<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:series="https://publishpress.com/"
	>

<channel>
	<title>KEBUDAYAAN Archives - Warisan Budaya Nusantara.com</title>
	<atom:link href="https://warisanbudayanusantara.com/category/kebudayaan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://warisanbudayanusantara.com/category/kebudayaan/</link>
	<description>Tajam dalam Fakta</description>
	<lastBuildDate>Tue, 28 Apr 2026 15:32:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://warisanbudayanusantara.com/wp-content/uploads/2022/12/cropped-cropped-LOGO-WBN-32x32.png</url>
	<title>KEBUDAYAAN Archives - Warisan Budaya Nusantara.com</title>
	<link>https://warisanbudayanusantara.com/category/kebudayaan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Wabup Sumba Timur Terima Audiensi Peneliti ITB</title>
		<link>https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/28/wabup-sumba-timur-terima-audiensi-peneliti-itb/</link>
					<comments>https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/28/wabup-sumba-timur-terima-audiensi-peneliti-itb/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aurel Doo]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 15:32:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[KEBUDAYAAN]]></category>
		<category><![CDATA[PEMERINTAH DAERAH]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://warisanbudayanusantara.com/?p=78873</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#8220;Tenun Ikat Pewarna Alami Didorong Menjadi Kekuatan Budaya dan Ekonomi Daerah&#8221; WBN, SUMBA TIMUR &#8211; Tenun ikat bukan sekadar kain. Ia adalah ingatan budaya, identitas leluhur, sekaligus denyut ekonomi masyarakat Sumba Timur yang hidup dari tangan-tangan terampil para penenun di kampung-kampung adat. Di tengah arus modernisasi dan tekanan industri tekstil massal, upaya menjaga warisan ini kini ...</p>
<p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/28/wabup-sumba-timur-terima-audiensi-peneliti-itb/">Wabup Sumba Timur Terima Audiensi Peneliti ITB</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><em>&#8220;Tenun Ikat Pewarna Alami Didorong Menjadi Kekuatan Budaya dan Ekonomi Daerah&#8221;</em></p>
<p><strong><span style="color: #ff0000;">WBN, </span>SUMBA TIMUR</strong> &#8211; Tenun ikat bukan sekadar kain. Ia adalah ingatan budaya, identitas leluhur, sekaligus denyut ekonomi masyarakat Sumba Timur yang hidup dari tangan-tangan terampil para penenun di kampung-kampung adat. Di tengah arus modernisasi dan tekanan industri tekstil massal, upaya menjaga warisan ini kini mulai menemukan bentuk kolaborasi baru: pertemuan antara ilmu pengetahuan dan tradisi lokal.</p>
<p>Hal itu terlihat ketika Wakil Bupati Sumba Timur, Yonathan Hani, S.Kom., M.AP., menerima audiensi tim peneliti dari Kelompok Keahlian Sistem Manufaktur, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Bandung (ITB), di ruang kerjanya pada Senin, (27/4/2026).</p>
<p>Pertemuan tersebut bukan sekadar agenda seremonial birokrasi. Di balik diskusi yang berlangsung hangat dan dialogis itu, tersimpan harapan besar tentang masa depan tenun ikat Sumba Timur, khususnya pengembangan bahan baku dan teknologi pewarna alami yang selama ini menjadi salah satu ciri khas paling bernilai dari kain tradisional Sumba.</p>
<p>Tim peneliti ITB datang membawa pendekatan ilmiah untuk mendukung proses produksi tenun berbasis pewarna alami agar lebih berkelanjutan, efisien, dan memiliki daya saing lebih kuat di pasar nasional maupun internasional. Fokus penelitian mencakup pengembangan teknologi pembuatan, pemanfaatan bahan baku lokal, hingga peningkatan kualitas hasil produksi para pengrajin.</p>
<p>Wakil Bupati Yonathan Hani menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah daerah menjadi langkah penting dalam menjaga warisan budaya agar tidak hanya bertahan secara simbolik, tetapi juga mampu memberi manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat.</p>
<p>“Tenun ikat adalah identitas budaya Sumba Timur. Karena itu, pelestarian tidak cukup hanya lewat festival atau seremoni budaya. Harus ada penguatan kualitas produksi, perlindungan bahan baku lokal, dan peningkatan kesejahteraan para penenun,” ujarnya.</p>
<p>Pernyataan itu mencerminkan kesadaran bahwa tantangan tenun ikat hari ini tidak lagi sekadar soal regenerasi penenun, tetapi juga menyangkut keberlanjutan bahan baku alami yang mulai terdesak oleh pewarna sintetis dan perubahan lingkungan.</p>
<p>Di banyak wilayah Sumba Timur, penggunaan pewarna alami sebenarnya telah diwariskan turun-temurun. Akar mengkudu, daun tarum, kulit kayu tertentu, hingga lumpur alami menjadi bagian dari proses panjang yang melahirkan warna-warna khas pada kain tenun Sumba. Namun di era modern, proses alami itu sering dianggap lebih rumit, lebih lama, dan kurang ekonomis dibanding pewarna kimia instan.</p>
<p>Di sinilah penelitian dan inovasi menjadi penting.</p>
<p>Pendekatan teknologi yang dikembangkan ITB diharapkan mampu membantu para pengrajin mempertahankan kualitas tradisional tanpa kehilangan efisiensi produksi. Jika berhasil diterapkan secara tepat, maka tenun ikat pewarna alami bukan hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga produk ekonomi kreatif bernilai tinggi yang mampu membuka peluang pasar lebih luas.</p>
<p>Wakil Bupati juga menekankan pentingnya pemanfaatan bahan baku lokal yang ramah lingkungan sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan sumber daya alam daerah.</p>
<p>Menurutnya, pembangunan ekonomi tidak boleh berjalan dengan mengorbankan identitas budaya maupun kerusakan lingkungan. Sumba Timur justru memiliki kekuatan besar ketika tradisi, alam, dan inovasi dapat berjalan beriringan.</p>
<p>Audiensi tersebut turut membahas berbagai potensi kerja sama lanjutan, mulai dari peningkatan kapasitas pengrajin, pengembangan teknologi produksi, hingga peluang pendampingan berkelanjutan bagi kelompok penenun di desa-desa.</p>
<p>Bagi masyarakat Sumba Timur, tenun ikat bukan sekadar komoditas. Di dalam setiap motif tersimpan filosofi kehidupan, relasi manusia dengan alam, hingga simbol status sosial dan spiritualitas masyarakat adat. Karena itu, menjaga tenun berarti menjaga memori kolektif masyarakat Sumba sendiri.</p>
<p>Namun realitas di lapangan menunjukkan bahwa banyak penenun masih menghadapi persoalan klasik: keterbatasan akses pasar, minimnya dukungan teknologi, regenerasi yang melambat, hingga fluktuasi harga bahan baku.</p>
<p>Kolaborasi seperti yang mulai dibangun antara Pemerintah Kabupaten Sumba Timur dan ITB dapat menjadi titik awal penting untuk menjawab persoalan tersebut secara lebih sistematis.</p>
<p>Jika selama ini tenun ikat sering dipromosikan hanya sebagai produk budaya untuk dipamerkan kepada wisatawan, maka kini muncul dorongan agar tenun ditempatkan sebagai sektor ekonomi strategis berbasis kearifan lokal.</p>
<p>Di tengah gempuran produk pabrikan dan budaya instan, langkah menjaga tenun pewarna alami sesungguhnya adalah bentuk perlawanan sunyi terhadap hilangnya identitas lokal.</p>
<p>Sebab sebuah daerah tidak akan benar-benar maju bila hanya membangun gedung dan infrastruktur, tetapi kehilangan akar budayanya sendiri.</p>
<p>Dan mungkin, dari ruang kerja sederhana tempat audiensi itu berlangsung, Sumba Timur sedang merajut masa depan baru: ketika tradisi tidak ditinggalkan oleh zaman, melainkan diperkuat oleh ilmu pengetahuan.</p>
<p><em>Asis Dapa Ngole </em></p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>WBN</strong></span></p>
<div class='heateorSssClear'></div><div  class='heateor_sss_sharing_container heateor_sss_horizontal_sharing' data-heateor-sss-href='https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/28/wabup-sumba-timur-terima-audiensi-peneliti-itb/'><div class='heateor_sss_sharing_title' style="font-weight:bold" >Share It.....</div><div class="heateor_sss_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="heateor_sss_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F04%2F28%2Fwabup-sumba-timur-terima-audiensi-peneliti-itb%2F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#0765FE;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="heateor_sss_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=Wabup%20Sumba%20Timur%20Terima%20Audiensi%20Peneliti%20ITB%20https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F04%2F28%2Fwabup-sumba-timur-terima-audiensi-peneliti-itb%2F" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#55eb4c;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="heateor_sss_svg_stroke heateor_sss_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="heateor_sss_no_fill heateor_sss_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Twitter" class="heateor_sss_button_twitter" href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Wabup%20Sumba%20Timur%20Terima%20Audiensi%20Peneliti%20ITB&url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F04%2F28%2Fwabup-sumba-timur-terima-audiensi-peneliti-itb%2F" title="Twitter" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_twitter" style="background-color:#55acee;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-4 -4 39 39"><path d="M28 8.557a9.913 9.913 0 0 1-2.828.775 4.93 4.93 0 0 0 2.166-2.725 9.738 9.738 0 0 1-3.13 1.194 4.92 4.92 0 0 0-3.593-1.55 4.924 4.924 0 0 0-4.794 6.049c-4.09-.21-7.72-2.17-10.15-5.15a4.942 4.942 0 0 0-.665 2.477c0 1.71.87 3.214 2.19 4.1a4.968 4.968 0 0 1-2.23-.616v.06c0 2.39 1.7 4.38 3.952 4.83-.414.115-.85.174-1.297.174-.318 0-.626-.03-.928-.086a4.935 4.935 0 0 0 4.6 3.42 9.893 9.893 0 0 1-6.114 2.107c-.398 0-.79-.023-1.175-.068a13.953 13.953 0 0 0 7.55 2.213c9.056 0 14.01-7.507 14.01-14.013 0-.213-.005-.426-.015-.637.96-.695 1.795-1.56 2.455-2.55z" fill="#fff"></path></svg></span></a><a target="_blank" aria-label="Line" class="heateor_sss_button_line" href="https://social-plugins.line.me/lineit/share?url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F04%2F28%2Fwabup-sumba-timur-terima-audiensi-peneliti-itb%2F" title="Line" rel="noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_line" style="background-color:#00c300;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 14.304c0-5.37-5.384-9.738-12-9.738S4 8.936 4 14.304c0 4.814 4.27 8.846 10.035 9.608.39.084.923.258 1.058.592.122.303.08.778.04 1.084l-.172 1.028c-.05.303-.24 1.187 1.04.647s6.91-4.07 9.43-6.968c1.737-1.905 2.57-3.842 2.57-5.99zM11.302 17.5H8.918c-.347 0-.63-.283-.63-.63V12.1c0-.346.283-.628.63-.628.348 0 .63.283.63.63v4.14h1.754c.35 0 .63.28.63.628 0 .347-.282.63-.63.63zm2.467-.63c0 .347-.284.628-.63.628-.348 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm5.74 0c0 .27-.175.51-.433.596-.065.02-.132.032-.2.032-.195 0-.384-.094-.502-.25l-2.443-3.33v2.95c0 .35-.282.63-.63.63-.347 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.27.174-.51.43-.597.066-.02.134-.033.2-.033.197 0 .386.094.503.252l2.444 3.328V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm3.855-3.014c.348 0 .63.282.63.63 0 .346-.282.628-.63.628H21.61v1.126h1.755c.348 0 .63.282.63.63 0 .347-.282.628-.63.628H20.98c-.345 0-.628-.282-.628-.63v-4.766c0-.346.283-.628.63-.628h2.384c.348 0 .63.283.63.63 0 .346-.282.628-.63.628h-1.754v1.126h1.754z"/></svg></span></a><a class="heateor_sss_more" aria-label="More" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size: 32px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/28/wabup-sumba-timur-terima-audiensi-peneliti-itb/" onclick="event.preventDefault()"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="heateorSssMoreSharingPopup(this, 'https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/28/wabup-sumba-timur-terima-audiensi-peneliti-itb/', 'Wabup%20Sumba%20Timur%20Terima%20Audiensi%20Peneliti%20ITB', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;border-radius:999px;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div><div class="heateorSssClear"></div></div><div class='heateorSssClear'></div><p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/28/wabup-sumba-timur-terima-audiensi-peneliti-itb/">Wabup Sumba Timur Terima Audiensi Peneliti ITB</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/28/wabup-sumba-timur-terima-audiensi-peneliti-itb/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kunjungi Kampung Naga, Majelis Adat Sunda Jabar Serap Aspirasi Terkait Ancaman Banjir dan Pelestarian Adat</title>
		<link>https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/27/kunjungi-kampung-naga-majelis-adat-sunda-jabar-serap-aspirasi-terkait-ancaman-banjir-dan-pelestarian-adat/</link>
					<comments>https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/27/kunjungi-kampung-naga-majelis-adat-sunda-jabar-serap-aspirasi-terkait-ancaman-banjir-dan-pelestarian-adat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hendra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Apr 2026 21:43:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KEBUDAYAAN]]></category>
		<category><![CDATA[ADAT]]></category>
		<category><![CDATA[PEMERINTAH DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[Abah Anton Charliyan]]></category>
