<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:series="https://publishpress.com/"
	>

<channel>
	<title>KEBUDAYAAN Archives - Warisan Budaya Nusantara.com</title>
	<atom:link href="https://warisanbudayanusantara.com/category/kebudayaan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://warisanbudayanusantara.com/category/kebudayaan/</link>
	<description>Tajam dalam Fakta</description>
	<lastBuildDate>Sat, 20 Jun 2026 02:49:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://warisanbudayanusantara.com/wp-content/uploads/2022/12/cropped-cropped-LOGO-WBN-32x32.png</url>
	<title>KEBUDAYAAN Archives - Warisan Budaya Nusantara.com</title>
	<link>https://warisanbudayanusantara.com/category/kebudayaan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Abah Anton Kunjungi Kampung Adat Kuta: Warga Harapkan Solusi Air Bersih dan Penguatan Lembaga Adat</title>
		<link>https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/20/abah-anton-kunjungi-kampung-adat-kuta-warga-harapkan-solusi-air-bersih-dan-penguatan-lembaga-adat/</link>
					<comments>https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/20/abah-anton-kunjungi-kampung-adat-kuta-warga-harapkan-solusi-air-bersih-dan-penguatan-lembaga-adat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hendra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 02:49:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[ADAT]]></category>
		<category><![CDATA[PEMERINTAH DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[KEBUDAYAAN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://warisanbudayanusantara.com/?p=80107</guid>

					<description><![CDATA[<p>Media WBN&#124;CIAMIS – Kampung Adat Kuta, salah satu warisan budaya Sunda yang masih mempertahankan tradisi leluhur secara ketat, ternyata masih menghadapi berbagai persoalan mendasar. Selain kesulitan mendapatkan pasokan air yang memadai, masyarakat adat juga belum memiliki tanah ulayat bersama serta sejumlah fasilitas adat yang menjadi kebutuhan penting bagi keberlangsungan kehidupan sosial dan budaya mereka. Hal ...</p>
<p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/20/abah-anton-kunjungi-kampung-adat-kuta-warga-harapkan-solusi-air-bersih-dan-penguatan-lembaga-adat/">Abah Anton Kunjungi Kampung Adat Kuta: Warga Harapkan Solusi Air Bersih dan Penguatan Lembaga Adat</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://warisanbudayanusantara.com" target="_blank">Media WBN|CIAMIS</a> – Kampung Adat Kuta, salah satu warisan budaya Sunda yang masih mempertahankan tradisi leluhur secara ketat, ternyata masih menghadapi berbagai persoalan mendasar. Selain kesulitan mendapatkan pasokan air yang memadai, masyarakat adat juga belum memiliki tanah ulayat bersama serta sejumlah fasilitas adat yang menjadi kebutuhan penting bagi keberlangsungan kehidupan sosial dan budaya mereka.</p>
<p>Hal tersebut terungkap saat Ketua Umum Majelis Adat Sunda Jawa Barat, Irjen Pol (Purn) Dr. H. Anton Charliyan atau yang akrab disapa Abah Anton, melakukan kunjungan silaturahmi dan survei lapangan ke Kampung Adat Kuta, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, Kamis (18/6/2026).</p>
<p>Dalam kunjungan tersebut, Abah Anton didampingi Kang Aip, Kang Epi Lo Ciamis, dan staf pendamping Kang Dindin Mauludin. Rombongan diterima langsung oleh Tetua Adat Ki Warja, Wakil Tetua Adat Abah Udin, Sekretaris Adat Firman, serta Ketua DKM Abah Didi.</p>
<p>Menurut para sesepuh adat, nama &#8220;Kuta&#8221; diyakini berasal dari kata &#8220;Mahkota&#8221;. Berdasarkan cerita turun-temurun, wilayah ini merupakan cikal bakal lokasi yang pernah direncanakan menjadi pusat Keraton Galuh pada masa Prabu Ki Ajar Sukaresi sekitar abad ke-10.</p>
<p>Saat ini Kampung Adat Kuta dihuni sekitar 97 kepala keluarga yang seluruhnya beragama Islam. Kampung ini berada di wilayah paling timur Jawa Barat yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Tengah. Luas kawasan adat mencapai sekitar 185 hektare, dengan 31 hektare di antaranya merupakan Leuweung Tutupan atau hutan larangan yang dijaga secara ketat.</p>
<p>Namun, di tengah kekayaan budaya dan alam yang dimiliki, masyarakat masih menghadapi kesulitan besar dalam sektor pengairan. Pertanian yang sebagian besar berupa sawah tadah hujan dan lahan huma belum dapat dikelola secara optimal karena keterbatasan sumber air. Bahkan saat musim kemarau, warga kerap mengalami kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi dan memasak.</p>
<p>Meski demikian, masyarakat tetap mampu menghasilkan gula aren dan gula semut berkualitas tinggi secara tradisional. Produksi bahkan meningkat setelah mendapatkan pendampingan teknis dari Willy, yang disebut sebagai salah satu tenaga pendamping program pemberdayaan ekonomi masyarakat.</p>
<p>Selain persoalan air, kondisi infrastruktur juga menjadi perhatian. Sebagian ruas jalan menuju Kampung Adat Kuta masih mengalami kerusakan, terutama jalur dari arah Kawali. Sementara itu, jalan di dalam kawasan kampung sepanjang sekitar 1,3 kilometer juga membutuhkan perbaikan serius.</p>
<p>Kampung Adat Kuta dikenal sebagai &#8220;Kampung Sarebu Pamali&#8221; karena masih memegang teguh berbagai aturan adat. Beberapa di antaranya adalah larangan memakamkan jenazah di dalam kawasan kampung adat, larangan membangun rumah berbahan semen, larangan mengenakan pakaian hitam saat memasuki hutan larangan, serta sejumlah aturan adat lainnya yang masih dijalankan hingga kini.</p>
<p>Masyarakat juga rutin melaksanakan berbagai upacara adat tahunan, seperti Hajat Suguhan setiap 5 Safar, Hajat Bumi pada 1 Muharam, dan Hajat Babarit sebagai tradisi tolak bala.<br />
Dari hasil dialog bersama tokoh adat dan warga, terdapat lima persoalan utama yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah.</p>
<p>Pertama, belum adanya legalitas tanah ulayat yang dapat dikelola bersama oleh masyarakat adat. Kedua, keterbatasan sarana pengairan yang menghambat produktivitas pertanian. Ketiga, kerusakan jalan di kawasan kampung adat sepanjang sekitar 1.300 meter. Keempat, belum tersedianya berbagai fasilitas adat seperti Bale Ageung, surau, leuit (lumbung padi), rumah pusaka, gerbang adat, serta perlunya revitalisasi Monumen Kalpataru. Kelima, perlunya program penghijauan dan penguatan ekonomi berbasis tanaman produktif seperti aren, kirai, kopi, pala, durian, kelapa, dan berbagai tanaman hortikultura bernilai ekonomi tinggi.<br />
Masyarakat Adat Kuta berharap aspirasi tersebut dapat menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Ciamis, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta Kementerian Kebudayaan.</p>
<p>Di akhir kunjungannya, Abah Anton menyampaikan harapan warga agar Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), dapat berkunjung langsung ke Kampung Adat Kuta. Menurut warga, hingga saat ini kampung adat tersebut belum pernah menerima kunjungan resmi dari gubernur Jawa Barat sejak masa kepemimpinan gubernur-gubernur sebelumnya.<br />
&#8220;Kami berharap Pak Gubernur KDM dapat datang langsung melihat kondisi masyarakat dan potensi besar Kampung Adat Kuta, sehingga berbagai kebutuhan yang ada dapat segera mendapat perhatian,&#8221; ujar Abah Anton menutup (RED)</p>
<div class='heateorSssClear'></div><div  class='heateor_sss_sharing_container heateor_sss_horizontal_sharing' data-heateor-sss-href='https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/20/abah-anton-kunjungi-kampung-adat-kuta-warga-harapkan-solusi-air-bersih-dan-penguatan-lembaga-adat/'><div class='heateor_sss_sharing_title' style="font-weight:bold" >Share It.....</div><div class="heateor_sss_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="heateor_sss_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F06%2F20%2Fabah-anton-kunjungi-kampung-adat-kuta-warga-harapkan-solusi-air-bersih-dan-penguatan-lembaga-adat%2F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#0765FE;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="heateor_sss_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=Abah%20Anton%20Kunjungi%20Kampung%20Adat%20Kuta%3A%20Warga%20Harapkan%20Solusi%20Air%20Bersih%20dan%20Penguatan%20Lembaga%20Adat%20https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F06%2F20%2Fabah-anton-kunjungi-kampung-adat-kuta-warga-harapkan-solusi-air-bersih-dan-penguatan-lembaga-adat%2F" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#55eb4c;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="heateor_sss_svg_stroke heateor_sss_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="heateor_sss_no_fill heateor_sss_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Twitter" class="heateor_sss_button_twitter" href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Abah%20Anton%20Kunjungi%20Kampung%20Adat%20Kuta%3A%20Warga%20Harapkan%20Solusi%20Air%20Bersih%20dan%20Penguatan%20Lembaga%20Adat&url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F06%2F20%2Fabah-anton-kunjungi-kampung-adat-kuta-warga-harapkan-solusi-air-bersih-dan-penguatan-lembaga-adat%2F" title="Twitter" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_twitter" style="background-color:#55acee;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-4 -4 39 39"><path d="M28 8.557a9.913 9.913 0 0 1-2.828.775 4.93 4.93 0 0 0 2.166-2.725 9.738 9.738 0 0 1-3.13 1.194 4.92 4.92 0 0 0-3.593-1.55 4.924 4.924 0 0 0-4.794 6.049c-4.09-.21-7.72-2.17-10.15-5.15a4.942 4.942 0 0 0-.665 2.477c0 1.71.87 3.214 2.19 4.1a4.968 4.968 0 0 1-2.23-.616v.06c0 2.39 1.7 4.38 3.952 4.83-.414.115-.85.174-1.297.174-.318 0-.626-.03-.928-.086a4.935 4.935 0 0 0 4.6 3.42 9.893 9.893 0 0 1-6.114 2.107c-.398 0-.79-.023-1.175-.068a13.953 13.953 0 0 0 7.55 2.213c9.056 0 14.01-7.507 14.01-14.013 0-.213-.005-.426-.015-.637.96-.695 1.795-1.56 2.455-2.55z" fill="#fff"></path></svg></span></a><a target="_blank" aria-label="Line" class="heateor_sss_button_line" href="https://social-plugins.line.me/lineit/share?url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F06%2F20%2Fabah-anton-kunjungi-kampung-adat-kuta-warga-harapkan-solusi-air-bersih-dan-penguatan-lembaga-adat%2F" title="Line" rel="noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_line" style="background-color:#00c300;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 14.304c0-5.37-5.384-9.738-12-9.738S4 8.936 4 14.304c0 4.814 4.27 8.846 10.035 9.608.39.084.923.258 1.058.592.122.303.08.778.04 1.084l-.172 1.028c-.05.303-.24 1.187 1.04.647s6.91-4.07 9.43-6.968c1.737-1.905 2.57-3.842 2.57-5.99zM11.302 17.5H8.918c-.347 0-.63-.283-.63-.63V12.1c0-.346.283-.628.63-.628.348 0 .63.283.63.63v4.14h1.754c.35 0 .63.28.63.628 0 .347-.282.63-.63.63zm2.467-.63c0 .347-.284.628-.63.628-.348 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm5.74 0c0 .27-.175.51-.433.596-.065.02-.132.032-.2.032-.195 0-.384-.094-.502-.25l-2.443-3.33v2.95c0 .35-.282.63-.63.63-.347 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.27.174-.51.43-.597.066-.02.134-.033.2-.033.197 0 .386.094.503.252l2.444 3.328V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm3.855-3.014c.348 0 .63.282.63.63 0 .346-.282.628-.63.628H21.61v1.126h1.755c.348 0 .63.282.63.63 0 .347-.282.628-.63.628H20.98c-.345 0-.628-.282-.628-.63v-4.766c0-.346.283-.628.63-.628h2.384c.348 0 .63.283.63.63 0 .346-.282.628-.63.628h-1.754v1.126h1.754z"/></svg></span></a><a class="heateor_sss_more" aria-label="More" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size: 32px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/20/abah-anton-kunjungi-kampung-adat-kuta-warga-harapkan-solusi-air-bersih-dan-penguatan-lembaga-adat/" onclick="event.preventDefault()"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="heateorSssMoreSharingPopup(this, 'https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/20/abah-anton-kunjungi-kampung-adat-kuta-warga-harapkan-solusi-air-bersih-dan-penguatan-lembaga-adat/', 'Abah%20Anton%20Kunjungi%20Kampung%20Adat%20Kuta%3A%20Warga%20Harapkan%20Solusi%20Air%20Bersih%20dan%20Penguatan%20Lembaga%20Adat', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;border-radius:999px;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div><div class="heateorSssClear"></div></div><div class='heateorSssClear'></div><p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/20/abah-anton-kunjungi-kampung-adat-kuta-warga-harapkan-solusi-air-bersih-dan-penguatan-lembaga-adat/">Abah Anton Kunjungi Kampung Adat Kuta: Warga Harapkan Solusi Air Bersih dan Penguatan Lembaga Adat</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/20/abah-anton-kunjungi-kampung-adat-kuta-warga-harapkan-solusi-air-bersih-dan-penguatan-lembaga-adat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wae Rebo Menaklukkan Dunia</title>
		<link>https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/17/wae-rebo-menaklukkan-dunia/</link>
					<comments>https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/17/wae-rebo-menaklukkan-dunia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hendra]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 15:46:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KEBUDAYAAN]]></category>
		<category><![CDATA[ADAT]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Wae rebo]]></category>
