<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:series="https://publishpress.com/"
	>

<channel>
	<title>NTT Archives - Warisan Budaya Nusantara.com</title>
	<atom:link href="https://warisanbudayanusantara.com/tag/ntt/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://warisanbudayanusantara.com/tag/ntt/</link>
	<description>Tajam dalam Fakta</description>
	<lastBuildDate>Fri, 19 Jun 2026 22:59:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://warisanbudayanusantara.com/wp-content/uploads/2022/12/cropped-cropped-LOGO-WBN-32x32.png</url>
	<title>NTT Archives - Warisan Budaya Nusantara.com</title>
	<link>https://warisanbudayanusantara.com/tag/ntt/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Wae Rebo Menaklukkan Dunia</title>
		<link>https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/17/wae-rebo-menaklukkan-dunia/</link>
					<comments>https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/17/wae-rebo-menaklukkan-dunia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hendra]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 15:46:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KEBUDAYAAN]]></category>
		<category><![CDATA[ADAT]]></category>
		<category><![CDATA[Wae rebo]]></category>
		<category><![CDATA[Manggarai]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://warisanbudayanusantara.com/?p=80088</guid>

					<description><![CDATA[<p>MANGGARAI, WBN -– Di tengah pesatnya perkembangan dunia modern yang dipenuhi gedung pencakar langit, teknologi canggih, dan kota-kota metropolitan yang gemerlap, sebuah kampung adat sederhana di pegunungan Flores justru berhasil mencuri perhatian dunia. Kampung itu bernama Wae Rebo, sebuah desa adat yang tersembunyi di ketinggian Pegunungan Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Indonesia ...</p>
<p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/17/wae-rebo-menaklukkan-dunia/">Wae Rebo Menaklukkan Dunia</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MANGGARAI, WBN</strong> -– Di tengah pesatnya perkembangan dunia modern yang dipenuhi gedung pencakar langit, teknologi canggih, dan kota-kota metropolitan yang gemerlap, sebuah kampung adat sederhana di pegunungan Flores justru berhasil mencuri perhatian dunia.</p>
<p>Kampung itu bernama Wae Rebo, sebuah desa adat yang tersembunyi di ketinggian Pegunungan Manggarai, Nusa Tenggara Timur.</p>
<p>Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Indonesia di sektor pariwisata internasional. Desa Adat Wae Rebo secara resmi dinobatkan sebagai desa tercantik nomor dua di dunia dalam daftar bergengsi &#8220;World&#8217;s Most Beautiful Small Towns 2024&#8221; yang dirilis oleh media perjalanan internasional ternama, Time Out.</p>
<p>Pengakuan tersebut bukan hanya sebuah penghargaan biasa. Ini merupakan pengakuan dunia terhadap kekayaan budaya, keindahan alam, serta kearifan lokal Indonesia yang mampu bersaing dengan destinasi-destinasi terbaik dari berbagai belahan dunia.</p>
<p>Di saat banyak negara berlomba membangun objek wisata modern bernilai miliaran dolar, Wae Rebo justru memikat dunia melalui kesederhanaannya.</p>
<p>Sebuah desa kecil.</p>
<p>Sebuah budaya tua.</p>
<p>Sebuah warisan leluhur.</p>
<p>Namun mampu membuat dunia berdecak kagum.</p>
<p><strong>Surga di Atas Awan Flores</strong></p>
<p>Wae Rebo bukanlah destinasi wisata yang dapat dicapai dengan mudah. Letaknya berada di Desa Satar Lenda, Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.</p>
<p>Untuk mencapai desa ini, wisatawan harus menempuh perjalanan darat yang cukup panjang sebelum melanjutkan trekking selama beberapa jam melewati hutan tropis yang masih alami.</p>
<p>Namun justru di situlah letak keistimewaannya.</p>
<p>Perjalanan menuju Wae Rebo bukan sekadar perjalanan wisata.</p>
<p>Ia adalah sebuah petualangan.</p>
<p>Ia adalah sebuah proses.</p>
<p>Ia adalah pengalaman yang perlahan mengajarkan manusia untuk kembali menghargai alam.</p>
<p>Ketika langkah terakhir mencapai puncak perbukitan dan hamparan lembah terbuka di hadapan mata, para pengunjung akan disambut pemandangan yang sulit dilupakan sepanjang hidup.</p>
<p>Tujuh rumah adat berbentuk kerucut berdiri megah di tengah padang rumput hijau.</p>
<p>Kabut tipis menari di antara pegunungan.</p>
<p>Udara segar memenuhi paru-paru. Langit biru berpadu dengan hijaunya alam Manggarai. Tak heran jika banyak wisatawan menyebut Wae Rebo sebagai &#8220;Surga di Atas Awan.&#8221;</p>
<p>Mbaru Niang, Mahakarya Arsitektur Nusantara</p>
<p>Daya tarik utama Wae Rebo adalah rumah adat khas yang disebut Mbaru Niang.</p>
<p>Rumah berbentuk kerucut raksasa ini menjadi simbol identitas masyarakat adat Manggarai yang telah diwariskan turun-temurun selama ratusan tahun.</p>
<p>Dari kejauhan, Mbaru Niang tampak sederhana.</p>
<p>Namun ketika memasuki bangunannya, wisatawan akan menyadari bahwa rumah tersebut merupakan karya arsitektur tradisional yang luar biasa.</p>
<p>Dibangun tanpa teknologi modern, rumah-rumah ini mampu bertahan menghadapi perubahan cuaca pegunungan yang ekstrem.</p>
<p>Setiap bagian bangunan memiliki filosofi mendalam yang mencerminkan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.</p>