		<category><![CDATA[kampung naga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://warisanbudayanusantara.com/?p=78694</guid>

					<description><![CDATA[<p>MEDIA WARISAN BUDAYA NUSANTARA TASIKMALAYA – Ketua Umum Majelis Adat Sunda Jawa Barat (MASDA Jabar), Abah Anton Charliyan, melakukan kunjungan silaturahmi ke Kampung Adat Naga, Desa Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (26/4/2026). Dalam pertemuan tersebut, para tokoh adat menyampaikan sejumlah keprihatinan mendalam terkait kondisi lingkungan dan fasilitas di kampung adat yang kian mengkhawatirkan. Pertemuan yang berlangsung ...</p>
<p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/27/kunjungi-kampung-naga-majelis-adat-sunda-jabar-serap-aspirasi-terkait-ancaman-banjir-dan-pelestarian-adat/">Kunjungi Kampung Naga, Majelis Adat Sunda Jabar Serap Aspirasi Terkait Ancaman Banjir dan Pelestarian Adat</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://warisanbudayanusantara.com" target="_blank" rel="noopener">MEDIA WARISAN BUDAYA NUSANTARA </a><br />
<strong>TASIKMALAYA</strong> – Ketua Umum Majelis Adat Sunda Jawa Barat (MASDA Jabar), Abah Anton Charliyan, melakukan kunjungan silaturahmi ke Kampung Adat Naga, Desa Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (26/4/2026). Dalam pertemuan tersebut, para tokoh adat menyampaikan sejumlah keprihatinan mendalam terkait kondisi lingkungan dan fasilitas di kampung adat yang kian mengkhawatirkan.</p>
<p>Pertemuan yang berlangsung hangat dalam suasana &#8220;ngariung&#8221; tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting Kampung Naga, di antaranya Sesepuh Abah Tajudin, Pemangku Adat Bah Ucu, serta perwakilan pemuda (nonoman) Kang Aceng dan Kang Aep.<br />
Ancaman Banjir dan Kerusakan Lingkungan<br />
Isu utama yang mencuat adalah ancaman banjir kiriman dari Sungai Ciwulan yang melintasi kawasan tersebut. Anton Charliyan mengungkapkan bahwa pendangkalan sungai yang terjadi bertahun-tahun telah menyebabkan luapan air sering merusak lahan garapan warga.</p>
<p>&#8220;Kondisinya cukup mengkhawatirkan. Warga berharap adanya pengerukan dan pendalaman sungai sepanjang 1 kilometer, atau minimal peninggian tanggul setinggi 0,5 meter guna membendung luapan air saat curah hujan tinggi,&#8221; ujar Abah Anton.<br />
Selain infrastruktur sungai, warga juga mengusulkan perluasan penghijauan di bantaran kali dan penguatan irigasi sawah yang saat ini mengalami penyempitan akibat material banjir.<br />
Kondisi Rumah Adat Memprihatinkan<br />
Selain masalah alam, warga mengeluhkan kondisi fisik bangunan adat. Harga material ijuk untuk atap rumah yang kini melambung tinggi membuat warga kesulitan melakukan perbaikan. Akibatnya, banyak atap yang bocor dan menyebabkan kayu penyangga rumah mulai melapuk.</p>
<p>Kerusakan juga mulai merambah ke fasilitas umum seperti Leuit (lumbung padi), Pacilingan (toilet umum), Mushola, hingga Saung Lisung. Meski demikian, masyarakat Kampung Naga tetap memegang teguh prinsip adat untuk tidak meminta-minta bantuan secara langsung.</p>
<p>&#8220;Bagi masyarakat Naga, meminta itu pantangan. Namun, mereka terbuka terhadap uluran tangan yang tulus dan ikhlas, selama bantuan tersebut tidak bertentangan dengan tradisi adat yang ada,&#8221; tambah Anton.</p>
<p>Harapan Revitalisasi Ekonomi<br />
Untuk meningkatkan kesejahteraan, Abah Tajudin mengusulkan adanya program revitalisasi pertanian melalui penanaman komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti lada, kopi, melon Inggris, hingga gaharu dengan metode modern seperti green house tanpa merusak keseimbangan alam.</p>
<p>Sementara itu, perwakilan pemuda, Kang Aceng dan Kang Aep, menyoroti pentingnya pengembangan sektor peternakan ayam dan domba garut. Mereka berharap pemerintah dapat membantu akses permodalan dan memutus rantai pemasaran yang selama ini dikuasai bandar agar harga jual petani bisa lebih kompetitif.<br />
&#8220;Kami berharap aspirasi ini dapat sampai ke telinga para pemangku kebijakan di Gedung Sate. Perlu langkah konkret dari seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjaga keberlangsungan Kampung Naga sebagai salah satu warisan budaya Sunda yang tak ternilai,&#8221; pungkas Abah Anton.</p>
<p>(Hendra)</p>
<div class='heateorSssClear'></div><div  class='heateor_sss_sharing_container heateor_sss_horizontal_sharing' data-heateor-sss-href='https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/27/kunjungi-kampung-naga-majelis-adat-sunda-jabar-serap-aspirasi-terkait-ancaman-banjir-dan-pelestarian-adat/'><div class='heateor_sss_sharing_title' style="font-weight:bold" >Share It.....</div><div class="heateor_sss_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="heateor_sss_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F04%2F27%2Fkunjungi-kampung-naga-majelis-adat-sunda-jabar-serap-aspirasi-terkait-ancaman-banjir-dan-pelestarian-adat%2F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#0765FE;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="heateor_sss_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=Kunjungi%20Kampung%20Naga%2C%20Majelis%20Adat%20Sunda%20Jabar%20Serap%20Aspirasi%20Terkait%20Ancaman%20Banjir%20dan%20Pelestarian%20Adat%20https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F04%2F27%2Fkunjungi-kampung-naga-majelis-adat-sunda-jabar-serap-aspirasi-terkait-ancaman-banjir-dan-pelestarian-adat%2F" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#55eb4c;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="heateor_sss_svg_stroke heateor_sss_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="heateor_sss_no_fill heateor_sss_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Twitter" class="heateor_sss_button_twitter" href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Kunjungi%20Kampung%20Naga%2C%20Majelis%20Adat%20Sunda%20Jabar%20Serap%20Aspirasi%20Terkait%20Ancaman%20Banjir%20dan%20Pelestarian%20Adat&url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F04%2F27%2Fkunjungi-kampung-naga-majelis-adat-sunda-jabar-serap-aspirasi-terkait-ancaman-banjir-dan-pelestarian-adat%2F" title="Twitter" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_twitter" style="background-color:#55acee;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-4 -4 39 39"><path d="M28 8.557a9.913 9.913 0 0 1-2.828.775 4.93 4.93 0 0 0 2.166-2.725 9.738 9.738 0 0 1-3.13 1.194 4.92 4.92 0 0 0-3.593-1.55 4.924 4.924 0 0 0-4.794 6.049c-4.09-.21-7.72-2.17-10.15-5.15a4.942 4.942 0 0 0-.665 2.477c0 1.71.87 3.214 2.19 4.1a4.968 4.968 0 0 1-2.23-.616v.06c0 2.39 1.7 4.38 3.952 4.83-.414.115-.85.174-1.297.174-.318 0-.626-.03-.928-.086a4.935 4.935 0 0 0 4.6 3.42 9.893 9.893 0 0 1-6.114 2.107c-.398 0-.79-.023-1.175-.068a13.953 13.953 0 0 0 7.55 2.213c9.056 0 14.01-7.507 14.01-14.013 0-.213-.005-.426-.015-.637.96-.695 1.795-1.56 2.455-2.55z" fill="#fff"></path></svg></span></a><a target="_blank" aria-label="Line" class="heateor_sss_button_line" href="https://social-plugins.line.me/lineit/share?url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F04%2F27%2Fkunjungi-kampung-naga-majelis-adat-sunda-jabar-serap-aspirasi-terkait-ancaman-banjir-dan-pelestarian-adat%2F" title="Line" rel="noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_line" style="background-color:#00c300;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 14.304c0-5.37-5.384-9.738-12-9.738S4 8.936 4 14.304c0 4.814 4.27 8.846 10.035 9.608.39.084.923.258 1.058.592.122.303.08.778.04 1.084l-.172 1.028c-.05.303-.24 1.187 1.04.647s6.91-4.07 9.43-6.968c1.737-1.905 2.57-3.842 2.57-5.99zM11.302 17.5H8.918c-.347 0-.63-.283-.63-.63V12.1c0-.346.283-.628.63-.628.348 0 .63.283.63.63v4.14h1.754c.35 0 .63.28.63.628 0 .347-.282.63-.63.63zm2.467-.63c0 .347-.284.628-.63.628-.348 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm5.74 0c0 .27-.175.51-.433.596-.065.02-.132.032-.2.032-.195 0-.384-.094-.502-.25l-2.443-3.33v2.95c0 .35-.282.63-.63.63-.347 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.27.174-.51.43-.597.066-.02.134-.033.2-.033.197 0 .386.094.503.252l2.444 3.328V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm3.855-3.014c.348 0 .63.282.63.63 0 .346-.282.628-.63.628H21.61v1.126h1.755c.348 0 .63.282.63.63 0 .347-.282.628-.63.628H20.98c-.345 0-.628-.282-.628-.63v-4.766c0-.346.283-.628.63-.628h2.384c.348 0 .63.283.63.63 0 .346-.282.628-.63.628h-1.754v1.126h1.754z"/></svg></span></a><a class="heateor_sss_more" aria-label="More" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size: 32px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/27/kunjungi-kampung-naga-majelis-adat-sunda-jabar-serap-aspirasi-terkait-ancaman-banjir-dan-pelestarian-adat/" onclick="event.preventDefault()"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="heateorSssMoreSharingPopup(this, 'https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/27/kunjungi-kampung-naga-majelis-adat-sunda-jabar-serap-aspirasi-terkait-ancaman-banjir-dan-pelestarian-adat/', 'Kunjungi%20Kampung%20Naga%2C%20Majelis%20Adat%20Sunda%20Jabar%20Serap%20Aspirasi%20Terkait%20Ancaman%20Banjir%20dan%20Pelestarian%20Adat', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;border-radius:999px;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div><div class="heateorSssClear"></div></div><div class='heateorSssClear'></div><p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/27/kunjungi-kampung-naga-majelis-adat-sunda-jabar-serap-aspirasi-terkait-ancaman-banjir-dan-pelestarian-adat/">Kunjungi Kampung Naga, Majelis Adat Sunda Jabar Serap Aspirasi Terkait Ancaman Banjir dan Pelestarian Adat</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/27/kunjungi-kampung-naga-majelis-adat-sunda-jabar-serap-aspirasi-terkait-ancaman-banjir-dan-pelestarian-adat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perkuat Jati Diri Jabar, Abah Anton Charliyan Boyong Tim Inti MASDA Jabar Temui Ketua DPRD Kang Bucky</title>
		<link>https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/25/perkuat-jati-diri-jabar-abah-anton-charliyan-boyong-tim-inti-masda-jabar-temui-ketua-dprd-kang-bucky/</link>
					<comments>https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/25/perkuat-jati-diri-jabar-abah-anton-charliyan-boyong-tim-inti-masda-jabar-temui-ketua-dprd-kang-bucky/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hendra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 09:25:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KEBUDAYAAN]]></category>
		<category><![CDATA[ORGANISASI]]></category>
		<category><![CDATA[PEMERINTAH DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[Abah Anton Charliyan]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD JABAR]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://warisanbudayanusantara.com/?p=78604</guid>

					<description><![CDATA[<p>MEDIA WARISAN BUDAYA NUSANTARA BANDUNG – Langkah nyata dalam pelestarian budaya Jawa Barat semakin mantap. Ketua Umum Majelis Adat Sunda Jawa Barat (MASDA Jabar), Irjen Pol (Purn) Dr. Drs. H. Anton Charliyan, MPKN, memimpin langsung jajaran pengurus inti melakukan kunjungan silaturahmi kepada Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Dr. Bucky Wikagoe, di ruang rapat pribadi Ketua ...</p>
<p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/25/perkuat-jati-diri-jabar-abah-anton-charliyan-boyong-tim-inti-masda-jabar-temui-ketua-dprd-kang-bucky/">Perkuat Jati Diri Jabar, Abah Anton Charliyan Boyong Tim Inti MASDA Jabar Temui Ketua DPRD Kang Bucky</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://warisanbudayanusantara.com" target="_blank">MEDIA WARISAN BUDAYA NUSANTARA </a></p>
<p>BANDUNG – Langkah nyata dalam pelestarian budaya Jawa Barat semakin mantap. Ketua Umum Majelis Adat Sunda Jawa Barat (MASDA Jabar), Irjen Pol (Purn) Dr. Drs. H. Anton Charliyan, MPKN, memimpin langsung jajaran pengurus inti melakukan kunjungan silaturahmi kepada Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Dr. Bucky Wikagoe, di ruang rapat pribadi Ketua DPRD, Jumat (24/04/2026).</p>
<p>Pertemuan ini menjadi momen krusial pasca terbitnya SK Gubernur No. 430 tertanggal 6 Maret 2026 yang meresmikan struktur MASDA Jabar. Abah Anton, sapaan akrab mantan Kapolda Jabar ini, hadir bersama 10 tokoh pakar dan pengurus inti, di antaranya Prof. Dr. Agus Aris Munandar, Prof. Dr. Dani Hilman, Dr. Yadi, Dr. Elis Suryani, Dr. Undang Ahmad Darsa, Bunda Rd. Ully Sigar Rusadi, Bunda RR Okky Jusuf Yudanagara, Ir. Rd. Arif, Ir. Deden Hidayat, serta Letkol TNI (Purn) Oman R.</p>
<p>Dalam suasana yang hangat, Abah Anton menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kang Bucky yang dinilai sebagai salah satu tokoh kunci &#8220;bidan&#8221; lahirnya MASDA Jabar, bersama jajaran eksekutif seperti Sekda Dr. Herman serta Kadisparbud Dr. Iendra dan Ibu Feby.</p>
<p>&#8220;Kami memohon doa restu dan dukungan penuh dari Ketua DPRD. Fokus utama MASDA Jabar adalah revitalisasi kampung adat. Kami ingin membangun dan merawat kampung adat sebagai basis identitas serta jati diri budaya Sunda,&#8221; ujar Abah Anton.<br />
Ia menekankan bahwa kampung adat bukan sekadar peninggalan fisik, melainkan refleksi perilaku hidup masyarakat global yang tetap teguh menjaga alam melalui hukum Pamali. Bahkan, kemandirian kampung adat diharapkan menjadi model implementasi ketahanan pangan yang nyata bagi Jawa Barat.<br />
