<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:series="https://publishpress.com/"
	>

<channel>
	<title>Sejarah Archives - Warisan Budaya Nusantara.com</title>
	<atom:link href="https://warisanbudayanusantara.com/tag/sejarah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://warisanbudayanusantara.com/tag/sejarah/</link>
	<description>Tajam dalam Fakta</description>
	<lastBuildDate>Sun, 23 Nov 2025 08:55:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://warisanbudayanusantara.com/wp-content/uploads/2022/12/cropped-cropped-LOGO-WBN-32x32.png</url>
	<title>Sejarah Archives - Warisan Budaya Nusantara.com</title>
	<link>https://warisanbudayanusantara.com/tag/sejarah/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gn Galunggung sebagai Pusat Peradaban Purbakala, Telaah Historis, Mitologis, dan Geologis</title>
		<link>https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/23/gn-galunggung-sebagai-pusat-peradaban-purbakala-telaah-historis-mitologis-dan-geologis/</link>
					<comments>https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/23/gn-galunggung-sebagai-pusat-peradaban-purbakala-telaah-historis-mitologis-dan-geologis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hendra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Nov 2025 08:55:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KEBUDAYAAN]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Gn Galunggung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://warisanbudayanusantara.com/?p=76202</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh : Dede Farhan Aulawi (Ki Jaka Sunda) Gunung Galunggung, yang terletak di wilayah Priangan, Jawa Barat, telah lama menjadi titik penting dalam lanskap geografis, budaya, dan spiritual masyarakat Sunda. Walaupun secara arkeologis Galunggung belum dikukuhkan sebagai pusat peradaban besar seperti Mesopotamia atau Mohenjo-Daro, banyak indikasi historis, geologis, dan mitologis yang mengarah pada kesimpulan bahwa ...</p>
<p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/23/gn-galunggung-sebagai-pusat-peradaban-purbakala-telaah-historis-mitologis-dan-geologis/">Gn Galunggung sebagai Pusat Peradaban Purbakala, Telaah Historis, Mitologis, dan Geologis</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh : Dede Farhan Aulawi (Ki Jaka Sunda)</strong></p>
<p>Gunung Galunggung, yang terletak di wilayah Priangan, Jawa Barat, telah lama menjadi titik penting dalam lanskap geografis, budaya, dan spiritual masyarakat Sunda. Walaupun secara arkeologis Galunggung belum dikukuhkan sebagai pusat peradaban besar seperti Mesopotamia atau Mohenjo-Daro, banyak indikasi historis, geologis, dan mitologis yang mengarah pada kesimpulan bahwa kawasan ini pernah menjadi ruang interaksi manusia purba yang intens, bahkan mungkin pusat awal perkembangan komunitas Sunda kuno. Tulisan saya ini menelaah kemungkinan tersebut melalui tiga pendekatan utama, yaitu jejak sejarah, kosmologi Sunda, dan konteks geologi purba.</p>
<p>*Jejak Historis dan Arkeologis di Sekitar Galunggung*<br />
Secara historis, kawasan Galunggung masuk dalam wilayah inti perkembangan kerajaan-kerajaan Sunda awal, seperti Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. Meskipun pusat kerajaan tidak berada tepat di lereng Galunggung, daerah ini menjadi ruang ekologi penyangga yang menyediakan sumber air, tanah subur, dan perlindungan alam.</p>
<p>Beberapa poin penting :<br />
a. Jejak Permukiman Purba. Di sekitar Priangan dan Tasikmalaya, ditemukan indikasi struktur batu tegak (menhir) dan batu datar (dolmen), pola hunian tradisional yang mengikuti kontur bukit, situs-situs pemujaan kuno yang merujuk pada penghormatan kepada roh gunung. Pola ini lazim ditemukan di kawasan yang menjadi basis peradaban agraris awal di Nusantara.</p>
<p>b. Peran Galunggung dalam Genealogi Penguasa Sunda. Naskah-naskah kuno seperti Carita Parahyangan dan silsilah raja Sunda menyebut tokoh Rakai Galunggung sebagai salah satu leluhur penting. Munculnya nama &#8220;Galunggung&#8221; sebagai gelar menunjukkan bahwa kawasan ini memiliki nilai politis dan spiritual dalam proses pembentukan legitimasi kekuasaan.</p>
