyt-is-override  no-lazyload" title="YouTube player"  allow="fullscreen; accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen data-no-lazy="1" data-skipgform_ajax_framebjll=""></iframe></p>
<p>WBN</p>
<div class='heateorSssClear'></div><div  class='heateor_sss_sharing_container heateor_sss_horizontal_sharing' data-heateor-sss-href='https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/05/kilas-tradisi-prosesi-laut-tuan-meninu-larantuka-ntt/'><div class='heateor_sss_sharing_title' style="font-weight:bold" >Share It.....</div><div class="heateor_sss_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="heateor_sss_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F04%2F05%2Fkilas-tradisi-prosesi-laut-tuan-meninu-larantuka-ntt%2F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#0765FE;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="heateor_sss_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=Kilas%20Tradisi%20Prosesi%20Laut%20Tuan%20Meninu%20Larantuka%20NTT%20https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F04%2F05%2Fkilas-tradisi-prosesi-laut-tuan-meninu-larantuka-ntt%2F" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#55eb4c;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="heateor_sss_svg_stroke heateor_sss_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="heateor_sss_no_fill heateor_sss_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Twitter" class="heateor_sss_button_twitter" href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Kilas%20Tradisi%20Prosesi%20Laut%20Tuan%20Meninu%20Larantuka%20NTT&url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F04%2F05%2Fkilas-tradisi-prosesi-laut-tuan-meninu-larantuka-ntt%2F" title="Twitter" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_twitter" style="background-color:#55acee;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-4 -4 39 39"><path d="M28 8.557a9.913 9.913 0 0 1-2.828.775 4.93 4.93 0 0 0 2.166-2.725 9.738 9.738 0 0 1-3.13 1.194 4.92 4.92 0 0 0-3.593-1.55 4.924 4.924 0 0 0-4.794 6.049c-4.09-.21-7.72-2.17-10.15-5.15a4.942 4.942 0 0 0-.665 2.477c0 1.71.87 3.214 2.19 4.1a4.968 4.968 0 0 1-2.23-.616v.06c0 2.39 1.7 4.38 3.952 4.83-.414.115-.85.174-1.297.174-.318 0-.626-.03-.928-.086a4.935 4.935 0 0 0 4.6 3.42 9.893 9.893 0 0 1-6.114 2.107c-.398 0-.79-.023-1.175-.068a13.953 13.953 0 0 0 7.55 2.213c9.056 0 14.01-7.507 14.01-14.013 0-.213-.005-.426-.015-.637.96-.695 1.795-1.56 2.455-2.55z" fill="#fff"></path></svg></span></a><a target="_blank" aria-label="Line" class="heateor_sss_button_line" href="https://social-plugins.line.me/lineit/share?url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F04%2F05%2Fkilas-tradisi-prosesi-laut-tuan-meninu-larantuka-ntt%2F" title="Line" rel="noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_line" style="background-color:#00c300;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 14.304c0-5.37-5.384-9.738-12-9.738S4 8.936 4 14.304c0 4.814 4.27 8.846 10.035 9.608.39.084.923.258 1.058.592.122.303.08.778.04 1.084l-.172 1.028c-.05.303-.24 1.187 1.04.647s6.91-4.07 9.43-6.968c1.737-1.905 2.57-3.842 2.57-5.99zM11.302 17.5H8.918c-.347 0-.63-.283-.63-.63V12.1c0-.346.283-.628.63-.628.348 0 .63.283.63.63v4.14h1.754c.35 0 .63.28.63.628 0 .347-.282.63-.63.63zm2.467-.63c0 .347-.284.628-.63.628-.348 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm5.74 0c0 .27-.175.51-.433.596-.065.02-.132.032-.2.032-.195 0-.384-.094-.502-.25l-2.443-3.33v2.95c0 .35-.282.63-.63.63-.347 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.27.174-.51.43-.597.066-.02.134-.033.2-.033.197 0 .386.094.503.252l2.444 3.328V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm3.855-3.014c.348 0 .63.282.63.63 0 .346-.282.628-.63.628H21.61v1.126h1.755c.348 0 .63.282.63.63 0 .347-.282.628-.63.628H20.98c-.345 0-.628-.282-.628-.63v-4.766c0-.346.283-.628.63-.628h2.384c.348 0 .63.283.63.63 0 .346-.282.628-.63.628h-1.754v1.126h1.754z"/></svg></span></a><a class="heateor_sss_more" aria-label="More" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size: 32px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/05/kilas-tradisi-prosesi-laut-tuan-meninu-larantuka-ntt/" onclick="event.preventDefault()"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="heateorSssMoreSharingPopup(this, 'https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/05/kilas-tradisi-prosesi-laut-tuan-meninu-larantuka-ntt/', 'Kilas%20Tradisi%20Prosesi%20Laut%20Tuan%20Meninu%20Larantuka%20NTT', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;border-radius:999px;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div><div class="heateorSssClear"></div></div><div class='heateorSssClear'></div><p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/05/kilas-tradisi-prosesi-laut-tuan-meninu-larantuka-ntt/">Kilas Tradisi Prosesi Laut Tuan Meninu Larantuka NTT</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/05/kilas-tradisi-prosesi-laut-tuan-meninu-larantuka-ntt/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tahun 2026 Ngada Usulkan Enam Warisan Budaya Tak Benda untuk Ditetapkan</title>
		<link>https://warisanbudayanusantara.com/2026/03/31/tahun-2026-kabupaten-ngada-usulkan-enam-warisan-budaya-tak-benda-untuk-ditetapkan/</link>
					<comments>https://warisanbudayanusantara.com/2026/03/31/tahun-2026-kabupaten-ngada-usulkan-enam-warisan-budaya-tak-benda-untuk-ditetapkan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aurel Doo]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2026 02:20:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[ADAT]]></category>
		<category><![CDATA[PEMERINTAH DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[BUDAYA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://warisanbudayanusantara.com/?p=77901</guid>

					<description><![CDATA[<p>Media Warisan Budaya Nusantara Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada Provinsi Nusa Tenggara Timur, kepemimpinan Bupati Raymundus Bena dan Wakil Bupati Bernadinus Dhey Ngebu, melalui Bidang Kebudayaan, Paschalia Maria Dolorosa Moi mengusulkan kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia sebanyak 6 (enam) Warisan Budaya Tak Benda untuk ditetapkan. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bidang Kebudayaan Kabupaten Ngada, Paschalia Maria ...</p>
<p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/03/31/tahun-2026-kabupaten-ngada-usulkan-enam-warisan-budaya-tak-benda-untuk-ditetapkan/">Tahun 2026 Ngada Usulkan Enam Warisan Budaya Tak Benda untuk Ditetapkan</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #ff0000;"><strong>Media Warisan Budaya Nusantara</strong></span></p>
<p>Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada Provinsi Nusa Tenggara Timur, kepemimpinan Bupati Raymundus Bena dan Wakil Bupati Bernadinus Dhey Ngebu, melalui Bidang Kebudayaan, Paschalia Maria Dolorosa Moi mengusulkan kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia sebanyak 6 (enam) Warisan Budaya Tak Benda untuk ditetapkan.</p>