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Jabar Kang Bucky—yang juga dikenal sebagai musisi senior—memberikan dukungan penuh. Menurutnya, visi MASDA Jabar sangat sejalan dengan kebijakan Gubernur Jabar saat ini, Bapak KDM, yang menitikberatkan pembangunan pada pondasi kultur budaya.</p>
<p>&#8220;MASDA Jabar memiliki peran strategis sebagai komplementer pemerintah daerah untuk mengawal pembangunan Jabar ke depan. Jadi, jangan menunggu lagi. Segera prak saja, aksi bergerak dan bekerja!&#8221; tegas Kang Bucky memberikan semangat.</p>
<p>Sebagai simbol sinergi, Tim MASDA Jabar menyerahkan cendramata berupa pusaka Keris Nagasasra serta hasil bumi otentik dari Kampung Naga Tasikmalaya, seperti Gula Kawung, Pindang Lauk Tawes, dan Madu murni. Pertemuan yang berlangsung penuh kekeluargaan tersebut ditutup dengan sesi foto bersama sebagai tanda dimulainya babak baru perjuangan budaya di Tanah Pasundan.</p>
<p>Editor Hendra</p>
<div class='heateorSssClear'></div><div  class='heateor_sss_sharing_container heateor_sss_horizontal_sharing' data-heateor-sss-href='https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/25/perkuat-jati-diri-jabar-abah-anton-charliyan-boyong-tim-inti-masda-jabar-temui-ketua-dprd-kang-bucky/'><div class='heateor_sss_sharing_title' style="font-weight:bold" >Share It.....</div><div class="heateor_sss_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="heateor_sss_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F04%2F25%2Fperkuat-jati-diri-jabar-abah-anton-charliyan-boyong-tim-inti-masda-jabar-temui-ketua-dprd-kang-bucky%2F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#0765FE;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="heateor_sss_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=Perkuat%20Jati%20Diri%20Jabar%2C%20Abah%20Anton%20Charliyan%20Boyong%20Tim%20Inti%20MASDA%20Jabar%20Temui%20Ketua%20DPRD%20Kang%20Bucky%20https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F04%2F25%2Fperkuat-jati-diri-jabar-abah-anton-charliyan-boyong-tim-inti-masda-jabar-temui-ketua-dprd-kang-bucky%2F" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#55eb4c;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="heateor_sss_svg_stroke heateor_sss_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="heateor_sss_no_fill heateor_sss_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Twitter" class="heateor_sss_button_twitter" href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Perkuat%20Jati%20Diri%20Jabar%2C%20Abah%20Anton%20Charliyan%20Boyong%20Tim%20Inti%20MASDA%20Jabar%20Temui%20Ketua%20DPRD%20Kang%20Bucky&url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F04%2F25%2Fperkuat-jati-diri-jabar-abah-anton-charliyan-boyong-tim-inti-masda-jabar-temui-ketua-dprd-kang-bucky%2F" title="Twitter" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_twitter" style="background-color:#55acee;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-4 -4 39 39"><path d="M28 8.557a9.913 9.913 0 0 1-2.828.775 4.93 4.93 0 0 0 2.166-2.725 9.738 9.738 0 0 1-3.13 1.194 4.92 4.92 0 0 0-3.593-1.55 4.924 4.924 0 0 0-4.794 6.049c-4.09-.21-7.72-2.17-10.15-5.15a4.942 4.942 0 0 0-.665 2.477c0 1.71.87 3.214 2.19 4.1a4.968 4.968 0 0 1-2.23-.616v.06c0 2.39 1.7 4.38 3.952 4.83-.414.115-.85.174-1.297.174-.318 0-.626-.03-.928-.086a4.935 4.935 0 0 0 4.6 3.42 9.893 9.893 0 0 1-6.114 2.107c-.398 0-.79-.023-1.175-.068a13.953 13.953 0 0 0 7.55 2.213c9.056 0 14.01-7.507 14.01-14.013 0-.213-.005-.426-.015-.637.96-.695 1.795-1.56 2.455-2.55z" fill="#fff"></path></svg></span></a><a target="_blank" aria-label="Line" class="heateor_sss_button_line" href="https://social-plugins.line.me/lineit/share?url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F04%2F25%2Fperkuat-jati-diri-jabar-abah-anton-charliyan-boyong-tim-inti-masda-jabar-temui-ketua-dprd-kang-bucky%2F" title="Line" rel="noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_line" style="background-color:#00c300;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 14.304c0-5.37-5.384-9.738-12-9.738S4 8.936 4 14.304c0 4.814 4.27 8.846 10.035 9.608.39.084.923.258 1.058.592.122.303.08.778.04 1.084l-.172 1.028c-.05.303-.24 1.187 1.04.647s6.91-4.07 9.43-6.968c1.737-1.905 2.57-3.842 2.57-5.99zM11.302 17.5H8.918c-.347 0-.63-.283-.63-.63V12.1c0-.346.283-.628.63-.628.348 0 .63.283.63.63v4.14h1.754c.35 0 .63.28.63.628 0 .347-.282.63-.63.63zm2.467-.63c0 .347-.284.628-.63.628-.348 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm5.74 0c0 .27-.175.51-.433.596-.065.02-.132.032-.2.032-.195 0-.384-.094-.502-.25l-2.443-3.33v2.95c0 .35-.282.63-.63.63-.347 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.27.174-.51.43-.597.066-.02.134-.033.2-.033.197 0 .386.094.503.252l2.444 3.328V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm3.855-3.014c.348 0 .63.282.63.63 0 .346-.282.628-.63.628H21.61v1.126h1.755c.348 0 .63.282.63.63 0 .347-.282.628-.63.628H20.98c-.345 0-.628-.282-.628-.63v-4.766c0-.346.283-.628.63-.628h2.384c.348 0 .63.283.63.63 0 .346-.282.628-.63.628h-1.754v1.126h1.754z"/></svg></span></a><a class="heateor_sss_more" aria-label="More" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size: 32px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/25/perkuat-jati-diri-jabar-abah-anton-charliyan-boyong-tim-inti-masda-jabar-temui-ketua-dprd-kang-bucky/" onclick="event.preventDefault()"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="heateorSssMoreSharingPopup(this, 'https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/25/perkuat-jati-diri-jabar-abah-anton-charliyan-boyong-tim-inti-masda-jabar-temui-ketua-dprd-kang-bucky/', 'Perkuat%20Jati%20Diri%20Jabar%2C%20Abah%20Anton%20Charliyan%20Boyong%20Tim%20Inti%20MASDA%20Jabar%20Temui%20Ketua%20DPRD%20Kang%20Bucky', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;border-radius:999px;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div><div class="heateorSssClear"></div></div><div class='heateorSssClear'></div><p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/25/perkuat-jati-diri-jabar-abah-anton-charliyan-boyong-tim-inti-masda-jabar-temui-ketua-dprd-kang-bucky/">Perkuat Jati Diri Jabar, Abah Anton Charliyan Boyong Tim Inti MASDA Jabar Temui Ketua DPRD Kang Bucky</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/25/perkuat-jati-diri-jabar-abah-anton-charliyan-boyong-tim-inti-masda-jabar-temui-ketua-dprd-kang-bucky/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mustika Jaya Gelar Festival Adu Bedug dan Dondang ke-19</title>
		<link>https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/20/tri-adhianto-ajak-lestarikan-budaya-festival-adu-bedug-dan-dondang-ke-19-meriahkan-mustika-jaya/</link>
					<comments>https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/20/tri-adhianto-ajak-lestarikan-budaya-festival-adu-bedug-dan-dondang-ke-19-meriahkan-mustika-jaya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hendra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Apr 2026 19:59:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SENI]]></category>
		<category><![CDATA[KEBUDAYAAN]]></category>
		<category><![CDATA[PEMERINTAH DAERAH]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://warisanbudayanusantara.com/?p=78443</guid>

					<description><![CDATA[<p>Media Warisan Budaya Nusantara Kota Bekasi, Festival Adu Bedug dan Dondang ke-19 Tahun 2026 Kecamatan Mustika Jaya berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan digelar selama dua hari, mulai Sabtu 18 April hingga Minggu 19 April 2026. Festival ini menjadi ajang pelestarian seni budaya lokal yang melibatkan seluruh kelurahan di wilayah Mustika Jaya. Berbagai pertunjukan ...</p>
<p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/20/tri-adhianto-ajak-lestarikan-budaya-festival-adu-bedug-dan-dondang-ke-19-meriahkan-mustika-jaya/">Mustika Jaya Gelar Festival Adu Bedug dan Dondang ke-19</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">Media Warisan Budaya Nusantara</span></strong></p>
<p><strong>Kota Bekasi, </strong>Festival Adu Bedug dan Dondang ke-19 Tahun 2026 Kecamatan Mustika Jaya berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan.</p>
<p>Kegiatan digelar selama dua hari, mulai Sabtu 18 April hingga Minggu 19 April 2026.</p>
<p>Festival ini menjadi ajang pelestarian seni budaya lokal yang melibatkan seluruh kelurahan di wilayah Mustika Jaya.</p>
<p>Berbagai pertunjukan seni khas ditampilkan, dengan dominasi budaya Betawi yang kental. Mulai dari pawai ondel-ondel, penampilan dondang, hingga adu bedug yang menjadi daya tarik utama.</p>
<p>Masyarakat tampak antusias mengikuti rangkaian acara, terutama pada puncak kegiatan yang digelar pada Minggu (19/4), dihadiri sedikitnya 12.000 warga Mustika Jaya dan sekitarnya.</p>
<p>Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, turut hadir dalam acara puncak dan menyampaikan apresiasi atas semangat masyarakat dalam menjaga dan melestarikan budaya daerah.</p>
<p>Ia menilai festival ini bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan warga.</p>
<p>“Festival ini menjadi bukti bahwa masyarakat masih mencintai dan menjaga budaya lokal. Ini adalah kekuatan kita dalam membangun kebersamaan dan identitas daerah,” ujar Tri.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa kegiatan seperti ini perlu terus didukung dan dikembangkan agar generasi muda dapat mengenal serta mencintai budaya daerahnya sendiri.</p>
<p>“Kita ingin generasi muda tidak melupakan budaya lokal. Melalui kegiatan seperti ini, mereka bisa belajar, mengenal, dan bangga dengan warisan budaya yang kita miliki,” tambahnya.</p>
<p>Festival Adu Bedug dan Dondang ke-19 ini menjadi salah satu agenda budaya yang dinantikan masyarakat setiap tahunnya. Selain menjadi hiburan, kegiatan ini juga memperkuat nilai kebersamaan, gotong royong, dan kecintaan terhadap budaya lokal.</p>
<p>Pemerintah Kota Bekasi berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan semakin berkembang, sehingga mampu menjadi identitas budaya yang membanggakan serta menarik perhatian masyarakat luas.</p>
<p>WBN</p>
<div class='heateorSssClear'></div><div  class='heateor_sss_sharing_container heateor_sss_horizontal_sharing' data-heateor-sss-href='https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/20/tri-adhianto-ajak-lestarikan-budaya-festival-adu-bedug-dan-dondang-ke-19-meriahkan-mustika-jaya/'><div class='heateor_sss_sharing_title' style="font-weight:bold" >Share It.....</div><div class="heateor_sss_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="heateor_sss_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F04%2F20%2Ftri-adhianto-ajak-lestarikan-budaya-festival-adu-bedug-dan-dondang-ke-19-meriahkan-mustika-jaya%2F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#0765FE;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="heateor_sss_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=Mustika%20Jaya%20Gelar%20Festival%20Adu%20Bedug%20dan%20Dondang%20ke-19%20https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F04%2F20%2Ftri-adhianto-ajak-lestarikan-budaya-festival-adu-bedug-dan-dondang-ke-19-meriahkan-mustika-jaya%2F" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#55eb4c;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="heateor_sss_svg_stroke heateor_sss_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="heateor_sss_no_fill heateor_sss_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Twitter" class="heateor_sss_button_twitter" href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Mustika%20Jaya%20Gelar%20Festival%20Adu%20Bedug%20dan%20Dondang%20ke-19&url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F04%2F20%2Ftri-adhianto-ajak-lestarikan-budaya-festival-adu-bedug-dan-dondang-ke-19-meriahkan-mustika-jaya%2F" title="Twitter" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_twitter" style="background-color:#55acee;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-4 -4 39 39"><path d="M28 8.557a9.913 9.913 0 0 1-2.828.775 4.93 4.93 0 0 0 2.166-2.725 9.738 9.738 0 0 1-3.13 1.194 4.92 4.92 0 0 0-3.593-1.55 4.924 4.924 0 0 0-4.794 6.049c-4.09-.21-7.72-2.17-10.15-5.15a4.942 4.942 0 0 0-.665 2.477c0 1.71.87 3.214 2.19 4.1a4.968 4.968 0 0 1-2.23-.616v.06c0 2.39 1.7 4.38 3.952 4.83-.414.115-.85.174-1.297.174-.318 0-.626-.03-.928-.086a4.935 4.935 0 0 0 4.6 3.42 9.893 9.893 0 0 1-6.114 2.107c-.398 0-.79-.023-1.175-.068a13.953 13.953 0 0 0 7.55 2.213c9.056 0 14.01-7.507 14.01-14.013 0-.213-.005-.426-.015-.637.96-.695 1.795-1.56 2.455-2.55z" fill="#fff"></path></svg></span></a><a target="_blank" aria-label="Line" class="heateor_sss_button_line" href="https://social-plugins.line.me/lineit/share?url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F04%2F20%2Ftri-adhianto-ajak-lestarikan-budaya-festival-adu-bedug-dan-dondang-ke-19-meriahkan-mustika-jaya%2F" title="Line" rel="noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_line" style="background-color:#00c300;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 14.304c0-5.37-5.384-9.738-12-9.738S4 8.936 4 14.304c0 4.814 