<p>*Galunggung dalam Mitologi Sunda Kuno*<br />
Dalam kosmologi Sunda, gunung bukan hanya fenomena alam, tetapi pusat orientasi peradaban. Konsep kabuyutan (tempat suci leluhur) sering berlokasi di daerah tinggi atau sekitar gunung, karena dianggap sebagai wilayah yang paling dekat dengan alam suci (buana luhur). Galunggung dalam tradisi lokal memegang beberapa posisi penting :</p>
<p>a. Simbol Kesucian dan Keseimbangan. Nama “Galunggung” dalam beberapa tafsir etimologis dikaitkan dengan galung = parit atau pemisah, ggung = tinggi atau agung. Secara simbolis, Galunggung dipandang sebagai benteng alam yang memisahkan dunia profan dari dunia suci leluhur.</p>
<p>b. Mitos Letusan dan Kehancuran Peradaban Lama. Sejumlah cerita rakyat di Tasikmalaya mengisahkan peradaban tua yang hilang akibat murka gunung, pemukiman besar yang tenggelam oleh lahar atau danau purba, dan nenek moyang yang bermigrasi setelah bencana besar. Narasi semacam ini sering menjadi refleksi memori kolektif tentang perubahan alam besar yang mengubah struktur masyarakat purba.</p>
<p>*Dimensi Geologi : Mengapa Gunung Galunggung Mendukung Perkembangan Peradaban Awal?*<br />
Secara geologi, Galunggung merupakan gunung api aktif yang telah meletus berulang kali selama ribuan tahun. Letusan purba, ribuan tahun sebelum letusan besar 1822 dan 1982–83, kemungkinan membentuk lembah subur akibat endapan vulkanik, mata air panas dan dingin yang mendukung kehidupan, dan danau-danau vulkanik purba yang menjadi pusat pemukiman. Dalam arkeologi dunia, daerah vulkanik seperti ini sering menjadi sarang perkembangan peradaban awal, karena tanahnya sangat subur → pertanian berkembang, suhu lebih sejuk → kesehatan masyarakat lebih baik, dan bentuk geografi defensif → melindungi dari serangan luar. Galunggung memiliki semua kondisi tersebut.</p>
<p>*Potensi Galunggung sebagai Pusat Peradaban Purbakala*<br />
Dengan menggabungkan tiga dimensi, yaitu arkeologis, mitologis, dan geologis maka muncul hipotesis bahwa Galunggung :<br />
&#8211;	Pernah menjadi pusat spiritual Sunda Kuno, tempat ritual leluhur dilakukan.<br />
&#8211;	Menjadi lokasi awal permukiman besar, terutama di hilir sungai Ciwulan, Citanduy, dan aliran lain yang bersumber dari Galunggung.<br />
&#8211;	Berperan sebagai katalis pembentukan identitas Sunda, terutama melalui konservasi budaya kabuyutan.<br />
&#8211;	Memiliki jejak peradaban yang mungkin masih tertimbun endapan vulkanik purba, sehingga belum banyak ditemukan artefaknya.<br />
Hipotesis ini tidak berlebihan mengingat banyak pusat peradaban besar dunia ditemukan di dekat gunung berapi, seperti Jepang (Fuji), Italia (Vesuvius), bahkan peradaban Maya di dataran tinggi vulkanik.</p>
<p>*Tantangan Penelitian dan Peluang Masa Depan*<br />
Arkeologi di Galunggung masih minim. Banyak zona masih tertutup hutan, lahar, dan permukiman baru. Tantangan penelitian mencakup keterbatasan ekskavasi skala besar, minimnya dokumentasi sistematis situs megalitik, dan narasi budaya lokal yang belum banyak ditelaah secara ilmiah. Namun peluangnya sangat besar, yaitu potensial mengungkap sejarah awal masyarakat Sunda, membuka gambaran baru peradaban Priangan purba, dan mendukung pengembangan geowisata dan pendidikan sejarah.</p>
<p>Dengan demikian, Galunggung bukan hanya gunung api aktif, tetapi juga titik sentral dalam lanskap peradaban Sunda purbakala. Melalui kombinasi kekayaan geologis, memori mitologis, dan indikasi historis, kawasan ini dapat ditafsirkan sebagai salah satu pusat awal pembentukan budaya dan sosial masyarakat Priangan. Dengan penelitian yang lebih serius dan terintegrasi secara arkeologi, geologi, antropologi, dan filologi maka Galunggung berpeluang mengungkap lapisan-lapisan peradaban yang selama ini tersembunyi di balik lerengnya.</p>