<p>Di era modern ketika banyak budaya lokal mulai tergerus zaman, masyarakat Wae Rebo tetap mempertahankan warisan leluhur mereka dengan penuh kebanggaan.</p>
<p>Mereka menjaga tradisi bukan karena terpaksa.</p>
<p>Mereka menjaganya karena memahami bahwa identitas adalah kekuatan.</p>
<p>Ketika Dunia Belajar dari Wae Rebo</p>
<p>Pengakuan internasional terhadap Wae Rebo sesungguhnya membawa pesan penting bagi dunia. Bahwa kemajuan tidak selalu berarti meninggalkan budaya.</p>
<p>Bahwa modernisasi tidak harus menghapus tradisi. Dan bahwa warisan leluhur dapat menjadi sumber kesejahteraan jika dijaga dengan baik.</p>
<p>Wae Rebo menjadi contoh nyata bagaimana masyarakat adat mampu hidup berdampingan dengan perkembangan pariwisata tanpa kehilangan jati dirinya.</p>
<p>Di desa ini, wisatawan tidak hanya datang untuk berfoto.</p>
<p>Mereka datang untuk belajar. Belajar menghormati budaya. Belajar hidup sederhana. Belajar menghargai alam. Belajar memahami bahwa kebahagiaan tidak selalu diukur dari kemewahan.</p>
<p><strong>Kebanggaan NTT</strong></p>
<p>Predikat desa tercantik nomor dua di dunia tentu menjadi kebanggaan besar bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.</p>
<p>Selama ini Flores telah dikenal dunia melalui Taman Nasional Komodo yang mendunia.</p>
<p>Kini Wae Rebo hadir memperkuat posisi Flores sebagai salah satu destinasi wisata terbaik di Indonesia bahkan dunia.</p>
<p>Pengakuan tersebut sekaligus membuktikan bahwa NTT memiliki potensi wisata yang luar biasa besar.</p>
<p>Dari pantai-pantai eksotis, bukit-bukit savana yang menawan, kekayaan budaya yang unik hingga masyarakat yang ramah dan bersahaja.</p>
<p>Semuanya menjadikan NTT sebagai permata pariwisata Indonesia yang semakin bersinar di mata dunia.</p>
<p>Saatnya Indonesia Berbangga, keberhasilan Wae Rebo bukan hanya kemenangan masyarakat Manggarai. Bukan hanya kemenangan Nusa Tenggara Timur. Melainkan kemenangan seluruh rakyat Indonesia.</p>
<p>Ini adalah bukti bahwa kekayaan budaya Nusantara mampu berdiri sejajar dengan destinasi terbaik dunia.</p>
<p>Bahwa desa kecil di pegunungan Flores mampu membuat dunia menoleh. Bahwa Indonesia memiliki lebih banyak keajaiban daripada yang selama ini diketahui banyak orang.</p>
<p>Mengapa Anda Harus Mengunjungi Wae Rebo?</p>
<p>Karena tidak semua tempat di dunia mampu membuat Anda berhenti sejenak dan mengagumi kehidupan.</p>
<p>Karena tidak semua destinasi wisata menawarkan pengalaman yang menyentuh hati.</p>
<p>Karena tidak semua perjalanan mampu mengubah cara pandang seseorang terhadap alam dan budaya.</p>
<p>Datanglah ke Wae Rebo.</p>
<p>Rasakan udara pegunungannya. Nikmati kehangatan masyarakat adatnya. Saksikan keindahan Mbaru Niang secara langsung. Dengarkan suara alam yang menenangkan.</p>
<p>Dan biarkan diri Anda memahami mengapa dunia menempatkan desa ini sebagai salah satu desa tercantik di muka bumi.</p>
<p>Wae Rebo bukan sekadar destinasi wisata. Ia adalah wajah Indonesia yang sesungguhnya. Sederhana, indah, ramah, dan penuh makna.</p>
<p>Ketika dunia mencari keindahan, mereka menemukannya di pegunungan Flores.</p>
<p>Dan ketika dunia berbicara tentang desa tercantik, nama Wae Rebo kini berdiri dengan bangga di antara yang terbaik di planet ini.</p>
<p>Asis DN<br />
Kontributor WBN SUMBA</p>
<p>Editor visual: ndra</p>
<div class='heateorSssClear'></div><div  class='heateor_sss_sharing_container heateor_sss_horizontal_sharing' data-heateor-sss-href='https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/17/wae-rebo-menaklukkan-dunia/'><div class='heateor_sss_sharing_title' style="font-weight:bold" >Share It.....</div><div class="heateor_sss_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="heateor_sss_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F06%2F17%2Fwae-rebo-menaklukkan-dunia%2F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#0765FE;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="heateor_sss_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=Wae%20Rebo%20Menaklukkan%20Dunia%20https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F06%2F17%2Fwae-rebo-menaklukkan-dunia%2F" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#55eb4c;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="heateor_sss_svg_stroke heateor_sss_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="heateor_sss_no_fill heateor_sss_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Twitter" class="heateor_sss_button_twitter" href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Wae%20Rebo%20Menaklukkan%20Dunia&url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F06%2F17%2Fwae-rebo-menaklukkan-dunia%2F" title="Twitter" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_twitter" style="background-color:#55acee;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-4 -4 39 39"><path d="M28 8.557a9.913 9.913 0 0 1-2.828.775 4.93 4.93 0 0 0 2.166-2.725 9.738 9.738 0 0 1-3.13 1.194 4.92 4.92 0 0 0-3.593-1.55 4.924 4.924 0 0 0-4.794 6.049c-4.09-.21-7.72-2.17-10.15-5.15a4.942 4.942 0 0 0-.665 2.477c0 1.71.87 3.214 2.19 4.1a4.968 4.968 0 0 1-2.23-.616v.06c0 2.39 1.7 4.38 3.952 4.83-.414.115-.85.174-1.297.174-.318 0-.626-.03-.928-.086a4.935 4.935 0 0 0 4.6 3.42 9.893 9.893 0 0 1-6.114 2.107c-.398 