<p>Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bidang Kebudayaan Kabupaten Ngada, Paschalia Maria Dolorosa Moi kepada media Warisan Budaya Nusantara (WBN), di Bajawa, pada Senin (30/3/2026).</p>
<p>Menurut Kepala Bidang Kebudayaan Kabupaten Ngada, Paschalia Maria Dolorosa Moi, Warisan Budaya Tak Benda harus diperjuangkan untuk ditetapkan secara resmi, baik tingkat provinsi, nasional maupun dunia, karena perannya sangat krusial dalam menjaga identitas, keberlanjutan dan perlindungan kearifan lokal.</p>
<p>&#8220;Pada tahun 2025 kami mengusulkan tiga Warisan Budaya Tak Benda Ngada dan puji syukur ketiganya lolos ditetapkan. Dari tiga yang ditetapkan tersebut yakni Mbela, tradisi adat istiadat Masyarakat Adat Tadho. Berikutnya, Sagi dan yang terakhir Tunawu Ndoka Laeng dari Suku Mundu di wilayah Kecamatan Wolomeze. Kemudian untuk tahun 2026, sebanyak enam Warisan Budaya Tak Benda kembali diusulkan, yakni Ghan Weton, Laba Bua, Sao, Ka Sao, Pakaian Adat dan Wuli&#8221;, urai Kepala Bidang Kebudayaan Kabupaten Ngada, Paschalia Maria Dolorosa Moi, kepada WBN (30/3).</p>
<p>Ia menambahkan, terhitung mulai tahun 2018, Kabupaten Ngada terus berjuang mendapatkan perlindungan hukum dan legalitas terhadap Warisan Budaya Tak Benda, untuk identitas dan kebanggaan lokal, demi pelestarian tradisi, pengembangan pariwisata budaya serta pembangunan berkelanjutan.</p>
<p>Kepemimpinan Bupati Ngada Raymundus Bena bersama Wakil Bupati Bernadinus Dhey Ngebu, lanjut Kabid Paschalia Maria Dolorosa Moi, juga sangat menaruh skala prioritas tinggi terhadap pelestarian kebudayaan Ngada.</p>
<p>&#8220;Pada tahun 2018 Ngada meraih penetapan Warisan Budaya Tak Bena Reba. Pada tahun 2022  Jai, tahun 2025 Sagi, Mbela danTunawu Ndoka Laeng. Tahun 2026 kita kembali memperjuangkan enam, diantaranya Ghan Weton, Laba Bua, Sao, Ka Sao, Pakaian Adat dan Wuli&#8221;, tutup Kabid Kebudayaan Ngada, Paschalia Maria Dolorosa Moi kepada media WBN (30/3).</p>
<p><iframe  id="_ytid_40680"  width="750" height="422"  data-origwidth="750" data-origheight="422" src="https://www.youtube.com/embed/CRgQuJW4IHU?enablejsapi=1&#038;autoplay=1&#038;cc_load_policy=0&#038;cc_lang_pref=&#038;iv_load_policy=1&#038;loop=1&#038;playlist=CRgQuJW4IHU&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;playsinline=0&#038;autohide=2&#038;theme=dark&#038;color=red&#038;controls=1&#038;disablekb=0&#038;" class="__youtube_prefs__  epyt-is-override  no-lazyload" title="YouTube player"  allow="fullscreen; accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen data-no-lazy="1" data-skipgform_ajax_framebjll=""></iframe></p>
<p><strong>W B N</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<div class='heateorSssClear'></div><div  class='heateor_sss_sharing_container heateor_sss_horizontal_sharing' data-heateor-sss-href='https://warisanbudayanusantara.com/2026/03/31/tahun-2026-kabupaten-ngada-usulkan-enam-warisan-budaya-tak-benda-untuk-ditetapkan/'><div class='heateor_sss_sharing_title' style="font-weight:bold" >Share It.....</div><div class="heateor_sss_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="heateor_sss_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F03%2F31%2Ftahun-2026-kabupaten-ngada-usulkan-enam-warisan-budaya-tak-benda-untuk-ditetapkan%2F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#0765FE;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="heateor_sss_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=Tahun%202026%20Ngada%20Usulkan%20Enam%20Warisan%20Budaya%20Tak%20Benda%20untuk%20Ditetapkan%20https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F03%2F31%2Ftahun-2026-kabupaten-ngada-usulkan-enam-warisan-budaya-tak-benda-untuk-ditetapkan%2F" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#55eb4c;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="heateor_sss_svg_stroke heateor_sss_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="heateor_sss_no_fill heateor_sss_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Twitter" class="heateor_sss_button_twitter" href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Tahun%202026%20Ngada%20Usulkan%20Enam%20Warisan%20Budaya%20Tak%20Benda%20untuk%20Ditetapkan&url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F03%2F31%2Ftahun-2026-kabupaten-ngada-usulkan-enam-warisan-budaya-tak-benda-untuk-ditetapkan%2F" title="Twitter" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_twitter" style="background-color:#55acee;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-4 -4 39 39"><path d="M28 8.557a9.913 9.913 0 0 1-2.828.775 4.93 4.93 0 0 0 2.166-2.725 9.738 9.738 0 0 1-3.13 1.194 4.92 4.92 0 0 0-3.593-1.55 4.924 4.924 0 0 0-4.794 6.049c-4.09-.21-7.72-2.17-10.15-5.15a4.942 4.942 0 0 0-.665 2.477c0 1.71.87 3.214 2.19 4.1a4.968 4.968 0 0 1-2.23-.616v.06c0 2.39 1.7 4.38 3.952 4.83-.414.115-.85.174-1.297.174-.318 0-.626-.03-.928-.086a4.935 4.935 0 0 0 4.6 3.42 9.893 9.893 0 0 1-6.114 2.107c-.398 0-.79-.023-1.175-.068a13.953 13.953 0 0 0 7.55 2.213c9.056 0 14.01-7.507 14.01-14.013 0-.213-.005-.426-.015-.637.96-.695 1.795-1.56 2.455-2.55z" fill="#fff"></path></svg></span></a><a target="_blank" aria-label="Line" class="heateor_sss_button_line" href="https://social-plugins.line.me/lineit/share?url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F03%2F31%2Ftahun-2026-kabupaten-ngada-usulkan-enam-warisan-budaya-tak-benda-untuk-ditetapkan%2F" title="Line" rel="noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_line" style="background-color:#00c300;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 14.304c0-5.37-5.384-9.738-12-9.738S4 8.936 4 14.304c0 4.814 4.27 8.846 10.035 9.608.39.084.923.258 1.058.592.122.303.08.778.04 1.084l-.172 1.028c-.05.303-.24 1.187 1.04.647s6.91-4.07 9.43-6.968c1.737-1.905 2.57-3.842 2.57-5.99zM11.302 17.5H8.918c-.347 0-.63-.283-.63-.63V12.1c0-.346.283-.628.63-.628.348 0 .63.283.63.63v4.14h1.754c.35 0 .63.28.63.628 0 .347-.282.63-.63.63zm2.467-.63c0 .347-.284.628-.63.628-.348 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm5.74 0c0 .27-.175.51-.433.596-.065.02-.132.032-.2.032-.195 0-.384-.094-.502-.25l-2.443-3.33v2.95c0 .35-.282.63-.63.63-.347 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.27.174-.51.43-.597.066-.02.134-.033.2-.033.197 0 .386.094.503.252l2.444 3.328V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm3.855-3.014c.348 0 .63.282.63.63 0 .346-.282.628-.63.628H21.61v1.126h1.755c.348 0 .63.282.63.63 0 .347-.282.628-.63.628H20.98c-.345 0-.628-.282-.628-.63v-4.766c0-.346.283-.628.63-.628h2.384c.348 0 .63.283.63.63 0 .346-.282.628-.63.628h-1.754v1.126h1.754z"/></svg></span></a><a class="heateor_sss_more" aria-label="More" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size: 32px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/03/31/tahun-2026-kabupaten-ngada-usulkan-enam-warisan-budaya-tak-benda-untuk-ditetapkan/" onclick="event.preventDefault()"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="heateorSssMoreSharingPopup(this, 'https://warisanbudayanusantara.com/2026/03/31/tahun-2026-kabupaten-ngada-usulkan-enam-warisan-budaya-tak-benda-untuk-ditetapkan/', 'Tahun%202026%20Ngada%20Usulkan%20Enam%20Warisan%20Budaya%20Tak%20Benda%20untuk%20Ditetapkan', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;border-radius:999px;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div><div class="heateorSssClear"></div></div><div class='heateorSssClear'></div><p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/03/31/tahun-2026-kabupaten-ngada-usulkan-enam-warisan-budaya-tak-benda-untuk-ditetapkan/">Tahun 2026 Ngada Usulkan Enam Warisan Budaya Tak Benda untuk Ditetapkan</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://warisanbudayanusantara.com/2026/03/31/tahun-2026-kabupaten-ngada-usulkan-enam-warisan-budaya-tak-benda-untuk-ditetapkan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kunjungan Apresiasi ke PDS HB Jassin Alternatif Study Tour Dunia Pendidikan Kita</title>