<div class='heateorSssClear'></div><div  class='heateor_sss_sharing_container heateor_sss_horizontal_sharing' data-heateor-sss-href='https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/23/gn-galunggung-sebagai-pusat-peradaban-purbakala-telaah-historis-mitologis-dan-geologis/'><div class='heateor_sss_sharing_title' style="font-weight:bold" >Share It.....</div><div class="heateor_sss_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="heateor_sss_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2025%2F11%2F23%2Fgn-galunggung-sebagai-pusat-peradaban-purbakala-telaah-historis-mitologis-dan-geologis%2F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#0765FE;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="heateor_sss_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=Gn%20Galunggung%20sebagai%20Pusat%20Peradaban%20Purbakala%2C%20Telaah%20Historis%2C%20Mitologis%2C%20dan%20Geologis%20https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2025%2F11%2F23%2Fgn-galunggung-sebagai-pusat-peradaban-purbakala-telaah-historis-mitologis-dan-geologis%2F" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#55eb4c;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="heateor_sss_svg_stroke heateor_sss_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="heateor_sss_no_fill heateor_sss_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Twitter" class="heateor_sss_button_twitter" href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Gn%20Galunggung%20sebagai%20Pusat%20Peradaban%20Purbakala%2C%20Telaah%20Historis%2C%20Mitologis%2C%20dan%20Geologis&url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2025%2F11%2F23%2Fgn-galunggung-sebagai-pusat-peradaban-purbakala-telaah-historis-mitologis-dan-geologis%2F" title="Twitter" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_twitter" style="background-color:#55acee;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-4 -4 39 39"><path d="M28 8.557a9.913 9.913 0 0 1-2.828.775 4.93 4.93 0 0 0 2.166-2.725 9.738 9.738 0 0 1-3.13 1.194 4.92 4.92 0 0 0-3.593-1.55 4.924 4.924 0 0 0-4.794 6.049c-4.09-.21-7.72-2.17-10.15-5.15a4.942 4.942 0 0 0-.665 2.477c0 1.71.87 3.214 2.19 4.1a4.968 4.968 0 0 1-2.23-.616v.06c0 2.39 1.7 4.38 3.952 4.83-.414.115-.85.174-1.297.174-.318 0-.626-.03-.928-.086a4.935 4.935 0 0 0 4.6 3.42 9.893 9.893 0 0 1-6.114 2.107c-.398 0-.79-.023-1.175-.068a13.953 13.953 0 0 0 7.55 2.213c9.056 0 14.01-7.507 14.01-14.013 0-.213-.005-.426-.015-.637.96-.695 1.795-1.56 2.455-2.55z" fill="#fff"></path></svg></span></a><a target="_blank" aria-label="Line" class="heateor_sss_button_line" href="https://social-plugins.line.me/lineit/share?url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2025%2F11%2F23%2Fgn-galunggung-sebagai-pusat-peradaban-purbakala-telaah-historis-mitologis-dan-geologis%2F" title="Line" rel="noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_line" style="background-color:#00c300;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 14.304c0-5.37-5.384-9.738-12-9.738S4 8.936 4 14.304c0 4.814 4.27 8.846 10.035 9.608.39.084.923.258 1.058.592.122.303.08.778.04 1.084l-.172 1.028c-.05.303-.24 1.187 1.04.647s6.91-4.07 9.43-6.968c1.737-1.905 2.57-3.842 2.57-5.99zM11.302 17.5H8.918c-.347 0-.63-.283-.63-.63V12.1c0-.346.283-.628.63-.628.348 0 .63.283.63.63v4.14h1.754c.35 0 .63.28.63.628 0 .347-.282.63-.63.63zm2.467-.63c0 .347-.284.628-.63.628-.348 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm5.74 0c0 .27-.175.51-.433.596-.065.02-.132.032-.2.032-.195 0-.384-.094-.502-.25l-2.443-3.33v2.95c0 .35-.282.63-.63.63-.347 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.27.174-.51.43-.597.066-.02.134-.033.2-.033.197 0 .386.094.503.252l2.444 3.328V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm3.855-3.014c.348 0 .63.282.63.63 0 .346-.282.628-.63.628H21.61v1.126h1.755c.348 0 .63.282.63.63 0 .347-.282.628-.63.628H20.98c-.345 0-.628-.282-.628-.63v-4.766c0-.346.283-.628.63-.628h2.384c.348 0 .63.283.63.63 0 .346-.282.628-.63.628h-1.754v1.126h1.754z"/></svg></span></a><a class="heateor_sss_more" aria-label="More" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size: 32px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/23/gn-galunggung-sebagai-pusat-peradaban-purbakala-telaah-historis-mitologis-dan-geologis/" onclick="event.preventDefault()"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="heateorSssMoreSharingPopup(this, 