0-.79-.023-1.175-.068a13.953 13.953 0 0 0 7.55 2.213c9.056 0 14.01-7.507 14.01-14.013 0-.213-.005-.426-.015-.637.96-.695 1.795-1.56 2.455-2.55z" fill="#fff"></path></svg></span></a><a target="_blank" aria-label="Line" class="heateor_sss_button_line" href="https://social-plugins.line.me/lineit/share?url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F06%2F17%2Fwae-rebo-menaklukkan-dunia%2F" title="Line" rel="noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_line" style="background-color:#00c300;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 14.304c0-5.37-5.384-9.738-12-9.738S4 8.936 4 14.304c0 4.814 4.27 8.846 10.035 9.608.39.084.923.258 1.058.592.122.303.08.778.04 1.084l-.172 1.028c-.05.303-.24 1.187 1.04.647s6.91-4.07 9.43-6.968c1.737-1.905 2.57-3.842 2.57-5.99zM11.302 17.5H8.918c-.347 0-.63-.283-.63-.63V12.1c0-.346.283-.628.63-.628.348 0 .63.283.63.63v4.14h1.754c.35 0 .63.28.63.628 0 .347-.282.63-.63.63zm2.467-.63c0 .347-.284.628-.63.628-.348 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm5.74 0c0 .27-.175.51-.433.596-.065.02-.132.032-.2.032-.195 0-.384-.094-.502-.25l-2.443-3.33v2.95c0 .35-.282.63-.63.63-.347 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.27.174-.51.43-.597.066-.02.134-.033.2-.033.197 0 .386.094.503.252l2.444 3.328V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm3.855-3.014c.348 0 .63.282.63.63 0 .346-.282.628-.63.628H21.61v1.126h1.755c.348 0 .63.282.63.63 0 .347-.282.628-.63.628H20.98c-.345 0-.628-.282-.628-.63v-4.766c0-.346.283-.628.63-.628h2.384c.348 0 .63.283.63.63 0 .346-.282.628-.63.628h-1.754v1.126h1.754z"/></svg></span></a><a class="heateor_sss_more" aria-label="More" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size: 32px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/17/wae-rebo-menaklukkan-dunia/" onclick="event.preventDefault()"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="heateorSssMoreSharingPopup(this, 'https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/17/wae-rebo-menaklukkan-dunia/', 'Wae%20Rebo%20Menaklukkan%20Dunia', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;border-radius:999px;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div><div class="heateorSssClear"></div></div><div class='heateorSssClear'></div><p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/17/wae-rebo-menaklukkan-dunia/">Wae Rebo Menaklukkan Dunia</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/17/wae-rebo-menaklukkan-dunia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8220;Pertarungan Marapu di Sumba Timur: Merawat Tradisi, Menepis Malu Generasi Muda&#8221;</title>
		<link>https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/23/pertarungan-marapu-di-sumba-timur-merawat-tradisi-menepis-malu-generasi-muda/</link>
					<comments>https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/23/pertarungan-marapu-di-sumba-timur-merawat-tradisi-menepis-malu-generasi-muda/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hendra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 May 2026 13:26:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KEBUDAYAAN]]></category>
		<category><![CDATA[PEMERINTAH DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Sumba timur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://warisanbudayanusantara.com/?p=79615</guid>

					<description><![CDATA[<p>MEDIA WBN&#124;WAINGAPU — Di tengah derasnya arus modernisasi, ketika generasi muda semakin akrab dengan budaya digital ketimbang kisah leluhur mereka sendiri, satu pertanyaan besar mulai menggema di tanah Sumba: apakah Marapu akan tetap hidup, atau perlahan tinggal menjadi simbol tanpa jiwa? Pertanyaan itu seakan dijawab tegas oleh Bupati Umbu Lili Pekuwali saat menghadiri kegiatan Pengukuhan ...</p>
<p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/23/pertarungan-marapu-di-sumba-timur-merawat-tradisi-menepis-malu-generasi-muda/">&#8220;Pertarungan Marapu di Sumba Timur: Merawat Tradisi, Menepis Malu Generasi Muda&#8221;</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://warisanbudayanusantara.com" target="_blank" rel="noopener">MEDIA WBN|WAINGAPU</a> — Di tengah derasnya arus modernisasi, ketika generasi muda semakin akrab dengan budaya digital ketimbang kisah leluhur mereka sendiri, satu pertanyaan besar mulai menggema di tanah Sumba: apakah Marapu akan tetap hidup, atau perlahan tinggal menjadi simbol tanpa jiwa?</p>
<p>Pertanyaan itu seakan dijawab tegas oleh Bupati Umbu Lili Pekuwali saat menghadiri kegiatan Pengukuhan dan Penguatan Badan Pengurus Marapu Kabupaten Sumba Timur di Kampung Raja Prailiu, Sabtu (23/05/2026).</p>
<p>Di hadapan tokoh adat, rato, pemuka kepercayaan Marapu hingga unsur pemerintah daerah, Umbu Lili tidak sekadar memberi sambutan seremonial. Ia mengirim pesan keras: budaya Sumba sedang berada di persimpangan.</p>
<blockquote><p><strong>“Marapu bukan sekadar warisan masa lalu. Ini identitas, akar moral, dan jiwa masyarakat Sumba Timur,” tegasnya.</strong></p></blockquote>
<p>Pernyataan itu terasa penting. Sebab realitas di lapangan menunjukkan bahwa tradisi leluhur perlahan menghadapi tekanan besar. Bukan hanya dari globalisasi, tetapi juga dari perubahan gaya hidup masyarakat sendiri.</p>