		<category><![CDATA[Manggarai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://warisanbudayanusantara.com/?p=80088</guid>

					<description><![CDATA[<p>MANGGARAI, WBN -– Di tengah pesatnya perkembangan dunia modern yang dipenuhi gedung pencakar langit, teknologi canggih, dan kota-kota metropolitan yang gemerlap, sebuah kampung adat sederhana di pegunungan Flores justru berhasil mencuri perhatian dunia. Kampung itu bernama Wae Rebo, sebuah desa adat yang tersembunyi di ketinggian Pegunungan Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Indonesia ...</p>
<p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/17/wae-rebo-menaklukkan-dunia/">Wae Rebo Menaklukkan Dunia</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MANGGARAI, WBN</strong> -– Di tengah pesatnya perkembangan dunia modern yang dipenuhi gedung pencakar langit, teknologi canggih, dan kota-kota metropolitan yang gemerlap, sebuah kampung adat sederhana di pegunungan Flores justru berhasil mencuri perhatian dunia.</p>
<p>Kampung itu bernama Wae Rebo, sebuah desa adat yang tersembunyi di ketinggian Pegunungan Manggarai, Nusa Tenggara Timur.</p>
<p>Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Indonesia di sektor pariwisata internasional. Desa Adat Wae Rebo secara resmi dinobatkan sebagai desa tercantik nomor dua di dunia dalam daftar bergengsi &#8220;World&#8217;s Most Beautiful Small Towns 2024&#8221; yang dirilis oleh media perjalanan internasional ternama, Time Out.</p>
<p>Pengakuan tersebut bukan hanya sebuah penghargaan biasa. Ini merupakan pengakuan dunia terhadap kekayaan budaya, keindahan alam, serta kearifan lokal Indonesia yang mampu bersaing dengan destinasi-destinasi terbaik dari berbagai belahan dunia.</p>
<p>Di saat banyak negara berlomba membangun objek wisata modern bernilai miliaran dolar, Wae Rebo justru memikat dunia melalui kesederhanaannya.</p>
<p>Sebuah desa kecil.</p>
<p>Sebuah budaya tua.</p>
<p>Sebuah warisan leluhur.</p>
<p>Namun mampu membuat dunia berdecak kagum.</p>
<p><strong>Surga di Atas Awan Flores</strong></p>
<p>Wae Rebo bukanlah destinasi wisata yang dapat dicapai dengan mudah. Letaknya berada di Desa Satar Lenda, Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.</p>
<p>Untuk mencapai desa ini, wisatawan harus menempuh perjalanan darat yang cukup panjang sebelum melanjutkan trekking selama beberapa jam melewati hutan tropis yang masih alami.</p>
<p>Namun justru di situlah letak keistimewaannya.</p>
<p>Perjalanan menuju Wae Rebo bukan sekadar perjalanan wisata.</p>
<p>Ia adalah sebuah petualangan.</p>
<p>Ia adalah sebuah proses.</p>
<p>Ia adalah pengalaman yang perlahan mengajarkan manusia untuk kembali menghargai alam.</p>
<p>Ketika langkah terakhir mencapai puncak perbukitan dan hamparan lembah terbuka di hadapan mata, para pengunjung akan disambut pemandangan yang sulit dilupakan sepanjang hidup.</p>
<p>Tujuh rumah adat berbentuk kerucut berdiri megah di tengah padang rumput hijau.</p>
<p>Kabut tipis menari di antara pegunungan.</p>
<p>Udara segar memenuhi paru-paru. Langit biru berpadu dengan hijaunya alam Manggarai. Tak heran jika banyak wisatawan menyebut Wae Rebo sebagai &#8220;Surga di Atas Awan.&#8221;</p>
<p>Mbaru Niang, Mahakarya Arsitektur Nusantara</p>
<p>Daya tarik utama Wae Rebo adalah rumah adat khas yang disebut Mbaru Niang.</p>
<p>Rumah berbentuk kerucut raksasa ini menjadi simbol identitas masyarakat adat Manggarai yang telah diwariskan turun-temurun selama ratusan tahun.</p>
<p>Dari kejauhan, Mbaru Niang tampak sederhana.</p>
<p>Namun ketika memasuki bangunannya, wisatawan akan menyadari bahwa rumah tersebut merupakan karya arsitektur tradisional yang luar biasa.</p>
<p>Dibangun tanpa teknologi modern, rumah-rumah ini mampu bertahan menghadapi perubahan cuaca pegunungan yang ekstrem.</p>
<p>Setiap bagian bangunan memiliki filosofi mendalam yang mencerminkan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.</p>
<p>Di era modern ketika banyak budaya lokal mulai tergerus zaman, masyarakat Wae Rebo tetap mempertahankan warisan leluhur mereka dengan penuh kebanggaan.</p>
<p>Mereka menjaga tradisi bukan karena terpaksa.</p>
<p>Mereka menjaganya karena memahami bahwa identitas adalah kekuatan.</p>
<p>Ketika Dunia Belajar dari Wae Rebo</p>
<p>Pengakuan internasional terhadap Wae Rebo sesungguhnya membawa pesan penting bagi dunia. Bahwa kemajuan tidak selalu berarti meninggalkan budaya.</p>
<p>Bahwa modernisasi tidak harus menghapus tradisi. Dan bahwa warisan leluhur dapat menjadi sumber kesejahteraan jika dijaga dengan baik.</p>
<p>Wae Rebo menjadi contoh nyata bagaimana masyarakat adat mampu hidup berdampingan dengan perkembangan pariwisata tanpa kehilangan jati dirinya.</p>
<p>Di desa ini, wisatawan tidak hanya datang untuk berfoto.</p>
<p>Mereka datang untuk belajar. Belajar menghormati budaya. Belajar hidup sederhana. Belajar menghargai alam. Belajar memahami bahwa kebahagiaan tidak selalu diukur dari kemewahan.</p>
<p><strong>Kebanggaan NTT</strong></p>
<p>Predikat desa tercantik nomor dua di dunia tentu menjadi kebanggaan besar bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.</p>
<p>Selama ini Flores telah dikenal dunia melalui Taman Nasional Komodo yang mendunia.</p>
<p>Kini Wae Rebo hadir memperkuat posisi Flores sebagai salah satu destinasi wisata terbaik di Indonesia bahkan dunia.</p>
<p>Pengakuan tersebut sekaligus membuktikan bahwa NTT memiliki potensi wisata yang luar biasa besar.</p>
<p>Dari pantai-pantai eksotis, bukit-bukit savana yang menawan, kekayaan budaya yang unik hingga masyarakat yang ramah dan bersahaja.</p>
<p>Semuanya menjadikan NTT sebagai permata pariwisata Indonesia yang semakin bersinar di mata dunia.</p>
<p>Saatnya Indonesia Berbangga, keberhasilan Wae Rebo bukan hanya kemenangan masyarakat Manggarai. Bukan hanya kemenangan Nusa Tenggara Timur. Melainkan kemenangan seluruh rakyat Indonesia.</p>
<p>Ini adalah bukti bahwa kekayaan budaya Nusantara mampu berdiri sejajar dengan destinasi terbaik dunia.</p>
<p>Bahwa desa kecil di pegunungan Flores mampu membuat dunia menoleh. Bahwa Indonesia memiliki lebih banyak keajaiban daripada yang selama ini diketahui banyak orang.</p>
<p>Mengapa Anda Harus Mengunjungi Wae Rebo?</p>
<p>Karena tidak semua tempat di dunia mampu membuat Anda berhenti sejenak dan mengagumi kehidupan.</p>
<p>Karena tidak semua destinasi wisata menawarkan pengalaman yang menyentuh hati.</p>
<p>Karena tidak semua perjalanan mampu mengubah cara pandang seseorang terhadap alam dan budaya.</p>
<p>Datanglah ke Wae Rebo.</p>
<p>Rasakan udara pegunungannya. Nikmati kehangatan masyarakat adatnya. Saksikan keindahan Mbaru Niang secara langsung. Dengarkan suara alam yang menenangkan.</p>
<p>Dan biarkan diri Anda memahami mengapa dunia menempatkan desa ini sebagai salah satu desa tercantik di muka bumi.</p>
<p>Wae Rebo bukan sekadar destinasi wisata. Ia adalah wajah Indonesia yang sesungguhnya. Sederhana, indah, ramah, dan penuh makna.</p>
<p>Ketika dunia mencari keindahan, mereka menemukannya di pegunungan Flores.</p>
<p>Dan ketika dunia berbicara tentang desa tercantik, nama Wae Rebo kini berdiri dengan bangga di antara yang terbaik di planet ini.</p>
<p>Asis DN<br />
Kontributor WBN SUMBA</p>
<p>Editor visual: ndra</p>
<div class='heateorSssClear'></div><div  class='heateor_sss_sharing_container heateor_sss_horizontal_sharing' data-heateor-sss-href='https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/17/wae-rebo-menaklukkan-dunia/'><div class='heateor_sss_sharing_title' style="font-weight:bold" >Share It.....</div><div class="heateor_sss_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="heateor_sss_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F06%2F17%2Fwae-rebo-menaklukkan-dunia%2F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#0765FE;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="heateor_sss_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=Wae%20Rebo%20Menaklukkan%20Dunia%20https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F06%2F17%2Fwae-rebo-menaklukkan-dunia%2F" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#55eb4c;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="heateor_sss_svg_stroke heateor_sss_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="heateor_sss_no_fill heateor_sss_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Twitter" class="heateor_sss_button_twitter" href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Wae%20Rebo%20Menaklukkan%20Dunia&url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F06%2F17%2Fwae-rebo-menaklukkan-dunia%2F" title="Twitter" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_twitter" style="background-color:#55acee;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-4 -4 39 39"><path d="M28 8.557a9.913 9.913 0 0 1-2.828.775 4.93 4.93 0 0 0 2.166-2.725 9.738 9.738 0 0 1-3.13 1.194 4.92 4.92 0 0 0-3.593-1.55 4.924 4.924 0 0 0-4.794 6.049c-4.09-.21-7.72-2.17-10.15-5.15a4.942 4.942 0 0 0-.665 2.477c0 1.71.87 3.214 2.19 4.1a4.968 4.968 0 0 1-2.23-.616v.06c0 2.39 1.7 4.38 3.952 4.83-.414.115-.85.174-1.297.174-.318 0-.626-.03-.928-.086a4.935 4.935 0 0 0 4.6 3.42 9.893 9.893 0 0 1-6.114 2.107c-.398 0-.79-.023-1.175-.068a13.953 13.953 0 0 0 7.55 2.213c9.056 0 14.01-7.507 14.01-14.013 0-.213-.005-.426-.015-.637.96-.695 1.795-1.56 2.455-2.55z" fill="#fff"></path></svg></span></a><a target="_blank" aria-label="Line" class="heateor_sss_button_line" href="https://social-plugins.line.me/lineit/share?url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F06%2F17%2Fwae-rebo-menaklukkan-dunia%2F" title="Line" rel="noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_line" style="background-color:#00c300;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 14.304c0-5.37-5.384-9.738-12-9.738S4 8.936 4 14.304c0 4.814 4.27 8.846 10.035 9.608.39.084.923.258 1.058.592.122.303.08.778.04 1.084l-.172 1.028c-.05.303-.24 1.187 1.04.647s6.91-4.07 9.43-6.968c1.737-1.905 2.57-3.842 2.57-5.99zM11.302 17.5H8.918c-.347 0-.63-.283-.63-.63V12.1c0-.346.283-.628.63-.628.348 0 .63.283.63.63v4.14h1.754c.35 0 .63.28.63.628 0 .347-.282.63-.63.63zm2.467-.63c0 .347-.284.628-.63.628-.348 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm5.74 0c0 .27-.175.51-.433.596-.065.02-.132.032-.2.032-.195 0-.384-.094-.502-.25l-2.443-3.33v2.95c0 .35-.282.63-.63.63-.347 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.27.174-.51.43-.597.066-.02.134-.033.2-.033.197 0 .386.094.503.252l2.444 3.328V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm3.855-3.014c.348 0 .63.282.63.63 0 .346-.282.628-.63.628H21.61v1.126h1.755c.348 0 .63.282.63.63 0 .347-.282.628-.63.628H20.98c-.345 0-.628-.282-.628-.63v-4.766c0-.346.283-.628.63-.628h2.384c.348 0 .63.283.63.63 0 .346-.282.628-.63.628h-1.754v1.126h1.754z"/></svg></span></a><a class="heateor_sss_more" aria-label="More" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size: 32px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/17/wae-rebo-menaklukkan-dunia/" onclick="event.preventDefault()"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="heateorSssMoreSharingPopup(this, 'https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/17/wae-rebo-menaklukkan-dunia/', 'Wae%20Rebo%20Menaklukkan%20Dunia', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;border-radius:999px;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div><div class="heateorSssClear"></div></div><div class='heateorSssClear'></div><p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/17/wae-rebo-menaklukkan-dunia/">Wae Rebo Menaklukkan Dunia</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/17/wae-rebo-menaklukkan-dunia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Harmoni Waisak di Kotagede: Kolaborasi Jawa-Bali Warnai Penjemasan Pusaka Rumah Pesik</title>
		<link>https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/01/harmoni-waisak-di-kotagede-kolaborasi-jawa-bali-warnai-penjemasan-pusaka-rumah-pesik/</link>
					<comments>https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/01/harmoni-waisak-di-kotagede-kolaborasi-jawa-bali-warnai-penjemasan-pusaka-rumah-pesik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hendra]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2026 07:30:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KEBUDAYAAN]]></category>
		<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://warisanbudayanusantara.com/?p=79823</guid>

					<description><![CDATA[<p>Media WBN&#124;Yogyakarta – Suasana sakral menyelimuti halaman Museum Rumah Pesik Art and Heritage Hotel, Kotagede, Yogyakarta, Ribuan pusaka bersejarah dijemas dalam prosesi adat yang dipimpin langsung oleh Penglingsir Puri Agung Singaraja (Puri Gede Buleleng) Bali, Anak Agung Ngurah Ugrasena. Sabtu (31/5/2026). Prosesi penjemasan yang bertepatan dengan Hari Waisak ini memadukan kekayaan budaya Jawa dan Bali. ...</p>
<p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/01/harmoni-waisak-di-kotagede-kolaborasi-jawa-bali-warnai-penjemasan-pusaka-rumah-pesik/">Harmoni Waisak di Kotagede: Kolaborasi Jawa-Bali Warnai Penjemasan Pusaka Rumah Pesik</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://warisanbudayanusantara.com" target="_blank" rel="noopener">Media WBN|Yogyakarta</a> – Suasana sakral menyelimuti halaman Museum Rumah Pesik Art and Heritage Hotel, Kotagede, Yogyakarta, Ribuan pusaka bersejarah dijemas dalam prosesi adat yang dipimpin langsung oleh Penglingsir Puri Agung Singaraja (Puri Gede Buleleng) Bali, Anak Agung Ngurah Ugrasena. Sabtu (31/5/2026).</p>