4.27 8.846 10.035 9.608.39.084.923.258 1.058.592.122.303.08.778.04 1.084l-.172 1.028c-.05.303-.24 1.187 1.04.647s6.91-4.07 9.43-6.968c1.737-1.905 2.57-3.842 2.57-5.99zM11.302 17.5H8.918c-.347 0-.63-.283-.63-.63V12.1c0-.346.283-.628.63-.628.348 0 .63.283.63.63v4.14h1.754c.35 0 .63.28.63.628 0 .347-.282.63-.63.63zm2.467-.63c0 .347-.284.628-.63.628-.348 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm5.74 0c0 .27-.175.51-.433.596-.065.02-.132.032-.2.032-.195 0-.384-.094-.502-.25l-2.443-3.33v2.95c0 .35-.282.63-.63.63-.347 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.27.174-.51.43-.597.066-.02.134-.033.2-.033.197 0 .386.094.503.252l2.444 3.328V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm3.855-3.014c.348 0 .63.282.63.63 0 .346-.282.628-.63.628H21.61v1.126h1.755c.348 0 .63.282.63.63 0 .347-.282.628-.63.628H20.98c-.345 0-.628-.282-.628-.63v-4.766c0-.346.283-.628.63-.628h2.384c.348 0 .63.283.63.63 0 .346-.282.628-.63.628h-1.754v1.126h1.754z"/></svg></span></a><a class="heateor_sss_more" aria-label="More" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size: 32px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/20/tri-adhianto-ajak-lestarikan-budaya-festival-adu-bedug-dan-dondang-ke-19-meriahkan-mustika-jaya/" onclick="event.preventDefault()"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="heateorSssMoreSharingPopup(this, 'https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/20/tri-adhianto-ajak-lestarikan-budaya-festival-adu-bedug-dan-dondang-ke-19-meriahkan-mustika-jaya/', 'Mustika%20Jaya%20Gelar%20Festival%20Adu%20Bedug%20dan%20Dondang%20ke-19', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;border-radius:999px;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div><div class="heateorSssClear"></div></div><div class='heateorSssClear'></div><p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/20/tri-adhianto-ajak-lestarikan-budaya-festival-adu-bedug-dan-dondang-ke-19-meriahkan-mustika-jaya/">Mustika Jaya Gelar Festival Adu Bedug dan Dondang ke-19</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/20/tri-adhianto-ajak-lestarikan-budaya-festival-adu-bedug-dan-dondang-ke-19-meriahkan-mustika-jaya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Abah Anton Charlyan Sabet Penghargaan dari Majelis Madukara</title>
		<link>https://warisanbudayanusantara.com/2025/12/30/majelis-madukara-memberikan-penghargaan-sriraksa-kalpa-budaya-kepada-tokoh-sunda-banten-abah-h-anton-charliyan-di-keraton-amartha-bumi/</link>
					<comments>https://warisanbudayanusantara.com/2025/12/30/majelis-madukara-memberikan-penghargaan-sriraksa-kalpa-budaya-kepada-tokoh-sunda-banten-abah-h-anton-charliyan-di-keraton-amartha-bumi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hendra]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Dec 2025 21:49:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[TOKOH]]></category>
		<category><![CDATA[TOP NEWS]]></category>
		<category><![CDATA[KEBUDAYAAN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://warisanbudayanusantara.com/?p=76930</guid>

					<description><![CDATA[<p>Media Warisan Budaya Nusantara Tokoh penggiat budaya Sunda Jabar Banten, mantan Kapolda Jabar 2016-2017, Irjen Pol (Purn) DR Drs H Anton Charliyan, MKN, yang lebih dikenal dengan sapaan Abah Anton Charliyan, sukses menyabet penghargaan kehormatan Sriraksa Kalpa Budaya, Pelestari Budaya Nusantara di Tatar Sunda, dari Majlis Adat Budaya Keraton Nusantara (Madukara), bertempat di Balai Agung ...</p>
<p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2025/12/30/majelis-madukara-memberikan-penghargaan-sriraksa-kalpa-budaya-kepada-tokoh-sunda-banten-abah-h-anton-charliyan-di-keraton-amartha-bumi/">Abah Anton Charlyan Sabet Penghargaan dari Majelis Madukara</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">Media Warisan Budaya Nusantara</span></strong></p>
<p>Tokoh penggiat budaya Sunda Jabar Banten, mantan Kapolda Jabar 2016-2017, Irjen Pol (Purn) DR Drs H Anton Charliyan, MKN, yang lebih dikenal dengan sapaan Abah Anton Charliyan, sukses menyabet penghargaan kehormatan Sriraksa Kalpa Budaya, Pelestari Budaya Nusantara di Tatar Sunda, dari Majlis Adat Budaya Keraton Nusantara (Madukara), bertempat di Balai Agung Keraton Amarta Bumi Semarang Jateng, pada Sabtu (27/12/2025).</p>
<p>Pemberian kehormatan tersebut dalam rangka Gelar Budaya Segoro Gunung ke IX, yang diberikan langsung oleh Ketua Umum Madukara, SA Prabu Punto Djoyonegoro, didampingi Sultan Indra Usman Kesultanan Indrapura Sumbar dan Raja Anak Agung Ngurah Putra Darma Penglisir Puri Bali.</p>
<p>Adapun selain Anton Charliyan Tokoh lain yang mendapat penghargaan serupa yakni Mayjen TNI Rido Hermawan, Mayjen TNI Rionardo, Laksda TNI Ganda Wilaga, Laksda TNI Edy Tarjono dan Prof Dr Dewi Anggraeni Warek IV UNPAM .</p>
<p>Rekam jejak Abah Anton semenjak masih aktif sebagai Anggota Polri,  khususnya ketika menjabat sebagai Kapolwil Priangan sekitar tahun 2008 sampai menjadi Kapolda Jabar tahun 2017, yang sangat memperhatikan kegiatan budaya, serta aktif dalam berbagai kegiatan seni, menjadi salah satu yang ikut dinilai dalam pemberian penghargaan dan penghormatan atas tanda jasa.</p>
<p>Berikut daftar karya, giat budaya Abah Anton yang berhasil dirangkum :</p>
<p>1. Tahun 2008 mendirikan Artefak Tugu Kujang Pusaka setinggi 15 meter di Kampung Adat Naga Kabupaten Tasikmalaya.<br />
2. Tahun 2009 mendirikan Gong Perdamaian Dunia di Karang Kamulyan Ciamis<br />
3. Tahun 2008 &#8211; 2010 memerintahkan untuk membuat plang papan nama kesatuan selain huruf latin memakai huruf Sunda Kaganga di Wilayah Kepolisian Priangan 8 Kabupaten kota.<br />
4. Membuat papan-papan peringatan di situs-situs budaya Jabar, agar tidak merusak situs budaya.<br />
5. Membina kampung-kampung adat di wilayah Priangan, yakni kampung adat Naga , Dukuh , Kuta dan lain-lain, dengan mengusahakan subsidi khusus mintak tanah sebagai alat penerangan dan masak.<br />
6. Bersama KH Drajat mendirikan Padepokan dan Museum Pusaka Pasulukan Lokaganda Sasmita di Garut.<br />
7. Tahun 2010 &#8211; 2012 merelokasi , menggali dan membenteng 900 makam kuno Walahir di Kabupaten Tasikmalaya<br />
8. Bekerjasama dengan dosen UNPAD, Dr Elis dan Dr Undang membuat Pedoman Penulisan Aksara Sunda Kaganga serta mengadakan pelatihan aksara bagi Guru SD dan SLTP.<br />
9. Tahun 2009 membuat dan membentuk Marching Band Music Tradisional Sunda di Garut .<br />
10. Tahun 2021 bersama dengan LSM Gagak Lumejang membangun pintu gerbang dan tangga di Petilasan Maqam Pangerang Rakaian Sancang Gunung Nagara Garut .<br />
11. Tahun 2010 membuat pintu besi, CC TV dan sistem pengamanan museum Sumedang Larang .<br />
12. Tahun 2016 membuat sistem pengamanan pusaka di Keraton GOA Sulawesi Selatan.<br />
13. Tahun 2020 membuat dan membangun museum Galunggung berisi tentang benda-benda sejarah dan pusaka di Batu Ampar Galunggung Tasikmalaya .<br />
14. Tahun 2011 mengadakan acara napak tilas sejarah dan budaya warga Sunda di Kalteng ke tempat sejarah dan budaya di Jabar .<br />
15. Mengadakan gelar sawala-sawala budaya sejarah dan budaya di Kota Tasik, Kabupaten Tasik, Garut, Bandung.<br />
16. Secara rutin setiap tanggal 17 Agustus memberikan penghargaan budaya kepada tokoh-tokoh masyarakat Sunda Jabar yang telah berjasa di bidang sejarah, seni dan budaya di Taman Wisata Batu Ampar Tasikmalaya.<br />
17. Mengadakan expedisi membuka situs batu lingkar Cirkle Stone di Desa Jahyang Kabupaten Tasikmalaya.<br />
18. Expedisi dan Eskapasi Batu Pangcalikan dan Batu Candi di Leuwisari Kabupaten Tasik.<br />
19. Membuat dan menerbitkan buku-buku karya pribadinya yang berisi tentang budaya dan sejarah antara lain menguak misteri Kampung Naga, Bahan Ajar Pedoman Aksara Sunda, Budaya Sunda selaras dengan Budaya Kenabian, Master Ledership Kepempimpinan berbasis Budaya.<br />
20. Narasumber Seminar dan YouTube dalam berbagai acara di Jabar dan Banten<br />
21. Masa SLTA sebagai Ketua Teater Epos dan Band Z Song di Kota Tasikmalaya.<br />
22. Sejak SMP sudah aktif di berbagai Paguron Pencak Silat<br />
23. Ketua Sanggar Seni lukis SMA dan pernah juara seni lukis tingkat SLTP Kabupaten Tasikmalaya.</p>
<p>Jejak langkah dan karya kepedulian terhadap budaya, sehingga Abah Anton Charliyan layak mendapat penghargaan sebagai Pelestari Budaya Sri Raka Kalpa Budaya.</p>
<p>Penghargaan bukan karena kepangkatan sebagai seorang jendral atau karena mantan kapolda dua kali , tetapi karena benar-benar memiliki kiprah nyata di bidang sejarah, seni dan budaya.</p>
<p>Kepada wartawan, Anton yang juga mantan Kadiv Humas Polri menyampaikan ucapan terima kasih kepada Prabu Keraton Amarta Bumi dan Majlis Madukara atas kepercayaan yang telah memberikan penghargaan Sriraksa Kalpa Budaya.</p>
<p>Sementara itu melalaui kata sambutan, Pimpinan Madukara mengatakan bahwa anugerah penghargaan tidak sembarangan diberikan, tetapi melalui kajian sangat mendalam, juga merupakan panggilan alam sehingga bisa hadir ke Balai Agung Keraton Amarta Bumi.</p>
<p>Hadir mengikuti acara, Forkompida Kendal dan Kecamatan Sibolali Semarang Jateng , Perwakilan Trah Keraton Solo, Yogyakarta dan Sumenep Madura.</p>
<p>WBN</p>
<p>&nbsp;</p>
<div class='heateorSssClear'></div><div  class='heateor_sss_sharing_container heateor_sss_horizontal_sharing' data-heateor-sss-href='https://warisanbudayanusantara.com/2025/12/30/majelis-madukara-memberikan-penghargaan-sriraksa-kalpa-budaya-kepada-tokoh-sunda-banten-abah-h-anton-charliyan-di-keraton-amartha-bumi/'><div class='heateor_sss_sharing_title' style="font-weight:bold" >Share It.....</div><div class="heateor_sss_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="heateor_sss_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2025%2F12%2F30%2Fmajelis-madukara-memberikan-penghargaan-sriraksa-kalpa-budaya-kepada-tokoh-sunda-banten-abah-h-anton-charliyan-di-keraton-amartha-bumi%2F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#0765FE;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="heateor_sss_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=Abah%20Anton%20Charlyan%20Sabet%20Penghargaan%20dari%20Majelis%20Madukara%20https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2025%2F12%2F30%2Fmajelis-madukara-memberikan-penghargaan-sriraksa-kalpa-budaya-kepada-tokoh-sunda-banten-abah-h-anton-charliyan-di-keraton-amartha-bumi%2F" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#55eb4c;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="heateor_sss_svg_stroke heateor_sss_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="heateor_sss_no_fill heateor_sss_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Twitter" class="heateor_sss_button_twitter" href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Abah%20Anton%20Charlyan%20Sabet%20Penghargaan%20dari%20Majelis%20Madukara&url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2025%2F12%2F30%2Fmajelis-madukara-memberikan-penghargaan-sriraksa-kalpa-budaya-kepada-tokoh-sunda-banten-abah-h-anton-charliyan-di-keraton-amartha-bumi%2F" title="Twitter" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_twitter" style="background-color:#55acee;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-4 -4 39 39"><path d="M28 8.557a9.913 9.913 0 0 1-2.828.775 4.93 4.93 0 0 0 2.166-2.725 9.738 9.738 0 0 1-3.13 1.194 4.92 4.92 0 0 0-3.593-1.55 4.924 4.924 0 0 0-4.794 6.049c-4.09-.21-7.72-2.17-10.15-5.15a4.942 4.942 0 0 0-.665 2.477c0 1.71.87 3.214 2.19 4.1a4.968 4.968 0 0 1-2.23-.616v.06c0 2.39 1.7 4.38 3.952 4.83-.414.115-.85.174-1.297.174-.318 0-.626-.03-.928-.086a4.935 4.935 0 0 0 4.6 3.42 9.893 9.893 0 0 1-6.114 2.107c-.398 0-.79-.023-1.175-.068a13.953 13.953 0 0 0 7.55 2.213c9.056 0 14.01-7.507 14.01-14.013 0-.213-.005-.426-.015-.637.96-.695 1.795-1.56 2.455-2.55z" fill="#fff"></path></svg></span></a><a target="_blank" aria-label="Line" class="heateor_sss_button_line" href="https://social-plugins.line.me/lineit/share?url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2025%2F12%2F30%2Fmajelis-madukara-memberikan-penghargaan-sriraksa-kalpa-budaya-kepada-tokoh-sunda-banten-abah-h-anton-charliyan-di-keraton-amartha-bumi%2F" title="Line" rel="noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_line" style="background-color:#00c300;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 14.304c0-5.37-5.384-9.738-12-9.738S4 8.936 4 14.304c0 4.814 4.27 8.846 10.035 9.608.39.084.923.258 1.058.592.122.303.08.778.04 1.084l-.172 1.028c-.05.303-.24 1.187 1.04.647s6.91-4.07 9.43-6.968c1.737-1.905 2.57-3.842 2.57-5.99zM11.302 17.5H8.918c-.347 0-.63-.283-.63-.63V12.1c0-.346.283-.628.63-.628.348 0 .63.283.63.63v4.14h1.754c.35 0 .63.28.63.628 0 .347-.282.63-.63.63zm2.467-.63c0 .347-.284.628-.63.628-.348 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm5.74 0c0 .27-.175.51-.433.596-.065.02-.132.032-.2.032-.195 0-.384-.094-.502-.25l-2.443-3.33v2.95c0 .35-.282.63-.63.63-.347 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.27.174-.51.43-.597.066-.02.134-.033.2-.033.197 0 .386.094.503.252l2.444 3.328V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm3.855-3.014c.348 0 .63.282.63.63 0 .346-.282.628-.63.628H21.61v1.126h1.755c.348 0 .63.282.63.63 0 .347-.282.628-.63.628H20.98c-.345 0-.628-.282-.628-.63v-4.766c0-.346.283-.628.63-.628h2.384c.348 0 .63.283.63.63 0 .346-.282.628-.63.628h-1.754v1.126h1.754z"/></svg></span></a><a class="heateor_sss_more" aria-label="More" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size: 32px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://warisanbudayanusantara.com/2025/12/30/majelis-madukara-memberikan-penghargaan-sriraksa-kalpa-budaya-kepada-tokoh-sunda-banten-abah-h-anton-charliyan-di-keraton-amartha-bumi/" onclick="event.preventDefault()"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="heateorSssMoreSharingPopup(this, 'https://warisanbudayanusantara.com/2025/12/30/majelis-madukara-memberikan-penghargaan-sriraksa-kalpa-budaya-kepada-tokoh-sunda-banten-abah-h-anton-charliyan-di-keraton-amartha-bumi/', 'Abah%20Anton%20Charlyan%20Sabet%20Penghargaan%20dari%20Majelis%20Madukara', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;border-radius:999px;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div><div class="heateorSssClear"></div></div><div class='heateorSssClear'></div><p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2025/12/30/majelis-madukara-memberikan-penghargaan-sriraksa-kalpa-budaya-kepada-tokoh-sunda-banten-abah-h-anton-charliyan-di-keraton-amartha-bumi/">Abah Anton Charlyan Sabet Penghargaan dari Majelis Madukara</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://warisanbudayanusantara.com/2025/12/30/majelis-madukara-memberikan-penghargaan-sriraksa-kalpa-budaya-kepada-tokoh-sunda-banten-abah-h-anton-charliyan-di-keraton-amartha-bumi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kolaborasi Seni Berokan Hadir dalam Panggung Dahsyat RCTI</title>