		<link>https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/28/kunjungan-apresiasi-ke-pds-hb-jassin-alternatif-study-tour-dunia-pendidikan-kita/</link>
					<comments>https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/28/kunjungan-apresiasi-ke-pds-hb-jassin-alternatif-study-tour-dunia-pendidikan-kita/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hery Susanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Nov 2025 14:36:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[TOKOH]]></category>
		<category><![CDATA[BERITA UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[BUDAYA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://warisanbudayanusantara.com/?p=76351</guid>

					<description><![CDATA[<p>Media Warisan Budaya Nusantara Ruang Diskusi, Pusat Dokumentasi (PDS) HB Jassin, Taman Ismail Marzuki Jakarta, siang itu Kamis (27 Nopember 2025) dipadati ratusan siswa M.Ts Negeri 4 Indramayu, Jawa Barat. Siapa sangka kalau ratusan siswa siswi ini adalah yang terlibat dalam penulisan dua buku kumpulan puisi dan dua buku kumpulan cerpen yang diterbitkan Teras Budaya ...</p>
<p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/28/kunjungan-apresiasi-ke-pds-hb-jassin-alternatif-study-tour-dunia-pendidikan-kita/">Kunjungan Apresiasi ke PDS HB Jassin Alternatif Study Tour Dunia Pendidikan Kita</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #ff0000;"><strong>Media Warisan Budaya Nusantara</strong></span></p>
<p>Ruang Diskusi, Pusat Dokumentasi (PDS) HB Jassin, Taman Ismail Marzuki Jakarta, siang itu Kamis (27 Nopember 2025) dipadati ratusan siswa M.Ts Negeri 4 Indramayu, Jawa Barat. Siapa sangka kalau ratusan siswa siswi ini adalah yang terlibat dalam penulisan dua buku kumpulan puisi dan dua buku kumpulan cerpen yang diterbitkan Teras Budaya Jakarta.</p>
<p>Dua buku kumpulan cerpen itu, Satu Tangkai dan Sejuta Pesan dan Para Pewaris Bintang, dua buku kumpulan puisi, Tentang Rasaku dan di Bibir Laut yang ditulis siswa siswi kelas 7, 8 dan kelas 9 hasil kerja keras H. Ahmad Fadlali, S.Ag, MA dalam menerap-implementsikan literasi. Sebab literasi baginya tidak berhenti pada aktivitas membaca tapi langsung mengimplementasikannya dalam mencipta.</p>
<p>Ke empat buku sastra karya siswa siswi M.TsN 4 Indramayu ini kemudian di launching di PDS HB Jassin, kerjasama antara PDS HB Jassin dan Dapur Sastra Jakarta dengan pembicara penyair Acep Syahril dan penyair Jose Rizal Manua yang dipandu langsung oleh cerpenis Rini Intama. H. Ahmad Fadlali, S.Ag, MA kemudian menyerahkan ke empat (4) buku tersebut kepada Panitia Penyelenggara, Remmy Novaris DM melalui Jose Rizal Manua dan Rini Intama.</p>
<p>Dikatakan Jose Rizal Manua, kalau kehadiran siswa siswi M.TsN 4 Indramayu di PDS HB Jassin merupakan kemajuan sastra pelajar yang harus diikuti sekolah sekolah lain di indonesia, dan ini bisa menjadi alah satu bentuk kegiatan Study Tour yang lebih bermanfaat, katanya.</p>
<p>“Mereka tidak hanya diperkenalkan soal pelajaran sastra di sekolah tapi juga diajarkan dan dikembangkan dengan memperkenalkan dan mengajarkan mereka menulis untuk mengekspresikan diri mereka diberbagai bentuk tulisan dalam karya sastra,” ujarnya.</p>
<p>Sore itu Jose Rizal Manua yang dikenal sebagai deklamator terbaik Indonesia, penyair dan aktor itu memberikan oleh-oleh kepada para siswa dengan membacakan beberapa puisi dalam gayanya yang khas, menggoda namun melekat di kepala para siswa.</p>
<p>Sementara Acep Syahril yang disebut Rini Intama sebagai “mentor” dalam gerakan pelajar menulis di Indonesia, bertanya soal kesulitan yang dihadapi dari para siswa. Acep menjawab kalau dia tidak pernah mengalami kesulitan dalam menggiring siswa untuk berkenalan dengan dunia tulis menulis, sebab selain sudah terbiasa, dia juga menggunakan metoda metaphorming yang mampu menggiring siswa untuk melakukan kegiatan positif apapun.</p>
<p>“Saya katakan kepada para siswa di SMP, M.Ts, SMA, SMK dan MA kalau mereka memiliki potensi berpikir yang sama dengan orang lain, mereka punya cita-cita serta keinginan yang sama seperti orang lain dan bahkan mereka semua punya hobby, bakat dan keinginan untuk dikembangkan seperti orang lain. Jadi menulis ini hanya sebagai alat untuk mengontrol kemampuan siswa kalau mereka bisa mengekspresikan keinginan dan bakatnya dalam betuk tulisan, cerpen atau puisi. Disitulah aktivitas literasi dimulai, dari membaca, memahami, menganalisa, kemudian menulis, sebagai upaya latihan berpikir dan mencipta. Persoalan mereka mau jadi penulis, itu tergantung bakatnya, termasuk juga mau jadi analis, arsitek atau developer, ahli bidang pertanian dan peternakan dan lain sebagainya, itu semua tergantung dari aktivitas literasi yang mereka tekuni dan dikembangkan sesuai keinginannya, mau jadi apa? “ jelas Acep Syahril.</p>
<p>Acep juga memberikan aplaus terhadap kerja keras dan kerja nyata Ahmad Fadlali, kepala M.Ts Negeri 4 itu, yang dia katakan gila karena mampu meyakinkan dan menggiring siswanya untuk menulis kemudian digiring keluar sekolah untuk mempertanggungjawabkan karya tulisan para siswa dalam sebuah forum.</p>
<p>“Itu semua berkat bimbingan Kang Acep Syahril yang ikut memberikan pelatihan dan dorongan moril kepada anak-anak dan saya selaku kepala sekolah,” yang direspon Ahmad Fadlali dan kemudian disambut tepuk tangan anak-anak.</p>
<p>Pada kesempatan itu, cerpenis Rini Intama yang duduk sebagai moderator ikut menimpali soal kebiasaan siswa menulis catatan harian (diary), sebab menurutnya bermula dari catatan harian itulah kebiasaan menulis dimulai.<br />
(Bang Ay).</p>