'https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/23/gn-galunggung-sebagai-pusat-peradaban-purbakala-telaah-historis-mitologis-dan-geologis/', 'Gn%20Galunggung%20sebagai%20Pusat%20Peradaban%20Purbakala%2C%20Telaah%20Historis%2C%20Mitologis%2C%20dan%20Geologis', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;border-radius:999px;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div><div class="heateorSssClear"></div></div><div class='heateorSssClear'></div><p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/23/gn-galunggung-sebagai-pusat-peradaban-purbakala-telaah-historis-mitologis-dan-geologis/">Gn Galunggung sebagai Pusat Peradaban Purbakala, Telaah Historis, Mitologis, dan Geologis</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/23/gn-galunggung-sebagai-pusat-peradaban-purbakala-telaah-historis-mitologis-dan-geologis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Misteri Benteng Bukit Larangan Legok Cireunghas Sukabumi</title>
		<link>https://warisanbudayanusantara.com/2025/10/14/misteri-benteng-bukit-larangan-legok-cireunghas-sukabumi/</link>
					<comments>https://warisanbudayanusantara.com/2025/10/14/misteri-benteng-bukit-larangan-legok-cireunghas-sukabumi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hendra]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2025 05:17:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEJARAH]]></category>
		<category><![CDATA[KEBUDAYAAN]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Abah Anton Charliyan]]></category>
		<category><![CDATA[Sukabumi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://warisanbudayanusantara.com/?p=75075</guid>

					<description><![CDATA[<p>WBN &#124; SUKABUMI, JABAR &#8211; Abah Anton Chaliayan bersama tim Kombes (P) Dindin Ridwan, Hadi Gasantana dan Tim, Ambu Zahwa, H. Aep S. Menelusuri Cireunghas, Sukabumi, menyimpan segudang misteri terkait sejarah masa penjajahan Jepang. Benteng pertahanan yang sangat dirahasiakan ini menjadi saksi bisu dari peristiwa yang dilalui oleh masyarakat setempat. Para peneliti, dipimpin oleh Anton ...</p>
<p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2025/10/14/misteri-benteng-bukit-larangan-legok-cireunghas-sukabumi/">Misteri Benteng Bukit Larangan Legok Cireunghas Sukabumi</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://warisanbudayanusantara.com" target="_blank" rel="noopener">WBN | SUKABUMI, JABAR</a> &#8211; Abah Anton Chaliayan bersama tim Kombes (P) Dindin Ridwan, Hadi Gasantana dan Tim, Ambu Zahwa, H. Aep S. Menelusuri Cireunghas, Sukabumi, menyimpan segudang misteri terkait sejarah masa penjajahan Jepang. Benteng pertahanan yang sangat dirahasiakan ini menjadi saksi bisu dari peristiwa yang dilalui oleh masyarakat setempat. Para peneliti, dipimpin oleh Anton dan timnya, menghadapi tantangan untuk mengungkap fakta-fakta menarik tentang lokasi strategis ini yang kini terpendam dalam ingatan dan legenda masyarakat.</p>
<p>Di Bukit Larangan Legok Cempaka Putih, yang dulunya merupakan area terlarang, ditemukan sisa-sisa bangunan yang menunjukkan bahwa tempat ini pernah menjadi markas militer. Pabrik pengolahan logam dan terowongan yang terhubung seakan bercerita tentang aktivitas yang berlangsung di wilayah tersebut. Bukit Larangan, yang dalam sejarahnya disebut sebagai lokasi yang harus dijaga ketat, memperlihatkan betapa pentingnya strategi pertahanan bagi pasukan pada masa itu.