		<link>https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/30/kolaborasi-seni-berokan-hadir-dalam-panggung-dahsyat-rcti/</link>
					<comments>https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/30/kolaborasi-seni-berokan-hadir-dalam-panggung-dahsyat-rcti/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hery Susanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Nov 2025 16:41:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SENI]]></category>
		<category><![CDATA[KEBUDAYAAN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://warisanbudayanusantara.com/?p=76442</guid>

					<description><![CDATA[<p>Media Warisan Budaya Nusantara INDRAMAYU. Panggung hiburan yang diinantikan Masyarakat Indranayu dalam acara Dahsyat yang digelar oleh MNC TV RCTI, di Alun Alun Indramayu Sabtu 29/11/2025. Sebuah kesenian Berokan kolaborasi antara Sanggar Sapujogan Desa Kliwed,, Sanggar Gelora Muda Desa Tambi, serta Sanggar Wa A&#8217;ong Dari Terisi, tampil memukau mendampingi Artis Artis papan atas yang dihadirkan ...</p>
<p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/30/kolaborasi-seni-berokan-hadir-dalam-panggung-dahsyat-rcti/">Kolaborasi Seni Berokan Hadir dalam Panggung Dahsyat RCTI</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #ff0000;"><strong>Media Warisan Budaya Nusantara</strong></span></p>
<p>INDRAMAYU. Panggung hiburan yang diinantikan Masyarakat Indranayu dalam acara Dahsyat yang digelar oleh MNC TV RCTI, di Alun Alun Indramayu Sabtu 29/11/2025.</p>
<p>Sebuah kesenian Berokan kolaborasi antara Sanggar Sapujogan Desa Kliwed,, Sanggar Gelora Muda Desa Tambi, serta Sanggar Wa A&#8217;ong Dari Terisi, tampil memukau mendampingi Artis Artis papan atas yang dihadirkan oleh Pihak RCTI.</p>
<p>Kehadiran kesenian kesenian khas daerah Indramayu dalam pagelaran tersebut berkat kepedulian pemerintah Kabupaten Indramayu, dalam upaya melestarikan serta mengenalkan seni tradisi lebih luas,.</p>
<p>Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu, Taufiq Nasution didampingi Evi Ahadiatun Aeni, Selaku Subkor jarahnitra beserta jajarannya beberapa hari sebelum pelaksanaan, mengunjungi sanggar sanggar yang ada di Indramayu bersama team Keratif dari MMC Group, diantaranya yang dikunjungi untuk diinventarisir adalah Sanggar Sapujogan yang berada di Desa Kliwed.</p>
<p>Bang Ay selaku Ketua sanggar Sapujogan mengucapkan banyak terimakasih atas kunjungannya, serta supportnya kepada sanggar kami yang berada di desa, semoga sanggar sanggar yang berada di pinggiran desa yang selama ini tidak pernah dilibatkan dalam event event besar, dibawah kepemimpinan Kepala Bidang Kebudayaan yang baru, bisa mendapatkan penyemangat dalam melestatikan kesenian kesenian khas Indramayu.<br />
(Bang Ay)</p>
<div class='heateorSssClear'></div><div  class='heateor_sss_sharing_container heateor_sss_horizontal_sharing' data-heateor-sss-href='https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/30/kolaborasi-seni-berokan-hadir-dalam-panggung-dahsyat-rcti/'><div class='heateor_sss_sharing_title' style="font-weight:bold" >Share It.....</div><div class="heateor_sss_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="heateor_sss_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2025%2F11%2F30%2Fkolaborasi-seni-berokan-hadir-dalam-panggung-dahsyat-rcti%2F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#0765FE;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="heateor_sss_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=Kolaborasi%20Seni%20Berokan%20Hadir%20dalam%20Panggung%20Dahsyat%20RCTI%20https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2025%2F11%2F30%2Fkolaborasi-seni-berokan-hadir-dalam-panggung-dahsyat-rcti%2F" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#55eb4c;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="heateor_sss_svg_stroke heateor_sss_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="heateor_sss_no_fill heateor_sss_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Twitter" class="heateor_sss_button_twitter" href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Kolaborasi%20Seni%20Berokan%20Hadir%20dalam%20Panggung%20Dahsyat%20RCTI&url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2025%2F11%2F30%2Fkolaborasi-seni-berokan-hadir-dalam-panggung-dahsyat-rcti%2F" title="Twitter" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_twitter" style="background-color:#55acee;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-4 -4 39 39"><path d="M28 8.557a9.913 9.913 0 0 1-2.828.775 4.93 4.93 0 0 0 2.166-2.725 9.738 9.738 0 0 1-3.13 1.194 4.92 4.92 0 0 0-3.593-1.55 4.924 4.924 0 0 0-4.794 6.049c-4.09-.21-7.72-2.17-10.15-5.15a4.942 4.942 0 0 0-.665 2.477c0 1.71.87 3.214 2.19 4.1a4.968 4.968 0 0 1-2.23-.616v.06c0 2.39 1.7 4.38 3.952 4.83-.414.115-.85.174-1.297.174-.318 0-.626-.03-.928-.086a4.935 4.935 0 0 0 4.6 3.42 9.893 9.893 0 0 1-6.114 2.107c-.398 0-.79-.023-1.175-.068a13.953 13.953 0 0 0 7.55 2.213c9.056 0 14.01-7.507 14.01-14.013 0-.213-.005-.426-.015-.637.96-.695 1.795-1.56 2.455-2.55z" fill="#fff"></path></svg></span></a><a target="_blank" aria-label="Line" class="heateor_sss_button_line" href="https://social-plugins.line.me/lineit/share?url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2025%2F11%2F30%2Fkolaborasi-seni-berokan-hadir-dalam-panggung-dahsyat-rcti%2F" title="Line" rel="noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_line" style="background-color:#00c300;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 14.304c0-5.37-5.384-9.738-12-9.738S4 8.936 4 14.304c0 4.814 4.27 8.846 10.035 9.608.39.084.923.258 1.058.592.122.303.08.778.04 1.084l-.172 1.028c-.05.303-.24 1.187 1.04.647s6.91-4.07 9.43-6.968c1.737-1.905 2.57-3.842 2.57-5.99zM11.302 17.5H8.918c-.347 0-.63-.283-.63-.63V12.1c0-.346.283-.628.63-.628.348 0 .63.283.63.63v4.14h1.754c.35 0 .63.28.63.628 0 .347-.282.63-.63.63zm2.467-.63c0 .347-.284.628-.63.628-.348 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm5.74 0c0 .27-.175.51-.433.596-.065.02-.132.032-.2.032-.195 0-.384-.094-.502-.25l-2.443-3.33v2.95c0 .35-.282.63-.63.63-.347 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.27.174-.51.43-.597.066-.02.134-.033.2-.033.197 0 .386.094.503.252l2.444 3.328V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm3.855-3.014c.348 0 .63.282.63.63 0 .346-.282.628-.63.628H21.61v1.126h1.755c.348 0 .63.282.63.63 0 .347-.282.628-.63.628H20.98c-.345 0-.628-.282-.628-.63v-4.766c0-.346.283-.628.63-.628h2.384c.348 0 .63.283.63.63 0 .346-.282.628-.63.628h-1.754v1.126h1.754z"/></svg></span></a><a class="heateor_sss_more" aria-label="More" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size: 32px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/30/kolaborasi-seni-berokan-hadir-dalam-panggung-dahsyat-rcti/" onclick="event.preventDefault()"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="heateorSssMoreSharingPopup(this, 'https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/30/kolaborasi-seni-berokan-hadir-dalam-panggung-dahsyat-rcti/', 'Kolaborasi%20Seni%20Berokan%20Hadir%20dalam%20Panggung%20Dahsyat%20RCTI', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;border-radius:999px;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div><div class="heateorSssClear"></div></div><div class='heateorSssClear'></div><p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/30/kolaborasi-seni-berokan-hadir-dalam-panggung-dahsyat-rcti/">Kolaborasi Seni Berokan Hadir dalam Panggung Dahsyat RCTI</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/30/kolaborasi-seni-berokan-hadir-dalam-panggung-dahsyat-rcti/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Guncang Panggung Budaya Nusantara 2025, Tim Cha-Cha Polres Tolitoli Raih Posisi Runner-Up</title>
		<link>https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/30/guncang-panggung-budaya-nusantara-2025-tim-cha-cha-polres-tolitoli-raih-posisi-runner-up/</link>
					<comments>https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/30/guncang-panggung-budaya-nusantara-2025-tim-cha-cha-polres-tolitoli-raih-posisi-runner-up/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hendra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Nov 2025 13:36:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[KEBUDAYAAN]]></category>
		<category><![CDATA[PEMERINTAH DAERAH]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://warisanbudayanusantara.com/?p=76418</guid>

					<description><![CDATA[<p>WBN&#124;TOLITOLI — Perhelatan akbar Pagelaran Budaya Nusantara Kabupaten Tolitoli tahun 2025 mencapai puncaknya pada Sabtu malam, 29 November, di pusat kota, tepatnya di area ikonik Bundaran Tugu Cengkeh. Dalam salah satu mata acara paling dinantikan, Lomba Kreasi Menari Cha-Cha, Tim Kereasi Tari Cha-Cha Nusantara dari Kepolisian Resor (Polres) Tolitoli berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih ...</p>
<p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/30/guncang-panggung-budaya-nusantara-2025-tim-cha-cha-polres-tolitoli-raih-posisi-runner-up/">Guncang Panggung Budaya Nusantara 2025, Tim Cha-Cha Polres Tolitoli Raih Posisi Runner-Up</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://warisanbudayanusantara.com" target="_blank" rel="noopener">WBN|TOLITOLI</a> — Perhelatan akbar Pagelaran Budaya Nusantara Kabupaten Tolitoli tahun 2025 mencapai puncaknya pada Sabtu malam, 29 November, di pusat kota, tepatnya di area ikonik Bundaran Tugu Cengkeh. Dalam salah satu mata acara paling dinantikan, Lomba Kreasi Menari Cha-Cha, Tim Kereasi Tari Cha-Cha Nusantara dari Kepolisian Resor (Polres) Tolitoli berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih gelar Juara II.</p>
<p>Suasana di lokasi acara dipenuhi energi luar biasa. Ratusan penonton tumpah ruah menyaksikan kompetisi yang menyajikan harmoni antara irama Cha-Cha modern dengan sentuhan kekayaan budaya Nusantara. Sorak sorai dan tepuk tangan meramaikan setiap gerakan, menjadikan malam tersebut benar-benar merayakan seni dan kebersamaan.<br />
Dukungan institusi terhadap pelestarian budaya ini terlihat jelas dengan kehadiran Wakapolres Tolitoli, Kompol Alfius, S.H., di tengah keramaian. Kehadiran beliau tidak hanya sebagai bentuk apresiasi pimpinan terhadap agenda budaya, tetapi juga memberikan motivasi langsung kepada tim perwakilan Polres yang berlaga.</p>
<blockquote>
<h3>
&#8220;Kami sangat bangga melihat semangat dan dedikasi rekan-rekan. Prestasi ini membuktikan bahwa Polres Tolitoli tidak hanya berfokus pada tugas keamanan, tetapi juga aktif dalam mendukung dan memajukan kegiatan seni serta budaya daerah,&#8221; ujar Wakapolres usai penyerahan piala.</h3>
</blockquote>
<p>Penampilan Tim Cha-Cha Polres Tolitoli dinilai memukau dewan juri. Mereka menampilkan koreografi yang kompak, energik, dan kreatif, berhasil memadukan unsur disiplin kepolisian dengan keluwesan tarian. Pencapaian ini menegaskan komitmen tinggi anggota Polres Tolitoli dalam berpartisipasi aktif pada kegiatan kemasyarakatan yang positif.<br />
Dengan diraihnya Juara II ini, Polres Tolitoli sekali lagi menunjukkan peran gandanya sebagai pengayom masyarakat sekaligus motor penggerak semangat kebudayaan dan prestasi di Kabupaten Tolitoli. Ajang Pagelaran Budaya Nusantara ini sukses menjadi wadah ekspresi seni, mempererat tali persaudaraan, dan mengukuhkan citra Kabupaten Tolitoli sebagai daerah yang kaya akan keberagaman.</p>