<p>Prosesi penjemasan yang bertepatan dengan Hari Waisak ini memadukan kekayaan budaya Jawa dan Bali. Anak Agung Ngurah Ugrasena memimpin jalannya ritual dengan khidmat, didampingi oleh Bapak Tugiono dari Sholawatan Kejawenan selaku pemandu prosesi adat Jawa. Kolaborasi ini menciptakan atmosfer spiritual yang kuat dan magis.</p>
<p>Pemilik Rumah Pesik Art &amp; Heritage Hotel, Rudy J. Pesik, menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran tokoh adat Bali tersebut.<br />
&#8220;Kami berterima kasih kepada Bapak Anak Agung Ngurah Ugrasena yang berkenan memimpin ritual ini. Kehadiran beliau memberikan nilai spiritual dan historis yang sangat dalam bagi koleksi pusaka kami,&#8221; ujar Rudy.<br />
Acara tahunan ini juga menarik perhatian para wisatawan asing yang sedang menginap. Mereka menyaksikan seluruh rangkaian ritual dengan penuh kagum. Manajemen hotel menjelaskan bahwa prosesi ini merupakan agenda langka yang hanya digelar sekali dalam setahun.</p>
<p>&#8220;Ini kesempatan langka bagi tamu untuk menyaksikan ritual adat yang autentik. Kami tetap mengimbau para tamu untuk ikut menjaga kesakralan acara,&#8221; tulis pihak manajemen dalam keterangan resminya.</p>
<p>Melalui agenda ini, Rumah Pesik tidak hanya merawat benda bersejarah, tetapi juga memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi wisata warisan budaya (heritage) kelas dunia.</p>
<p>(Ershad Salam)<br />
Editor: Hendra</p>
<div class='heateorSssClear'></div><div  class='heateor_sss_sharing_container heateor_sss_horizontal_sharing' data-heateor-sss-href='https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/01/harmoni-waisak-di-kotagede-kolaborasi-jawa-bali-warnai-penjemasan-pusaka-rumah-pesik/'><div class='heateor_sss_sharing_title' style="font-weight:bold" >Share It.....</div><div class="heateor_sss_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="heateor_sss_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F06%2F01%2Fharmoni-waisak-di-kotagede-kolaborasi-jawa-bali-warnai-penjemasan-pusaka-rumah-pesik%2F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#0765FE;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="heateor_sss_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=Harmoni%20Waisak%20di%20Kotagede%3A%20Kolaborasi%20Jawa-Bali%20Warnai%20Penjemasan%20Pusaka%20Rumah%20Pesik%20https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F06%2F01%2Fharmoni-waisak-di-kotagede-kolaborasi-jawa-bali-warnai-penjemasan-pusaka-rumah-pesik%2F" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#55eb4c;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="heateor_sss_svg_stroke heateor_sss_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="heateor_sss_no_fill heateor_sss_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Twitter" class="heateor_sss_button_twitter" href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Harmoni%20Waisak%20di%20Kotagede%3A%20Kolaborasi%20Jawa-Bali%20Warnai%20Penjemasan%20Pusaka%20Rumah%20Pesik&url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F06%2F01%2Fharmoni-waisak-di-kotagede-kolaborasi-jawa-bali-warnai-penjemasan-pusaka-rumah-pesik%2F" title="Twitter" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_twitter" style="background-color:#55acee;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-4 -4 39 39"><path d="M28 8.557a9.913 9.913 0 0 1-2.828.775 4.93 4.93 0 0 0 2.166-2.725 9.738 9.738 0 0 1-3.13 1.194 4.92 4.92 0 0 0-3.593-1.55 4.924 4.924 0 0 0-4.794 6.049c-4.09-.21-7.72-2.17-10.15-5.15a4.942 4.942 0 0 0-.665 2.477c0 1.71.87 3.214 2.19 4.1a4.968 4.968 0 0 1-2.23-.616v.06c0 2.39 1.7 4.38 3.952 4.83-.414.115-.85.174-1.297.174-.318 0-.626-.03-.928-.086a4.935 4.935 0 0 0 4.6 3.42 9.893 9.893 0 0 1-6.114 2.107c-.398 0-.79-.023-1.175-.068a13.953 13.953 0 0 0 7.55 2.213c9.056 0 14.01-7.507 14.01-14.013 0-.213-.005-.426-.015-.637.96-.695 1.795-1.56 2.455-2.55z" fill="#fff"></path></svg></span></a><a target="_blank" aria-label="Line" class="heateor_sss_button_line" href="https://social-plugins.line.me/lineit/share?url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F06%2F01%2Fharmoni-waisak-di-kotagede-kolaborasi-jawa-bali-warnai-penjemasan-pusaka-rumah-pesik%2F" title="Line" rel="noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_line" style="background-color:#00c300;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 14.304c0-5.37-5.384-9.738-12-9.738S4 8.936 4 14.304c0 4.814 4.27 8.846 10.035 9.608.39.084.923.258 1.058.592.122.303.08.778.04 1.084l-.172 1.028c-.05.303-.24 1.187 1.04.647s6.91-4.07 9.43-6.968c1.737-1.905 2.57-3.842 2.57-5.99zM11.302 17.5H8.918c-.347 0-.63-.283-.63-.63V12.1c0-.346.283-.628.63-.628.348 0 .63.283.63.63v4.14h1.754c.35 0 .63.28.63.628 0 .347-.282.63-.63.63zm2.467-.63c0 .347-.284.628-.63.628-.348 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm5.74 0c0 .27-.175.51-.433.596-.065.02-.132.032-.2.032-.195 0-.384-.094-.502-.25l-2.443-3.33v2.95c0 .35-.282.63-.63.63-.347 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.27.174-.51.43-.597.066-.02.134-.033.2-.033.197 0 .386.094.503.252l2.444 3.328V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm3.855-3.014c.348 0 .63.282.63.63 0 .346-.282.628-.63.628H21.61v1.126h1.755c.348 0 .63.282.63.63 0 .347-.282.628-.63.628H20.98c-.345 0-.628-.282-.628-.63v-4.766c0-.346.283-.628.63-.628h2.384c.348 0 .63.283.63.63 0 .346-.282.628-.63.628h-1.754v1.126h1.754z"/></svg></span></a><a class="heateor_sss_more" aria-label="More" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size: 32px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/01/harmoni-waisak-di-kotagede-kolaborasi-jawa-bali-warnai-penjemasan-pusaka-rumah-pesik/" onclick="event.preventDefault()"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="heateorSssMoreSharingPopup(this, 'https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/01/harmoni-waisak-di-kotagede-kolaborasi-jawa-bali-warnai-penjemasan-pusaka-rumah-pesik/', 'Harmoni%20Waisak%20di%20Kotagede%3A%20Kolaborasi%20Jawa-Bali%20Warnai%20Penjemasan%20Pusaka%20Rumah%20Pesik', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;border-radius:999px;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div><div class="heateorSssClear"></div></div><div class='heateorSssClear'></div><p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/01/harmoni-waisak-di-kotagede-kolaborasi-jawa-bali-warnai-penjemasan-pusaka-rumah-pesik/">Harmoni Waisak di Kotagede: Kolaborasi Jawa-Bali Warnai Penjemasan Pusaka Rumah Pesik</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/01/harmoni-waisak-di-kotagede-kolaborasi-jawa-bali-warnai-penjemasan-pusaka-rumah-pesik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pimpin Silaturahmi di Denpasar, Abah Anton Fokus Revitalisasi Kampung Adat</title>
		<link>https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/24/pimpin-silaturahmi-di-denpasar-abah-anton-fokus-revitalisasi-kampung-adat/</link>
					<comments>https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/24/pimpin-silaturahmi-di-denpasar-abah-anton-fokus-revitalisasi-kampung-adat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hendra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 May 2026 07:56:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KEBUDAYAAN]]></category>
		<category><![CDATA[ORGANISASI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://warisanbudayanusantara.com/?p=79621</guid>

					<description><![CDATA[<p>MEDIA WBN&#124;DENPASAR – Ketua Umum Majelis Adat Sunda (Masda) Jawa Barat, Irjen Pol (Purn) Dr. Drs. H. Anton Charliyan, M.P.Kn., yang akrab disapa Abah Anton Charly, menggelar silaturahmi dengan perwakilan komunitas masyarakat Sunda di Bali. Pertemuan yang dimotori oleh Badan Musyawarah (Bamus) Sunda Bali ini berlangsung santai di Asa Cafe, Denpasar, Jumat (22/5/2026). Dalam kunjungan ...</p>
<p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/24/pimpin-silaturahmi-di-denpasar-abah-anton-fokus-revitalisasi-kampung-adat/">Pimpin Silaturahmi di Denpasar, Abah Anton Fokus Revitalisasi Kampung Adat</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://warisanbudayanusantara.com" target="_blank" rel="noopener">MEDIA WBN|DENPASAR</a> – Ketua Umum Majelis Adat Sunda (Masda) Jawa Barat, Irjen Pol (Purn) Dr. Drs. H. Anton Charliyan, M.P.Kn., yang akrab disapa Abah Anton Charly, menggelar silaturahmi dengan perwakilan komunitas masyarakat Sunda di Bali. Pertemuan yang dimotori oleh Badan Musyawarah (Bamus) Sunda Bali ini berlangsung santai di Asa Cafe, Denpasar, Jumat (22/5/2026).</p>
<p>Dalam kunjungan tersebut, Abah Anton didampingi oleh tim Rancage Pusat, yaitu Ida Pandita Agung Nata Siliwangi, S.H., dan Dr. Humardani, S.H., M.H. Pertemuan ini menjadi ruang dialog untuk menyerap berbagai aspirasi warga Sunda di perantauan.</p>
<p>Ketua Bamus Sunda Bali, Kang Agus, mengungkapkan bahwa organisasi yang dipimpinnya telah berjalan selama lebih dari 15 tahun. Meski demikian, mereka tetap membutuhkan sosok pengayom yang berkelanjutan langsung dari pusat tanah Sunda di Bandung.</p>
<p>&#8220;Kami memerlukan pembimbing atau batur pakumaha (tempat berkeluh kesah) langsung dari pusat. Kami juga berharap ada komunikasi dua arah yang intens antara Bandung dengan saudara-saudara di perantauan, baik di seluruh Indonesia maupun luar negeri,&#8221; ujar Kang Agus.</p>
<p>Aspirasi lain datang dari Kang Asep yang menyampaikan kendala klasik di perantauan. Ia berharap adanya bantuan fasilitas kebudayaan seperti alat kesenian Sunda hingga pakaian adat pangsi untuk melestarikan budaya di Bali.</p>
<p>Menanggapi hal tersebut, Ida Pandita dan Dr. Humardani menekankan pentingnya persatuan. Mereka menyoroti salah satu kelemahan yang kerap muncul, yaitu sifat ego sektoral atau suka aing-aingan (egois). Menurut mereka, kehadiran Majelis Adat Sunda yang mengantongi SK langsung dari Gubernur Jawa Barat diharapkan mampu menjadi wadah tepat untuk menyatukan seluruh warga Sunda.</p>
<p>Sementara itu, Abah Anton Charly menjelaskan bahwa tugas utama Masda Jabar berfokus pada pelestarian adat dan tradisi yang hidup di kampung-kampung adat. Salah satu program utamanya adalah merevitalisasi kampung adat agar menjadi contoh nyata masyarakat yang mampu bertahan di era modern, bahkan unggul dalam ketahanan pangan.</p>
<p>Abah Anton juga mengingatkan agar seluruh komunitas menekan ego masing-masing demi mewujudkan impian bersama, yaitu masyarakat Sunda yang solid.</p>
<p>&#8220;Mari kita simpan ego diri dan komunitas masing-masing. Semoga kehadiran MASDA bisa menjadi solusi untuk mengikat dan menyatukan semua warga Sunda di mana pun berada, baik di Nusantara maupun mancanegara. Saatnya Sunda Ngahiji, Sunda Ngajajar, Sabobot Sapihaneun, Sarengkak Saigelan,&#8221; pungkas Abah Anton.</p>
<p>(RED-WBN)</p>
<div class='heateorSssClear'></div><div  class='heateor_sss_sharing_container heateor_sss_horizontal_sharing' data-heateor-sss-href='https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/24/pimpin-silaturahmi-di-denpasar-abah-anton-fokus-revitalisasi-kampung-adat/'><div class='heateor_sss_sharing_title' style="font-weight:bold" >Share It.....