<div class='heateorSssClear'></div><div  class='heateor_sss_sharing_container heateor_sss_horizontal_sharing' data-heateor-sss-href='https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/28/kunjungan-apresiasi-ke-pds-hb-jassin-alternatif-study-tour-dunia-pendidikan-kita/'><div class='heateor_sss_sharing_title' style="font-weight:bold" >Share It.....</div><div class="heateor_sss_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="heateor_sss_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2025%2F11%2F28%2Fkunjungan-apresiasi-ke-pds-hb-jassin-alternatif-study-tour-dunia-pendidikan-kita%2F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#0765FE;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="heateor_sss_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=Kunjungan%20Apresiasi%20ke%20PDS%20HB%20Jassin%20Alternatif%20Study%20Tour%20Dunia%20Pendidikan%20Kita%20https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2025%2F11%2F28%2Fkunjungan-apresiasi-ke-pds-hb-jassin-alternatif-study-tour-dunia-pendidikan-kita%2F" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#55eb4c;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="heateor_sss_svg_stroke heateor_sss_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="heateor_sss_no_fill heateor_sss_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Twitter" class="heateor_sss_button_twitter" href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Kunjungan%20Apresiasi%20ke%20PDS%20HB%20Jassin%20Alternatif%20Study%20Tour%20Dunia%20Pendidikan%20Kita&url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2025%2F11%2F28%2Fkunjungan-apresiasi-ke-pds-hb-jassin-alternatif-study-tour-dunia-pendidikan-kita%2F" title="Twitter" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_twitter" style="background-color:#55acee;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-4 -4 39 39"><path d="M28 8.557a9.913 9.913 0 0 1-2.828.775 4.93 4.93 0 0 0 2.166-2.725 9.738 9.738 0 0 1-3.13 1.194 4.92 4.92 0 0 0-3.593-1.55 4.924 4.924 0 0 0-4.794 6.049c-4.09-.21-7.72-2.17-10.15-5.15a4.942 4.942 0 0 0-.665 2.477c0 1.71.87 3.214 2.19 4.1a4.968 4.968 0 0 1-2.23-.616v.06c0 2.39 1.7 4.38 3.952 4.83-.414.115-.85.174-1.297.174-.318 0-.626-.03-.928-.086a4.935 4.935 0 0 0 4.6 3.42 9.893 9.893 0 0 1-6.114 2.107c-.398 0-.79-.023-1.175-.068a13.953 13.953 0 0 0 7.55 2.213c9.056 0 14.01-7.507 14.01-14.013 0-.213-.005-.426-.015-.637.96-.695 1.795-1.56 2.455-2.55z" fill="#fff"></path></svg></span></a><a target="_blank" aria-label="Line" class="heateor_sss_button_line" href="https://social-plugins.line.me/lineit/share?url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2025%2F11%2F28%2Fkunjungan-apresiasi-ke-pds-hb-jassin-alternatif-study-tour-dunia-pendidikan-kita%2F" title="Line" rel="noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_line" style="background-color:#00c300;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 14.304c0-5.37-5.384-9.738-12-9.738S4 8.936 4 14.304c0 4.814 4.27 8.846 10.035 9.608.39.084.923.258 1.058.592.122.303.08.778.04 1.084l-.172 1.028c-.05.303-.24 1.187 1.04.647s6.91-4.07 9.43-6.968c1.737-1.905 2.57-3.842 2.57-5.99zM11.302 17.5H8.918c-.347 0-.63-.283-.63-.63V12.1c0-.346.283-.628.63-.628.348 0 .63.283.63.63v4.14h1.754c.35 0 .63.28.63.628 0 .347-.282.63-.63.63zm2.467-.63c0 .347-.284.628-.63.628-.348 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm5.74 0c0 .27-.175.51-.433.596-.065.02-.132.032-.2.032-.195 0-.384-.094-.502-.25l-2.443-3.33v2.95c0 .35-.282.63-.63.63-.347 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.27.174-.51.43-.597.066-.02.134-.033.2-.033.197 0 .386.094.503.252l2.444 3.328V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm3.855-3.014c.348 0 .63.282.63.63 0 .346-.282.628-.63.628H21.61v1.126h1.755c.348 0 .63.282.63.63 0 .347-.282.628-.63.628H20.98c-.345 0-.628-.282-.628-.63v-4.766c0-.346.283-.628.63-.628h2.384c.348 0 .63.283.63.63 0 .346-.282.628-.63.628h-1.754v1.126h1.754z"/></svg></span></a><a class="heateor_sss_more" aria-label="More" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size: 32px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/28/kunjungan-apresiasi-ke-pds-hb-jassin-alternatif-study-tour-dunia-pendidikan-kita/" onclick="event.preventDefault()"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="heateorSssMoreSharingPopup(this, 'https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/28/kunjungan-apresiasi-ke-pds-hb-jassin-alternatif-study-tour-dunia-pendidikan-kita/', 'Kunjungan%20Apresiasi%20ke%20PDS%20HB%20Jassin%20Alternatif%20Study%20Tour%20Dunia%20Pendidikan%20Kita', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;border-radius:999px;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div><div class="heateorSssClear"></div></div><div class='heateorSssClear'></div><p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/28/kunjungan-apresiasi-ke-pds-hb-jassin-alternatif-study-tour-dunia-pendidikan-kita/">Kunjungan Apresiasi ke PDS HB Jassin Alternatif Study Tour Dunia Pendidikan Kita</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/28/kunjungan-apresiasi-ke-pds-hb-jassin-alternatif-study-tour-dunia-pendidikan-kita/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Festival Budaya Ngada Meriahkan Gerakan Kebudayaan Indonesia 2025</title>
		<link>https://warisanbudayanusantara.com/2025/09/27/festival-budaya-ngada-meriahkan-gerakan-kebudayaan-indonesia-2025/</link>
					<comments>https://warisanbudayanusantara.com/2025/09/27/festival-budaya-ngada-meriahkan-gerakan-kebudayaan-indonesia-2025/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aurel Doo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Sep 2025 14:46:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUDAYA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://warisanbudayanusantara.com/?p=74792</guid>

					<description><![CDATA[<p>Media Warisan Budaya Nusantara Festival Budaya Ngada meriahkan gerakan kebudayaan Indonesia (Gayain) 2025 Kabupaten Ngada NTT mulai tanggal 27 September sampai 01 Oktober 2025. Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Direktorat Film, Musik, dan Seni menyelenggarakan Gerakan Kebudayaan Indonesia (Gayain) di Kabupaten Ngada. Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kegiatan dikemas dalam festival budaya Ngada, yang berlangsung mulai ...</p>
<p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2025/09/27/festival-budaya-ngada-meriahkan-gerakan-kebudayaan-indonesia-2025/">Festival Budaya Ngada Meriahkan Gerakan Kebudayaan Indonesia 2025</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Warisan Budaya Nusantara</strong></p>
<p>Festival Budaya Ngada meriahkan gerakan kebudayaan Indonesia (Gayain) 2025 Kabupaten Ngada NTT mulai tanggal 27 September sampai 01 Oktober 2025.</p>
<p>Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Direktorat Film, Musik, dan Seni menyelenggarakan Gerakan Kebudayaan Indonesia (Gayain) di Kabupaten Ngada. Provinsi Nusa Tenggara Timur.</p>
<p>Kegiatan dikemas dalam festival budaya Ngada, yang berlangsung mulai tanggal 27 September sampai 01 Oktober 2025 di Taman Kartini Bajawa, Pulau Flores.</p>
<p>Festival ini menghadirkan berbagai kegiatan seperti pagelaran seni musik dan tari, pameran kewirausahaan budaya, lomba film pendek, fotografi budaya, lomba musik rakyat, karnaval, dialog budaya, workshop seniman, pesta pangan lokal, hingga kompetisi stand up komedi, yang sekaligus meriahkan penetapan hari komedi nasional pada tanggal 27 september.</p>