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-75077" src="https://warisanbudayanusantara.com/wp-content/uploads/2025/10/Dofoto_20251014_115755330-300x169.jpg" alt="" width="300" height="169" srcset="https://warisanbudayanusantara.com/wp-content/uploads/2025/10/Dofoto_20251014_115755330-300x169.jpg 300w, https://warisanbudayanusantara.com/wp-content/uploads/2025/10/Dofoto_20251014_115755330-1024x576.jpg 1024w, https://warisanbudayanusantara.com/wp-content/uploads/2025/10/Dofoto_20251014_115755330-750x422.jpg 750w, https://warisanbudayanusantara.com/wp-content/uploads/2025/10/Dofoto_20251014_115755330-1536x865.jpg 1536w, https://warisanbudayanusantara.com/wp-content/uploads/2025/10/Dofoto_20251014_115755330-2048x1153.jpg 2048w, https://warisanbudayanusantara.com/wp-content/uploads/2025/10/Dofoto_20251014_115755330-372x208.jpg 372w, https://warisanbudayanusantara.com/wp-content/uploads/2025/10/Dofoto_20251014_115755330-360x202.jpg 360w, https://warisanbudayanusantara.com/wp-content/uploads/2025/10/Dofoto_20251014_115755330-251x141.jpg 251w, https://warisanbudayanusantara.com/wp-content/uploads/2025/10/Dofoto_20251014_115755330-230x129.jpg 230w, https://warisanbudayanusantara.com/wp-content/uploads/2025/10/Dofoto_20251014_115755330-203x114.jpg 203w, https://warisanbudayanusantara.com/wp-content/uploads/2025/10/Dofoto_20251014_115755330-165x92.jpg 165w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Keberadaan benteng pertahanan yang dibangun dengan kokoh menyimpan cerita yang belum sepenuhnya terungkap. Benteng ini, diperkirakan memiliki luas antara 500 hingga 1000 hektare, berdiri megah dengan tinggi sekitar 4 meter, berbahan dasar coran batu lebar. Posisinya yang dikelilingi bukit membuatnya sulit diakses oleh musuh, memberikan keuntungan strategis bagi para prajurit yang bertugas menjaga tempat tersebut. Meski demikian, informasi mengenai benteng ini kerap kali terabaikan dalam catatan sejarah resmi, seakan hilang ditelan waktu.</p>
<p>Sebagian masyarakat menyebut area ini sebagai &#8216;Hiroshima Indonesia&#8217;, merujuk pada bombardir yang dialami ketika Sekutu mengambil alih kendali di Indonesia. Sebuah pelajaran berharga tentang betapa berharganya tanah ini mengalami pertempuran, pengorbanan, dan perjuangan. Tidak jauh dari lokasi benteng, peninggalan sejarah lainnya, termasuk Maqom Tua dan Gua Rangga Gading, menambah daya tarik situs ini. Legenda yang mengelilingi tempat-tempat ini mengenai Prabu Taji Malela dan Prabu Rangga Gading menandakan betapa kaya budaya dan sejarah yang ada di Cireunghas.</p>
<p>Dengan adanya kerjasama antara pemerintah dan pihak-pihak terkait, diharapkan bahwa misteri ini dapat diangkat ke permukaan. Penggalian informasi dan penelitian lebih lanjut tidak hanya bisa mengungkap fakta-fakta sejarah yang hilang, tetapi juga dapat memberikan wawasan tentang bagaimana generasi sebelumnya berjuang di tengah tantangan. Sejarah akan selalu menjadi pengingat yang abadi, bukan hanya bagi masyarakat Cireunghas, tetapi untuk seluruh bangsa Indonesia dalam menjaga warisan dan identitas mereka. (Red)</p>
<div class='heateorSssClear'></div><div  class='heateor_sss_sharing_container heateor_sss_horizontal_sharing' data-heateor-sss-href='https://warisanbudayanusantara.com/2025/10/14/misteri-benteng-bukit-larangan-legok-cireunghas-sukabumi/'><div class='heateor_sss_sharing_title' style="font-weight:bold" >Share It.....</div><div class="heateor_sss_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="heateor_sss_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2025%2F10%2F14%2Fmisteri-benteng-bukit-larangan-legok-cireunghas-sukabumi%2F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#0765FE;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="heateor_sss_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=Misteri%20Benteng%20Bukit%20Larangan%20Legok%20Cireunghas%20Sukabumi%20https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2025%2F10%2F14%2Fmisteri-benteng-bukit-larangan-legok-cireunghas-sukabumi%2F" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#55eb4c;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="heateor_sss_svg_stroke heateor_sss_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="heateor_sss_no_fill heateor_sss_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Twitter" class="heateor_sss_button_twitter" href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Misteri%20Benteng%20Bukit%20Larangan%20Legok%20Cireunghas%20Sukabumi&url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2025%2F10%2F14%2Fmisteri-benteng-bukit-larangan-legok-cireunghas-sukabumi%2F" title="Twitter" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_twitter" style="background-color:#55acee;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-4 -4 39 39"><path d="M28 8.557a9.913 9.913 0 0 1-2.828.775 4.93 4.93 0 0 0 2.166-2.725 9.738 9.738 0 0 1-3.13 1.194 4.92 4.92 0 0 0-3.593-1.55 4.924 4.924 0 0 0-4.794 6.049c-4.09-.21-7.72-2.17-10.15-5.15a4.942 4.942 0 0 0-.665 2.477c0 1.71.87 3.214 2.19 4.1a4.968 4.968 0 0 1-2.23-.616v.06c0 2.39 1.7 4.38 3.952 4.83-.414.115-.85.174-1.297.174-.318 0-.626-.03-.928-.086a4.935 4.935 0 0 0 4.6 3.42 9.893 9.893 0 0 1-6.114 2.107c-.398 0-.79-.023-1.175-.068a13.953 13.953 0 0 0 7.55 2.213c9.056 0 14.01-7.507 14.01-14.013 0-.213-.005-.426-.015-.637.96-.695 1.795-1.56 2.455-2.55z" fill="#fff"></path></svg></span></a><a target="_blank" aria-label="Line" class="heateor_sss_button_line" href="https://social-plugins.line.me/lineit/share?url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2025%2F10%2F14%2Fmisteri-benteng-bukit-larangan-legok-cireunghas-sukabumi%2F" title="Line" rel="noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_line" style="background-color:#00c300;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 14.304c0-5.37-5.384-9.738-12-9.738S4 8.936 4 14.304c0 4.814 4.27 8.846 10.035 9.608.39.084.923.258 1.058.592.122.303.08.778.04 1.084l-.172 1.028c-.05.303-.24 1.187 1.04.647s6.91-4.07 9.43-6.968c1.737-1.905 2.57-3.842 2.57-5.99zM11.302 17.5H8.918c-.347 0-.63-.283-.63-.63V12.1c0-.346.283-.628.63-.628.348 0 .63.283.63.63v4.14h1.754c.35 0 .63.28.63.628 0 .347-.282.63-.63.63zm2.467-.63c0 .347-.284.628-.63.628-.348 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm5.74 0c0 .27-.175.51-.433.596-.065.02-.132.032-.2.032-.195 0-.384-.094-.502-.25l-2.443-3.33v2.95c0 .35-.282.63-.63.63-.347 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.27.174-.51.43-.597.066-.02.134-.033.2-.033.197 0 .386.094.503.252l2.444 3.328V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm3.855-3.014c.348 0 .63.282.63.63 0 .346-.282.628-.63.628H21.61v1.126h1.755c.348 0 .63.282.63.63 0 .347-.282.628-.63.628H20.98c-.345 0-.628-.282-.628-.63v-4.766c0-.346.283-.628.63-.628h2.384c.348 0 .63.283.63.63 0 .346-.282.628-.63.628h-1.754v1.126h1.754z"/></svg></span></a><a class="heateor_sss_more" aria-label="More" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size: 32px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://warisanbudayanusantara.com/2025/10/14/misteri-benteng-bukit-larangan-legok-cireunghas-sukabumi/" onclick="event.preventDefault()"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="heateorSssMoreSharingPopup(this, 'https://warisanbudayanusantara.com/2025/10/14/misteri-benteng-bukit-larangan-legok-cireunghas-sukabumi/', 'Misteri%20Benteng%20Bukit%20Larangan%20Legok%20Cireunghas%20Sukabumi', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;border-radius:999px;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div><div class="heateorSssClear"></div></div><div class='heateorSssClear'></div><p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2025/10/14/misteri-benteng-bukit-larangan-legok-cireunghas-sukabumi/">Misteri Benteng Bukit Larangan Legok Cireunghas Sukabumi</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://warisanbudayanusantara.com/2025/10/14/misteri-benteng-bukit-larangan-legok-cireunghas-sukabumi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mitos Memegang Stupa Candi Borobudur</title>
		<link>https://warisanbudayanusantara.com/2021/02/17/mitos-memegang-stupa-candi-borobudur/</link>
					<comments>https://warisanbudayanusantara.com/2021/02/17/mitos-memegang-stupa-candi-borobudur/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hendra]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2021 20:22:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[MITOS]]></category>
		<category><![CDATA[KEBUDAYAAN]]></category>
		<category><![CDATA[Savecagarbudaya]]></category>
		<category><![CDATA[Savecandiborobudur]]></category>
		<category><![CDATA[JendelaJatengDIY]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Borobudur]]></category>
