<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:series="https://publishpress.com/"
	>

<channel>
	<title>ADAT Archives - Warisan Budaya Nusantara.com</title>
	<atom:link href="https://warisanbudayanusantara.com/category/adat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://warisanbudayanusantara.com/category/adat/</link>
	<description>Tajam dalam Fakta</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Oct 2026 02:38:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://warisanbudayanusantara.com/wp-content/uploads/2022/12/cropped-cropped-LOGO-WBN-32x32.png</url>
	<title>ADAT Archives - Warisan Budaya Nusantara.com</title>
	<link>https://warisanbudayanusantara.com/category/adat/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kearifan Lokal Detukeli Ende : Merawat Tanah Ulayat, Meneguhkan Kedaulatan Pangan</title>
		<link>https://warisanbudayanusantara.com/2026/10/20/kearifan-lokal-detukeli-ende-merawat-tanah-ulayat-meneguhkan-kedaulatan-pangan/</link>
					<comments>https://warisanbudayanusantara.com/2026/10/20/kearifan-lokal-detukeli-ende-merawat-tanah-ulayat-meneguhkan-kedaulatan-pangan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aurel Doo]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2026 02:20:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[ADAT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://warisanbudayanusantara.com/?p=83113</guid>

					<description><![CDATA[<p>ENDE, WBN — Masyarakat Adat Detukeli di Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), meneguhkan kembali komitmen menjaga keharmonisan sosial dan kedaulatan ekonomi berbasis kearifan lokal. Hal itu mengemuka dalam ritual syukuran tahunan adat ulayat Detukeli yang berlangsung khidmat pada Kamis hingga Jumat (15-16/10/2026). Ritual adat yang mempertemukan ratusan warga dan generasi keturunan sedarah ini ...</p>
<p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/10/20/kearifan-lokal-detukeli-ende-merawat-tanah-ulayat-meneguhkan-kedaulatan-pangan/">Kearifan Lokal Detukeli Ende : Merawat Tanah Ulayat, Meneguhkan Kedaulatan Pangan</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>ENDE, WBN —</strong> Masyarakat Adat Detukeli di Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), meneguhkan kembali komitmen menjaga keharmonisan sosial dan kedaulatan ekonomi berbasis kearifan lokal.</p>
<p>Hal itu mengemuka dalam ritual syukuran tahunan adat ulayat Detukeli yang berlangsung khidmat pada Kamis hingga Jumat (15-16/10/2026).</p>
<p>Ritual adat yang mempertemukan ratusan warga dan generasi keturunan sedarah ini tidak sekadar menjadi ruang nostalgia. Lebih dari itu, momentum ini melahirkan resolusi penting bagi masa depan pelestarian lingkungan, ketertiban sosial, dan penguatan ekonomi warga.</p>
<p>Pemangku Adat Detukeli melalui Laki Ria Bewa (Fungsionaris Adat), Mateus Lau, menegaskan bahwa kemajuan peradaban Detukeli hari ini sangat bergantung pada cara masyarakat mengelola tanah dan hewan ternak. Ia meminta warga untuk menghentikan pola beternak yang merusak tanaman, sekaligus mendorong intensifikasi pertanian di lahan masing-masing tanpa mencaplok hak orang lain.</p>
<p>&#8220;Mulai hari ini, kedisiplinan dan keuletan harus menjadi identitas baru kita. Tanamlah komoditas yang bernilai ekonomi tinggi, termasuk umbi-umbian, porang, hingga bambu. Segala bentuk pencurian atau perusakan tanaman adalah musuh bersama yang harus diberantas,&#8221; ujar Mateus di hadapan warga adat.</p>
<p>Selain sektor ekonomi, lembaga adat Detukeli juga memperkuat hukum adat (mosalaki) untuk menyelesaikan segala bentuk perselisihan warga. Mateus menekankan agar sengketa domestik diselesaikan terlebih dahulu melalui mekanisme kekeluargaan dan kekuatan budaya, alih-alih langsung menempuh jalur hukum formal.</p>