<p>Di banyak kampung adat di Sumba Timur, generasi muda mulai menjauh dari ritual adat, bahasa ibu semakin jarang digunakan, sementara nilai-nilai kebersamaan perlahan digantikan pola hidup individualistis. Ironisnya, budaya Sumba justru lebih sering dipromosikan sebagai objek wisata dibanding diwariskan sebagai nilai hidup.</p>
<p>Marapu selama ini bukan hanya sistem kepercayaan. Ia adalah fondasi sosial masyarakat Sumba. Dari tata cara kelahiran, perkawinan, pembagian tanah, hingga penghormatan kepada leluhur, semua bertumpu pada filosofi Marapu yang mengajarkan keseimbangan antara manusia, alam dan roh leluhur.</p>
<p>Namun di balik kekayaan itu, masyarakat adat masih menghadapi banyak tantangan.</p>
<p>Modernisasi menghadirkan pembangunan, tetapi di sisi lain kerap mengikis ruang budaya. Kampung adat terdesak, ritual dianggap kuno, bahkan sebagian generasi muda mulai merasa malu menunjukkan identitas budayanya sendiri.</p>
<p>Kondisi itulah yang membuat penguatan kelembagaan Marapu menjadi sangat penting.</p>
<p>Pengukuhan badan pengurus Marapu kali ini bukan sekadar agenda adat, melainkan bentuk perlawanan terhadap ancaman hilangnya identitas budaya lokal. Pemerintah daerah mulai menyadari bahwa pembangunan tanpa akar budaya hanya akan melahirkan masyarakat yang tercerabut dari jati dirinya sendiri.</p>
<p>Dalam wawancara khusus bersama media, Umbu Lili Pekuwali menegaskan pemerintah tidak boleh hanya fokus membangun infrastruktur fisik semata.</p>
<p>“Jalan bisa dibangun dalam satu tahun. Gedung bisa berdiri dalam hitungan bulan. Tapi budaya yang hilang bisa membutuhkan puluhan tahun untuk dipulihkan,” ujarnya.</p>
<p>Pernyataan itu menyentil realitas pembangunan di banyak daerah: budaya sering diposisikan sebagai pelengkap, bukan fondasi utama.</p>
<p>Padahal bagi masyarakat Sumba, adat bukan sekadar seremoni. Ia adalah hukum sosial, perekat persaudaraan dan identitas kolektif yang menjaga harmoni masyarakat sejak ratusan tahun lalu.</p>
<p>Karena itu, kesepahaman bersama yang dihasilkan dalam kegiatan tersebut menjadi langkah strategis. Program kerja Tahun 2026 akan difokuskan pada pelestarian budaya, penguatan kelembagaan adat, hingga edukasi nilai-nilai Marapu kepada generasi muda.</p>
<p>Langkah ini penting agar Marapu tidak berhenti sebagai simbol romantisme masa lalu, tetapi tetap hidup di tengah masyarakat modern.</p>
<p>Di tengah dunia yang bergerak cepat dan serba digital, Sumba Timur kini sedang menghadapi pertarungan besar: mempertahankan akar budaya tanpa menolak kemajuan zaman.</p>
<p>Dan di situlah Marapu diuji.</p>
<p>Bukan sekadar bertahan dalam ritual dan batu kubur megalitik, tetapi tetap hidup dalam cara berpikir, cara menghormati alam, serta cara masyarakat menjaga persaudaraan dan martabat leluhur.</p>
<p>Sebab ketika budaya hilang, sebuah daerah mungkin masih memiliki gedung megah dan jalan mulus — tetapi kehilangan jiwanya sendiri.</p>
<p>Kontributor: Asis DN | WBN SUMBA</p>
<div class='heateorSssClear'></div><div  class='heateor_sss_sharing_container heateor_sss_horizontal_sharing' data-heateor-sss-href='https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/23/pertarungan-marapu-di-sumba-timur-merawat-tradisi-menepis-malu-generasi-muda/'><div class='heateor_sss_sharing_title' style="font-weight:bold" >Share It.....</div><div class="heateor_sss_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="heateor_sss_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F05%2F23%2Fpertarungan-marapu-di-sumba-timur-merawat-tradisi-menepis-malu-generasi-muda%2F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#0765FE;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="heateor_sss_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=%22Pertarungan%20Marapu%20di%20Sumba%20Timur%3A%20Merawat%20Tradisi%2C%20Menepis%20Malu%20Generasi%20Muda%22%20https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F05%2F23%2Fpertarungan-marapu-di-sumba-timur-merawat-tradisi-menepis-malu-generasi-muda%2F" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#55eb4c;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="heateor_sss_svg_stroke heateor_sss_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="heateor_sss_no_fill heateor_sss_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Twitter" class="heateor_sss_button_twitter" href="https://twitter.com/intent/tweet?text=%22Pertarungan%20Marapu%20di%20Sumba%20Timur%3A%20Merawat%20Tradisi%2C%20Menepis%20Malu%20Generasi%20Muda%22&url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F05%2F23%2Fpertarungan-marapu-di-sumba-timur-merawat-tradisi-menepis-malu-generasi-muda%2F" title="Twitter" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_twitter" style="background-color:#55acee;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-4 -4 39 39"><path d="M28 8.557a9.913 9.913 0 0 1-2.828.775 4.93 4.93 0 0 0 2.166-2.725 9.738 9.738 0 0 1-3.13 1.194 4.92 4.92 0 0 0-3.593-1.55 4.924 4.924 0 0 0-4.794 6.049c-4.09-.21-7.72-2.17-10.15-5.15a4.942 4.942 0 0 0-.665 2.477c0 1.71.87 3.214 2.19 4.1a4.968 4.968 0 0 1-2.23-.616v.06c0 2.39 1.7 4.38 3.952 4.83-.414.115-.85.174-1.297.174-.318 0-.626-.03-.928-.086a4.935 4.935 0 0 0 4.6 3.42 9.893 9.893 0 