<p>Syamsu Alam</p>
<div class='heateorSssClear'></div><div  class='heateor_sss_sharing_container heateor_sss_horizontal_sharing' data-heateor-sss-href='https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/30/guncang-panggung-budaya-nusantara-2025-tim-cha-cha-polres-tolitoli-raih-posisi-runner-up/'><div class='heateor_sss_sharing_title' style="font-weight:bold" >Share It.....</div><div class="heateor_sss_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="heateor_sss_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2025%2F11%2F30%2Fguncang-panggung-budaya-nusantara-2025-tim-cha-cha-polres-tolitoli-raih-posisi-runner-up%2F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#0765FE;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="heateor_sss_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=Guncang%20Panggung%20Budaya%20Nusantara%202025%2C%20Tim%20Cha-Cha%20Polres%20Tolitoli%20Raih%20Posisi%20Runner-Up%20https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2025%2F11%2F30%2Fguncang-panggung-budaya-nusantara-2025-tim-cha-cha-polres-tolitoli-raih-posisi-runner-up%2F" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#55eb4c;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="heateor_sss_svg_stroke heateor_sss_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="heateor_sss_no_fill heateor_sss_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Twitter" class="heateor_sss_button_twitter" href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Guncang%20Panggung%20Budaya%20Nusantara%202025%2C%20Tim%20Cha-Cha%20Polres%20Tolitoli%20Raih%20Posisi%20Runner-Up&url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2025%2F11%2F30%2Fguncang-panggung-budaya-nusantara-2025-tim-cha-cha-polres-tolitoli-raih-posisi-runner-up%2F" title="Twitter" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_twitter" style="background-color:#55acee;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-4 -4 39 39"><path d="M28 8.557a9.913 9.913 0 0 1-2.828.775 4.93 4.93 0 0 0 2.166-2.725 9.738 9.738 0 0 1-3.13 1.194 4.92 4.92 0 0 0-3.593-1.55 4.924 4.924 0 0 0-4.794 6.049c-4.09-.21-7.72-2.17-10.15-5.15a4.942 4.942 0 0 0-.665 2.477c0 1.71.87 3.214 2.19 4.1a4.968 4.968 0 0 1-2.23-.616v.06c0 2.39 1.7 4.38 3.952 4.83-.414.115-.85.174-1.297.174-.318 0-.626-.03-.928-.086a4.935 4.935 0 0 0 4.6 3.42 9.893 9.893 0 0 1-6.114 2.107c-.398 0-.79-.023-1.175-.068a13.953 13.953 0 0 0 7.55 2.213c9.056 0 14.01-7.507 14.01-14.013 0-.213-.005-.426-.015-.637.96-.695 1.795-1.56 2.455-2.55z" fill="#fff"></path></svg></span></a><a target="_blank" aria-label="Line" class="heateor_sss_button_line" href="https://social-plugins.line.me/lineit/share?url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2025%2F11%2F30%2Fguncang-panggung-budaya-nusantara-2025-tim-cha-cha-polres-tolitoli-raih-posisi-runner-up%2F" title="Line" rel="noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_line" style="background-color:#00c300;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 14.304c0-5.37-5.384-9.738-12-9.738S4 8.936 4 14.304c0 4.814 4.27 8.846 10.035 9.608.39.084.923.258 1.058.592.122.303.08.778.04 1.084l-.172 1.028c-.05.303-.24 1.187 1.04.647s6.91-4.07 9.43-6.968c1.737-1.905 2.57-3.842 2.57-5.99zM11.302 17.5H8.918c-.347 0-.63-.283-.63-.63V12.1c0-.346.283-.628.63-.628.348 0 .63.283.63.63v4.14h1.754c.35 0 .63.28.63.628 0 .347-.282.63-.63.63zm2.467-.63c0 .347-.284.628-.63.628-.348 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm5.74 0c0 .27-.175.51-.433.596-.065.02-.132.032-.2.032-.195 0-.384-.094-.502-.25l-2.443-3.33v2.95c0 .35-.282.63-.63.63-.347 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.27.174-.51.43-.597.066-.02.134-.033.2-.033.197 0 .386.094.503.252l2.444 3.328V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm3.855-3.014c.348 0 .63.282.63.63 0 .346-.282.628-.63.628H21.61v1.126h1.755c.348 0 .63.282.63.63 0 .347-.282.628-.63.628H20.98c-.345 0-.628-.282-.628-.63v-4.766c0-.346.283-.628.63-.628h2.384c.348 0 .63.283.63.63 0 .346-.282.628-.63.628h-1.754v1.126h1.754z"/></svg></span></a><a class="heateor_sss_more" aria-label="More" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size: 32px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/30/guncang-panggung-budaya-nusantara-2025-tim-cha-cha-polres-tolitoli-raih-posisi-runner-up/" onclick="event.preventDefault()"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="heateorSssMoreSharingPopup(this, 'https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/30/guncang-panggung-budaya-nusantara-2025-tim-cha-cha-polres-tolitoli-raih-posisi-runner-up/', 'Guncang%20Panggung%20Budaya%20Nusantara%202025%2C%20Tim%20Cha-Cha%20Polres%20Tolitoli%20Raih%20Posisi%20Runner-Up', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;border-radius:999px;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div><div class="heateorSssClear"></div></div><div class='heateorSssClear'></div><p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/30/guncang-panggung-budaya-nusantara-2025-tim-cha-cha-polres-tolitoli-raih-posisi-runner-up/">Guncang Panggung Budaya Nusantara 2025, Tim Cha-Cha Polres Tolitoli Raih Posisi Runner-Up</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/30/guncang-panggung-budaya-nusantara-2025-tim-cha-cha-polres-tolitoli-raih-posisi-runner-up/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gelar Budaya Nusantara 2025 Resmi Dibuka di Bundaran Tugu Cengkeh Tolitoli</title>
		<link>https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/29/gelar-budaya-nusantara-2025-resmi-dibuka-di-bundaran-tugu-cengkeh-tolitoli/</link>
					<comments>https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/29/gelar-budaya-nusantara-2025-resmi-dibuka-di-bundaran-tugu-cengkeh-tolitoli/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hendra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2025 00:12:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[KEBUDAYAAN]]></category>
		<category><![CDATA[PEMERINTAH DAERAH]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://warisanbudayanusantara.com/?p=76367</guid>

					<description><![CDATA[<p>WBN&#124;Tolitoli.— Gelar Budaya Nusantara tahun 2025 resmi dibuka pada Jumat sore, 28 November 2025 pukul 15.30 WITA di Bundaran Tugu Cengkeh Tolitoli. Pembukaan berlangsung meriah dengan kehadiran para pejabat daerah, tokoh adat, seniman, dan masyarakat yang memadati area kegiatan. Hadir dalam acara tersebut Komandan Kodim 1305/BT Letkol Inf Aryanto Rolando S.I.P, Komandan Lanal Tolitoli Letkol ...</p>
<p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/29/gelar-budaya-nusantara-2025-resmi-dibuka-di-bundaran-tugu-cengkeh-tolitoli/">Gelar Budaya Nusantara 2025 Resmi Dibuka di Bundaran Tugu Cengkeh Tolitoli</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://warisanbudayanusantara.com" target="_blank">WBN|Tolitoli</a>.— Gelar Budaya Nusantara tahun 2025 resmi dibuka pada Jumat sore, 28 November 2025 pukul 15.30 WITA di Bundaran Tugu Cengkeh Tolitoli. Pembukaan berlangsung meriah dengan kehadiran para pejabat daerah, tokoh adat, seniman, dan masyarakat yang memadati area kegiatan.</p>
<p>Hadir dalam acara tersebut Komandan Kodim 1305/BT Letkol Inf Aryanto Rolando S.I.P, Komandan Lanal Tolitoli Letkol Laut (P) Joko Ariyanto, S.H., M.G.T, serta mewakili Kajari Tolitoli Kepala Seksi PAPBB Pemulihan Aset &#038; Pengelolaan Barang Bukti Hazairin, S.H.</p>
<p>Turut hadir Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Tolitoli bersama sejumlah anggota DPRD, yaitu Risman, S.E., M.M., Dewi Alatas, Ir. Rahmad Ali, Sapruddin Dg. Parebba, dan Ahmadi, serta tokoh adat Tolitoli dan tokoh adat Dondo.</p>
<p>Ketua penyelenggara, Andi Kamal Lembah, S.H., M.Si, membuka kegiatan dengan menyampaikan bahwa pagelaran seni budaya ini merupakan upaya menjaga kekayaan seni lokal sekaligus ruang bagi seniman untuk terus berkarya.</p>
<p>Ia berharap kegiatan ini menjadi agenda berkelanjutan dan dapat memperkuat ketahanan budaya serta kreativitas masyarakat Tolitoli.</p>
<p>Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Faisal Alatas, S.H, juga memberikan sambutan. Ia menegaskan bahwa budaya daerah adalah identitas yang harus terus dirawat di tengah arus modernisasi.</p>
<p>Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Tolitoli mengungkapkan bahwa pelestarian budaya berperan penting dalam mendukung kemajuan pariwisata daerah. Ia berharap kegiatan ini menjadi magnet wisata dan memperluas ruang kreatif bagi pelaku seni.</p>
<p>Bupati Tolitoli, H. Amran H. Yahya, hadir dan memberikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi. Mengawali sambutannya, Bupati menyapa seluruh tamu undangan dengan pantun:</p>
<p>“Mentari sore bersinar terang,<br />
Menyambut para tamu yang datang.<br />
Selamat datang hadirin sekalian,<br />
Semoga acara ini berjalan sukses dan gemilang.”</p>
<p>Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa Gelar Budaya Nusantara dan Lomba Cha-Cha Dero bukan hanya sarana hiburan, tetapi juga momentum memperkuat persatuan dan menjaga identitas budaya daerah.</p>
<p>“Tarian Cha-Cha Dero merupakan simbol kekompakan masyarakat. Gerakannya mengandung nilai kebersamaan yang selama ini menjadi perekat sosial kita,” ujarnya.</p>
<p>Bupati juga menekankan pentingnya memberi ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan mengembangkan seni budaya leluhur agar tetap hidup dan berkelanjutan.</p>
<p>Pantun Penutup Bupati</p>
<p>“Langkah budaya telah kita mulai,<br />
Semangat bersama terasa menyatu.<br />
Mari sukseskan acara ini sampai selesai,<br />
Agar seni dan budaya kita tetap hidup sepanjang waktu.”</p>
<p>Dengan mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim,” Bupati secara resmi membuka Gelar Budaya Nusantara – Lomba Cha-Cha Dero Kabupaten Tolitoli Tahun 2025.</p>
<p>Acara akan berlangsung selama dua hari, 28–29 November 2025, menampilkan berbagai tarian, pertunjukan seni, dan kompetisi Cha-Cha Dero yang diikuti oleh kelompok masyarakat dari berbagai wilayah.</p>
<p>(Syamsu Alam)<br />
Kontributor media WBN</p>
<div class='heateorSssClear'></div><div  class='heateor_sss_sharing_container heateor_sss_horizontal_sharing' data-heateor-sss-href='https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/29/gelar-budaya-nusantara-2025-resmi-dibuka-di-bundaran-tugu-cengkeh-tolitoli/'><div class='heateor_sss_sharing_title' style="font-weight:bold" >Share It.....</div><div class="heateor_sss_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="heateor_sss_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2025%2F11%2F29%2Fgelar-budaya-nusantara-2025-resmi-dibuka-di-bundaran-tugu-cengkeh-tolitoli%2F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#0765FE;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="heateor_sss_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=Gelar%20Budaya%20Nusantara%202025%20Resmi%20Dibuka%20di%20Bundaran%20Tugu%20Cengkeh%20Tolitoli%20https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2025%2F11%2F29%2Fgelar-budaya-nusantara-2025-resmi-dibuka-di-bundaran-tugu-cengkeh-tolitoli%2F" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#55eb4c;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="heateor_sss_svg_stroke heateor_sss_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="heateor_sss_no_fill heateor_sss_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Twitter" class="heateor_sss_button_twitter" href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Gelar%20Budaya%20Nusantara%202025%20Resmi%20Dibuka%20di%20Bundaran%20Tugu%20Cengkeh%20Tolitoli&url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2025%2F11%2F29%2Fgelar-budaya-nusantara-2025-resmi-dibuka-di-bundaran-tugu-cengkeh-tolitoli%2F" title="Twitter" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_twitter" style="background-color:#55acee;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-4 -4 39 39"><path d="M28 8.557a9.913 9.913 0 0 1-2.828.775 4.93 4.93 0 0 0 2.166-2.725 9.738 9.738 0 0 1-3.13 1.194 4.92 4.92 0 0 0-3.593-1.55 4.924 4.924 0 0 0-4.794 6.049c-4.09-.21-7.72-2.17-10.15-5.15a4.942 4.942 0 0 0-.665 2.477c0 1.71.87 3.214 2.19 4.1a4.968 4.968 0 0 1-2.23-.616v.06c0 2.39 1.7 4.38 3.952 4.83-.414.115-.85.174-1.297.174-.318 0-.626-.03-.928-.086a4.935 4.935 0 0 0 4.6 3.42 9.893 9.893 0 0 1-6.114 2.107c-.398 0-.79-.023-1.175-.068a13.953 13.953 0 0 0 7.55 2.213c9.056 0 14.01-7.507 14.01-14.013 0-.213-.005-.426-.015-.637.96-.695 1.795-1.56 2.455-2.55z" fill="#fff"></path></svg></span></a><a target="_blank" aria-label="Line" class="heateor_sss_button_line" href="https://social-plugins.line.me/lineit/share?url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2025%2F11%2F29%2Fgelar-budaya-nusantara-2025-resmi-dibuka-di-bundaran-tugu-cengkeh-tolitoli%2F" title="Line" rel="noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_line" style="background-color:#00c300;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 14.304c0-5.37-5.384-9.738-12-9.738S4 8.936 4 14.304c0 4.814 4.27 8.846 10.035 9.608.39.084.923.258 1.058.592.122.303.08.778.04 1.084l-.172 1.028c-.05.303-.24 1.187 1.04.647s6.91-4.07 9.43-6.968c1.737-1.905 