<p>Komitmen ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kecamatan Detukeli. Camat Detukeli, Marianus Agang, S.E., yang hadir bersama jajarannya, menegaskan bahwa institusi adat adalah penyangga utama sekaligus mitra strategis pembangunan nasional.</p>
<p>&#8220;Pemerintah mendukung penuh ketetapan yang dilahirkan oleh para pemangku adat. Adat adalah jangkar moral kita. Bersamaan dengan ini, saya juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membersihkan wilayah ini dari penyakit sosial perjudian yang merusak tatanan keluarga dan masa depan generasi muda,&#8221; tegas Marianus.</p>
<p>Camat Marianus mengumumkan larangan keras perjudian di wilayah kerjanya, sebab judi sangat merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat, bangsa dan negara.</p>
<p>Pandangan visioner juga datang dari tokoh muda sekaligus jurnalis asal Detukeli, Aurelius Do’o. Di hadapan para tetua dan masyarakat, Aurelius menyampaikan refleksi mendalam mengenai posisi adat di tengah arus modernisasi.</p>
<p>&#8220;Adat dan budaya bukanlah masa lalu yang membeku, melainkan kompas peradaban yang menuntun masa depan kita. Ketika dunia luar menawarkan ketidakpastian, tanah ulayat dan filosofi leluhur adalah jangkar yang menjaga kita tetap membumi sekaligus mampu melangkah jauh,&#8221; ujar Aurelius.</p>
<p>Aurelius menambahkan, pesan dari para mosalaki mengenai ketertiban bertani, beradab dalam memanfaatkan hasil alam, serta penyelesaian konflik secara damai, merupakan cetak biru (blueprint) menuju kemandirian yang berkelanjutan.</p>
<p>&#8220;Generasi muda tidak boleh sekadar mengagumi masa lalu, tetapi harus menjadi pelaku perubahan. Jika kita mampu mengawinkan nilai luhur ini dengan kerja keras dan inovasi, Detukeli bukan lagi sekadar wilayah adat di pedalaman Flores, melainkan sebuah barometer kemajuan dan peradaban baru bagi NTT,&#8221; pungkas Aurelius.</p>
<p><strong>WBN</strong></p>
<div class='heateorSssClear'></div><div  class='heateor_sss_sharing_container heateor_sss_horizontal_sharing' data-heateor-sss-href='https://warisanbudayanusantara.com/2026/10/20/kearifan-lokal-detukeli-ende-merawat-tanah-ulayat-meneguhkan-kedaulatan-pangan/'><div class='heateor_sss_sharing_title' style="font-weight:bold" >Share It.....</div><div class="heateor_sss_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="heateor_sss_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F10%2F20%2Fkearifan-lokal-detukeli-ende-merawat-tanah-ulayat-meneguhkan-kedaulatan-pangan%2F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#0765FE;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="heateor_sss_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=Kearifan%20Lokal%20Detukeli%20Ende%20%3A%20Merawat%20Tanah%20Ulayat%2C%20Meneguhkan%20Kedaulatan%20Pangan%20https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F10%2F20%2Fkearifan-lokal-detukeli-ende-merawat-tanah-ulayat-meneguhkan-kedaulatan-pangan%2F" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#55eb4c;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="heateor_sss_svg_stroke heateor_sss_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="heateor_sss_no_fill heateor_sss_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Twitter" class="heateor_sss_button_twitter" href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Kearifan%20Lokal%20Detukeli%20Ende%20%3A%20Merawat%20Tanah%20Ulayat%2C%20Meneguhkan%20Kedaulatan%20Pangan&url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F10%2F20%2Fkearifan-lokal-detukeli-ende-merawat-tanah-ulayat-meneguhkan-kedaulatan-pangan%2F" title="Twitter" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_twitter" style="background-color:#55acee;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-4 -4 39 39"><path d="M28 8.557a9.913 9.913 0 0 1-2.828.775 4.93 4.93 0 0 0 2.166-2.725 9.738 9.738 0 0 1-3.13 1.194 4.92 4.92 0 0 0-3.593-1.55 4.924 4.924 0 0 0-4.794 6.049c-4.09-.21-7.72-2.17-10.15-5.15a4.942 4.942 0 0 0-.665 2.477c0 1.71.87 3.214 2.19 4.1a4.968 4.968 0 0 1-2.23-.616v.06c0 2.39 1.7 4.38 3.952 4.83-.414.115-.85.174-1.297.174-.318 0-.626-.03-.928-.086a4.935 4.935 0 0 0 4.6 3.42 9.893 9.893 0 0 1-6.114 2.107c-.398 0-.79-.023-1.175-.068a13.953 13.953 0 0 0 7.55 2.213c9.056 0 14.01-7.507 14.01-14.013 0-.213-.005-.426-.015-.637.96-.695 1.795-1.56 2.455-2.55z" fill="#fff"></path></svg></span></a><a target="_blank" aria-label="Line" class="heateor_sss_button_line" href="https://social-plugins.line.me/lineit/share?url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F10%2F20%2Fkearifan-lokal-detukeli-ende-merawat-tanah-ulayat-meneguhkan-kedaulatan-pangan%2F" title="Line" rel="noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_line" style="background-color:#00c300;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 14.304c0-5.37-5.384-9.738-12-9.738S4 8.936 4 14.304c0 4.814 4.27 8.846 10.035 9.608.39.084.923.258 1.058.592.122.303.08.778.04 1.084l-.172 1.028c-.05.303-.24 1.187 1.04.647s6.91-4.07 9.43-6.968c1.737-1.905 2.57-3.842 2.57-5.99zM11.302 17.5H8.918c-.347 0-.63-.283-.63-.63V12.1c0-.346.283-.628.63-.628.348 0 .63.283.63.63v4.14h1.754c.35 0 .63.28.63.628 0 .347-.282.63-.63.63zm2.467-.63c0 .347-.284.628-.63.628-.348 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm5.74 0c0 .27-.175.51-.433.596-.065.02-.132.032-.2.032-.195 0-.384-.094-.502-.25l-2.443-3.33v2.95c0 .35-.282.63-.63.63-.347 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.27.174-.51.43-.597.066-.02.134-.033.2-.033.197 0 .386.094.503.252l2.444 3.328V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm3.855-3.014c.348 0 .63.282.63.63 0 .346-.282.628-.63.628H21.61v1.126h1.755c.348 0 .63.282.63.63 0 .347-.282.628-.63.628H20.98c-.345 0-.628-.282-.628-.63v-4.766c0-.346.283-.628.63-.628h2.384c.348 0 .63.283.63.63 0 .346-.282.628-.63.628h-1.754v1.126h1.754z"/></svg></span></a><a class="heateor_sss_more" aria-label="More" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size: 32px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/10/20/kearifan-lokal-detukeli-ende-merawat-tanah-ulayat-meneguhkan-kedaulatan-pangan/" onclick="event.preventDefault()"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="heateorSssMoreSharingPopup(this, 'https://warisanbudayanusantara.com/2026/10/20/kearifan-lokal-detukeli-ende-merawat-tanah-ulayat-meneguhkan-kedaulatan-pangan/', 'Kearifan%20Lokal%20Detukeli%20Ende%20%3A%20Merawat%20Tanah%20Ulayat%2C%20Meneguhkan%20Kedaulatan%20Pangan', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;border-radius:999px;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div><div class="heateorSssClear"></div></div><div class='heateorSssClear'></div><p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/10/20/kearifan-lokal-detukeli-ende-merawat-tanah-ulayat-meneguhkan-kedaulatan-pangan/">Kearifan Lokal Detukeli Ende : Merawat Tanah Ulayat, Meneguhkan Kedaulatan Pangan</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://warisanbudayanusantara.com/2026/10/20/kearifan-lokal-detukeli-ende-merawat-tanah-ulayat-meneguhkan-kedaulatan-pangan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Harlah SapuJogan ke-9, Mengusung Tema Sindupraja Festival Ke-2</title>