0 1-6.114 2.107c-.398 0-.79-.023-1.175-.068a13.953 13.953 0 0 0 7.55 2.213c9.056 0 14.01-7.507 14.01-14.013 0-.213-.005-.426-.015-.637.96-.695 1.795-1.56 2.455-2.55z" fill="#fff"></path></svg></span></a><a target="_blank" aria-label="Line" class="heateor_sss_button_line" href="https://social-plugins.line.me/lineit/share?url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F05%2F23%2Fpertarungan-marapu-di-sumba-timur-merawat-tradisi-menepis-malu-generasi-muda%2F" title="Line" rel="noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_line" style="background-color:#00c300;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 14.304c0-5.37-5.384-9.738-12-9.738S4 8.936 4 14.304c0 4.814 4.27 8.846 10.035 9.608.39.084.923.258 1.058.592.122.303.08.778.04 1.084l-.172 1.028c-.05.303-.24 1.187 1.04.647s6.91-4.07 9.43-6.968c1.737-1.905 2.57-3.842 2.57-5.99zM11.302 17.5H8.918c-.347 0-.63-.283-.63-.63V12.1c0-.346.283-.628.63-.628.348 0 .63.283.63.63v4.14h1.754c.35 0 .63.28.63.628 0 .347-.282.63-.63.63zm2.467-.63c0 .347-.284.628-.63.628-.348 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm5.74 0c0 .27-.175.51-.433.596-.065.02-.132.032-.2.032-.195 0-.384-.094-.502-.25l-2.443-3.33v2.95c0 .35-.282.63-.63.63-.347 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.27.174-.51.43-.597.066-.02.134-.033.2-.033.197 0 .386.094.503.252l2.444 3.328V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm3.855-3.014c.348 0 .63.282.63.63 0 .346-.282.628-.63.628H21.61v1.126h1.755c.348 0 .63.282.63.63 0 .347-.282.628-.63.628H20.98c-.345 0-.628-.282-.628-.63v-4.766c0-.346.283-.628.63-.628h2.384c.348 0 .63.283.63.63 0 .346-.282.628-.63.628h-1.754v1.126h1.754z"/></svg></span></a><a class="heateor_sss_more" aria-label="More" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size: 32px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/23/pertarungan-marapu-di-sumba-timur-merawat-tradisi-menepis-malu-generasi-muda/" onclick="event.preventDefault()"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="heateorSssMoreSharingPopup(this, 'https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/23/pertarungan-marapu-di-sumba-timur-merawat-tradisi-menepis-malu-generasi-muda/', '%22Pertarungan%20Marapu%20di%20Sumba%20Timur%3A%20Merawat%20Tradisi%2C%20Menepis%20Malu%20Generasi%20Muda%22', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;border-radius:999px;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div><div class="heateorSssClear"></div></div><div class='heateorSssClear'></div><p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/23/pertarungan-marapu-di-sumba-timur-merawat-tradisi-menepis-malu-generasi-muda/">&#8220;Pertarungan Marapu di Sumba Timur: Merawat Tradisi, Menepis Malu Generasi Muda&#8221;</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/23/pertarungan-marapu-di-sumba-timur-merawat-tradisi-menepis-malu-generasi-muda/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Presiden RI Jokowi: prinsip indonesia dikeketuaan ASEAN adalah kolaborasi</title>
		<link>https://warisanbudayanusantara.com/2023/05/08/presiden-ri-jokowi-prinsip-indonesia-dikeketuaan-asean-adalah-kolaborasi/</link>
					<comments>https://warisanbudayanusantara.com/2023/05/08/presiden-ri-jokowi-prinsip-indonesia-dikeketuaan-asean-adalah-kolaborasi/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hendra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 May 2023 22:01:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[TOKOH]]></category>
		<category><![CDATA[INTERNASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[KTT ASEAN]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Asean 2023]]></category>
		<category><![CDATA[KTT ASEAN KE-42]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://warisanbudayanusantara.com/?p=58122</guid>

					<description><![CDATA[<p>Apa tantangan keketuaan Indonesia dalam menavigasi ASEAN di antara kekuatan besar di dunia? Presiden RI Ir H. Joko Widodo mengatakan ASEAN tidak boleh menjadi proksi bagi negara mana pun atau pihak mana pun. Prinsip Indonesia di keketuaan ASEAN adalah kolaborasi dan kerja sama dengan siapa pun dan negara mana pun. Dengan demikian, setiap masalah bisa ...</p>
<p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2023/05/08/presiden-ri-jokowi-prinsip-indonesia-dikeketuaan-asean-adalah-kolaborasi/">Presiden RI Jokowi: prinsip indonesia dikeketuaan ASEAN adalah kolaborasi</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>Apa tantangan keketuaan Indonesia dalam menavigasi ASEAN di antara kekuatan besar di dunia? </em></p>
<p>Presiden RI Ir H. Joko Widodo mengatakan </p>
<p>ASEAN tidak boleh menjadi proksi bagi negara mana pun atau pihak mana pun. Prinsip Indonesia di keketuaan ASEAN adalah kolaborasi dan kerja sama dengan siapa pun dan negara mana pun.<br />
<code><script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-4298326295790932"
     crossorigin="anonymous"></script><br />
<ins class="adsbygoogle"
     style="display:block"
     data-ad-format="fluid"
     data-ad-layout-key="-fb+5w+4e-db+86"
     data-ad-client="ca-pub-4298326295790932"
     data-ad-slot="7903417500"></ins><br />
<script>
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script></code><br />