</div><div class="heateor_sss_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="heateor_sss_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F05%2F24%2Fpimpin-silaturahmi-di-denpasar-abah-anton-fokus-revitalisasi-kampung-adat%2F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#0765FE;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="heateor_sss_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=Pimpin%20Silaturahmi%20di%20Denpasar%2C%20Abah%20Anton%20Fokus%20Revitalisasi%20Kampung%20Adat%20https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F05%2F24%2Fpimpin-silaturahmi-di-denpasar-abah-anton-fokus-revitalisasi-kampung-adat%2F" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#55eb4c;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="heateor_sss_svg_stroke heateor_sss_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="heateor_sss_no_fill heateor_sss_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Twitter" class="heateor_sss_button_twitter" href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Pimpin%20Silaturahmi%20di%20Denpasar%2C%20Abah%20Anton%20Fokus%20Revitalisasi%20Kampung%20Adat&url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F05%2F24%2Fpimpin-silaturahmi-di-denpasar-abah-anton-fokus-revitalisasi-kampung-adat%2F" title="Twitter" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_twitter" style="background-color:#55acee;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-4 -4 39 39"><path d="M28 8.557a9.913 9.913 0 0 1-2.828.775 4.93 4.93 0 0 0 2.166-2.725 9.738 9.738 0 0 1-3.13 1.194 4.92 4.92 0 0 0-3.593-1.55 4.924 4.924 0 0 0-4.794 6.049c-4.09-.21-7.72-2.17-10.15-5.15a4.942 4.942 0 0 0-.665 2.477c0 1.71.87 3.214 2.19 4.1a4.968 4.968 0 0 1-2.23-.616v.06c0 2.39 1.7 4.38 3.952 4.83-.414.115-.85.174-1.297.174-.318 0-.626-.03-.928-.086a4.935 4.935 0 0 0 4.6 3.42 9.893 9.893 0 0 1-6.114 2.107c-.398 0-.79-.023-1.175-.068a13.953 13.953 0 0 0 7.55 2.213c9.056 0 14.01-7.507 14.01-14.013 0-.213-.005-.426-.015-.637.96-.695 1.795-1.56 2.455-2.55z" fill="#fff"></path></svg></span></a><a target="_blank" aria-label="Line" class="heateor_sss_button_line" href="https://social-plugins.line.me/lineit/share?url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F05%2F24%2Fpimpin-silaturahmi-di-denpasar-abah-anton-fokus-revitalisasi-kampung-adat%2F" title="Line" rel="noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_line" style="background-color:#00c300;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 14.304c0-5.37-5.384-9.738-12-9.738S4 8.936 4 14.304c0 4.814 4.27 8.846 10.035 9.608.39.084.923.258 1.058.592.122.303.08.778.04 1.084l-.172 1.028c-.05.303-.24 1.187 1.04.647s6.91-4.07 9.43-6.968c1.737-1.905 2.57-3.842 2.57-5.99zM11.302 17.5H8.918c-.347 0-.63-.283-.63-.63V12.1c0-.346.283-.628.63-.628.348 0 .63.283.63.63v4.14h1.754c.35 0 .63.28.63.628 0 .347-.282.63-.63.63zm2.467-.63c0 .347-.284.628-.63.628-.348 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm5.74 0c0 .27-.175.51-.433.596-.065.02-.132.032-.2.032-.195 0-.384-.094-.502-.25l-2.443-3.33v2.95c0 .35-.282.63-.63.63-.347 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.27.174-.51.43-.597.066-.02.134-.033.2-.033.197 0 .386.094.503.252l2.444 3.328V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm3.855-3.014c.348 0 .63.282.63.63 0 .346-.282.628-.63.628H21.61v1.126h1.755c.348 0 .63.282.63.63 0 .347-.282.628-.63.628H20.98c-.345 0-.628-.282-.628-.63v-4.766c0-.346.283-.628.63-.628h2.384c.348 0 .63.283.63.63 0 .346-.282.628-.63.628h-1.754v1.126h1.754z"/></svg></span></a><a class="heateor_sss_more" aria-label="More" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size: 32px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/24/pimpin-silaturahmi-di-denpasar-abah-anton-fokus-revitalisasi-kampung-adat/" onclick="event.preventDefault()"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="heateorSssMoreSharingPopup(this, 'https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/24/pimpin-silaturahmi-di-denpasar-abah-anton-fokus-revitalisasi-kampung-adat/', 'Pimpin%20Silaturahmi%20di%20Denpasar%2C%20Abah%20Anton%20Fokus%20Revitalisasi%20Kampung%20Adat', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;border-radius:999px;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div><div class="heateorSssClear"></div></div><div class='heateorSssClear'></div><p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/24/pimpin-silaturahmi-di-denpasar-abah-anton-fokus-revitalisasi-kampung-adat/">Pimpin Silaturahmi di Denpasar, Abah Anton Fokus Revitalisasi Kampung Adat</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/24/pimpin-silaturahmi-di-denpasar-abah-anton-fokus-revitalisasi-kampung-adat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8220;Pertarungan Marapu di Sumba Timur: Merawat Tradisi, Menepis Malu Generasi Muda&#8221;</title>
		<link>https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/23/pertarungan-marapu-di-sumba-timur-merawat-tradisi-menepis-malu-generasi-muda/</link>
					<comments>https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/23/pertarungan-marapu-di-sumba-timur-merawat-tradisi-menepis-malu-generasi-muda/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hendra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 May 2026 13:26:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KEBUDAYAAN]]></category>
		<category><![CDATA[PEMERINTAH DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Sumba timur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://warisanbudayanusantara.com/?p=79615</guid>

					<description><![CDATA[<p>MEDIA WBN&#124;WAINGAPU — Di tengah derasnya arus modernisasi, ketika generasi muda semakin akrab dengan budaya digital ketimbang kisah leluhur mereka sendiri, satu pertanyaan besar mulai menggema di tanah Sumba: apakah Marapu akan tetap hidup, atau perlahan tinggal menjadi simbol tanpa jiwa? Pertanyaan itu seakan dijawab tegas oleh Bupati Umbu Lili Pekuwali saat menghadiri kegiatan Pengukuhan ...</p>
<p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/23/pertarungan-marapu-di-sumba-timur-merawat-tradisi-menepis-malu-generasi-muda/">&#8220;Pertarungan Marapu di Sumba Timur: Merawat Tradisi, Menepis Malu Generasi Muda&#8221;</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://warisanbudayanusantara.com" target="_blank" rel="noopener">MEDIA WBN|WAINGAPU</a> — Di tengah derasnya arus modernisasi, ketika generasi muda semakin akrab dengan budaya digital ketimbang kisah leluhur mereka sendiri, satu pertanyaan besar mulai menggema di tanah Sumba: apakah Marapu akan tetap hidup, atau perlahan tinggal menjadi simbol tanpa jiwa?</p>
<p>Pertanyaan itu seakan dijawab tegas oleh Bupati Umbu Lili Pekuwali saat menghadiri kegiatan Pengukuhan dan Penguatan Badan Pengurus Marapu Kabupaten Sumba Timur di Kampung Raja Prailiu, Sabtu (23/05/2026).</p>
<p>Di hadapan tokoh adat, rato, pemuka kepercayaan Marapu hingga unsur pemerintah daerah, Umbu Lili tidak sekadar memberi sambutan seremonial. Ia mengirim pesan keras: budaya Sumba sedang berada di persimpangan.</p>
<blockquote><p><strong>“Marapu bukan sekadar warisan masa lalu. Ini identitas, akar moral, dan jiwa masyarakat Sumba Timur,” tegasnya.</strong></p></blockquote>
<p>Pernyataan itu terasa penting. Sebab realitas di lapangan menunjukkan bahwa tradisi leluhur perlahan menghadapi tekanan besar. Bukan hanya dari globalisasi, tetapi juga dari perubahan gaya hidup masyarakat sendiri.</p>
<p>Di banyak kampung adat di Sumba Timur, generasi muda mulai menjauh dari ritual adat, bahasa ibu semakin jarang digunakan, sementara nilai-nilai kebersamaan perlahan digantikan pola hidup individualistis. Ironisnya, budaya Sumba justru lebih sering dipromosikan sebagai objek wisata dibanding diwariskan sebagai nilai hidup.</p>
<p>Marapu selama ini bukan hanya sistem kepercayaan. Ia adalah fondasi sosial masyarakat Sumba. Dari tata cara kelahiran, perkawinan, pembagian tanah, hingga penghormatan kepada leluhur, semua bertumpu pada filosofi Marapu yang mengajarkan keseimbangan antara manusia, alam dan roh leluhur.</p>
<p>Namun di balik kekayaan itu, masyarakat adat masih menghadapi banyak tantangan.</p>
<p>Modernisasi menghadirkan pembangunan, tetapi di sisi lain kerap mengikis ruang budaya. Kampung adat terdesak, ritual dianggap kuno, bahkan sebagian generasi muda mulai merasa malu menunjukkan identitas budayanya sendiri.</p>
<p>Kondisi itulah yang membuat penguatan kelembagaan Marapu menjadi sangat penting.</p>
<p>Pengukuhan badan pengurus Marapu kali ini bukan sekadar agenda adat, melainkan bentuk perlawanan terhadap ancaman hilangnya identitas budaya lokal. Pemerintah daerah mulai menyadari bahwa pembangunan tanpa akar budaya hanya akan melahirkan masyarakat yang tercerabut dari jati dirinya sendiri.</p>
<p>Dalam wawancara khusus bersama media, Umbu Lili Pekuwali menegaskan pemerintah tidak boleh hanya fokus membangun infrastruktur fisik semata.</p>
<p>“Jalan bisa dibangun dalam satu tahun. Gedung bisa berdiri dalam hitungan bulan. Tapi budaya yang hilang bisa membutuhkan puluhan tahun untuk dipulihkan,” ujarnya.</p>
<p>Pernyataan itu menyentil realitas pembangunan di banyak daerah: budaya sering diposisikan sebagai pelengkap, bukan fondasi utama.</p>
<p>Padahal bagi masyarakat Sumba, adat bukan sekadar seremoni. Ia adalah hukum sosial, perekat persaudaraan dan identitas kolektif yang menjaga harmoni masyarakat sejak ratusan tahun lalu.</p>
<p>Karena itu, kesepahaman bersama yang dihasilkan dalam kegiatan tersebut menjadi langkah strategis. Program kerja Tahun 2026 akan difokuskan pada pelestarian budaya, penguatan kelembagaan adat, hingga edukasi nilai-nilai Marapu kepada generasi muda.</p>
<p>Langkah ini penting agar Marapu tidak berhenti sebagai simbol romantisme masa lalu, tetapi tetap hidup di tengah masyarakat modern.</p>
<p>Di tengah dunia yang bergerak cepat dan serba digital, Sumba Timur kini sedang menghadapi pertarungan besar: mempertahankan akar budaya tanpa menolak kemajuan zaman.</p>
<p>Dan di situlah Marapu diuji.</p>
<p>Bukan sekadar bertahan dalam ritual dan batu kubur megalitik, tetapi tetap hidup dalam cara berpikir, cara menghormati alam, serta cara masyarakat menjaga persaudaraan dan martabat leluhur.</p>
<p>Sebab ketika budaya hilang, sebuah daerah mungkin masih memiliki gedung megah dan jalan mulus — tetapi kehilangan jiwanya sendiri.</p>
<p>Kontributor: Asis DN | WBN SUMBA</p>
<div class='heateorSssClear'></div><div  class='heateor_sss_sharing_container heateor_sss_horizontal_sharing' data-heateor-sss-href='https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/23/pertarungan-marapu-di-sumba-timur-merawat-tradisi-menepis-malu-generasi-muda/'><div class='heateor_sss_sharing_title' style="font-weight:bold" >Share It.....</div><div class="heateor_sss_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="heateor_sss_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F05%2F23%2Fpertarungan-marapu-di-sumba-timur-merawat-tradisi-menepis-malu-generasi-muda%2F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#0765FE;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="heateor_sss_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=%22Pertarungan%20Marapu%20di%20Sumba%20Timur%3A%20Merawat%20Tradisi%2C%20Menepis%20Malu%20Generasi%20Muda%22%20https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F05%2F23%2Fpertarungan-marapu-di-sumba-timur-merawat-tradisi-menepis-malu-generasi-muda%2F" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#55eb4c;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="heateor_sss_svg_stroke heateor_sss_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="heateor_sss_no_fill heateor_sss_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Twitter" class="heateor_sss_button_twitter" href="https://twitter.com/intent/tweet?text=%22Pertarungan%20Marapu%20di%20Sumba%20Timur%3A%20Merawat%20Tradisi%2C%20Menepis%20Malu%20Generasi%20Muda%22&url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F05%2F23%2Fpertarungan-marapu-di-sumba-timur-merawat-tradisi-menepis-malu-generasi-muda%2F" title="Twitter" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_twitter" style="background-color:#55acee;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-4 -4 39 39"><path d="M28 8.557a9.913 9.913 0 0 1-2.828.775 4.93 4.93 0 0 0 2.166-2.725 9.738 9.738 0 0 1-3.13 1.194 4.92 4.92 0 0 0-3.593-1.55 4.924 4.924 0 0 0-4.794 6.049c-4.09-.21-7.72-2.17-10.15-5.15a4.942 4.942 0 0 0-.665 2.477c0 1.71.87 3.214 2.19 4.1a4.968 4.968 0 0 1-2.23-.616v.06c0 2.39 1.7 4.38 3.952 4.83-.414.115-.85.174-1.297.174-.318 0-.626-.03-.928-.086a4.935 4.935 0 0 0 4.6 3.42 9.893 9.893 0 0 1-6.114 2.107c-.398 0-.79-.023-1.175-.068a13.953 13.953 0 0 0 7.55 2.213c9.056 0 14.01-7.507 14.01-14.013 0-.213-.005-.426-.015-.637.96-.695 1.795-1.56 2.455-2.55z" fill="#fff"></path></svg></span></a><a target="_blank" aria-label="Line" class="heateor_sss_button_line" href="https://social-plugins.line.me/lineit/share?url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F05%2F23%2Fpertarungan-marapu-di-sumba-timur-merawat-tradisi-menepis-malu-generasi-muda%2F" title="Line" rel="noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_line" style="background-color:#00c300;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 14.304c0-5.37-5.384-9.738-12-9.738S4 8.936 4 14.304c0 4.814 4.27 8.846 10.035 9.608.39.084.923.258 1.058.592.122.303.08.778.04 1.084l-.172 1.028c-.05.303-.24 1.187 1.04.647s6.91-4.07 9.43-6.968c1.737-1.905 2.57-3.842 2.57-5.99zM11.302 17.5H8.918c-.347 0-.63-.283-.63-.63V12.1c0-.346.283-.628.63-.628.348 0 .63.283.63.63v4.14h1.754c.35 0 .63.28.63.628 0 .347-.282.63-.63.63zm2.467-.63c0 .347-.284.628-.63.628-.348 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm5.74 0c0 .27-.175.51-.433.596-.065.02-.132.032-.2.032-.195 0-.384-.094-.502-.25l-2.443-3.33v2.95c0 .35-.282.63-.63.63-.347 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.27.174-.51.43-.597.066-.02.134-.033.2-.033.197 0 .386.094.503.252l2.444 3.328V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm3.855-3.014c.348 0 .63.282.63.63 0 .346-.282.628-.63.628H21.61v1.126h1.755c.348 0 .63.282.63.63 0 .347-.282.628-.63.628H20.98c-.345 0-.628-.282-.628-.63v-4.766c0-.346.283-.628.63-.628h2.384c.348 0 .63.283.63.63 0 .346-.282.628-.63.628h-1.754v1.126h1.754z"/></svg></span></a><a class="heateor_sss_more" aria-label="More" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size: 32px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/23/pertarungan-marapu-di-sumba-timur-merawat-tradisi-menepis-malu-generasi-muda/" onclick="event.preventDefault()"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="heateorSssMoreSharingPopup(this, 'https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/23/pertarungan-marapu-di-sumba-timur-merawat-tradisi-menepis-malu-generasi-muda/', '%22Pertarungan%20Marapu%20di%20Sumba%20Timur%3A%20Merawat%20Tradisi%2C%20Menepis%20Malu%20Generasi%20Muda%22', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;border-radius:999px;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div><div class="heateorSssClear"></div></div><div class='heateorSssClear'></div><p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/23/pertarungan-marapu-di-sumba-timur-merawat-tradisi-menepis-malu-generasi-muda/">&#8220;Pertarungan Marapu di Sumba Timur: Merawat Tradisi, Menepis Malu Generasi Muda&#8221;</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/23/pertarungan-marapu-di-sumba-timur-merawat-tradisi-menepis-malu-generasi-muda/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perkuat Digital Heritage, Maharaja Kutai Mulawarman Jajaki Kerja Sama Metaverse di Sarawak</title>