		<link>https://warisanbudayanusantara.com/2026/09/13/harlah-sapujogan-ke-9-mengusung-tema-sindupraja-festival-ke-2/</link>
					<comments>https://warisanbudayanusantara.com/2026/09/13/harlah-sapujogan-ke-9-mengusung-tema-sindupraja-festival-ke-2/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hery Susanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Sep 2026 15:35:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SENI]]></category>
		<category><![CDATA[BERITA UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[SENI BUDAYA]]></category>
		<category><![CDATA[ADAT]]></category>
		<category><![CDATA[BUDAYA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://warisanbudayanusantara.com/?p=82129</guid>

					<description><![CDATA[<p>WBN &#124; INDRAMAYU &#8211; Sanggar Seni SapuJogan adalah sebuah pusat kreativitas dan pelestarian budaya yang berlokasi di Desa Kliwed, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu. Sabtu ( 12/9/2026 ) Sanggar SapuJogan fokus pada kegiatan seni budaya dan sosial edukasi sebagai sarana untuk belajar, berlatih, dan berinovasi di bidang kesenian. Sanggar ini terbuka bagi siapa saja, khususnya generasi ...</p>
<p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/09/13/harlah-sapujogan-ke-9-mengusung-tema-sindupraja-festival-ke-2/">Harlah SapuJogan ke-9, Mengusung Tema Sindupraja Festival Ke-2</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>WBN | INDRAMAYU &#8211; Sanggar Seni SapuJogan adalah sebuah pusat kreativitas dan pelestarian budaya yang berlokasi di Desa Kliwed, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu.</p>
<p>Sabtu ( 12/9/2026 )</p>
<p>Sanggar SapuJogan fokus pada kegiatan seni budaya dan sosial edukasi sebagai sarana untuk belajar, berlatih, dan berinovasi di bidang kesenian. Sanggar ini terbuka bagi siapa saja, khususnya generasi muda yang ingin mendalami seni dan budaya Indramayu.</p>
<p>Sejarah Ringkas Sanggar ini terbentuk pada tahun 2018 dan secara konsisten mendidik anak-anak setempat meskipun dengan fasilitas yang seadanya. Kegiatan Lain: Selain menjadi ruang belajar seni, sanggar ini juga aktif membangun jiwa kepedulian sosial serta membangun jiwa kebersamaan. Hingga seiring waktu berjalan, Sanggar SapuJogan sekarang genap berusia sembilan tahun.</p>
<p>Dalam hari jadi yang ke sembilan, Sanggar SapuJogan kembali mengadakan kegiatan dengan Tema Sinduprajja Festival Ke-2, berbagai penampilan pentas seni dan budaya, sebelum digelar pagelaran seni budaya, Sanggar SapuJogan mengadakan lomba panjat pinang antar blok untuk seluruh lapisan masyarakat desa Kliwed. Bang ay selalu ketua sanggar SapuJogan menyampaikan nilai penting akan arti lomba antar blok ini</p>
<p>&#8221; Dalam rangkaian hari jadi Sanggar SapuJogan yang telah menginjak usia yang ke-9 ini, Kami dari Sanggar SapuJogan, sekaligus kegiatan cinta Sungai dengan tema Sindupraja Festival Ke-2, Kebersamaan dan Kekompakan Adalah Kunci Keberhasilan, Kami adakan lomba panjat pinang yang memperebutkan dua ekor kambing dan satu ekor ayam. Ini momentum bersejarah dalam kebersamaan dan kekompakan masyarakat dalam menjaga hubungan sosial diantara warga masyarakat desa kliwed.&#8221; Ucapnya</p>
<p>Bang ay juga menambahkan semoga momentum kebersamaan dan kekompakan ini akan terus tertanam dalam jiwa warga masyarakat, tidak hanya dalam suasana seperti ini saja, akan tetapi dapat dilakukan dalam kehidupan sehari hari.&#8221; Imbuhnya</p>
<p>Dan sementara itu, Haris Kepala Desa Kliwed menilai sangat positif kegiatan ini serta mendukung penuh apa yang menjadi kegiatan Sanggar SapuJogan</p>