Dengan demikian, setiap masalah bisa diselesaikan dengan pendekatan dialog, termasuk dalam isu Myanmar yang juga akan menjadi salah satu poin pembahasan para pemimpin ASEAN pada KTT ke-42 di Labuan Bajo, dua hari lagi.(HS) </p>
<div class='heateorSssClear'></div><div  class='heateor_sss_sharing_container heateor_sss_horizontal_sharing' data-heateor-sss-href='https://warisanbudayanusantara.com/2023/05/08/presiden-ri-jokowi-prinsip-indonesia-dikeketuaan-asean-adalah-kolaborasi/'><div class='heateor_sss_sharing_title' style="font-weight:bold" >Share It.....</div><div class="heateor_sss_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="heateor_sss_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2023%2F05%2F08%2Fpresiden-ri-jokowi-prinsip-indonesia-dikeketuaan-asean-adalah-kolaborasi%2F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#0765FE;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="heateor_sss_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=Presiden%20RI%20Jokowi%3A%20prinsip%20indonesia%20dikeketuaan%20ASEAN%20adalah%20kolaborasi%20https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2023%2F05%2F08%2Fpresiden-ri-jokowi-prinsip-indonesia-dikeketuaan-asean-adalah-kolaborasi%2F" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#55eb4c;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="heateor_sss_svg_stroke heateor_sss_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="heateor_sss_no_fill heateor_sss_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Twitter" class="heateor_sss_button_twitter" href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Presiden%20RI%20Jokowi%3A%20prinsip%20indonesia%20dikeketuaan%20ASEAN%20adalah%20kolaborasi&url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2023%2F05%2F08%2Fpresiden-ri-jokowi-prinsip-indonesia-dikeketuaan-asean-adalah-kolaborasi%2F" title="Twitter" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_twitter" style="background-color:#55acee;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-4 -4 39 39"><path d="M28 8.557a9.913 9.913 0 0 1-2.828.775 4.93 4.93 0 0 0 2.166-2.725 9.738 9.738 0 0 1-3.13 1.194 4.92 4.92 0 0 0-3.593-1.55 4.924 4.924 0 0 0-4.794 6.049c-4.09-.21-7.72-2.17-10.15-5.15a4.942 4.942 0 0 0-.665 2.477c0 1.71.87 3.214 2.19 4.1a4.968 4.968 0 0 1-2.23-.616v.06c0 2.39 1.7 4.38 3.952 4.83-.414.115-.85.174-1.297.174-.318 0-.626-.03-.928-.086a4.935 4.935 0 0 0 4.6 3.42 9.893 9.893 0 0 1-6.114 2.107c-.398 0-.79-.023-1.175-.068a13.953 13.953 0 0 0 7.55 2.213c9.056 0 14.01-7.507 14.01-14.013 0-.213-.005-.426-.015-.637.96-.695 1.795-1.56 2.455-2.55z" fill="#fff"></path></svg></span></a><a target="_blank" aria-label="Line" class="heateor_sss_button_line" href="https://social-plugins.line.me/lineit/share?url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2023%2F05%2F08%2Fpresiden-ri-jokowi-prinsip-indonesia-dikeketuaan-asean-adalah-kolaborasi%2F" title="Line" rel="noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_line" style="background-color:#00c300;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 14.304c0-5.37-5.384-9.738-12-9.738S4 8.936 4 14.304c0 4.814 4.27 8.846 10.035 9.608.39.084.923.258 1.058.592.122.303.08.778.04 1.084l-.172 1.028c-.05.303-.24 1.187 1.04.647s6.91-4.07 9.43-6.968c1.737-1.905 2.57-3.842 2.57-5.99zM11.302 17.5H8.918c-.347 0-.63-.283-.63-.63V12.1c0-.346.283-.628.63-.628.348 0 .63.283.63.63v4.14h1.754c.35 0 .63.28.63.628 0 .347-.282.63-.63.63zm2.467-.63c0 .347-.284.628-.63.628-.348 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm5.74 0c0 .27-.175.51-.433.596-.065.02-.132.032-.2.032-.195 0-.384-.094-.502-.25l-2.443-3.33v2.95c0 .35-.282.63-.63.63-.347 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.27.174-.51.43-.597.066-.02.134-.033.2-.033.197 0 .386.094.503.252l2.444 3.328V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm3.855-3.014c.348 0 .63.282.63.63 0 .346-.282.628-.63.628H21.61v1.126h1.755c.348 0 .63.282.63.63 0 .347-.282.628-.63.628H20.98c-.345 0-.628-.282-.628-.63v-4.766c0-.346.283-.628.63-.628h2.384c.348 0 .63.283.63.63 0 .346-.282.628-.63.628h-1.754v1.126h1.754z"/></svg></span></a><a class="heateor_sss_more" aria-label="More" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size: 32px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://warisanbudayanusantara.com/2023/05/08/presiden-ri-jokowi-prinsip-indonesia-dikeketuaan-asean-adalah-kolaborasi/" onclick="event.preventDefault()"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="heateorSssMoreSharingPopup(this, 'https://warisanbudayanusantara.com/2023/05/08/presiden-ri-jokowi-prinsip-indonesia-dikeketuaan-asean-adalah-kolaborasi/', 'Presiden%20RI%20Jokowi%3A%20prinsip%20indonesia%20dikeketuaan%20ASEAN%20adalah%20kolaborasi', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;border-radius:999px;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div><div class="heateorSssClear"></div></div><div class='heateorSssClear'></div><p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2023/05/08/presiden-ri-jokowi-prinsip-indonesia-dikeketuaan-asean-adalah-kolaborasi/">Presiden RI Jokowi: prinsip indonesia dikeketuaan ASEAN adalah kolaborasi</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://warisanbudayanusantara.com/2023/05/08/presiden-ri-jokowi-prinsip-indonesia-dikeketuaan-asean-adalah-kolaborasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ke Labuan Bajo, Mahfud MD akan Pimpin Sidang Dewan Politik dan Keamanan ASEAN</title>