		<category><![CDATA[Savebudayanusantara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://warisanbudayanusantara.com/?p=23922</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis hendra Siapa yang tidak tau, Candi Borobudur dan salah satu 7 Keajaiban Dunia ada di Indonesia dengan segudang teka-teki keunikanya dari segi Sejarah, Budaya, Religi dan mitosnya. Kebiasaan Memegang isi stupa Candi Borobudur ternyata sudah dilakukan sejak dahulu kala. Bukan sekedar didasari rasa penasaran, namun memegang isi stupa juga terkadang didasari sebuah harapan mendapatkan ...</p>
<p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2021/02/17/mitos-memegang-stupa-candi-borobudur/">Mitos Memegang Stupa Candi Borobudur</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Penulis hendra</strong></em></p>
<p>Siapa yang tidak tau, Candi Borobudur dan salah satu 7 Keajaiban Dunia ada di Indonesia dengan segudang teka-teki keunikanya dari segi Sejarah, Budaya, Religi dan mitosnya.</p>
<p>Kebiasaan Memegang isi stupa Candi Borobudur ternyata sudah dilakukan sejak dahulu kala. Bukan sekedar didasari rasa penasaran, namun memegang isi stupa juga terkadang didasari sebuah harapan mendapatkan suatu keberuntungan.</p>
<figure id="attachment_23924" aria-describedby="caption-attachment-23924" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-medium wp-image-23924" src="https://warisanbudayanusantara.com/wp-content/uploads/2021/02/571382550-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" srcset="https://warisanbudayanusantara.com/wp-content/uploads/2021/02/571382550-300x200.jpg 300w, https://warisanbudayanusantara.com/wp-content/uploads/2021/02/571382550.jpg 360w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-23924" class="wp-caption-text">Candi Borobudur</figcaption></figure>
<p>Candi berbentuk <a title="Stupa" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Stupa">stupa</a> ini didirikan oleh para penganut <a title="Agama" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Agama">agama</a> <a class="mw-redirect" title="Buddha Mahayana" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Buddha_Mahayana">Buddha Mahayana</a> sekitar tahun <a title="800-an" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/800-an">800-an Masehi</a> pada masa pemerintahan <a title="Wangsa" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Wangsa">wangsa</a> <a class="mw-redirect" title="Syailendra" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Syailendra">Syailendra</a>. Borobudur adalah candi atau kuil Buddha terbesar di dunia. Sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia.</p>
<p>Namun ada mitos dan kepercayaan bagi wisatawan yang datang ke tempat Candi Borobudur baik lokal maupun luar negri, ada harapan untuk memegang setupa arca dibagian-bagian tertentu yang konon apabila tangan yang sampai memegang itu akan di kabulkan keinginannya dan konon katanya akan cepat mendapatkan jodoh dan ini di lakukan sudah sejak dahulu kala.</p>
<p>Namun berangsur perubahan zaman mitos itu di tinggalkan dan menurut beberapa arkeolog dan pengelola cagar budaya mengatakan. Bahwa dengan cara memegang setupa dapat merusak batu arca setupa di karenakan kadar keringat mengandung garam dan menginjak batu-batu candi dapat merusak susunan batu candi itu sendiri.</p>
<p>#Savebudayanusantara, #Savecagarbudaya #Savecandiborobudur</p>
<p>Sumber dikutip dari Wikipedia.org dan Facebook@sejarahindonesia dan pengalaman jurnal candi Borobudur</p>