<p>&#8221; Kami dari pemerintah Desa sangat mengapresiasi apa yang menjadi gagasan dari Sanggar SapuJogan, ini akan menjadi nilai nilai kebersamaan dan kekompakan bagi warga masyarakat, menjadi nilai nilai persatuan dan kesatuan serta nilai nilai keagungan sosial. Dengan kebersamaan dan kekompakan bisa menjadi landasan dalam turut serta membangun desa.&#8221; Tuturnya</p>
<p>Dalam menampilkan seni dan budaya, Sanggar SapuJogan juga menggandeng 7 Sanggar kenamaan di Indramayu untuk turut memeriahkan Panggung Akbar Malam Pagelaran Seni dan Budaya.<br />
(D.res)</p>
<div class='heateorSssClear'></div><div  class='heateor_sss_sharing_container heateor_sss_horizontal_sharing' data-heateor-sss-href='https://warisanbudayanusantara.com/2026/09/13/harlah-sapujogan-ke-9-mengusung-tema-sindupraja-festival-ke-2/'><div class='heateor_sss_sharing_title' style="font-weight:bold" >Share It.....</div><div class="heateor_sss_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="heateor_sss_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F09%2F13%2Fharlah-sapujogan-ke-9-mengusung-tema-sindupraja-festival-ke-2%2F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#0765FE;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="heateor_sss_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=Harlah%20SapuJogan%20ke-9%2C%20Mengusung%20Tema%20Sindupraja%20Festival%20Ke-2%20https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F09%2F13%2Fharlah-sapujogan-ke-9-mengusung-tema-sindupraja-festival-ke-2%2F" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#55eb4c;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="heateor_sss_svg_stroke heateor_sss_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="heateor_sss_no_fill heateor_sss_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Twitter" class="heateor_sss_button_twitter" href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Harlah%20SapuJogan%20ke-9%2C%20Mengusung%20Tema%20Sindupraja%20Festival%20Ke-2&url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F09%2F13%2Fharlah-sapujogan-ke-9-mengusung-tema-sindupraja-festival-ke-2%2F" title="Twitter" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_twitter" style="background-color:#55acee;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-4 -4 39 39"><path d="M28 8.557a9.913 9.913 0 0 1-2.828.775 4.93 4.93 0 0 0 2.166-2.725 9.738 9.738 0 0 1-3.13 1.194 4.92 4.92 0 0 0-3.593-1.55 4.924 4.924 0 0 0-4.794 6.049c-4.09-.21-7.72-2.17-10.15-5.15a4.942 4.942 0 0 0-.665 2.477c0 1.71.87 3.214 2.19 4.1a4.968 4.968 0 0 1-2.23-.616v.06c0 2.39 1.7 4.38 3.952 4.83-.414.115-.85.174-1.297.174-.318 0-.626-.03-.928-.086a4.935 4.935 0 0 0 4.6 3.42 9.893 9.893 0 0 1-6.114 2.107c-.398 0-.79-.023-1.175-.068a13.953 13.953 0 0 0 7.55 2.213c9.056 0 14.01-7.507 14.01-14.013 0-.213-.005-.426-.015-.637.96-.695 1.795-1.56 2.455-2.55z" fill="#fff"></path></svg></span></a><a target="_blank" aria-label="Line" class="heateor_sss_button_line" href="https://social-plugins.line.me/lineit/share?url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F09%2F13%2Fharlah-sapujogan-ke-9-mengusung-tema-sindupraja-festival-ke-2%2F" title="Line" rel="noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_line" style="background-color:#00c300;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 14.304c0-5.37-5.384-9.738-12-9.738S4 8.936 4 14.304c0 4.814 4.27 8.846 10.035 9.608.39.084.923.258 1.058.592.122.303.08.778.04 1.084l-.172 1.028c-.05.303-.24 1.187 1.04.647s6.91-4.07 9.43-6.968c1.737-1.905 2.57-3.842 2.57-5.99zM11.302 17.5H8.918c-.347 0-.63-.283-.63-.63V12.1c0-.346.283-.628.63-.628.348 0 .63.283.63.63v4.14h1.754c.35 0 .63.28.63.628 0 .347-.282.63-.63.63zm2.467-.63c0 .347-.284.628-.63.628-.348 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm5.74 0c0 .27-.175.51-.433.596-.065.02-.132.032-.2.032-.195 0-.384-.094-.502-.25l-2.443-3.33v2.95c0 .35-.282.63-.63.63-.347 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.27.174-.51.43-.597.066-.02.134-.033.2-.033.197 0 .386.094.503.252l2.444 3.328V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm3.855-3.014c.348 0 .63.282.63.63 0 .346-.282.628-.63.628H21.61v1.126h1.755c.348 0 .63.282.63.63 0 .347-.282.628-.63.628H20.98c-.345 0-.628-.282-.628-.63v-4.766c0-.346.283-.628.63-.628h2.384c.348 0 .63.283.63.63 0 .346-.282.628-.63.628h-1.754v1.126h1.754z"/></svg></span></a><a class="heateor_sss_more" aria-label="More" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size: 32px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/09/13/harlah-sapujogan-ke-9-mengusung-tema-sindupraja-festival-ke-2/" onclick="event.preventDefault()"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="heateorSssMoreSharingPopup(this, 'https://warisanbudayanusantara.com/2026/09/13/harlah-sapujogan-ke-9-mengusung-tema-sindupraja-festival-ke-2/', 'Harlah%20SapuJogan%20ke-9%2C%20Mengusung%20Tema%20Sindupraja%20Festival%20Ke-2', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;border-radius:999px;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div><div class="heateorSssClear"></div></div><div class='heateorSssClear'></div><p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/09/13/harlah-sapujogan-ke-9-mengusung-tema-sindupraja-festival-ke-2/">Harlah SapuJogan ke-9, Mengusung Tema Sindupraja Festival Ke-2</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://warisanbudayanusantara.com/2026/09/13/harlah-sapujogan-ke-9-mengusung-tema-sindupraja-festival-ke-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketua Masda Jabar Abah Anton Hadiri Dakwah Budaya PWI LS: Derajat Islam Ditentukan Takwa, Bukan Nasab</title>
		<link>https://warisanbudayanusantara.com/2026/08/30/ketua-masda-jabar-abah-anton-hadiri-dakwah-budaya-pwi-ls-derajat-islam-ditentukan-takwa-bukan-nasab/</link>
					<comments>https://warisanbudayanusantara.com/2026/08/30/ketua-masda-jabar-abah-anton-hadiri-dakwah-budaya-pwi-ls-derajat-islam-ditentukan-takwa-bukan-nasab/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hendra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2026 08:03:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[RELIGI]]></category>
		<category><![CDATA[KEBUDAYAAN]]></category>
		<category><![CDATA[ADAT]]></category>
		<category><![CDATA[ORGANISASI]]></category>
		<category><![CDATA[Indramayu]]></category>
		<category><![CDATA[Abah Anton Charliyan]]></category>
		<category><![CDATA[marsda jabar]]></category>
		<category><![CDATA[PWI LS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://warisanbudayanusantara.com/?p=81485</guid>

					<description><![CDATA[<p>MEDIA WBN&#124; INDRAMAYU – Ketua Masda JABAR sekaligus Ketua Dewan Penasihat PWI LS, Abah H. Anton Charliyan, menghadiri acara pelantikan pengurus baru Perjuangan Wali Songgo &#8211; Laskar Sabilillah (PWI LS) Jawa Barat periode 2026–2031. Acara yang mengusung tema &#8220;Dakwah Budaya&#8221; ini digelar meriah di Alun-Alun Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, pada Sabtu (29/8/2026). &#160; Prosesi pelantikan ...</p>