		<link>https://warisanbudayanusantara.com/2023/05/08/ke-labuan-bajo-mahfud-md-akan-pimpin-sidang-dewan-politik-dan-keamanan-asean/</link>
					<comments>https://warisanbudayanusantara.com/2023/05/08/ke-labuan-bajo-mahfud-md-akan-pimpin-sidang-dewan-politik-dan-keamanan-asean/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hendra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 May 2023 17:49:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[INTERNASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[BERITA UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[KTT ASEAN]]></category>
		<category><![CDATA[Mahfud MD]]></category>
		<category><![CDATA[Labuan Bajo]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Asean 2023]]></category>
		<category><![CDATA[KTT ASEAN KE-42]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://warisanbudayanusantara.com/?p=58108</guid>

					<description><![CDATA[<p>WBN. NTT-Menteri Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD dalam beberapa hari ke depan berada di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, dalam rangka menghadiri rangkaian KTT ASEAN ke-42. Menko Mahfud akan melakukan kegiatan antara lain memimpin pertemuan ke-26 Dewan Politik dan Keamanan ASEAN atau ASEAN Political and Security Council (APSC), pada 9 Mei ...</p>
<p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2023/05/08/ke-labuan-bajo-mahfud-md-akan-pimpin-sidang-dewan-politik-dan-keamanan-asean/">Ke Labuan Bajo, Mahfud MD akan Pimpin Sidang Dewan Politik dan Keamanan ASEAN</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>WBN. NTT</strong>-Menteri Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD dalam beberapa hari ke depan berada di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, dalam rangka menghadiri rangkaian KTT ASEAN ke-42. Menko Mahfud akan melakukan kegiatan antara lain memimpin pertemuan ke-26 Dewan Politik dan Keamanan ASEAN atau ASEAN Political and Security Council (APSC), pada 9 Mei 2023.<br />
<code><script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-4298326295790932"
     crossorigin="anonymous"></script><br />
<ins class="adsbygoogle"
     style="display:block"
     data-ad-format="fluid"
     data-ad-layout-key="-fb+5w+4e-db+86"
     data-ad-client="ca-pub-4298326295790932"
     data-ad-slot="7903417500"></ins><br />
<script>
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script></code><br />
“Mengenai pertemuan Dewan Politik dan Keamanan ASEAN atau APSC, agenda utama kita adalah membahas kemajuan dan implementasi cetak biru pilar Politik dan Keamanan ASEAN 2025,” ujar Menko Polhukam Mahfud MD setibanya di Bandara Komodo, Labuan Bajo, Minggu (7/5). </p>
<p>Cetak biru pilar Politik dan Keamanan ASEAN, lanjut Mahfud, bertujuan untuk meningkatkan kerjasama ASEAN, khususnya terkait isu-isu politik dan keamanan guna mewujudkan masyarakat ASEAN yang aman dan damai. </p>
<p>“Itu sebabnya, kita sekaligus akan melakukan koordinasi seluruh badan sektoral dalam Pilar Polkam ASEAN, serta sinkronisasi isu-isu yang bersifat lintas badan sektoral dan lintas Pilar Masyarakat ASEAN,” lanjut Menko Mahfud MD yang adalah koordinator dan penanggungjawab Pilar Polkam ASEAN.</p>
<p>Cetak biru pilar Politik dan Keamanan ASEAN, disusun berdasarkan Piagam ASEAN dan dokumen ASEAN lainnya yang memuat 290 langkah aksi yang wajib diimplementasikan oleh seluruh negara anggota ASEAN. </p>
<p>Selain memimpin sidang APSC, Menko Polhukam juga akan mendampingi Presiden RI menghadiri KTT ASEAN ke-42 serta menghadiri pertemuan interface dengan ASEAN Inter Parliamentary Assembly (AIPA) pada 10 Mei 2023.</p>
<p>Menko Mahfud MD juga terlebih dahulu juga dijadwalkan akan melakukan peninjauan untuk memastikan pengamanan KTT ASEAN ke-42 dengan antara lain mengunjungi KRI Suharso 990.<br />
<code><script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-4298326295790932"
     crossorigin="anonymous"></script><br />
<ins class="adsbygoogle"
     style="display:block"
     data-ad-format="fluid"
     data-ad-layout-key="-fb+5w+4e-db+86"
     data-ad-client="ca-pub-4298326295790932"
     data-ad-slot="7903417500"></ins><br />
<script>
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script></code><br />
Terkait pengamanan, sesuai Kepres No 5 tahun 2023, tentang Panitia Nasional Keketuaan Indonesia pada ASEAN Tahun 2023, pengamanan KTT ASEAN ke 42 dilakukan di bawah koordinasi Panglima TNI yang bertindak sebagai penanggung jawab dengan anggota Wamenhan, Wakapolri, Kepala BIN dan Kepala BSSN. </p>
<p>Pelaksanaan operasi pengamanan KTT dilaksanakan pada tanggal 7-13 Mei 2023 dengan melibatkan kurang lebih 12.000 personel gabungan dari Mabes TNI, Paspampres, AD, AL, AU, dan Polri, serta dilengkapi alutsista di darat, laut, maupun udara. Sasaran pengamanan antara lain obyek kunjungan, rute, bandara komodo, pelabuhan komodo, personel, penginapan dan tempat kegiatan. (NN)</p>