<p>Pelaksanaan Gayain di Ngada merupakan hasil kolaborasi Kementerian Kebudayaan bersama Pemerintah Kabupaten Ngada, Balai Pelestarian Kebudayaan, Perguruan Tinggi, Komunitas Budaya, hingga Masyarakat Adat.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-74794" src="https://warisanbudayanusantara.com/wp-content/uploads/2025/09/inbound5833310153809970584-300x178.jpg" alt="" width="300" height="178" srcset="https://warisanbudayanusantara.com/wp-content/uploads/2025/09/inbound5833310153809970584-300x178.jpg 300w, https://warisanbudayanusantara.com/wp-content/uploads/2025/09/inbound5833310153809970584-1024x606.jpg 1024w, https://warisanbudayanusantara.com/wp-content/uploads/2025/09/inbound5833310153809970584-750x444.jpg 750w, https://warisanbudayanusantara.com/wp-content/uploads/2025/09/inbound5833310153809970584.jpg 1216w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang kreasi dan ekspresi generasi muda sekaligus memperkuat ekosistem kebudayaan lokal maupun nasional.</p>
<p>&#8220;Gayain hadir untuk memberi ruang bagi seniman lokal, generasi muda dan komunitas budaya , agar karya-karyanya bisa tampil dan diapresiasi secara luas. Kabupaten Ngada dipilih karena memiliki kekayaan budaya yang luar biasa dan semangat gotong royong masyarakat yang kuat. Festival ini bukan hamya selebrasi tetapi komitmen kita untuk menjadikan kebudayaan sebagai identitas bangsa sekaligus sumber kedaulatan pangan dan kreativitas&#8221;, ungkap Direktur Film, musik dan seni, Saifullah Agam.</p>
<p>Festival Budaya Ngada, lanjutnya, sekaligus menjadi momentum memperkuat literasi budaya, memperkenalkan kekayaan seni san pangan lokal kepada masyarakat luas, serta mendorong pengembangan ekonomi kreativ berbasis budaya.</p>
<p>&#8220;Dengan mengusung semangat gotong royong, kegiatan ini diharapkan memberikan dampak positif, tidak hanya bagi masyarakat Ngada, tetapi juga bagi pembangunan kebudayaan nasional&#8221;, tutup Saifullah Agam.</p>
<p>WBN</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<div class='heateorSssClear'></div><div  class='heateor_sss_sharing_container heateor_sss_horizontal_sharing' data-heateor-sss-href='https://warisanbudayanusantara.com/2025/09/27/festival-budaya-ngada-meriahkan-gerakan-kebudayaan-indonesia-2025/'><div class='heateor_sss_sharing_title' style="font-weight:bold" >Share It.....</div><div class="heateor_sss_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="heateor_sss_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2025%2F09%2F27%2Ffestival-budaya-ngada-meriahkan-gerakan-kebudayaan-indonesia-2025%2F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#0765FE;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="heateor_sss_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=Festival%20Budaya%20Ngada%20Meriahkan%20Gerakan%20Kebudayaan%20Indonesia%202025%20https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2025%2F09%2F27%2Ffestival-budaya-ngada-meriahkan-gerakan-kebudayaan-indonesia-2025%2F" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#55eb4c;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="heateor_sss_svg_stroke heateor_sss_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="heateor_sss_no_fill heateor_sss_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Twitter" class="heateor_sss_button_twitter" href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Festival%20Budaya%20Ngada%20Meriahkan%20Gerakan%20Kebudayaan%20Indonesia%202025&url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2025%2F09%2F27%2Ffestival-budaya-ngada-meriahkan-gerakan-kebudayaan-indonesia-2025%2F" title="Twitter" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_twitter" style="background-color:#55acee;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-4 -4 39 39"><path d="M28 8.557a9.913 9.913 0 0 1-2.828.775 4.93 4.93 0 0 0 2.166-2.725 9.738 9.738 0 0 1-3.13 1.194 4.92 4.92 0 0 0-3.593-1.55 4.924 4.924 0 0 0-4.794 6.049c-4.09-.21-7.72-2.17-10.15-5.15a4.942 4.942 0 0 0-.665 2.477c0 1.71.87 3.214 2.19 4.1a4.968 4.968 0 0 1-2.23-.616v.06c0 2.39 1.7 4.38 3.952 4.83-.414.115-.85.174-1.297.174-.318 0-.626-.03-.928-.086a4.935 4.935 0 0 0 4.6 3.42 9.893 9.893 0 0 1-6.114 2.107c-.398 0-.79-.023-1.175-.068a13.953 13.953 0 0 0 7.55 2.213c9.056 0 14.01-7.507 14.01-14.013 0-.213-.005-.426-.015-.637.96-.695 1.795-1.56 2.455-2.55z" fill="#fff"></path></svg></span></a><a target="_blank" aria-label="Line" class="heateor_sss_button_line" href="https://social-plugins.line.me/lineit/share?url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2025%2F09%2F27%2Ffestival-budaya-ngada-meriahkan-gerakan-kebudayaan-indonesia-2025%2F" title="Line" rel="noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_line" style="background-color:#00c300;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 14.304c0-5.37-5.384-9.738-12-9.738S4 8.936 4 14.304c0 4.814 4.27 8.846 10.035 9.608.39.084.923.258 1.058.592.122.303.08.778.04 1.084l-.172 1.028c-.05.303-.24 1.187 1.04.647s6.91-4.07 9.43-6.968c1.737-1.905 2.57-3.842 2.57-5.99zM11.302 17.5H8.918c-.347 0-.63-.283-.63-.63V12.1c0-.346.283-.628.63-.628.348 0 .63.283.63.63v4.14h1.754c.35 0 .63.28.63.628 0 .347-.282.63-.63.63zm2.467-.63c0 .347-.284.628-.63.628-.348 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm5.74 0c0 .27-.175.51-.433.596-.065.02-.132.032-.2.032-.195 0-.384-.094-.502-.25l-2.443-3.33v2.95c0 .35-.282.63-.63.63-.347 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.27.174-.51.43-.597.066-.02.134-.033.2-.033.197 0 .386.094.503.252l2.444 3.328V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm3.855-3.014c.348 0 .63.282.63.63 0 .346-.282.628-.63.628H21.61v1.126h1.755c.348 0 .63.282.63.63 0 .347-.282.628-.63.628H20.98c-.345 0-.628-.282-.628-.63v-4.766c0-.346.283-.628.63-.628h2.384c.348 0 .63.283.63.63 0 .346-.282.628-.63.628h-1.754v1.126h1.754z"/></svg></span></a><a class="heateor_sss_more" aria-label="More" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size: 32px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://warisanbudayanusantara.com/2025/09/27/festival-budaya-ngada-meriahkan-gerakan-kebudayaan-indonesia-2025/" onclick="event.preventDefault()"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="heateorSssMoreSharingPopup(this, 'https://warisanbudayanusantara.com/2025/09/27/festival-budaya-ngada-meriahkan-gerakan-kebudayaan-indonesia-2025/', 'Festival%20Budaya%20Ngada%20Meriahkan%20Gerakan%20Kebudayaan%20Indonesia%202025', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;border-radius:999px;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div><div class="heateorSssClear"></div></div><div class='heateorSssClear'></div><p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2025/09/27/festival-budaya-ngada-meriahkan-gerakan-kebudayaan-indonesia-2025/">Festival Budaya Ngada Meriahkan Gerakan Kebudayaan Indonesia 2025</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://warisanbudayanusantara.com/2025/09/27/festival-budaya-ngada-meriahkan-gerakan-kebudayaan-indonesia-2025/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H/2025 M Majelis Dzikir dan Sholawat Sabdo Hidayatussholawat Berlangsung Khidmat</title>