<p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/08/30/ketua-masda-jabar-abah-anton-hadiri-dakwah-budaya-pwi-ls-derajat-islam-ditentukan-takwa-bukan-nasab/">Ketua Masda Jabar Abah Anton Hadiri Dakwah Budaya PWI LS: Derajat Islam Ditentukan Takwa, Bukan Nasab</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://warisanabudayanusantara.com" target="_blank" rel="noopener">MEDIA WBN| INDRAMAYU</a> – Ketua Masda JABAR sekaligus Ketua Dewan Penasihat PWI LS, Abah H. Anton Charliyan, menghadiri acara pelantikan pengurus baru Perjuangan Wali Songgo &#8211; Laskar Sabilillah (PWI LS) Jawa Barat periode 2026–2031. Acara yang mengusung tema &#8220;Dakwah Budaya&#8221; ini digelar meriah di Alun-Alun Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, pada Sabtu (29/8/2026).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Prosesi pelantikan tersebut menetapkan KH Mustofa Bisri sebagai Ketua Terpilih PWI LS Jabar. Sejumlah tokoh besar turut hadir dalam acara ini, di antaranya Raja Dangdut Rd. H. Rhoma Irama sebagai pendakwah utama, Ketua Umum PWI LS Pusat Dr. KH. Gus M. Abas, serta sesepuh asal Majalengka, Abah KH Jafar Shidiq.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam ceramahnya, Gus Abas menegaskan bahwa tingginya derajat seseorang dalam Islam tidak ditentukan oleh garis keturunan atau nasab, sekalipun merupakan keturunan nabi dan rasul. Menurutnya, kemuliaan seorang manusia murni diukur dari tingkat ketakwaannya kepada Allah SWT.&#8221;Garis keturunan sama sekali tidak akan bisa menolong seseorang untuk menyelamatkan diri dari hisab Allah SWT. Jangan sampai ada klaim bahwa satu klan memiliki duriah yang lebih istimewa atau merasa lebih dekat dengan Sang Pencipta, hingga seakan-akan klan tersebut lebih unggul dari Rasulullah SAW,&#8221; ujar Gus Abas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Senada dengan Gus Abas, Bang Haji Rhoma Irama dalam dakwah budayanya menyampaikan bahwa Rasulullah SAW dalam setiap syiar dan hadisnya tidak pernah menitipkan atau mengamanatkan garis keturunannya. Sebaliknya, Rasulullah selalu berpesan tentang para sahabat dan umatnya. Hal ini menjadi bukti jelas bahwa Islam tidak mengistimewakan garis keturunan, karena derajat keislaman hanya ditentukan oleh keimanan dan ketakwaan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, Abah Anton Charliyan saat memberikan keterangan kepada media di lapangan, menyoroti pentingnya hubungan harmonis antara agama dan budaya dalam syiar Islam. Ia berharap keduanya tidak saling dibenturkan.&#8221;Titik berat agama adalah mengajarkan tentang kebenaran mutlak, sementara budaya mengajarkan tentang kebaikan seperti adab, etika, dan sopan santun. Ketika agama bersinergi dengan budaya, dakwah akan terasa lebih humanis dan saling melengkapi satu sama lain,&#8221; tutur Abah Anton.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tampak hadir Tim MASDA Jabar yang hadir Ketua Umum Abah Anton Charliyan , Bunda RR Okky Yudanegara, Bunda Anita Fitria MH , Kang H Endang Krisman.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Acara dakwah budaya ini ditutup dengan penampilan emosional dari Rhoma Irama yang melantunkan lagu berjudul &#8220;Perjuangan&#8221; sebagai simbolisasi sinergi nyata antara seni budaya dan dakwah agama. Rangkaian kegiatan kemudian diakhiri dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh KH Jafar Shidiq.</p>
<p>(Editor n&#8217;dra)</p>
<div class='heateorSssClear'></div><div  class='heateor_sss_sharing_container heateor_sss_horizontal_sharing' data-heateor-sss-href='https://warisanbudayanusantara.com/2026/08/30/ketua-masda-jabar-abah-anton-hadiri-dakwah-budaya-pwi-ls-derajat-islam-ditentukan-takwa-bukan-nasab/'><div class='heateor_sss_sharing_title' style="font-weight:bold" >Share It.....