2.57-3.842 2.57-5.99zM11.302 17.5H8.918c-.347 0-.63-.283-.63-.63V12.1c0-.346.283-.628.63-.628.348 0 .63.283.63.63v4.14h1.754c.35 0 .63.28.63.628 0 .347-.282.63-.63.63zm2.467-.63c0 .347-.284.628-.63.628-.348 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm5.74 0c0 .27-.175.51-.433.596-.065.02-.132.032-.2.032-.195 0-.384-.094-.502-.25l-2.443-3.33v2.95c0 .35-.282.63-.63.63-.347 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.27.174-.51.43-.597.066-.02.134-.033.2-.033.197 0 .386.094.503.252l2.444 3.328V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm3.855-3.014c.348 0 .63.282.63.63 0 .346-.282.628-.63.628H21.61v1.126h1.755c.348 0 .63.282.63.63 0 .347-.282.628-.63.628H20.98c-.345 0-.628-.282-.628-.63v-4.766c0-.346.283-.628.63-.628h2.384c.348 0 .63.283.63.63 0 .346-.282.628-.63.628h-1.754v1.126h1.754z"/></svg></span></a><a class="heateor_sss_more" aria-label="More" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size: 32px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/29/gelar-budaya-nusantara-2025-resmi-dibuka-di-bundaran-tugu-cengkeh-tolitoli/" onclick="event.preventDefault()"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="heateorSssMoreSharingPopup(this, 'https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/29/gelar-budaya-nusantara-2025-resmi-dibuka-di-bundaran-tugu-cengkeh-tolitoli/', 'Gelar%20Budaya%20Nusantara%202025%20Resmi%20Dibuka%20di%20Bundaran%20Tugu%20Cengkeh%20Tolitoli', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;border-radius:999px;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div><div class="heateorSssClear"></div></div><div class='heateorSssClear'></div><p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/29/gelar-budaya-nusantara-2025-resmi-dibuka-di-bundaran-tugu-cengkeh-tolitoli/">Gelar Budaya Nusantara 2025 Resmi Dibuka di Bundaran Tugu Cengkeh Tolitoli</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/29/gelar-budaya-nusantara-2025-resmi-dibuka-di-bundaran-tugu-cengkeh-tolitoli/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gn Galunggung sebagai Pusat Peradaban Purbakala, Telaah Historis, Mitologis, dan Geologis</title>
		<link>https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/23/gn-galunggung-sebagai-pusat-peradaban-purbakala-telaah-historis-mitologis-dan-geologis/</link>
					<comments>https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/23/gn-galunggung-sebagai-pusat-peradaban-purbakala-telaah-historis-mitologis-dan-geologis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hendra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Nov 2025 08:55:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KEBUDAYAAN]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Gn Galunggung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://warisanbudayanusantara.com/?p=76202</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh : Dede Farhan Aulawi (Ki Jaka Sunda) Gunung Galunggung, yang terletak di wilayah Priangan, Jawa Barat, telah lama menjadi titik penting dalam lanskap geografis, budaya, dan spiritual masyarakat Sunda. Walaupun secara arkeologis Galunggung belum dikukuhkan sebagai pusat peradaban besar seperti Mesopotamia atau Mohenjo-Daro, banyak indikasi historis, geologis, dan mitologis yang mengarah pada kesimpulan bahwa ...</p>
<p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/23/gn-galunggung-sebagai-pusat-peradaban-purbakala-telaah-historis-mitologis-dan-geologis/">Gn Galunggung sebagai Pusat Peradaban Purbakala, Telaah Historis, Mitologis, dan Geologis</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh : Dede Farhan Aulawi (Ki Jaka Sunda)</strong></p>
<p>Gunung Galunggung, yang terletak di wilayah Priangan, Jawa Barat, telah lama menjadi titik penting dalam lanskap geografis, budaya, dan spiritual masyarakat Sunda. Walaupun secara arkeologis Galunggung belum dikukuhkan sebagai pusat peradaban besar seperti Mesopotamia atau Mohenjo-Daro, banyak indikasi historis, geologis, dan mitologis yang mengarah pada kesimpulan bahwa kawasan ini pernah menjadi ruang interaksi manusia purba yang intens, bahkan mungkin pusat awal perkembangan komunitas Sunda kuno. Tulisan saya ini menelaah kemungkinan tersebut melalui tiga pendekatan utama, yaitu jejak sejarah, kosmologi Sunda, dan konteks geologi purba.</p>
<p>*Jejak Historis dan Arkeologis di Sekitar Galunggung*<br />
Secara historis, kawasan Galunggung masuk dalam wilayah inti perkembangan kerajaan-kerajaan Sunda awal, seperti Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. Meskipun pusat kerajaan tidak berada tepat di lereng Galunggung, daerah ini menjadi ruang ekologi penyangga yang menyediakan sumber air, tanah subur, dan perlindungan alam.</p>
<p>Beberapa poin penting :<br />
a. Jejak Permukiman Purba. Di sekitar Priangan dan Tasikmalaya, ditemukan indikasi struktur batu tegak (menhir) dan batu datar (dolmen), pola hunian tradisional yang mengikuti kontur bukit, situs-situs pemujaan kuno yang merujuk pada penghormatan kepada roh gunung. Pola ini lazim ditemukan di kawasan yang menjadi basis peradaban agraris awal di Nusantara.</p>
<p>b. Peran Galunggung dalam Genealogi Penguasa Sunda. Naskah-naskah kuno seperti Carita Parahyangan dan silsilah raja Sunda menyebut tokoh Rakai Galunggung sebagai salah satu leluhur penting. Munculnya nama &#8220;Galunggung&#8221; sebagai gelar menunjukkan bahwa kawasan ini memiliki nilai politis dan spiritual dalam proses pembentukan legitimasi kekuasaan.</p>
<p>*Galunggung dalam Mitologi Sunda Kuno*<br />
Dalam kosmologi Sunda, gunung bukan hanya fenomena alam, tetapi pusat orientasi peradaban. Konsep kabuyutan (tempat suci leluhur) sering berlokasi di daerah tinggi atau sekitar gunung, karena dianggap sebagai wilayah yang paling dekat dengan alam suci (buana luhur). Galunggung dalam tradisi lokal memegang beberapa posisi penting :</p>
<p>a. Simbol Kesucian dan Keseimbangan. Nama “Galunggung” dalam beberapa tafsir etimologis dikaitkan dengan galung = parit atau pemisah, ggung = tinggi atau agung. Secara simbolis, Galunggung dipandang sebagai benteng alam yang memisahkan dunia profan dari dunia suci leluhur.</p>
<p>b. Mitos Letusan dan Kehancuran Peradaban Lama. Sejumlah cerita rakyat di Tasikmalaya mengisahkan peradaban tua yang hilang akibat murka gunung, pemukiman besar yang tenggelam oleh lahar atau danau purba, dan nenek moyang yang bermigrasi setelah bencana besar. Narasi semacam ini sering menjadi refleksi memori kolektif tentang perubahan alam besar yang mengubah struktur masyarakat purba.</p>
<p>*Dimensi Geologi : Mengapa Gunung Galunggung Mendukung Perkembangan Peradaban Awal?*<br />
Secara geologi, Galunggung merupakan gunung api aktif yang telah meletus berulang kali selama ribuan tahun. Letusan purba, ribuan tahun sebelum letusan besar 1822 dan 1982–83, kemungkinan membentuk lembah subur akibat endapan vulkanik, mata air panas dan dingin yang mendukung kehidupan, dan danau-danau vulkanik purba yang menjadi pusat pemukiman. Dalam arkeologi dunia, daerah vulkanik seperti ini sering menjadi sarang perkembangan peradaban awal, karena tanahnya sangat subur → pertanian berkembang, suhu lebih sejuk → kesehatan masyarakat lebih baik, dan bentuk geografi defensif → melindungi dari serangan luar. Galunggung memiliki semua kondisi tersebut.</p>
<p>*Potensi Galunggung sebagai Pusat Peradaban Purbakala*<br />
Dengan menggabungkan tiga dimensi, yaitu arkeologis, mitologis, dan geologis maka muncul hipotesis bahwa Galunggung :<br />
&#8211;	Pernah menjadi pusat spiritual Sunda Kuno, tempat ritual leluhur dilakukan.<br />
&#8211;	Menjadi lokasi awal permukiman besar, terutama di hilir sungai Ciwulan, Citanduy, dan aliran lain yang bersumber dari Galunggung.<br />
&#8211;	Berperan sebagai katalis pembentukan identitas Sunda, terutama melalui konservasi budaya kabuyutan.<br />
&#8211;	Memiliki jejak peradaban yang mungkin masih tertimbun endapan vulkanik purba, sehingga belum banyak ditemukan artefaknya.<br />
Hipotesis ini tidak berlebihan mengingat banyak pusat peradaban besar dunia ditemukan di dekat gunung berapi, seperti Jepang (Fuji), Italia (Vesuvius), bahkan peradaban Maya di dataran tinggi vulkanik.</p>
<p>*Tantangan Penelitian dan Peluang Masa Depan*<br />
Arkeologi di Galunggung masih minim. Banyak zona masih tertutup hutan, lahar, dan permukiman baru. Tantangan penelitian mencakup keterbatasan ekskavasi skala besar, minimnya dokumentasi sistematis situs megalitik, dan narasi budaya lokal yang belum banyak ditelaah secara ilmiah. Namun peluangnya sangat besar, yaitu potensial mengungkap sejarah awal masyarakat Sunda, membuka gambaran baru peradaban Priangan purba, dan mendukung pengembangan geowisata dan pendidikan sejarah.</p>
<p>Dengan demikian, Galunggung bukan hanya gunung api aktif, tetapi juga titik sentral dalam lanskap peradaban Sunda purbakala. Melalui kombinasi kekayaan geologis, memori mitologis, dan indikasi historis, kawasan ini dapat ditafsirkan sebagai salah satu pusat awal pembentukan budaya dan sosial masyarakat Priangan. Dengan penelitian yang lebih serius dan terintegrasi secara arkeologi, geologi, antropologi, dan filologi maka Galunggung berpeluang mengungkap lapisan-lapisan peradaban yang selama ini tersembunyi di balik lerengnya.</p>
<div class='heateorSssClear'></div><div  class='heateor_sss_sharing_container heateor_sss_horizontal_sharing' data-heateor-sss-href='https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/23/gn-galunggung-sebagai-pusat-peradaban-purbakala-telaah-historis-mitologis-dan-geologis/'><div class='heateor_sss_sharing_title' style="font-weight:bold" >Share It.....</div><div class="heateor_sss_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="heateor_sss_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2025%2F11%2F23%2Fgn-galunggung-sebagai-pusat-peradaban-purbakala-telaah-historis-mitologis-dan-geologis%2F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#0765FE;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="heateor_sss_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=Gn%20Galunggung%20sebagai%20Pusat%20Peradaban%20Purbakala%2C%20Telaah%20Historis%2C%20Mitologis%2C%20dan%20Geologis%20https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2025%2F11%2F23%2Fgn-galunggung-sebagai-pusat-peradaban-purbakala-telaah-historis-mitologis-dan-geologis%2F" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#55eb4c;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="heateor_sss_svg_stroke heateor_sss_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="heateor_sss_no_fill heateor_sss_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Twitter" class="heateor_sss_button_twitter" href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Gn%20Galunggung%20sebagai%20Pusat%20Peradaban%20Purbakala%2C%20Telaah%20Historis%2C%20Mitologis%2C%20dan%20Geologis&url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2025%2F11%2F23%2Fgn-galunggung-sebagai-pusat-peradaban-purbakala-telaah-historis-mitologis-dan-geologis%2F" title="Twitter" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_twitter" style="background-color:#55acee;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-4 -4 39 39"><path d="M28 8.557a9.913 9.913 0 0 1-2.828.775 4.93 4.93 0 0 0 2.166-2.725 9.738 9.738 0 0 1-3.13 1.194 4.92 4.92 0 0 0-3.593-1.55 4.924 4.924 0 0 0-4.794 6.049c-4.09-.21-7.72-2.17-10.15-5.15a4.942 4.942 0 0 0-.665 2.477c0 1.71.87 3.214 2.19 4.1a4.968 4.968 0 0 1-2.23-.616v.06c0 2.39 1.7 4.38 3.952 4.83-.414.115-.85.174-1.297.174-.318 0-.626-.03-.928-.086a4.935 4.935 0 0 0 4.6 3.42 9.893 9.893 0 0 1-6.114 2.107c-.398 0-.79-.023-1.175-.068a13.953 13.953 0 0 0 7.55 2.213c9.056 0 14.01-7.507 14.01-14.013 0-.213-.005-.426-.015-.637.96-.695 1.795-1.56 2.455-2.55z" fill="#fff"></path></svg></span></a><a target="_blank" aria-label="Line" class="heateor_sss_button_line" href="https://social-plugins.line.me/lineit/share?url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2025%2F11%2F23%2Fgn-galunggung-sebagai-pusat-peradaban-purbakala-telaah-historis-mitologis-dan-geologis%2F" title="Line" rel="noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_line" style="background-color:#00c300;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 14.304c0-5.37-5.384-9.738-12-9.738S4 8.936 4 14.304c0 4.814 4.27 8.846 10.035 9.608.39.084.923.258 1.058.592.122.303.08.778.04 1.084l-.172 1.028c-.05.303-.24 1.187 1.04.647s6.91-4.07 9.43-6.968c1.737-1.905 2.57-3.842 2.57-5.99zM11.302 17.5H8.918c-.347 0-.63-.283-.63-.63V12.1c0-.346.283-.628.63-.628.348 0 .63.283.63.63v4.14h1.754c.35 0 .63.28.63.628 0 .347-.282.63-.63.63zm2.467-.63c0 .347-.284.628-.63.628-.348 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm5.74 0c0 .27-.175.51-.433.596-.065.02-.132.032-.2.032-.195 0-.384-.094-.502-.25l-2.443-3.33v2.95c0 .35-.282.63-.63.63-.347 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.27.174-.51.43-.597.066-.02.134-.033.2-.033.197 0 .386.094.503.252l2.444 3.328V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm3.855-3.014c.348 0 .63.282.63.63 0 .346-.282.628-.63.628H21.61v1.126h1.755c.348 0 .63.282.63.63 0 .347-.282.628-.63.628H20.98c-.345 0-.628-.282-.628-.63v-4.766c0-.346.283-.628.63-.628h2.384c.348 0 .63.283.63.63 0 .346-.282.628-.63.628h-1.754v1.126h1.754z"/></svg></span></a><a class="heateor_sss_more" aria-label="More" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size: 32px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/23/gn-galunggung-sebagai-pusat-peradaban-purbakala-telaah-historis-mitologis-dan-geologis/" onclick="event.preventDefault()"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="heateorSssMoreSharingPopup(this, 'https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/23/gn-galunggung-sebagai-pusat-peradaban-purbakala-telaah-historis-mitologis-dan-geologis/', 'Gn%20Galunggung%20sebagai%20Pusat%20Peradaban%20Purbakala%2C%20Telaah%20Historis%2C%20Mitologis%2C%20dan%20Geologis', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;border-radius:999px;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div><div class="heateorSssClear"></div></div><div class='heateorSssClear'></div><p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/23/gn-galunggung-sebagai-pusat-peradaban-purbakala-telaah-historis-mitologis-dan-geologis/">Gn Galunggung sebagai Pusat Peradaban Purbakala, Telaah Historis, Mitologis, dan Geologis</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/23/gn-galunggung-sebagai-pusat-peradaban-purbakala-telaah-historis-mitologis-dan-geologis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Abah Anton Charliyan: Wagub Jabar H. Erwan Setiawan mendukung keberadaan dewan kebudayaan jabar</title>