		<link>https://warisanbudayanusantara.com/2025/09/06/peringatan-maulid-nabi-muhammad-saw-1447-h-2025-m-majelis-dzikir-dan-sholawat-sabdo-hidayatussholawat-berlangsung-khidmat/</link>
					<comments>https://warisanbudayanusantara.com/2025/09/06/peringatan-maulid-nabi-muhammad-saw-1447-h-2025-m-majelis-dzikir-dan-sholawat-sabdo-hidayatussholawat-berlangsung-khidmat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hendra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Sep 2025 04:07:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[RELIGI]]></category>
		<category><![CDATA[BERITA UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[BUDAYA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://warisanbudayanusantara.com/?p=74396</guid>

					<description><![CDATA[<p>WBN,Sulteng&#124; TOLITOLI – Ratusan jamaah dari berbagai kalangan masyarakat memenuhi halaman Sekretariat Majelis Dzikir dan Sholawat Sabdo Hidayatussholawat di Jalan Nusa Indah, Kelurahan Baru, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, Jum’at malam (05/09/2025). Kehadiran mereka menjadi bukti kuat kecintaan umat kepada Nabi Muhammad SAW dalam peringatan Maulid Nabi 1447 Hijriah/2025 Masehi yang berlangsung penuh kekhidmatan. Acara dimulai ...</p>
<p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2025/09/06/peringatan-maulid-nabi-muhammad-saw-1447-h-2025-m-majelis-dzikir-dan-sholawat-sabdo-hidayatussholawat-berlangsung-khidmat/">Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H/2025 M Majelis Dzikir dan Sholawat Sabdo Hidayatussholawat Berlangsung Khidmat</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://warisanbudayanusantara.com" target="_blank">WBN,Sulteng| TOLITOLI</a> – Ratusan jamaah dari berbagai kalangan masyarakat memenuhi halaman Sekretariat Majelis Dzikir dan Sholawat Sabdo Hidayatussholawat di Jalan Nusa Indah, Kelurahan Baru, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, Jum’at malam (05/09/2025). Kehadiran mereka menjadi bukti kuat kecintaan umat kepada Nabi Muhammad SAW dalam peringatan Maulid Nabi 1447 Hijriah/2025 Masehi yang berlangsung penuh kekhidmatan.</p>
<p>Acara dimulai pukul 19.30 WITA dengan pembukaan resmi. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Adinda Zakkiah membuka suasana dengan penuh keharuan. Bacaan tersebut menggema dan membuat jamaah larut dalam renungan spiritual, menyiapkan hati untuk menyambut rangkaian acara berikutnya.</p>
<p>Usai pembacaan Al-Qur’an, panitia menghadirkan pembacaan sirah nabawiyah yang mengisahkan perjalanan hidup Rasulullah SAW. Kisah-kisah perjuangan beliau dalam menegakkan risalah Islam mengingatkan jamaah tentang pentingnya meneladani akhlak mulia sang Nabi dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Dalam laporan kepanitiaan, Ketua Panitia Ust. Suprapto menyampaikan rasa syukur sekaligus ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan tersebut. “Peringatan Maulid Nabi ini bisa terlaksana karena adanya kebersamaan. Semoga menjadi amal jariyah bagi kita semua,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Majelis Dzikir dan Sholawat Sabdo Hidayatussholawat, Masri, S.E., M.M., dalam sambutannya mengingatkan jamaah tentang pentingnya keikhlasan dalam beramal. “Tidak ada amalan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, kecuali syafaat Rasulullah. Belajar ikhlas adalah bagian dari mengikuti jejak Nabi,” ungkapnya di hadapan ratusan jamaah yang hadir.</p>
<p>Acara ini juga mendapat perhatian dari para tokoh masyarakat dan pejabat daerah. Sejumlah undangan penting tampak hadir, di antaranya anggota DPRD Kabupaten Tolitoli Ir. Rahmat Ali yang hadir mewakili Ketua DPRD Hj. Sriyanti Daeng Parebba, Kasat Binmas AKP Sutarno mewakili Kapolres Tolitoli, Lurah Kelurahan Baru, perwakilan Camat Baolan, pihak KUA, serta perwakilan dari Kementerian Agama Kabupaten Tolitoli. Turut hadir pula Rektor STIE Mujahidin Tolitoli, Dr. Rahman Alatas, S.E., M.M., yang memberikan dukungan penuh atas terselenggaranya acara.</p>
<p>Bupati Tolitoli dalam sambutannya menegaskan pentingnya semangat kebersamaan yang menjadi bagian dari nilai luhur bangsa Indonesia. “Gotong royong adalah hasil amanah besar yang harus kita jaga bersama. Peringatan Maulid Nabi seperti ini menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah dan mempererat persaudaraan di tengah masyarakat,” tegasnya.</p>
<p>Puncak acara berlangsung dengan mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh penceramah muda penuh kharisma, Gus Ragil Hidayat, S.H. Dalam ceramahnya, Gus Ragil menekankan pentingnya meneladani Rasulullah SAW bukan hanya dalam ibadah ritual, tetapi juga dalam bermuamalah dan berinteraksi sosial. “Rasulullah adalah teladan sempurna. Meneladani beliau berarti menjaga akhlak, memperkuat iman, dan membangun kebersamaan di masyarakat,” ucapnya penuh semangat.</p>
<p>Suasana semakin syahdu ketika lantunan sholawat menggema serentak. Jamaah yang hadir larut dalam dzikir dan doa, menghadirkan suasana religius yang mendalam. Setelah jeda sejenak, acara ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur, sekaligus harapan agar masyarakat Tolitoli senantiasa mendapat limpahan rahmat dan keberkahan dari Allah SWT.</p>
<p>Dengan terselenggaranya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H/2025 M ini, Majelis Dzikir dan Sholawat Sabdo Hidayatussholawat berharap nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW semakin meresap ke dalam hati masyarakat. Lebih dari sekadar peringatan, acara ini menjadi momentum memperkuat iman, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan semangat kebersamaan dalam membangun Tolitoli yang damai, religius, dan penuh keberkahan.</p>
<p>Media WBN Sulteng. Syamsu Alam</p>
<div class='heateorSssClear'></div><div  class='heateor_sss_sharing_container heateor_sss_horizontal_sharing' data-heateor-sss-href='https://warisanbudayanusantara.com/2025/09/06/peringatan-maulid-nabi-muhammad-saw-1447-h-2025-m-majelis-dzikir-dan-sholawat-sabdo-hidayatussholawat-berlangsung-khidmat/'><div class='heateor_sss_sharing_title' style="font-weight:bold" >Share It.....