		<link>https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/23/perkuat-digital-heritage-maharaja-kutai-mulawarman-jajaki-kerja-sama-metaverse-di-sarawak/</link>
					<comments>https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/23/perkuat-digital-heritage-maharaja-kutai-mulawarman-jajaki-kerja-sama-metaverse-di-sarawak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hendra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 May 2026 08:51:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[INTERNASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[KEBUDAYAAN]]></category>
		<category><![CDATA[TEKNOLOGI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://warisanbudayanusantara.com/?p=79610</guid>

					<description><![CDATA[<p>MEDIA WBN&#124;Sarawak, Malaysia – Maharaja Kutai Mulawarman, Prof. Dr. M.S.P.A. Iansyah Rechza, FW, PhD, menghadiri rangkaian pertemuan dan pameran strategis di Sarawak, Malaysia. Pertemuan bersama pimpinan SCAVAI Alliance ini membahas pelestarian warisan budaya melalui teknologi imersif dan ARXR multiverse. (23/05) Kehadiran beliau didampingi oleh Ketua Pengerusi Group SCAVAI Alliance, Dato&#8217; Ambran Abubakar, dan Director of ...</p>
<p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/23/perkuat-digital-heritage-maharaja-kutai-mulawarman-jajaki-kerja-sama-metaverse-di-sarawak/">Perkuat Digital Heritage, Maharaja Kutai Mulawarman Jajaki Kerja Sama Metaverse di Sarawak</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://warisanbudayanusantara.com" target="_blank" rel="noopener">MEDIA WBN|Sarawak, Malaysia</a> – Maharaja Kutai Mulawarman, Prof. Dr. M.S.P.A. Iansyah Rechza, FW, PhD, menghadiri rangkaian pertemuan dan pameran strategis di Sarawak, Malaysia. Pertemuan bersama pimpinan SCAVAI Alliance ini membahas pelestarian warisan budaya melalui teknologi imersif dan ARXR multiverse. (23/05)</p>
<p>Kehadiran beliau didampingi oleh Ketua Pengerusi Group SCAVAI Alliance, Dato&#8217; Ambran Abubakar, dan Director of Corporate and MNC Sales Ideal Systems, Amit Palekar. Kehadiran para tokoh ini mempertegas kolaborasi strategis antara SCAVAI, Opera Academy, dan Ideal Systems di area pameran.</p>
<p>Dalam ajang tersebut, SCAVAI dan Ideal Systems memperkenalkan Asian Operatic Museum, museum hibrida SCAVAI Multiverse (SCAVerse) pertama di dunia. Platform ini menggabungkan pengalaman fisik dan virtual untuk mengisahkan sejarah lima Raja Singapura pertama, mulai dari Sang Nila Utama hingga Parameswara. Fitur khusus “Mulan” juga turut dihadirkan untuk menjangkau audiens global yang lebih luas.</p>
<p>Inovasi digital ini dipresentasikan langsung kepada Wakil Menteri Pelancongan, Industri Kreatif dan Seni Pertunjukan Sarawak, YB Datuk Snowdan Anak Donald Lawan. Diskusi berfokus pada nilai unik pelestarian warisan budaya melalui pendekatan imersif serta pemanfaatan inovasi digital untuk sektor pariwisata.</p>
<p>Sebagai komitmen pengembangan regional, SCAVAI dan Ideal Systems menyampaikan undangan resmi kepada Maharaja Kutai Mulawarman. Kerja sama ini bertujuan untuk memperkenalkan teknologi kreatif yang akan menggerakkan proyek Kerajaan Kutai Mulawarman SCAVerse di Muara Kaman, Kalimantan Timur.</p>
<p>Proyek SCAVerse Kutai Mulawarman merupakan inisiatif kebangkitan digital bersejarah. Program ini bertujuan mentransformasi bekas ibu kota Kerajaan Kutai menjadi destinasi warisan metaverse yang imersif melalui integrasi sejarah, budaya, dan teknologi masa depan demi kemajuan pariwisata serta edukasi.</p>
<p><em><strong>Pernyataan Resmi</strong></em></p>
<p>“Warisan Kutai Mulawarman adalah milik Nusantara dan dunia. Melalui teknologi SCAVerse, kami ingin memastikan nilai-nilai sejarah dan budaya ini hidup kembali. Kami berharap generasi mendatang dapat mengaksesnya secara imersif dan bermakna,” ujar Maharaja Kutai Mulawarman, Prof. Dr. M.S.P.A. Iansyah Rechza, FW, PhD.</p>
<p><em><strong>Tentang SCAVAI Alliance</strong></em></p>
<p>SCAVAI Alliance adalah konsultan teknologi dan kreatif yang mengembangkan platform SCAVerse (SCAVAI Multiverse). Perusahaan fokus pada pelestarian warisan budaya melalui teknologi virtual reality, augmented reality, dan metaverse.</p>
<p>Tentang Kerajaan Kutai Mulawarman</p>
<p>Kerajaan Kutai Mulawarman merupakan kerajaan Hindu tertua di Nusantara yang berpusat di Muara Kaman, Kalimantan Timur. Warisan sejarahnya kini dilestarikan melalui lembaga adat dan berbagai proyek kebudayaan modern. (RED-NN)</p>
<div class='heateorSssClear'></div><div  class='heateor_sss_sharing_container heateor_sss_horizontal_sharing' data-heateor-sss-href='https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/23/perkuat-digital-heritage-maharaja-kutai-mulawarman-jajaki-kerja-sama-metaverse-di-sarawak/'><div class='heateor_sss_sharing_title' style="font-weight:bold" >Share It.....</div><div class="heateor_sss_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="heateor_sss_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F05%2F23%2Fperkuat-digital-heritage-maharaja-kutai-mulawarman-jajaki-kerja-sama-metaverse-di-sarawak%2F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#0765FE;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="heateor_sss_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=Perkuat%20Digital%20Heritage%2C%20Maharaja%20Kutai%20Mulawarman%20Jajaki%20Kerja%20Sama%20Metaverse%20di%20Sarawak%20https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F05%2F23%2Fperkuat-digital-heritage-maharaja-kutai-mulawarman-jajaki-kerja-sama-metaverse-di-sarawak%2F" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#55eb4c;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="heateor_sss_svg_stroke heateor_sss_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="heateor_sss_no_fill heateor_sss_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Twitter" class="heateor_sss_button_twitter" href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Perkuat%20Digital%20Heritage%2C%20Maharaja%20Kutai%20Mulawarman%20Jajaki%20Kerja%20Sama%20Metaverse%20di%20Sarawak&url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F05%2F23%2Fperkuat-digital-heritage-maharaja-kutai-mulawarman-jajaki-kerja-sama-metaverse-di-sarawak%2F" title="Twitter" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_twitter" style="background-color:#55acee;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-4 -4 39 39"><path d="M28 8.557a9.913 9.913 0 0 1-2.828.775 4.93 4.93 0 0 0 2.166-2.725 9.738 9.738 0 0 1-3.13 1.194 4.92 4.92 0 0 0-3.593-1.55 4.924 4.924 0 0 0-4.794 6.049c-4.09-.21-7.72-2.17-10.15-5.15a4.942 4.942 0 0 0-.665 2.477c0 1.71.87 3.214 2.19 4.1a4.968 4.968 0 0 1-2.23-.616v.06c0 2.39 1.7 4.38 3.952 4.83-.414.115-.85.174-1.297.174-.318 0-.626-.03-.928-.086a4.935 4.935 0 0 0 4.6 3.42 9.893 9.893 0 0 1-6.114 2.107c-.398 0-.79-.023-1.175-.068a13.953 13.953 0 0 0 7.55 2.213c9.056 0 14.01-7.507 14.01-14.013 0-.213-.005-.426-.015-.637.96-.695 1.795-1.56 2.455-2.55z" fill="#fff"></path></svg></span></a><a target="_blank" aria-label="Line" class="heateor_sss_button_line" href="https://social-plugins.line.me/lineit/share?url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F05%2F23%2Fperkuat-digital-heritage-maharaja-kutai-mulawarman-jajaki-kerja-sama-metaverse-di-sarawak%2F" title="Line" rel="noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_line" style="background-color:#00c300;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 14.304c0-5.37-5.384-9.738-12-9.738S4 8.936 4 14.304c0 4.814 4.27 8.846 10.035 9.608.39.084.923.258 1.058.592.122.303.08.778.04 1.084l-.172 1.028c-.05.303-.24 1.187 1.04.647s6.91-4.07 9.43-6.968c1.737-1.905 2.57-3.842 2.57-5.99zM11.302 17.5H8.918c-.347 0-.63-.283-.63-.63V12.1c0-.346.283-.628.63-.628.348 0 .63.283.63.63v4.14h1.754c.35 0 .63.28.63.628 0 .347-.282.63-.63.63zm2.467-.63c0 .347-.284.628-.63.628-.348 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm5.74 0c0 .27-.175.51-.433.596-.065.02-.132.032-.2.032-.195 0-.384-.094-.502-.25l-2.443-3.33v2.95c0 .35-.282.63-.63.63-.347 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.27.174-.51.43-.597.066-.02.134-.033.2-.033.197 0 .386.094.503.252l2.444 3.328V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm3.855-3.014c.348 0 .63.282.63.63 0 .346-.282.628-.63.628H21.61v1.126h1.755c.348 0 .63.282.63.63 0 .347-.282.628-.63.628H20.98c-.345 0-.628-.282-.628-.63v-4.766c0-.346.283-.628.63-.628h2.384c.348 0 .63.283.63.63 0 .346-.282.628-.63.628h-1.754v1.126h1.754z"/></svg></span></a><a class="heateor_sss_more" aria-label="More" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size: 32px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/23/perkuat-digital-heritage-maharaja-kutai-mulawarman-jajaki-kerja-sama-metaverse-di-sarawak/" onclick="event.preventDefault()"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="heateorSssMoreSharingPopup(this, 'https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/23/perkuat-digital-heritage-maharaja-kutai-mulawarman-jajaki-kerja-sama-metaverse-di-sarawak/', 'Perkuat%20Digital%20Heritage%2C%20Maharaja%20Kutai%20Mulawarman%20Jajaki%20Kerja%20Sama%20Metaverse%20di%20Sarawak', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;border-radius:999px;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div><div class="heateorSssClear"></div></div><div class='heateorSssClear'></div><p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/23/perkuat-digital-heritage-maharaja-kutai-mulawarman-jajaki-kerja-sama-metaverse-di-sarawak/">Perkuat Digital Heritage, Maharaja Kutai Mulawarman Jajaki Kerja Sama Metaverse di Sarawak</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/23/perkuat-digital-heritage-maharaja-kutai-mulawarman-jajaki-kerja-sama-metaverse-di-sarawak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Luruskan Polemik Kirab Binokasih, MASDA Jabar Beri Penjelasan Mendalam di DPRD Garut</title>
		<link>https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/10/luruskan-polemik-kirab-binokasih-masda-jabar-beri-penjelasan-mendalam-di-dprd-garut/</link>
					<comments>https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/10/luruskan-polemik-kirab-binokasih-masda-jabar-beri-penjelasan-mendalam-di-dprd-garut/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hendra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 May 2026 09:38:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PEMERINTAH DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[KEBUDAYAAN]]></category>
		<category><![CDATA[ORGANISASI]]></category>
		<category><![CDATA[KDM]]></category>
		<category><![CDATA[MASDA Jabar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://warisanbudayanusantara.com/?p=79234</guid>

					<description><![CDATA[<p>GARUT – Tim Majelis Adat Sunda Jawa Barat (MASDA Jabar) menghadiri rapat audiensi mendadak di Gedung DPRD Kabupaten Garut pada Jumat (08/05/2026) yang lalu. Kehadiran MASDA Jabar merupakan respons atas undangan Komisi IV DPRD Garut untuk memberikan pemahaman terkait pertanyaan yang menyudutkan dari kelompok masyarakat &#8220;Pemuda Akhir Zaman&#8221; mengenai pelaksanaan Kirab Mahkota Binokasih. Delegasi MASDA ...</p>
<p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/10/luruskan-polemik-kirab-binokasih-masda-jabar-beri-penjelasan-mendalam-di-dprd-garut/">Luruskan Polemik Kirab Binokasih, MASDA Jabar Beri Penjelasan Mendalam di DPRD Garut</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><a href="http://warisanbudayanusantara.com" target="_blank" rel="noopener">GARUT</a> – Tim Majelis Adat Sunda Jawa Barat (MASDA Jabar) menghadiri rapat audiensi mendadak di Gedung DPRD Kabupaten Garut pada Jumat (08/05/2026) yang lalu. Kehadiran MASDA Jabar merupakan respons atas undangan Komisi IV DPRD Garut untuk memberikan pemahaman terkait pertanyaan yang menyudutkan dari kelompok masyarakat &#8220;Pemuda Akhir Zaman&#8221; mengenai pelaksanaan Kirab Mahkota Binokasih.</p>
<p>Delegasi MASDA Jabar diwakili oleh Koordinator Kabupaten Garut, Kang Oos Supyadin, SE., MM., yang juga dikenal sebagai aktivis pemerhati sejarah dan budaya. Audiensi ini turut dihadiri oleh pimpinan Komisi IV, perwakilan MUI, tokoh pondok pesantren, Disparbud, dewan kebudayaan, serta organisasi Pemuda Akhir Zaman selaku pemohon.</p>
<p>Dalam pertemuan tersebut, kelompok Pemuda Akhir Zaman mempersoalkan dua hal utama: tata cara penghormatan Gubernur Jabar (KDM) terhadap mahkota yang dianggap berlebihan secara agama, serta adanya patung raksasa dalam arak-arakan yang dinilai identik dengan berhala.</p>