		<link>https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/19/abah-anton-charliyan-wagub-jabar-h-erwan-setiawan-mendukung-keberadaan-dewan-kebudayaan-jabar/</link>
					<comments>https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/19/abah-anton-charliyan-wagub-jabar-h-erwan-setiawan-mendukung-keberadaan-dewan-kebudayaan-jabar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hendra]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2025 01:24:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[TOKOH]]></category>
		<category><![CDATA[KEBUDAYAAN]]></category>
		<category><![CDATA[PEMERINTAH DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[Abah Anton Charliyan]]></category>
		<category><![CDATA[Jabar]]></category>
		<category><![CDATA[kebudayaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://warisanbudayanusantara.com/?p=76023</guid>

					<description><![CDATA[<p>WBN&#124;BANDUNG-Pertemuan akrab antara tim inti calon pengurus Dewan Kebudayaan Jawa Barat dengan Wakil Gubernur H. Erwan Setiawan di Bandung menjadi momen bersejarah bagi pelestarian seni dan budaya Sunda. Rombongan yang dipimpin oleh Abah Anton Charliyan, mantan Kapolda Jawa Barat, datang dengan semangat kolaborasi dan rasa persaudaraan yang tinggi. Ratusan ide dan inisiatif berputar di dalam ...</p>
<p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/19/abah-anton-charliyan-wagub-jabar-h-erwan-setiawan-mendukung-keberadaan-dewan-kebudayaan-jabar/">Abah Anton Charliyan: Wagub Jabar H. Erwan Setiawan mendukung keberadaan dewan kebudayaan jabar</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://warisanbudayanusantara.com" target="_blank" rel="noopener">WBN|BANDUNG</a>-Pertemuan akrab antara tim inti calon pengurus Dewan Kebudayaan Jawa Barat dengan Wakil Gubernur H. Erwan Setiawan di Bandung menjadi momen bersejarah bagi pelestarian seni dan budaya Sunda. Rombongan yang dipimpin oleh Abah Anton Charliyan, mantan Kapolda Jawa Barat, datang dengan semangat kolaborasi dan rasa persaudaraan yang tinggi. Ratusan ide dan inisiatif berputar di dalam suasana hangat dan kekeluargaan tersebut, setiap individu dari Dewan Kebudayaan membawa semangat dan dedikasi untuk mendukung pelestarian budaya di Tatar Sunda. Pertengahan Oktober yang lalu.</p>
<p>Abah Anton menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada Wakil Gubernur yang bersedia menerima silaturahmi tersebut. Ia menegaskan komitmennya untuk membuka pintu kepada semua elemen budaya, menjalin kerja sama yang erat dengan pemerintah daerah. Konsep Kurikulum tentang Panca Waluya yang tengah disusun, mencerminkan upaya serius untuk menanamkan nilai-nilai budaya Sunda kepada generasi muda di seluruh tingkat pendidikan. Hal ini menciptakan benang merah antara upaya pendidikan dan pelestarian budaya yang menyatu.</p>
<p>Wakil Gubernur Erwan Setiawan mengungkapkan dukungan penuh terhadap visi dan misi Dewan Kebudayaan Jawa Barat. Ia berharap keberadaan dewan ini mampu menyatukan semua tokoh budaya dan cabang seni yang beragam di wilayah Jawa Barat. Dengan dukungan pemerintah, diharapkan nantinya Dewan Kebudayaan dapat menjadi rumah bagi semua elemen budaya, menciptakan sinergi yang harmonis dan memperkuat identitas budaya Sunda. Penekanan pada pendidikan nilai-nilai budaya sejak dini, menjadi kunci dalam menjaga agar generasi mendatang tetap terhubung dengan warisan budaya mereka.</p>
<p>Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, penting untuk tidak hanya menghasilkan wacana, tetapi melaksanakan programAbah Anton Charliyan: Wagub Jabar H. Erwan Setiawan mendukung keberadaan dewan kebudayaan jabar</p>
<p>Pertemuan akrab antara tim inti calon pengurus Dewan Kebudayaan Jawa Barat dengan Wakil Gubernur H. Erwan Setiawan di Bandung menjadi momen bersejarah bagi pelestarian seni dan budaya Sunda. Rombongan yang dipimpin oleh Abah Anton Charliyan, mantan Kapolda Jawa Barat, datang dengan semangat kolaborasi dan rasa persaudaraan yang tinggi. Ratusan ide dan inisiatif berputar di dalam suasana hangat dan kekeluargaan tersebut, setiap individu dari Dewan Kebudayaan membawa semangat dan dedikasi untuk mendukung pelestarian budaya di Tatar Sunda.</p>
<p>Abah Anton menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada Wakil Gubernur yang bersedia menerima silaturahmi tersebut. Ia menegaskan komitmennya untuk membuka pintu kepada semua elemen budaya, menjalin kerja sama yang erat dengan pemerintah daerah. Konsep Kurikulum tentang Panca Waluya yang tengah disusun, mencerminkan upaya serius untuk menanamkan nilai-nilai budaya Sunda kepada generasi muda di seluruh tingkat pendidikan. Hal ini menciptakan benang merah antara upaya pendidikan dan pelestarian budaya yang menyatu.</p>
<p>Wakil Gubernur Erwan Setiawan mengungkapkan dukungan penuh terhadap visi dan misi Dewan Kebudayaan Jawa Barat. Ia berharap keberadaan dewan ini mampu menyatukan semua tokoh budaya dan cabang seni yang beragam di wilayah Jawa Barat. Dengan dukungan pemerintah, diharapkan nantinya Dewan Kebudayaan dapat menjadi rumah bagi semua elemen budaya, menciptakan sinergi yang harmonis dan memperkuat identitas budaya Sunda. Penekanan pada pendidikan nilai-nilai budaya sejak dini, menjadi kunci dalam menjaga agar generasi mendatang tetap terhubung dengan warisan budaya mereka.</p>
<p>Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, penting untuk tidak hanya menghasilkan wacana, tetapi melaksanakan program nyata yang membawa dampak langsung kepada masyarakat. Budaya Sunda harus hidup dalam setiap aspek kehidupan masyarakat. Dengan harapan dapat melahirkan generasi yang bangga akan identitas budayanya, Dewan Kebudayaan Jawa Barat akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, bekerja sama untuk mendorong inovasi dalam pelestarian seni dan budaya.</p>
<p>Akhirnya, momen silaturahmi ini bukan hanya sekedar pertemuan, tetapi sebuah langkah nyata menuju pemajuan seni dan budaya Sunda yang lebih kuat. Dukungan dari pemerintah dan berbagai pihak menunjukkan keseriusan untuk tidak hanya meneruskan nilai-nilai yang ada, tetapi juga menggali potensi baru untuk masa depan budaya Jawa Barat yang lebih berkualitas.(RED**)</p>
<div class='heateorSssClear'></div><div  class='heateor_sss_sharing_container heateor_sss_horizontal_sharing' data-heateor-sss-href='https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/19/abah-anton-charliyan-wagub-jabar-h-erwan-setiawan-mendukung-keberadaan-dewan-kebudayaan-jabar/'><div class='heateor_sss_sharing_title' style="font-weight:bold" >Share It.....</div><div class="heateor_sss_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="heateor_sss_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2025%2F11%2F19%2Fabah-anton-charliyan-wagub-jabar-h-erwan-setiawan-mendukung-keberadaan-dewan-kebudayaan-jabar%2F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#0765FE;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="heateor_sss_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=Abah%20Anton%20Charliyan%3A%20Wagub%20Jabar%20H.%20Erwan%20Setiawan%20mendukung%20keberadaan%20dewan%20kebudayaan%20jabar%20https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2025%2F11%2F19%2Fabah-anton-charliyan-wagub-jabar-h-erwan-setiawan-mendukung-keberadaan-dewan-kebudayaan-jabar%2F" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#55eb4c;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="heateor_sss_svg_stroke heateor_sss_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="heateor_sss_no_fill heateor_sss_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Twitter" class="heateor_sss_button_twitter" href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Abah%20Anton%20Charliyan%3A%20Wagub%20Jabar%20H.%20Erwan%20Setiawan%20mendukung%20keberadaan%20dewan%20kebudayaan%20jabar&url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2025%2F11%2F19%2Fabah-anton-charliyan-wagub-jabar-h-erwan-setiawan-mendukung-keberadaan-dewan-kebudayaan-jabar%2F" title="Twitter" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_twitter" style="background-color:#55acee;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-4 -4 39 39"><path d="M28 8.557a9.913 9.913 0 0 1-2.828.775 4.93 4.93 0 0 0 2.166-2.725 9.738 9.738 0 0 1-3.13 1.194 4.92 4.92 0 0 0-3.593-1.55 4.924 4.924 0 0 0-4.794 6.049c-4.09-.21-7.72-2.17-10.15-5.15a4.942 4.942 0 0 0-.665 2.477c0 1.71.87 3.214 2.19 4.1a4.968 4.968 0 0 1-2.23-.616v.06c0 2.39 1.7 4.38 3.952 4.83-.414.115-.85.174-1.297.174-.318 0-.626-.03-.928-.086a4.935 4.935 0 0 0 4.6 3.42 9.893 9.893 0 0 1-6.114 2.107c-.398 0-.79-.023-1.175-.068a13.953 13.953 0 0 0 7.55 2.213c9.056 0 14.01-7.507 14.01-14.013 0-.213-.005-.426-.015-.637.96-.695 1.795-1.56 2.455-2.55z" fill="#fff"></path></svg></span></a><a target="_blank" aria-label="Line" class="heateor_sss_button_line" href="https://social-plugins.line.me/lineit/share?url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2025%2F11%2F19%2Fabah-anton-charliyan-wagub-jabar-h-erwan-setiawan-mendukung-keberadaan-dewan-kebudayaan-jabar%2F" title="Line" rel="noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_line" style="background-color:#00c300;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 14.304c0-5.37-5.384-9.738-12-9.738S4 8.936 4 14.304c0 4.814 4.27 8.846 10.035 9.608.39.084.923.258 1.058.592.122.303.08.778.04 1.084l-.172 1.028c-.05.303-.24 1.187 1.04.647s6.91-4.07 9.43-6.968c1.737-1.905 2.57-3.842 2.57-5.99zM11.302 17.5H8.918c-.347 0-.63-.283-.63-.63V12.1c0-.346.283-.628.63-.628.348 0 .63.283.63.63v4.14h1.754c.35 0 .63.28.63.628 0 .347-.282.63-.63.63zm2.467-.63c0 .347-.284.628-.63.628-.348 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm5.74 0c0 .27-.175.51-.433.596-.065.02-.132.032-.2.032-.195 0-.384-.094-.502-.25l-2.443-3.33v2.95c0 .35-.282.63-.63.63-.347 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.27.174-.51.43-.597.066-.02.134-.033.2-.033.197 0 .386.094.503.252l2.444 3.328V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm3.855-3.014c.348 0 .63.282.63.63 0 .346-.282.628-.63.628H21.61v1.126h1.755c.348 0 .63.282.63.63 0 .347-.282.628-.63.628H20.98c-.345 0-.628-.282-.628-.63v-4.766c0-.346.283-.628.63-.628h2.384c.348 0 .63.283.63.63 0 .346-.282.628-.63.628h-1.754v1.126h1.754z"/></svg></span></a><a class="heateor_sss_more" aria-label="More" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size: 32px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/19/abah-anton-charliyan-wagub-jabar-h-erwan-setiawan-mendukung-keberadaan-dewan-kebudayaan-jabar/" onclick="event.preventDefault()"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="heateorSssMoreSharingPopup(this, 'https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/19/abah-anton-charliyan-wagub-jabar-h-erwan-setiawan-mendukung-keberadaan-dewan-kebudayaan-jabar/', 'Abah%20Anton%20Charliyan%3A%20Wagub%20Jabar%20H.%20Erwan%20Setiawan%20mendukung%20keberadaan%20dewan%20kebudayaan%20jabar', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;border-radius:999px;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div><div class="heateorSssClear"></div></div><div class='heateorSssClear'></div><p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/19/abah-anton-charliyan-wagub-jabar-h-erwan-setiawan-mendukung-keberadaan-dewan-kebudayaan-jabar/">Abah Anton Charliyan: Wagub Jabar H. Erwan Setiawan mendukung keberadaan dewan kebudayaan jabar</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://warisanbudayanusantara.com/2025/11/19/abah-anton-charliyan-wagub-jabar-h-erwan-setiawan-mendukung-keberadaan-dewan-kebudayaan-jabar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