<div class='heateorSssClear'></div><div  class='heateor_sss_sharing_container heateor_sss_horizontal_sharing' data-heateor-sss-href='https://warisanbudayanusantara.com/2023/05/08/ke-labuan-bajo-mahfud-md-akan-pimpin-sidang-dewan-politik-dan-keamanan-asean/'><div class='heateor_sss_sharing_title' style="font-weight:bold" >Share It.....</div><div class="heateor_sss_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="heateor_sss_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2023%2F05%2F08%2Fke-labuan-bajo-mahfud-md-akan-pimpin-sidang-dewan-politik-dan-keamanan-asean%2F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#0765FE;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="heateor_sss_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=Ke%20Labuan%20Bajo%2C%20Mahfud%20MD%20akan%20Pimpin%20Sidang%20Dewan%20Politik%20dan%20Keamanan%20ASEAN%20https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2023%2F05%2F08%2Fke-labuan-bajo-mahfud-md-akan-pimpin-sidang-dewan-politik-dan-keamanan-asean%2F" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#55eb4c;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="heateor_sss_svg_stroke heateor_sss_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="heateor_sss_no_fill heateor_sss_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Twitter" class="heateor_sss_button_twitter" href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Ke%20Labuan%20Bajo%2C%20Mahfud%20MD%20akan%20Pimpin%20Sidang%20Dewan%20Politik%20dan%20Keamanan%20ASEAN&url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2023%2F05%2F08%2Fke-labuan-bajo-mahfud-md-akan-pimpin-sidang-dewan-politik-dan-keamanan-asean%2F" title="Twitter" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_twitter" style="background-color:#55acee;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-4 -4 39 39"><path d="M28 8.557a9.913 9.913 0 0 1-2.828.775 4.93 4.93 0 0 0 2.166-2.725 9.738 9.738 0 0 1-3.13 1.194 4.92 4.92 0 0 0-3.593-1.55 4.924 4.924 0 0 0-4.794 6.049c-4.09-.21-7.72-2.17-10.15-5.15a4.942 4.942 0 0 0-.665 2.477c0 1.71.87 3.214 2.19 4.1a4.968 4.968 0 0 1-2.23-.616v.06c0 2.39 1.7 4.38 3.952 4.83-.414.115-.85.174-1.297.174-.318 0-.626-.03-.928-.086a4.935 4.935 0 0 0 4.6 3.42 9.893 9.893 0 0 1-6.114 2.107c-.398 0-.79-.023-1.175-.068a13.953 13.953 0 0 0 7.55 2.213c9.056 0 14.01-7.507 14.01-14.013 0-.213-.005-.426-.015-.637.96-.695 1.795-1.56 2.455-2.55z" fill="#fff"></path></svg></span></a><a target="_blank" aria-label="Line" class="heateor_sss_button_line" href="https://social-plugins.line.me/lineit/share?url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2023%2F05%2F08%2Fke-labuan-bajo-mahfud-md-akan-pimpin-sidang-dewan-politik-dan-keamanan-asean%2F" title="Line" rel="noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_line" style="background-color:#00c300;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 14.304c0-5.37-5.384-9.738-12-9.738S4 8.936 4 14.304c0 4.814 4.27 8.846 10.035 9.608.39.084.923.258 1.058.592.122.303.08.778.04 1.084l-.172 1.028c-.05.303-.24 1.187 1.04.647s6.91-4.07 9.43-6.968c1.737-1.905 2.57-3.842 2.57-5.99zM11.302 17.5H8.918c-.347 0-.63-.283-.63-.63V12.1c0-.346.283-.628.63-.628.348 0 .63.283.63.63v4.14h1.754c.35 0 .63.28.63.628 0 .347-.282.63-.63.63zm2.467-.63c0 .347-.284.628-.63.628-.348 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm5.74 0c0 .27-.175.51-.433.596-.065.02-.132.032-.2.032-.195 0-.384-.094-.502-.25l-2.443-3.33v2.95c0 .35-.282.63-.63.63-.347 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.27.174-.51.43-.597.066-.02.134-.033.2-.033.197 0 .386.094.503.252l2.444 3.328V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm3.855-3.014c.348 0 .63.282.63.63 0 .346-.282.628-.63.628H21.61v1.126h1.755c.348 0 .63.282.63.63 0 .347-.282.628-.63.628H20.98c-.345 0-.628-.282-.628-.63v-4.766c0-.346.283-.628.63-.628h2.384c.348 0 .63.283.63.63 0 .346-.282.628-.63.628h-1.754v1.126h1.754z"/></svg></span></a><a class="heateor_sss_more" aria-label="More" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size: 32px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://warisanbudayanusantara.com/2023/05/08/ke-labuan-bajo-mahfud-md-akan-pimpin-sidang-dewan-politik-dan-keamanan-asean/" onclick="event.preventDefault()"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="heateorSssMoreSharingPopup(this, 'https://warisanbudayanusantara.com/2023/05/08/ke-labuan-bajo-mahfud-md-akan-pimpin-sidang-dewan-politik-dan-keamanan-asean/', 'Ke%20Labuan%20Bajo%2C%20Mahfud%20MD%20akan%20Pimpin%20Sidang%20Dewan%20Politik%20dan%20Keamanan%20ASEAN', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;border-radius:999px;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div><div class="heateorSssClear"></div></div><div class='heateorSssClear'></div><p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2023/05/08/ke-labuan-bajo-mahfud-md-akan-pimpin-sidang-dewan-politik-dan-keamanan-asean/">Ke Labuan Bajo, Mahfud MD akan Pimpin Sidang Dewan Politik dan Keamanan ASEAN</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://warisanbudayanusantara.com/2023/05/08/ke-labuan-bajo-mahfud-md-akan-pimpin-sidang-dewan-politik-dan-keamanan-asean/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