<p>Menanggapi hal itu, Kang Oos Supyadin menegaskan bahwa Kirab Binokasih adalah upaya napak tilas sejarah. &#8220;Kerajaan Pajajaran adalah fakta sejarah. Mahkota Binokasih merupakan simbol legitimasi kekuasaan Raja Sunda Galuh yang harus dirawat marwahnya. Garut memiliki kaitan erat melalui Kerajaan Timbang Anten yang menjadi penyangga saat Sumedang Larang runtuh,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Terkait cara penghormatan KDM yang menyilangkan tangan di dada, MASDA Jabar menilai hal tersebut merupakan bentuk nyuhun buhun atau penghormatan terhadap simbol leluhur, serupa dengan penghormatan militer kepada bendera atau budaya membungkuk di Jepang. &#8220;Ini adalah soal akhlak dan penghormatan budaya, bukan ritual ibadah yang dilarang agama. Selama tidak disembah sebagai Tuhan, tidak ada dalil yang dilanggar,&#8221; tambah Oos.</p>
<p>Mengenai keberadaan patung dalam karnaval, MASDA Jabar menekankan bahwa itu murni karya seni universal, serupa dengan Ondel-ondel di Betawi atau Wayang Golek. Seni tersebut adalah wujud kreativitas, bukan berhala.</p>
<p>Secara terpisah, Ketua Umum MASDA Jabar, Abah Anton Charliyan, yang juga mantan Kapolwil Priangan, turut memberikan catatan. Ia mengingatkan bahwa di Garut memang terdapat keragaman pandangan, bahkan ada kelompok ekstrim yang mengharamkan hormat bendera. Namun, ia menegaskan bahwa sebuah benda hanya menjadi berhala jika &#8220;dipi-Gusti&#8221; atau disembah.</p>
<p>&#8220;Jika hanya dirawat dan dipajang sebagai karya seni atau simbol institusi seperti patung pahlawan atau Maung Siliwangi, itu bukan berhala. Pelajaran pentingnya adalah ke depan setiap kegiatan budaya harus dibarengi dengan narasi yang kuat sebagai sarana sosialisasi agar tidak terjadi salah paham,&#8221; tegas Abah Anton.</p>
<p>Melalui audiensi ini, MASDA Jabar berharap masyarakat dapat meningkatkan sense of belonging (rasa memiliki) terhadap warisan budaya leluhur tanpa harus membenturkannya dengan pemahaman agama yang sempit.</p>
<div class='heateorSssClear'></div><div  class='heateor_sss_sharing_container heateor_sss_horizontal_sharing' data-heateor-sss-href='https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/10/luruskan-polemik-kirab-binokasih-masda-jabar-beri-penjelasan-mendalam-di-dprd-garut/'><div class='heateor_sss_sharing_title' style="font-weight:bold" >Share It.....</div><div class="heateor_sss_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="heateor_sss_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F05%2F10%2Fluruskan-polemik-kirab-binokasih-masda-jabar-beri-penjelasan-mendalam-di-dprd-garut%2F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#0765FE;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="heateor_sss_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=Luruskan%20Polemik%20Kirab%20Binokasih%2C%20MASDA%20Jabar%20Beri%20Penjelasan%20Mendalam%20di%20DPRD%20Garut%20https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F05%2F10%2Fluruskan-polemik-kirab-binokasih-masda-jabar-beri-penjelasan-mendalam-di-dprd-garut%2F" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#55eb4c;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="heateor_sss_svg_stroke heateor_sss_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="heateor_sss_no_fill heateor_sss_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Twitter" class="heateor_sss_button_twitter" href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Luruskan%20Polemik%20Kirab%20Binokasih%2C%20MASDA%20Jabar%20Beri%20Penjelasan%20Mendalam%20di%20DPRD%20Garut&url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F05%2F10%2Fluruskan-polemik-kirab-binokasih-masda-jabar-beri-penjelasan-mendalam-di-dprd-garut%2F" title="Twitter" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_twitter" style="background-color:#55acee;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-4 -4 39 39"><path d="M28 8.557a9.913 9.913 0 0 1-2.828.775 4.93 4.93 0 0 0 2.166-2.725 9.738 9.738 0 0 1-3.13 1.194 4.92 4.92 0 0 0-3.593-1.55 4.924 4.924 0 0 0-4.794 6.049c-4.09-.21-7.72-2.17-10.15-5.15a4.942 4.942 0 0 0-.665 2.477c0 1.71.87 3.214 2.19 4.1a4.968 4.968 0 0 1-2.23-.616v.06c0 2.39 1.7 4.38 3.952 4.83-.414.115-.85.174-1.297.174-.318 0-.626-.03-.928-.086a4.935 4.935 0 0 0 4.6 3.42 9.893 9.893 0 0 1-6.114 2.107c-.398 0-.79-.023-1.175-.068a13.953 13.953 0 0 0 7.55 2.213c9.056 0 14.01-7.507 14.01-14.013 0-.213-.005-.426-.015-.637.96-.695 1.795-1.56 2.455-2.55z" fill="#fff"></path></svg></span></a><a target="_blank" aria-label="Line" class="heateor_sss_button_line" href="https://social-plugins.line.me/lineit/share?url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F05%2F10%2Fluruskan-polemik-kirab-binokasih-masda-jabar-beri-penjelasan-mendalam-di-dprd-garut%2F" title="Line" rel="noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_line" style="background-color:#00c300;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 14.304c0-5.37-5.384-9.738-12-9.738S4 8.936 4 14.304c0 4.814 4.27 8.846 10.035 9.608.39.084.923.258 1.058.592.122.303.08.778.04 1.084l-.172 1.028c-.05.303-.24 1.187 1.04.647s6.91-4.07 9.43-6.968c1.737-1.905 2.57-3.842 2.57-5.99zM11.302 17.5H8.918c-.347 0-.63-.283-.63-.63V12.1c0-.346.283-.628.63-.628.348 0 .63.283.63.63v4.14h1.754c.35 0 .63.28.63.628 0 .347-.282.63-.63.63zm2.467-.63c0 .347-.284.628-.63.628-.348 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm5.74 0c0 .27-.175.51-.433.596-.065.02-.132.032-.2.032-.195 0-.384-.094-.502-.25l-2.443-3.33v2.95c0 .35-.282.63-.63.63-.347 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.27.174-.51.43-.597.066-.02.134-.033.2-.033.197 0 .386.094.503.252l2.444 3.328V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm3.855-3.014c.348 0 .63.282.63.63 0 .346-.282.628-.63.628H21.61v1.126h1.755c.348 0 .63.282.63.63 0 .347-.282.628-.63.628H20.98c-.345 0-.628-.282-.628-.63v-4.766c0-.346.283-.628.63-.628h2.384c.348 0 .63.283.63.63 0 .346-.282.628-.63.628h-1.754v1.126h1.754z"/></svg></span></a><a class="heateor_sss_more" aria-label="More" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size: 32px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/10/luruskan-polemik-kirab-binokasih-masda-jabar-beri-penjelasan-mendalam-di-dprd-garut/" onclick="event.preventDefault()"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="heateorSssMoreSharingPopup(this, 'https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/10/luruskan-polemik-kirab-binokasih-masda-jabar-beri-penjelasan-mendalam-di-dprd-garut/', 'Luruskan%20Polemik%20Kirab%20Binokasih%2C%20MASDA%20Jabar%20Beri%20Penjelasan%20Mendalam%20di%20DPRD%20Garut', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;border-radius:999px;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div><div class="heateorSssClear"></div></div><div class='heateorSssClear'></div><p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/10/luruskan-polemik-kirab-binokasih-masda-jabar-beri-penjelasan-mendalam-di-dprd-garut/">Luruskan Polemik Kirab Binokasih, MASDA Jabar Beri Penjelasan Mendalam di DPRD Garut</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/10/luruskan-polemik-kirab-binokasih-masda-jabar-beri-penjelasan-mendalam-di-dprd-garut/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Naskah Amanat Galunggung Diserahkan kepada Gubernur KDM di Kirab Mahkota Binokasih</title>
		<link>https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/05/naskah-amanat-galunggung-diserahkan-kepada-gubernur-kdm-di-kirab-mahkota-binokasih/</link>
					<comments>https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/05/naskah-amanat-galunggung-diserahkan-kepada-gubernur-kdm-di-kirab-mahkota-binokasih/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hendra]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 May 2026 07:39:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KEBUDAYAAN]]></category>
		<category><![CDATA[PEMERINTAH DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[Abah Anton Charliyan]]></category>
		<category><![CDATA[KDM]]></category>
		<category><![CDATA[tasikmalaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://warisanbudayanusantara.com/?p=79031</guid>

					<description><![CDATA[<p>MEDIA WARISAN BUDAYA NUSANTARA TASIKMALAYA – Momentum bersejarah mewarnai peringatan Milangkala Tatar Sunda 2026. Bupati Tasikmalaya, Dr. H. Cecep Nurul Yakin, S.Pd., M.AP., secara resmi menyerahkan Naskah &#8220;Amanat Galunggung&#8221; kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, S.H., M.M., dalam perhelatan Kirab Budaya &#8220;Napak Tilas Pajajaran&#8221; hari ketiga bertema Nyukcruk Galur Galunggung di Kabupaten Tasikmalaya, Senin (4/5/2026). ...</p>
<p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/05/naskah-amanat-galunggung-diserahkan-kepada-gubernur-kdm-di-kirab-mahkota-binokasih/">Naskah Amanat Galunggung Diserahkan kepada Gubernur KDM di Kirab Mahkota Binokasih</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://warisanbudayanusantara.com" target="_blank">MEDIA WARISAN BUDAYA NUSANTARA</a></strong> </p>
<p><strong>TASIKMALAYA</strong> – Momentum bersejarah mewarnai peringatan Milangkala Tatar Sunda 2026. Bupati Tasikmalaya, Dr. H. Cecep Nurul Yakin, S.Pd., M.AP., secara resmi menyerahkan Naskah &#8220;Amanat Galunggung&#8221; kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, S.H., M.M., dalam perhelatan Kirab Budaya &#8220;Napak Tilas Pajajaran&#8221; hari ketiga bertema Nyukcruk Galur Galunggung di Kabupaten Tasikmalaya, Senin (4/5/2026).<br />
Prosesi penyerahan naskah kuno peninggalan Maharaja Sunda Galuh abad ke-XII, Prabu Darmasiksa tersebut, disaksikan langsung oleh Ketua Umum Majelis Adat Sunda (MASDA) Jabar yang juga sesepuh Galunggung, Abah DR. H. Anton Charliyan. Penyerahan ini simbol estafet kepemimpinan dan pengingat filosofi “Hana Nguni Hana Mangke” (Ada masa lalu maka ada masa kini).<br />
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam sambutannya menekankan bahwa kirab Mahkota Binokasih bukan sekadar seremonial, melainkan pengingat bagi pemimpin untuk selalu berpegang pada amanah rakyat.<br />
“Apa yang dijalankan adalah amanah dari karuhun (leluhur). Harus punya sifat kasih sayang (deudeuhan, welasan, asihan). Jangan ada rakyat yang sakit tidak terobati, jangan ada yang tidak bisa sekolah,” tegas pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) tersebut. Ia juga mengajak warga menjaga kelestarian alam Galunggung sesuai amanat leluhur.<br />
Sementara itu, Ketum MASDA Jabar, Abah Anton Charliyan, menjelaskan bahwa Mahkota Binokasih memiliki makna filosofis sebagai simbol legitimasi eksistensi urang Sunda.<br />
&#8220;Nama Binokasih berarti penuh kasih sayang. Ini mencerminkan harapan agar pemimpin memerintah dengan prinsip Asih, Asah, dan Asuh demi kesejahteraan rakyat. Kirab ini adalah momentum memperkuat nasionalisme dan menjaga akar sejarah di tengah arus modernisasi,&#8221; ujar mantan Kapolda Jabar tersebut.<br />
Acara yang awalnya dijadwalkan berakhir di Kampung Naga ini dialihkan ke Gedung Pendopo Kabupaten Tasikmalaya guna menghindari kemacetan parah. Meski demikian, antusiasme puluhan ribu masyarakat tidak surut menyaksikan iring-iringan kereta kencana, tarian tradisional, dan parade seni dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat.<br />
Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat tinggi dan tokoh masyarakat, di antaranya:</p>
<p>* Pemerintah Provinsi: Sekda Jabar Dr. Drs. Herman Suryatman, Kadisparbud Dr. Iendra Sofyan, Kabid Kebudayaan Ibu Feby, dan Kepala Biro Perekonomian Drs. H. Budi Kurnia.<br />
* Kepala Daerah &#038; Legislatif: Walikota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan, Wakil Bupati Tasikmalaya H. Asep Sopari Al Ayubi, dan Wakil Ketua DPRD Kab. Tasikmalaya Drs. Ery Purwanto.<br />
* Unsur Forkopimda: Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Czi M. Imvan Ibrahim dan Wakapolres Tasikmalaya Kompol Sukmawijaya.<br />
* Tokoh Adat &#038; Budaya: Radya Anom Luky Djohari Soemawilaga (Sumedang Larang), Rd. Dicky Soekapura, Kuncen Kampung Naga Ade Suherlyn, Ketua Gasantana Hadi Permana, Asep Sanca (Gapura), Bunda Elis (Manggala Garuda Putih), Kang Jayeng Rana (Sunda Sabuana), serta pimpinan pondok pesantren dan ormas setempat.</p>
<p>Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian napak tilas setelah sebelumnya Mahkota Binokasih diarak dari Sumedang dan Kawali Astana Gede Ciamis, sebagai wujud nyata kolaborasi pelestarian nilai kearifan lokal di Jawa Barat. (RED-WBN)</p>