<div class='heateorSssClear'></div><div  class='heateor_sss_sharing_container heateor_sss_horizontal_sharing' data-heateor-sss-href='https://warisanbudayanusantara.com/2021/02/17/mitos-memegang-stupa-candi-borobudur/'><div class='heateor_sss_sharing_title' style="font-weight:bold" >Share It.....</div><div class="heateor_sss_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="heateor_sss_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2021%2F02%2F17%2Fmitos-memegang-stupa-candi-borobudur%2F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#0765FE;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="heateor_sss_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=Mitos%20Memegang%20Stupa%20Candi%20Borobudur%20https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2021%2F02%2F17%2Fmitos-memegang-stupa-candi-borobudur%2F" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#55eb4c;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="heateor_sss_svg_stroke heateor_sss_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="heateor_sss_no_fill heateor_sss_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Twitter" class="heateor_sss_button_twitter" href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Mitos%20Memegang%20Stupa%20Candi%20Borobudur&url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2021%2F02%2F17%2Fmitos-memegang-stupa-candi-borobudur%2F" title="Twitter" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_twitter" style="background-color:#55acee;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-4 -4 39 39"><path d="M28 8.557a9.913 9.913 0 0 1-2.828.775 4.93 4.93 0 0 0 2.166-2.725 9.738 9.738 0 0 1-3.13 1.194 4.92 4.92 0 0 0-3.593-1.55 4.924 4.924 0 0 0-4.794 6.049c-4.09-.21-7.72-2.17-10.15-5.15a4.942 4.942 0 0 0-.665 2.477c0 1.71.87 3.214 2.19 4.1a4.968 4.968 0 0 1-2.23-.616v.06c0 2.39 1.7 4.38 3.952 4.83-.414.115-.85.174-1.297.174-.318 0-.626-.03-.928-.086a4.935 4.935 0 0 0 4.6 3.42 9.893 9.893 0 0 1-6.114 2.107c-.398 0-.79-.023-1.175-.068a13.953 13.953 0 0 0 7.55 2.213c9.056 0 14.01-7.507 14.01-14.013 0-.213-.005-.426-.015-.637.96-.695 1.795-1.56 2.455-2.55z" fill="#fff"></path></svg></span></a><a target="_blank" aria-label="Line" class="heateor_sss_button_line" href="https://social-plugins.line.me/lineit/share?url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2021%2F02%2F17%2Fmitos-memegang-stupa-candi-borobudur%2F" title="Line" rel="noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_line" style="background-color:#00c300;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 14.304c0-5.37-5.384-9.738-12-9.738S4 8.936 4 14.304c0 4.814 4.27 8.846 10.035 9.608.39.084.923.258 1.058.592.122.303.08.778.04 1.084l-.172 1.028c-.05.303-.24 1.187 1.04.647s6.91-4.07 9.43-6.968c1.737-1.905 2.57-3.842 2.57-5.99zM11.302 17.5H8.918c-.347 0-.63-.283-.63-.63V12.1c0-.346.283-.628.63-.628.348 0 .63.283.63.63v4.14h1.754c.35 0 .63.28.63.628 0 .347-.282.63-.63.63zm2.467-.63c0 .347-.284.628-.63.628-.348 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm5.74 0c0 .27-.175.51-.433.596-.065.02-.132.032-.2.032-.195 0-.384-.094-.502-.25l-2.443-3.33v2.95c0 .35-.282.63-.63.63-.347 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.27.174-.51.43-.597.066-.02.134-.033.2-.033.197 0 .386.094.503.252l2.444 3.328V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm3.855-3.014c.348 0 .63.282.63.63 0 .346-.282.628-.63.628H21.61v1.126h1.755c.348 0 .63.282.63.63 0 .347-.282.628-.63.628H20.98c-.345 0-.628-.282-.628-.63v-4.766c0-.346.283-.628.63-.628h2.384c.348 0 .63.283.63.63 0 .346-.282.628-.63.628h-1.754v1.126h1.754z"/></svg></span></a><a class="heateor_sss_more" aria-label="More" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size: 32px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://warisanbudayanusantara.com/2021/02/17/mitos-memegang-stupa-candi-borobudur/" onclick="event.preventDefault()"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="heateorSssMoreSharingPopup(this, 'https://warisanbudayanusantara.com/2021/02/17/mitos-memegang-stupa-candi-borobudur/', 'Mitos%20Memegang%20Stupa%20Candi%20Borobudur', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;border-radius:999px;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div><div class="heateorSssClear"></div></div><div class='heateorSssClear'></div><p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2021/02/17/mitos-memegang-stupa-candi-borobudur/">Mitos Memegang Stupa Candi Borobudur</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://warisanbudayanusantara.com/2021/02/17/mitos-memegang-stupa-candi-borobudur/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