</div><div class="heateor_sss_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="heateor_sss_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2025%2F09%2F06%2Fperingatan-maulid-nabi-muhammad-saw-1447-h-2025-m-majelis-dzikir-dan-sholawat-sabdo-hidayatussholawat-berlangsung-khidmat%2F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#0765FE;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="heateor_sss_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=Peringatan%20Maulid%20Nabi%20Muhammad%20SAW%201447%20H%2F2025%20M%20Majelis%20Dzikir%20dan%20Sholawat%20Sabdo%20Hidayatussholawat%20Berlangsung%20Khidmat%20https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2025%2F09%2F06%2Fperingatan-maulid-nabi-muhammad-saw-1447-h-2025-m-majelis-dzikir-dan-sholawat-sabdo-hidayatussholawat-berlangsung-khidmat%2F" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#55eb4c;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="heateor_sss_svg_stroke heateor_sss_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="heateor_sss_no_fill heateor_sss_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Twitter" class="heateor_sss_button_twitter" href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Peringatan%20Maulid%20Nabi%20Muhammad%20SAW%201447%20H%2F2025%20M%20Majelis%20Dzikir%20dan%20Sholawat%20Sabdo%20Hidayatussholawat%20Berlangsung%20Khidmat&url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2025%2F09%2F06%2Fperingatan-maulid-nabi-muhammad-saw-1447-h-2025-m-majelis-dzikir-dan-sholawat-sabdo-hidayatussholawat-berlangsung-khidmat%2F" title="Twitter" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_twitter" style="background-color:#55acee;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-4 -4 39 39"><path d="M28 8.557a9.913 9.913 0 0 1-2.828.775 4.93 4.93 0 0 0 2.166-2.725 9.738 9.738 0 0 1-3.13 1.194 4.92 4.92 0 0 0-3.593-1.55 4.924 4.924 0 0 0-4.794 6.049c-4.09-.21-7.72-2.17-10.15-5.15a4.942 4.942 0 0 0-.665 2.477c0 1.71.87 3.214 2.19 4.1a4.968 4.968 0 0 1-2.23-.616v.06c0 2.39 1.7 4.38 3.952 4.83-.414.115-.85.174-1.297.174-.318 0-.626-.03-.928-.086a4.935 4.935 0 0 0 4.6 3.42 9.893 9.893 0 0 1-6.114 2.107c-.398 0-.79-.023-1.175-.068a13.953 13.953 0 0 0 7.55 2.213c9.056 0 14.01-7.507 14.01-14.013 0-.213-.005-.426-.015-.637.96-.695 1.795-1.56 2.455-2.55z" fill="#fff"></path></svg></span></a><a target="_blank" aria-label="Line" class="heateor_sss_button_line" href="https://social-plugins.line.me/lineit/share?url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2025%2F09%2F06%2Fperingatan-maulid-nabi-muhammad-saw-1447-h-2025-m-majelis-dzikir-dan-sholawat-sabdo-hidayatussholawat-berlangsung-khidmat%2F" title="Line" rel="noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_line" style="background-color:#00c300;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 14.304c0-5.37-5.384-9.738-12-9.738S4 8.936 4 14.304c0 4.814 4.27 8.846 10.035 9.608.39.084.923.258 1.058.592.122.303.08.778.04 1.084l-.172 1.028c-.05.303-.24 1.187 1.04.647s6.91-4.07 9.43-6.968c1.737-1.905 2.57-3.842 2.57-5.99zM11.302 17.5H8.918c-.347 0-.63-.283-.63-.63V12.1c0-.346.283-.628.63-.628.348 0 .63.283.63.63v4.14h1.754c.35 0 .63.28.63.628 0 .347-.282.63-.63.63zm2.467-.63c0 .347-.284.628-.63.628-.348 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm5.74 0c0 .27-.175.51-.433.596-.065.02-.132.032-.2.032-.195 0-.384-.094-.502-.25l-2.443-3.33v2.95c0 .35-.282.63-.63.63-.347 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.27.174-.51.43-.597.066-.02.134-.033.2-.033.197 0 .386.094.503.252l2.444 3.328V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm3.855-3.014c.348 0 .63.282.63.63 0 .346-.282.628-.63.628H21.61v1.126h1.755c.348 0 .63.282.63.63 0 .347-.282.628-.63.628H20.98c-.345 0-.628-.282-.628-.63v-4.766c0-.346.283-.628.63-.628h2.384c.348 0 .63.283.63.63 0 .346-.282.628-.63.628h-1.754v1.126h1.754z"/></svg></span></a><a class="heateor_sss_more" aria-label="More" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size: 32px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://warisanbudayanusantara.com/2025/09/06/peringatan-maulid-nabi-muhammad-saw-1447-h-2025-m-majelis-dzikir-dan-sholawat-sabdo-hidayatussholawat-berlangsung-khidmat/" onclick="event.preventDefault()"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="heateorSssMoreSharingPopup(this, 'https://warisanbudayanusantara.com/2025/09/06/peringatan-maulid-nabi-muhammad-saw-1447-h-2025-m-majelis-dzikir-dan-sholawat-sabdo-hidayatussholawat-berlangsung-khidmat/', 'Peringatan%20Maulid%20Nabi%20Muhammad%20SAW%201447%20H%2F2025%20M%20Majelis%20Dzikir%20dan%20Sholawat%20Sabdo%20Hidayatussholawat%20Berlangsung%20Khidmat', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;border-radius:999px;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div><div class="heateorSssClear"></div></div><div class='heateorSssClear'></div><p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2025/09/06/peringatan-maulid-nabi-muhammad-saw-1447-h-2025-m-majelis-dzikir-dan-sholawat-sabdo-hidayatussholawat-berlangsung-khidmat/">Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H/2025 M Majelis Dzikir dan Sholawat Sabdo Hidayatussholawat Berlangsung Khidmat</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://warisanbudayanusantara.com/2025/09/06/peringatan-maulid-nabi-muhammad-saw-1447-h-2025-m-majelis-dzikir-dan-sholawat-sabdo-hidayatussholawat-berlangsung-khidmat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bahasa Daerah Terancam Punah, Pemkab Tolitoli Gelar FGD Revitalisasi</title>
		<link>https://warisanbudayanusantara.com/2025/08/28/bahasa-daerah-terancam-punah-pemkab-tolitoli-gelar-fgd-revitalisasi/</link>
					<comments>https://warisanbudayanusantara.com/2025/08/28/bahasa-daerah-terancam-punah-pemkab-tolitoli-gelar-fgd-revitalisasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hendra]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Aug 2025 07:40:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[PEMERINTAH DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[BUDAYA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://warisanbudayanusantara.com/?p=74311</guid>

					<description><![CDATA[<p>WBN, SULTENG&#124;Tolitoli – Upaya melestarikan bahasa daerah agar tidak sekadar menjadi peninggalan masa lalu, mulai digencarkan oleh Pemerintah Kabupaten Tolitoli. Kamis (28/8/2025) pagi, bertempat di Hotel Bumi Harapan, Kelurahan Tuweley, Kecamatan Baolan, dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Bahasa Daerahku, Budayakan Bahasaku”. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WITA ini resmi dibuka Wakil Bupati Tolitoli, Mohammad ...</p>
<p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2025/08/28/bahasa-daerah-terancam-punah-pemkab-tolitoli-gelar-fgd-revitalisasi/">Bahasa Daerah Terancam Punah, Pemkab Tolitoli Gelar FGD Revitalisasi</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://warisanbudayanusantara.com" target="_blank">WBN, SULTENG|Tolitoli</a> – Upaya melestarikan bahasa daerah agar tidak sekadar menjadi peninggalan masa lalu, mulai digencarkan oleh Pemerintah Kabupaten Tolitoli. Kamis (28/8/2025) pagi, bertempat di Hotel Bumi Harapan, Kelurahan Tuweley, Kecamatan Baolan, dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Bahasa Daerahku, Budayakan Bahasaku”.</p>
<p>Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WITA ini resmi dibuka Wakil Bupati Tolitoli, Mohammad Besar Bantilan. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menjaga vitalitas bahasa daerah sekaligus menghidupkannya kembali melalui jalur pendidikan, terutama di tingkat sekolah dasar.</p>
<p>“Bahasa daerah bukan hanya warisan budaya, tetapi identitas kita. Saya berharap anak-anak kita sejak dini terbiasa menggunakan bahasa Tolitoli, Dondo, dan Dampal. Jangan sampai bahasa kita hanya tinggal nama karena tidak digunakan di tengah masyarakat,” tegas Wakil Bupati.</p>