<div class='heateorSssClear'></div><div  class='heateor_sss_sharing_container heateor_sss_horizontal_sharing' data-heateor-sss-href='https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/05/naskah-amanat-galunggung-diserahkan-kepada-gubernur-kdm-di-kirab-mahkota-binokasih/'><div class='heateor_sss_sharing_title' style="font-weight:bold" >Share It.....</div><div class="heateor_sss_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="heateor_sss_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F05%2F05%2Fnaskah-amanat-galunggung-diserahkan-kepada-gubernur-kdm-di-kirab-mahkota-binokasih%2F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#0765FE;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="heateor_sss_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=Naskah%20Amanat%20Galunggung%20Diserahkan%20kepada%20Gubernur%20KDM%20di%20Kirab%20Mahkota%20Binokasih%20https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F05%2F05%2Fnaskah-amanat-galunggung-diserahkan-kepada-gubernur-kdm-di-kirab-mahkota-binokasih%2F" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#55eb4c;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="heateor_sss_svg_stroke heateor_sss_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="heateor_sss_no_fill heateor_sss_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Twitter" class="heateor_sss_button_twitter" href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Naskah%20Amanat%20Galunggung%20Diserahkan%20kepada%20Gubernur%20KDM%20di%20Kirab%20Mahkota%20Binokasih&url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F05%2F05%2Fnaskah-amanat-galunggung-diserahkan-kepada-gubernur-kdm-di-kirab-mahkota-binokasih%2F" title="Twitter" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_twitter" style="background-color:#55acee;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-4 -4 39 39"><path d="M28 8.557a9.913 9.913 0 0 1-2.828.775 4.93 4.93 0 0 0 2.166-2.725 9.738 9.738 0 0 1-3.13 1.194 4.92 4.92 0 0 0-3.593-1.55 4.924 4.924 0 0 0-4.794 6.049c-4.09-.21-7.72-2.17-10.15-5.15a4.942 4.942 0 0 0-.665 2.477c0 1.71.87 3.214 2.19 4.1a4.968 4.968 0 0 1-2.23-.616v.06c0 2.39 1.7 4.38 3.952 4.83-.414.115-.85.174-1.297.174-.318 0-.626-.03-.928-.086a4.935 4.935 0 0 0 4.6 3.42 9.893 9.893 0 0 1-6.114 2.107c-.398 0-.79-.023-1.175-.068a13.953 13.953 0 0 0 7.55 2.213c9.056 0 14.01-7.507 14.01-14.013 0-.213-.005-.426-.015-.637.96-.695 1.795-1.56 2.455-2.55z" fill="#fff"></path></svg></span></a><a target="_blank" aria-label="Line" class="heateor_sss_button_line" href="https://social-plugins.line.me/lineit/share?url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F05%2F05%2Fnaskah-amanat-galunggung-diserahkan-kepada-gubernur-kdm-di-kirab-mahkota-binokasih%2F" title="Line" rel="noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_line" style="background-color:#00c300;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 14.304c0-5.37-5.384-9.738-12-9.738S4 8.936 4 14.304c0 4.814 4.27 8.846 10.035 9.608.39.084.923.258 1.058.592.122.303.08.778.04 1.084l-.172 1.028c-.05.303-.24 1.187 1.04.647s6.91-4.07 9.43-6.968c1.737-1.905 2.57-3.842 2.57-5.99zM11.302 17.5H8.918c-.347 0-.63-.283-.63-.63V12.1c0-.346.283-.628.63-.628.348 0 .63.283.63.63v4.14h1.754c.35 0 .63.28.63.628 0 .347-.282.63-.63.63zm2.467-.63c0 .347-.284.628-.63.628-.348 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm5.74 0c0 .27-.175.51-.433.596-.065.02-.132.032-.2.032-.195 0-.384-.094-.502-.25l-2.443-3.33v2.95c0 .35-.282.63-.63.63-.347 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.27.174-.51.43-.597.066-.02.134-.033.2-.033.197 0 .386.094.503.252l2.444 3.328V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm3.855-3.014c.348 0 .63.282.63.63 0 .346-.282.628-.63.628H21.61v1.126h1.755c.348 0 .63.282.63.63 0 .347-.282.628-.63.628H20.98c-.345 0-.628-.282-.628-.63v-4.766c0-.346.283-.628.63-.628h2.384c.348 0 .63.283.63.63 0 .346-.282.628-.63.628h-1.754v1.126h1.754z"/></svg></span></a><a class="heateor_sss_more" aria-label="More" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size: 32px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/05/naskah-amanat-galunggung-diserahkan-kepada-gubernur-kdm-di-kirab-mahkota-binokasih/" onclick="event.preventDefault()"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="heateorSssMoreSharingPopup(this, 'https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/05/naskah-amanat-galunggung-diserahkan-kepada-gubernur-kdm-di-kirab-mahkota-binokasih/', 'Naskah%20Amanat%20Galunggung%20Diserahkan%20kepada%20Gubernur%20KDM%20di%20Kirab%20Mahkota%20Binokasih', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;border-radius:999px;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div><div class="heateorSssClear"></div></div><div class='heateorSssClear'></div><p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/05/naskah-amanat-galunggung-diserahkan-kepada-gubernur-kdm-di-kirab-mahkota-binokasih/">Naskah Amanat Galunggung Diserahkan kepada Gubernur KDM di Kirab Mahkota Binokasih</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/05/naskah-amanat-galunggung-diserahkan-kepada-gubernur-kdm-di-kirab-mahkota-binokasih/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Napak Tilas Padjajaran Tasikmalaya: Abah Anton Charliyan Dampingi Gubernur Dedi Mulyadi </title>
		<link>https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/05/napak-tilas-padjajaran-di-tasikmalaya-abah-anton-charliyan-dampingi-gubernur-dedi-mulyadi-dalam-kirab-mahkota-binokasih/</link>
					<comments>https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/05/napak-tilas-padjajaran-di-tasikmalaya-abah-anton-charliyan-dampingi-gubernur-dedi-mulyadi-dalam-kirab-mahkota-binokasih/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hendra]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 May 2026 04:47:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PEMERINTAH DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[TOKOH]]></category>
		<category><![CDATA[KEBUDAYAAN]]></category>
		<category><![CDATA[Abah Anton Charliyan]]></category>
		<category><![CDATA[Abah aing]]></category>
		<category><![CDATA[gubernur jabar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://warisanbudayanusantara.com/?p=79024</guid>

					<description><![CDATA[<p>MEDIA WARISAN BUDAYA NUSANTARA  TASIKMALAYA – Ribuan masyarakat memadati jalanan Kabupaten Tasikmalaya pada Senin, 4 Mei 2026, untuk menyaksikan Kirab Budaya “Napak Tilas Padjadjaran”. Acara dalam rangka Peringatan Milangkala Tatar Sunda ini dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, S.H., M.M. (KDM), bersama tokoh pelestari budaya yang juga Ketua MASDA Jabar, Abah Anton Charliyan. ...</p>
<p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/05/napak-tilas-padjajaran-di-tasikmalaya-abah-anton-charliyan-dampingi-gubernur-dedi-mulyadi-dalam-kirab-mahkota-binokasih/">Napak Tilas Padjajaran Tasikmalaya: Abah Anton Charliyan Dampingi Gubernur Dedi Mulyadi </a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://warisanbudayanusantara.com" target="_blank" rel="noopener">MEDIA WARISAN BUDAYA NUSANTARA</a> </strong></p>
<p>TASIKMALAYA – Ribuan masyarakat memadati jalanan Kabupaten Tasikmalaya pada Senin, 4 Mei 2026, untuk menyaksikan Kirab Budaya “Napak Tilas Padjadjaran”. Acara dalam rangka Peringatan Milangkala Tatar Sunda ini dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, S.H., M.M. (KDM), bersama tokoh pelestari budaya yang juga Ketua MASDA Jabar, Abah Anton Charliyan.</p>
<p>Kegiatan hari ketiga yang mengusung tema “Nyukcruk Galur Galunggung” ini menampilkan prosesi sakral Kirab Mahkota Binokasih. Meski awalnya direncanakan berakhir di desa adat Kampung Naga, Gubernur Dedi Mulyadi memutuskan mengalihkan titik akhir ke Gedung Pendopo Kabupaten Tasikmalaya demi menjaga kelancaran arus lalu lintas.</p>
<p>Kehadiran Tokoh dan Pejabat Penting</p>
<p>Acara ini dihadiri oleh deretan pejabat tinggi dan tokoh masyarakat, di antaranya:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>* Dr. Drs. Herman Suryatman, M.Si. (Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat)</p>
<p>* Dr. Iendra Sofyan, S.T., M.Si. (Kadisparbud Jabar) bersama Ibu Feby</p>
<p>* Drs. H. Budi Kurnia (Kepala Biro Perekonomian Prov. Jabar)</p>
<p>* Dr. H. Cecep Nurul Yakin, S.Pd., M.AP. (Bupati Tasikmalaya)</p>
<p>* Viman Alfarizi Ramadhan, S.T., MBA (Walikota Tasikmalaya)</p>
<p>* H. Asep Sopari Al Ayubi, S.P., M.I.P. (Wakil Bupati Tasikmalaya)</p>
<p>* Drs. Ery Purwanto (Wakil Ketua DPRD Kab. Tasikmalaya)</p>
<p>* Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, S.Sos., M.Han. (Dandim 0612/Tasikmalaya)</p>
<p>* Kompol Sukmawijaya, S.Sos., M.H. (Wakapolres Tasikmalaya)</p>
<p>* Yayan Rodiat, S.H. (Kaur TU dan Kepegawaian Kejari Kab. Tasikmalaya)</p>
<p>* Radya Anom Luky Djohari Soemawilaga (Pewaris Kerajaan Sumedang Larang)</p>
<p>* Ade Suherlyn (Kuncen Kampung Naga)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Amanah Karuhun dan Kelestarian Budaya</p>
<p>Dalam arahannya, Gubernur Dedi Mulyadi menekankan bahwa kepemimpinan adalah amanah untuk menyejahterakan rakyat. &#8220;Naon nu dilakonan hiji amanah ti karuhun. Ulah aya rakyat nu gering teu kaubaran, ulah aya nu teu bisa sakola,&#8221; tegas KDM.</p>
<p>Sementara itu, Abah Anton Charliyan menjelaskan bahwa Mahkota Binokasih memiliki daya tarik luar biasa bagi sejarah peradaban Sunda. &#8220;Binokasih mengandung makna penuh kasih sayang. Ini adalah simbol legitimasi masyarakat Sunda sekaligus pengingat agar pemimpin memerintah dengan kebijaksanaan,&#8221; ujar mantan Kadiv Humas Polri tersebut.</p>
<p>Sebagai simbol estafet nilai luhur, Bupati Tasikmalaya menyerahkan naskah kuno &#8220;Amanat Galunggung&#8221; kepada Gubernur Dedi Mulyadi. Momen ini mempertegas filosofi “Hana Nguni Hana Mangke”—bahwa masa kini ada karena adanya masa lalu yang harus terus dirawat.</p>
<p>Iring-iringan karnaval yang dimulai dari Kampus Universitas Cipasung ini dimeriahkan dengan tarian tradisional dan kereta kencana, menciptakan atmosfer kejayaan Padjajaran yang memukau puluhan ribu warga di sepanjang rute menuju Komplek Pemda Kabupaten Tasikmalaya (RED-WBN)</p>
<p>&nbsp;</p>
<div class='heateorSssClear'></div><div  class='heateor_sss_sharing_container heateor_sss_horizontal_sharing' data-heateor-sss-href='https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/05/napak-tilas-padjajaran-di-tasikmalaya-abah-anton-charliyan-dampingi-gubernur-dedi-mulyadi-dalam-kirab-mahkota-binokasih/'><div class='heateor_sss_sharing_title' style="font-weight:bold" >Share It.....</div><div class="heateor_sss_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="heateor_sss_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F05%2F05%2Fnapak-tilas-padjajaran-di-tasikmalaya-abah-anton-charliyan-dampingi-gubernur-dedi-mulyadi-dalam-kirab-mahkota-binokasih%2F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#0765FE;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="heateor_sss_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=Napak%20Tilas%20Padjajaran%20Tasikmalaya%3A%20Abah%20Anton%20Charliyan%20Dampingi%20Gubernur%20Dedi%20Mulyadi%C2%A0%20https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F05%2F05%2Fnapak-tilas-padjajaran-di-tasikmalaya-abah-anton-charliyan-dampingi-gubernur-dedi-mulyadi-dalam-kirab-mahkota-binokasih%2F" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#55eb4c;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="heateor_sss_svg_stroke heateor_sss_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="heateor_sss_no_fill heateor_sss_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Twitter" class="heateor_sss_button_twitter" href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Napak%20Tilas%20Padjajaran%20Tasikmalaya%3A%20Abah%20Anton%20Charliyan%20Dampingi%20Gubernur%20Dedi%20Mulyadi%C2%A0&url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F05%2F05%2Fnapak-tilas-padjajaran-di-tasikmalaya-abah-anton-charliyan-dampingi-gubernur-dedi-mulyadi-dalam-kirab-mahkota-binokasih%2F" title="Twitter" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_twitter" style="background-color:#55acee;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-4 -4 39 39"><path d="M28 8.557a9.913 9.913 0 0 1-2.828.775 4.93 4.93 0 0 0 2.166-2.725 9.738 9.738 0 0 1-3.13 1.194 4.92 4.92 0 0 0-3.593-1.55 4.924 4.924 0 0 0-4.794 6.049c-4.09-.21-7.72-2.17-10.15-5.15a4.942 4.942 0 0 0-.665 2.477c0 1.71.87 3.214 2.19 4.1a4.968 4.968 0 0 1-2.23-.616v.06c0 2.39 1.7 4.38 3.952 4.83-.414.115-.85.174-1.297.174-.318 0-.626-.03-.928-.086a4.935 4.935 0 0 0 4.6 3.42 9.893 9.893 0 0 1-6.114 2.107c-.398 0-.79-.023-1.175-.068a13.953 13.953 0 0 0 7.55 2.213c9.056 0 14.01-7.507 14.01-14.013 0-.213-.005-.426-.015-.637.96-.695 1.795-1.56 2.455-2.55z" fill="#fff"></path></svg></span></a><a target="_blank" aria-label="Line" class="heateor_sss_button_line" href="https://social-plugins.line.me/lineit/share?url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F05%2F05%2Fnapak-tilas-padjajaran-di-tasikmalaya-abah-anton-charliyan-dampingi-gubernur-dedi-mulyadi-dalam-kirab-mahkota-binokasih%2F" title="Line" rel="noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_line" style="background-color:#00c300;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 14.304c0-5.37-5.384-9.738-12-9.738S4 8.936 4 14.304c0 4.814 4.27 8.846 10.035 9.608.39.084.923.258 1.058.592.122.303.08.778.04 1.084l-.172 1.028c-.05.303-.24 1.187 1.04.647s6.91-4.07 9.43-6.968c1.737-1.905 2.57-3.842 2.57-5.99zM11.302 17.5H8.918c-.347 0-.63-.283-.63-.63V12.1c0-.346.283-.628.63-.628.348 0 .63.283.63.63v4.14h1.754c.35 0 .63.28.63.628 0 .347-.282.63-.63.63zm2.467-.63c0 .347-.284.628-.63.628-.348 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm5.74 0c0 .27-.175.51-.433.596-.065.02-.132.032-.2.032-.195 0-.384-.094-.502-.25l-2.443-3.33v2.95c0 .35-.282.63-.63.63-.347 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.27.174-.51.43-.597.066-.02.134-.033.2-.033.197 0 .386.094.503.252l2.444 3.328V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm3.855-3.014c.348 0 .63.282.63.63 0 .346-.282.628-.63.628H21.61v1.126h1.755c.348 0 .63.282.63.63 0 .347-.282.628-.63.628H20.98c-.345 0-.628-.282-.628-.63v-4.766c0-.346.283-.628.63-.628h2.384c.348 0 .63.283.63.63 0 .346-.282.628-.63.628h-1.754v1.126h1.754z"/></svg></span></a><a class="heateor_sss_more" aria-label="More" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size: 32px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/05/napak-tilas-padjajaran-di-tasikmalaya-abah-anton-charliyan-dampingi-gubernur-dedi-mulyadi-dalam-kirab-mahkota-binokasih/" onclick="event.preventDefault()"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="heateorSssMoreSharingPopup(this, 'https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/05/napak-tilas-padjajaran-di-tasikmalaya-abah-anton-charliyan-dampingi-gubernur-dedi-mulyadi-dalam-kirab-mahkota-binokasih/', 'Napak%20Tilas%20Padjajaran%20Tasikmalaya%3A%20Abah%20Anton%20Charliyan%20Dampingi%20Gubernur%20Dedi%20Mulyadi%C2%A0', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;border-radius:999px;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div><div class="heateorSssClear"></div></div><div class='heateorSssClear'></div><p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/05/napak-tilas-padjajaran-di-tasikmalaya-abah-anton-charliyan-dampingi-gubernur-dedi-mulyadi-dalam-kirab-mahkota-binokasih/">Napak Tilas Padjajaran Tasikmalaya: Abah Anton Charliyan Dampingi Gubernur Dedi Mulyadi </a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://warisanbudayanusantara.com/2026/05/05/napak-tilas-padjajaran-di-tasikmalaya-abah-anton-charliyan-dampingi-gubernur-dedi-mulyadi-dalam-kirab-mahkota-binokasih/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wabup Sumba Timur Terima Audiensi Peneliti ITB</title>
		<link>https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/28/wabup-sumba-timur-terima-audiensi-peneliti-itb/</link>
					<comments>https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/28/wabup-sumba-timur-terima-audiensi-peneliti-itb/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aurel Doo]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 15:32:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[KEBUDAYAAN]]></category>
		<category><![CDATA[PEMERINTAH DAERAH]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://warisanbudayanusantara.com/?p=78873</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#8220;Tenun Ikat Pewarna Alami Didorong Menjadi Kekuatan Budaya dan Ekonomi Daerah&#8221; WBN, SUMBA TIMUR &#8211; Tenun ikat bukan sekadar kain. Ia adalah ingatan budaya, identitas leluhur, sekaligus denyut ekonomi masyarakat Sumba Timur yang hidup dari tangan-tangan terampil para penenun di kampung-kampung adat. Di tengah arus modernisasi dan tekanan industri tekstil massal, upaya menjaga warisan ini kini ...</p>
<p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/28/wabup-sumba-timur-terima-audiensi-peneliti-itb/">Wabup Sumba Timur Terima Audiensi Peneliti ITB</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><em>&#8220;Tenun Ikat Pewarna Alami Didorong Menjadi Kekuatan Budaya dan Ekonomi Daerah&#8221;</em></p>
<p><strong><span style="color: #ff0000;">WBN, </span>SUMBA TIMUR</strong> &#8211; Tenun ikat bukan sekadar kain. Ia adalah ingatan budaya, identitas leluhur, sekaligus denyut ekonomi masyarakat Sumba Timur yang hidup dari tangan-tangan terampil para penenun di kampung-kampung adat. Di tengah arus modernisasi dan tekanan industri tekstil massal, upaya menjaga warisan ini kini mulai menemukan bentuk kolaborasi baru: pertemuan antara ilmu pengetahuan dan tradisi lokal.</p>
<p>Hal itu terlihat ketika Wakil Bupati Sumba Timur, Yonathan Hani, S.Kom., M.AP., menerima audiensi tim peneliti dari Kelompok Keahlian Sistem Manufaktur, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Bandung (ITB), di ruang kerjanya pada Senin, (27/4/2026).</p>
<p>Pertemuan tersebut bukan sekadar agenda seremonial birokrasi. Di balik diskusi yang berlangsung hangat dan dialogis itu, tersimpan harapan besar tentang masa depan tenun ikat Sumba Timur, khususnya pengembangan bahan baku dan teknologi pewarna alami yang selama ini menjadi salah satu ciri khas paling bernilai dari kain tradisional Sumba.</p>
<p>Tim peneliti ITB datang membawa pendekatan ilmiah untuk mendukung proses produksi tenun berbasis pewarna alami agar lebih berkelanjutan, efisien, dan memiliki daya saing lebih kuat di pasar nasional maupun internasional. Fokus penelitian mencakup pengembangan teknologi pembuatan, pemanfaatan bahan baku lokal, hingga peningkatan kualitas hasil produksi para pengrajin.</p>
<p>Wakil Bupati Yonathan Hani menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah daerah menjadi langkah penting dalam menjaga warisan budaya agar tidak hanya bertahan secara simbolik, tetapi juga mampu memberi manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat.</p>
<p>“Tenun ikat adalah identitas budaya Sumba Timur. Karena itu, pelestarian tidak cukup hanya lewat festival atau seremoni budaya. Harus ada penguatan kualitas produksi, perlindungan bahan baku lokal, dan peningkatan kesejahteraan para penenun,” ujarnya.</p>
<p>Pernyataan itu mencerminkan kesadaran bahwa tantangan tenun ikat hari ini tidak lagi sekadar soal regenerasi penenun, tetapi juga menyangkut keberlanjutan bahan baku alami yang mulai terdesak oleh pewarna sintetis dan perubahan lingkungan.</p>
<p>Di banyak wilayah Sumba Timur, penggunaan pewarna alami sebenarnya telah diwariskan turun-temurun. Akar mengkudu, daun tarum, kulit kayu tertentu, hingga lumpur alami menjadi bagian dari proses panjang yang melahirkan warna-warna khas pada kain tenun Sumba. Namun di era modern, proses alami itu sering dianggap lebih rumit, lebih lama, dan kurang ekonomis dibanding pewarna kimia instan.</p>
<p>Di sinilah penelitian dan inovasi menjadi penting.</p>
<p>Pendekatan teknologi yang dikembangkan ITB diharapkan mampu membantu para pengrajin mempertahankan kualitas tradisional tanpa kehilangan efisiensi produksi. Jika berhasil diterapkan secara tepat, maka tenun ikat pewarna alami bukan hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga produk ekonomi kreatif bernilai tinggi yang mampu membuka peluang pasar lebih luas.</p>
<p>Wakil Bupati juga menekankan pentingnya pemanfaatan bahan baku lokal yang ramah lingkungan sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan sumber daya alam daerah.</p>
<p>Menurutnya, pembangunan ekonomi tidak boleh berjalan dengan mengorbankan identitas budaya maupun kerusakan lingkungan. Sumba Timur justru memiliki kekuatan besar ketika tradisi, alam, dan inovasi dapat berjalan beriringan.</p>
<p>Audiensi tersebut turut membahas berbagai potensi kerja sama lanjutan, mulai dari peningkatan kapasitas pengrajin, pengembangan teknologi produksi, hingga peluang pendampingan berkelanjutan bagi kelompok penenun di desa-desa.</p>
<p>Bagi masyarakat Sumba Timur, tenun ikat bukan sekadar komoditas. Di dalam setiap motif tersimpan filosofi kehidupan, relasi manusia dengan alam, hingga simbol status sosial dan spiritualitas masyarakat adat. Karena itu, menjaga tenun berarti menjaga memori kolektif masyarakat Sumba sendiri.</p>
<p>Namun realitas di lapangan menunjukkan bahwa banyak penenun masih menghadapi persoalan klasik: keterbatasan akses pasar, minimnya dukungan teknologi, regenerasi yang melambat, hingga fluktuasi harga bahan baku.</p>
<p>Kolaborasi seperti yang mulai dibangun antara Pemerintah Kabupaten Sumba Timur dan ITB dapat menjadi titik awal penting untuk menjawab persoalan tersebut secara lebih sistematis.</p>
<p>Jika selama ini tenun ikat sering dipromosikan hanya sebagai produk budaya untuk dipamerkan kepada wisatawan, maka kini muncul dorongan agar tenun ditempatkan sebagai sektor ekonomi strategis berbasis kearifan lokal.</p>
<p>Di tengah gempuran produk pabrikan dan budaya instan, langkah menjaga tenun pewarna alami sesungguhnya adalah bentuk perlawanan sunyi terhadap hilangnya identitas lokal.</p>
<p>Sebab sebuah daerah tidak akan benar-benar maju bila hanya membangun gedung dan infrastruktur, tetapi kehilangan akar budayanya sendiri.</p>
<p>Dan mungkin, dari ruang kerja sederhana tempat audiensi itu berlangsung, Sumba Timur sedang merajut masa depan baru: ketika tradisi tidak ditinggalkan oleh zaman, melainkan diperkuat oleh ilmu pengetahuan.</p>
<p><em>Asis Dapa Ngole </em></p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>WBN</strong></span></p>
<div class='heateorSssClear'></div><div  class='heateor_sss_sharing_container heateor_sss_horizontal_sharing' data-heateor-sss-href='https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/28/wabup-sumba-timur-terima-audiensi-peneliti-itb/'><div class='heateor_sss_sharing_title' style="font-weight:bold" >Share It.....</div><div class="heateor_sss_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="heateor_sss_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F04%2F28%2Fwabup-sumba-timur-terima-audiensi-peneliti-itb%2F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#0765FE;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="heateor_sss_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=Wabup%20Sumba%20Timur%20Terima%20Audiensi%20Peneliti%20ITB%20https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F04%2F28%2Fwabup-sumba-timur-terima-audiensi-peneliti-itb%2F" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#55eb4c;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="heateor_sss_svg_stroke heateor_sss_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="heateor_sss_no_fill heateor_sss_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Twitter" class="heateor_sss_button_twitter" href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Wabup%20Sumba%20Timur%20Terima%20Audiensi%20Peneliti%20ITB&url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F04%2F28%2Fwabup-sumba-timur-terima-audiensi-peneliti-itb%2F" title="Twitter" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_twitter" style="background-color:#55acee;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-4 -4 39 39"><path d="M28 8.557a9.913 9.913 0 0 1-2.828.775 4.93 4.93 0 0 0 2.166-2.725 9.738 9.738 0 0 1-3.13 1.194 4.92 4.92 0 0 0-3.593-1.55 4.924 4.924 0 0 0-4.794 6.049c-4.09-.21-7.72-2.17-10.15-5.15a4.942 4.942 0 0 0-.665 2.477c0 1.71.87 3.214 2.19 4.1a4.968 4.968 0 0 1-2.23-.616v.06c0 2.39 1.7 4.38 3.952 4.83-.414.115-.85.174-1.297.174-.318 0-.626-.03-.928-.086a4.935 4.935 0 0 0 4.6 3.42 9.893 9.893 0 0 1-6.114 2.107c-.398 0-.79-.023-1.175-.068a13.953 13.953 0 0 0 7.55 2.213c9.056 0 14.01-7.507 14.01-14.013 0-.213-.005-.426-.015-.637.96-.695 1.795-1.56 2.455-2.55z" fill="#fff"></path></svg></span></a><a target="_blank" aria-label="Line" class="heateor_sss_button_line" href="https://social-plugins.line.me/lineit/share?url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F04%2F28%2Fwabup-sumba-timur-terima-audiensi-peneliti-itb%2F" title="Line" rel="noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_line" style="background-color:#00c300;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 14.304c0-5.37-5.384-9.738-12-9.738S4 8.936 4 14.304c0 4.814 4.27 8.846 10.035 9.608.39.084.923.258 1.058.592.122.303.08.778.04 1.084l-.172 1.028c-.05.303-.24 1.187 1.04.647s6.91-4.07 9.43-6.968c1.737-1.905 2.57-3.842 2.57-5.99zM11.302 17.5H8.918c-.347 0-.63-.283-.63-.63V12.1c0-.346.283-.628.63-.628.348 0 .63.283.63.63v4.14h1.754c.35 0 .63.28.63.628 0 .347-.282.63-.63.63zm2.467-.63c0 .347-.284.628-.63.628-.348 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm5.74 0c0 .27-.175.51-.433.596-.065.02-.132.032-.2.032-.195 0-.384-.094-.502-.25l-2.443-3.33v2.95c0 .35-.282.63-.63.63-.347 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.27.174-.51.43-.597.066-.02.134-.033.2-.033.197 0 .386.094.503.252l2.444 3.328V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm3.855-3.014c.348 0 .63.282.63.63 0 .346-.282.628-.63.628H21.61v1.126h1.755c.348 0 .63.282.63.63 0 .347-.282.628-.63.628H20.98c-.345 0-.628-.282-.628-.63v-4.766c0-.346.283-.628.63-.628h2.384c.348 0 .63.283.63.63 0 .346-.282.628-.63.628h-1.754v1.126h1.754z"/></svg></span></a><a class="heateor_sss_more" aria-label="More" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size: 32px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/28/wabup-sumba-timur-terima-audiensi-peneliti-itb/" onclick="event.preventDefault()"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="heateorSssMoreSharingPopup(this, 'https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/28/wabup-sumba-timur-terima-audiensi-peneliti-itb/', 'Wabup%20Sumba%20Timur%20Terima%20Audiensi%20Peneliti%20ITB', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;border-radius:999px;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div><div class="heateorSssClear"></div></div><div class='heateorSssClear'></div><p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/28/wabup-sumba-timur-terima-audiensi-peneliti-itb/">Wabup Sumba Timur Terima Audiensi Peneliti ITB</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://warisanbudayanusantara.com/2026/04/28/wabup-sumba-timur-terima-audiensi-peneliti-itb/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