<p>Ia menambahkan, kondisi geografis Tolitoli yang berada di pinggir perlintasan budaya membuat bahasa daerah semakin terdesak. Bahkan, bahasa Tolitoli dan Dondo sudah jarang terdengar dalam percakapan sehari-hari, misalnya di pasar-pasar tradisional. Karena itu, ia mendorong adanya kebijakan praktis di sekolah, salah satunya hari Jumat sebagai hari berbahasa daerah.</p>
<p>“Mulai dari guru hingga siswa, mari biasakan berbahasa daerah minimal satu hari dalam sepekan. Ini langkah kecil tetapi berdampak besar bagi keberlangsungan bahasa ibu kita,” ujarnya.</p>
<p>FGD ini diikuti 32 guru se-Kecamatan Baolan, yang nantinya menjadi ujung tombak pelaksanaan program muatan lokal (Mulok) bahasa daerah di sekolah.</p>
<p>Acara pembukaan turut diwarnai pembacaan doa oleh Dedinuari S. Bantilan, SH. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tolitoli yang diwakili Sekretaris Dinas, Ayatullah, ST, menyampaikan sambutan serius mengenai kondisi bahasa daerah yang hampir punah.</p>
<p>Menurutnya, revitalisasi bahasa daerah bukan sekadar program seremonial, tetapi membutuhkan komitmen semua pihak, baik pemerintah, guru, maupun masyarakat.</p>
<p>Senada dengan itu, Kabid Pembinaan Ketenagaan, Harton, SPd, MM, menegaskan bahwa guru mulok bahasa daerah harus mendapatkan dukungan penuh, baik dari sisi pelatihan maupun bahan ajar.</p>
<p>“Guru adalah garda terdepan. Tanpa peran guru, mustahil bahasa daerah bisa masuk ke ruang kelas. Karena itu, Pemkab berkomitmen memberi perhatian lebih pada pembinaan guru mulok,” jelas Harton.</p>
<p>Kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam upaya konservasi bahasa daerah di Tolitoli. Lebih jauh lagi, program revitalisasi ini juga akan diarahkan agar generasi muda tidak hanya mampu berkomunikasi dalam bahasa nasional dan asing, tetapi juga fasih dalam bahasa daerahnya sendiri.</p>
<p>Dengan langkah konkret seperti ini, Pemkab Tolitoli berharap bahasa Tolitoli, Dondo, dan Dampal tetap hidup, tumbuh, dan diwariskan lintas generasi, bukan sekadar menjadi catatan dalam sejarah kebudayaan.</p>
<p>Media WBN Sulteng ( Syamsu Alam)</p>
<div class='heateorSssClear'></div><div  class='heateor_sss_sharing_container heateor_sss_horizontal_sharing' data-heateor-sss-href='https://warisanbudayanusantara.com/2025/08/28/bahasa-daerah-terancam-punah-pemkab-tolitoli-gelar-fgd-revitalisasi/'><div class='heateor_sss_sharing_title' style="font-weight:bold" >Share It.....</div><div class="heateor_sss_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="heateor_sss_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2025%2F08%2F28%2Fbahasa-daerah-terancam-punah-pemkab-tolitoli-gelar-fgd-revitalisasi%2F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#0765FE;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="heateor_sss_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=Bahasa%20Daerah%20Terancam%20Punah%2C%20Pemkab%20Tolitoli%20Gelar%20FGD%20Revitalisasi%20https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2025%2F08%2F28%2Fbahasa-daerah-terancam-punah-pemkab-tolitoli-gelar-fgd-revitalisasi%2F" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#55eb4c;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="heateor_sss_svg_stroke heateor_sss_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="heateor_sss_no_fill heateor_sss_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Twitter" class="heateor_sss_button_twitter" href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Bahasa%20Daerah%20Terancam%20Punah%2C%20Pemkab%20Tolitoli%20Gelar%20FGD%20Revitalisasi&url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2025%2F08%2F28%2Fbahasa-daerah-terancam-punah-pemkab-tolitoli-gelar-fgd-revitalisasi%2F" title="Twitter" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_twitter" style="background-color:#55acee;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-4 -4 39 39"><path d="M28 8.557a9.913 9.913 0 0 1-2.828.775 4.93 4.93 0 0 0 2.166-2.725 9.738 9.738 0 0 1-3.13 1.194 4.92 4.92 0 0 0-3.593-1.55 4.924 4.924 0 0 0-4.794 6.049c-4.09-.21-7.72-2.17-10.15-5.15a4.942 4.942 0 0 0-.665 2.477c0 1.71.87 3.214 2.19 4.1a4.968 4.968 0 0 1-2.23-.616v.06c0 2.39 1.7 4.38 3.952 4.83-.414.115-.85.174-1.297.174-.318 0-.626-.03-.928-.086a4.935 4.935 0 0 0 4.6 3.42 9.893 9.893 0 0 1-6.114 2.107c-.398 0-.79-.023-1.175-.068a13.953 13.953 0 0 0 7.55 2.213c9.056 0 14.01-7.507 14.01-14.013 0-.213-.005-.426-.015-.637.96-.695 1.795-1.56 2.455-2.55z" fill="#fff"></path></svg></span></a><a target="_blank" aria-label="Line" class="heateor_sss_button_line" href="https://social-plugins.line.me/lineit/share?url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2025%2F08%2F28%2Fbahasa-daerah-terancam-punah-pemkab-tolitoli-gelar-fgd-revitalisasi%2F" title="Line" rel="noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_line" style="background-color:#00c300;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 14.304c0-5.37-5.384-9.738-12-9.738S4 8.936 4 14.304c0 4.814 4.27 8.846 10.035 9.608.39.084.923.258 1.058.592.122.303.08.778.04 1.084l-.172 1.028c-.05.303-.24 1.187 1.04.647s6.91-4.07 9.43-6.968c1.737-1.905 2.57-3.842 2.57-5.99zM11.302 17.5H8.918c-.347 0-.63-.283-.63-.63V12.1c0-.346.283-.628.63-.628.348 0 .63.283.63.63v4.14h1.754c.35 0 .63.28.63.628 0 .347-.282.63-.63.63zm2.467-.63c0 .347-.284.628-.63.628-.348 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm5.74 0c0 .27-.175.51-.433.596-.065.02-.132.032-.2.032-.195 0-.384-.094-.502-.25l-2.443-3.33v2.95c0 .35-.282.63-.63.63-.347 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.27.174-.51.43-.597.066-.02.134-.033.2-.033.197 0 .386.094.503.252l2.444 3.328V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm3.855-3.014c.348 0 .63.282.63.63 0 .346-.282.628-.63.628H21.61v1.126h1.755c.348 0 .63.282.63.63 0 .347-.282.628-.63.628H20.98c-.345 0-.628-.282-.628-.63v-4.766c0-.346.283-.628.63-.628h2.384c.348 0 .63.283.63.63 0 .346-.282.628-.63.628h-1.754v1.126h1.754z"/></svg></span></a><a class="heateor_sss_more" aria-label="More" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size: 32px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://warisanbudayanusantara.com/2025/08/28/bahasa-daerah-terancam-punah-pemkab-tolitoli-gelar-fgd-revitalisasi/" onclick="event.preventDefault()"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="heateorSssMoreSharingPopup(this, 'https://warisanbudayanusantara.com/2025/08/28/bahasa-daerah-terancam-punah-pemkab-tolitoli-gelar-fgd-revitalisasi/', 'Bahasa%20Daerah%20Terancam%20Punah%2C%20Pemkab%20Tolitoli%20Gelar%20FGD%20Revitalisasi', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;border-radius:999px;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div><div class="heateorSssClear"></div></div><div class='heateorSssClear'></div><p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2025/08/28/bahasa-daerah-terancam-punah-pemkab-tolitoli-gelar-fgd-revitalisasi/">Bahasa Daerah Terancam Punah, Pemkab Tolitoli Gelar FGD Revitalisasi</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://warisanbudayanusantara.com/2025/08/28/bahasa-daerah-terancam-punah-pemkab-tolitoli-gelar-fgd-revitalisasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