</div><div class="heateor_sss_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="heateor_sss_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F08%2F30%2Fketua-masda-jabar-abah-anton-hadiri-dakwah-budaya-pwi-ls-derajat-islam-ditentukan-takwa-bukan-nasab%2F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#0765FE;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="heateor_sss_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=Ketua%20Masda%20Jabar%20Abah%20Anton%20Hadiri%20Dakwah%20Budaya%20PWI%20LS%3A%20Derajat%20Islam%20Ditentukan%20Takwa%2C%20Bukan%20Nasab%20https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F08%2F30%2Fketua-masda-jabar-abah-anton-hadiri-dakwah-budaya-pwi-ls-derajat-islam-ditentukan-takwa-bukan-nasab%2F" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#55eb4c;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="heateor_sss_svg_stroke heateor_sss_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="heateor_sss_no_fill heateor_sss_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Twitter" class="heateor_sss_button_twitter" href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Ketua%20Masda%20Jabar%20Abah%20Anton%20Hadiri%20Dakwah%20Budaya%20PWI%20LS%3A%20Derajat%20Islam%20Ditentukan%20Takwa%2C%20Bukan%20Nasab&url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F08%2F30%2Fketua-masda-jabar-abah-anton-hadiri-dakwah-budaya-pwi-ls-derajat-islam-ditentukan-takwa-bukan-nasab%2F" title="Twitter" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_twitter" style="background-color:#55acee;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-4 -4 39 39"><path d="M28 8.557a9.913 9.913 0 0 1-2.828.775 4.93 4.93 0 0 0 2.166-2.725 9.738 9.738 0 0 1-3.13 1.194 4.92 4.92 0 0 0-3.593-1.55 4.924 4.924 0 0 0-4.794 6.049c-4.09-.21-7.72-2.17-10.15-5.15a4.942 4.942 0 0 0-.665 2.477c0 1.71.87 3.214 2.19 4.1a4.968 4.968 0 0 1-2.23-.616v.06c0 2.39 1.7 4.38 3.952 4.83-.414.115-.85.174-1.297.174-.318 0-.626-.03-.928-.086a4.935 4.935 0 0 0 4.6 3.42 9.893 9.893 0 0 1-6.114 2.107c-.398 0-.79-.023-1.175-.068a13.953 13.953 0 0 0 7.55 2.213c9.056 0 14.01-7.507 14.01-14.013 0-.213-.005-.426-.015-.637.96-.695 1.795-1.56 2.455-2.55z" fill="#fff"></path></svg></span></a><a target="_blank" aria-label="Line" class="heateor_sss_button_line" href="https://social-plugins.line.me/lineit/share?url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F08%2F30%2Fketua-masda-jabar-abah-anton-hadiri-dakwah-budaya-pwi-ls-derajat-islam-ditentukan-takwa-bukan-nasab%2F" title="Line" rel="noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_line" style="background-color:#00c300;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 14.304c0-5.37-5.384-9.738-12-9.738S4 8.936 4 14.304c0 4.814 4.27 8.846 10.035 9.608.39.084.923.258 1.058.592.122.303.08.778.04 1.084l-.172 1.028c-.05.303-.24 1.187 1.04.647s6.91-4.07 9.43-6.968c1.737-1.905 2.57-3.842 2.57-5.99zM11.302 17.5H8.918c-.347 0-.63-.283-.63-.63V12.1c0-.346.283-.628.63-.628.348 0 .63.283.63.63v4.14h1.754c.35 0 .63.28.63.628 0 .347-.282.63-.63.63zm2.467-.63c0 .347-.284.628-.63.628-.348 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm5.74 0c0 .27-.175.51-.433.596-.065.02-.132.032-.2.032-.195 0-.384-.094-.502-.25l-2.443-3.33v2.95c0 .35-.282.63-.63.63-.347 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.27.174-.51.43-.597.066-.02.134-.033.2-.033.197 0 .386.094.503.252l2.444 3.328V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm3.855-3.014c.348 0 .63.282.63.63 0 .346-.282.628-.63.628H21.61v1.126h1.755c.348 0 .63.282.63.63 0 .347-.282.628-.63.628H20.98c-.345 0-.628-.282-.628-.63v-4.766c0-.346.283-.628.63-.628h2.384c.348 0 .63.283.63.63 0 .346-.282.628-.63.628h-1.754v1.126h1.754z"/></svg></span></a><a class="heateor_sss_more" aria-label="More" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size: 32px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/08/30/ketua-masda-jabar-abah-anton-hadiri-dakwah-budaya-pwi-ls-derajat-islam-ditentukan-takwa-bukan-nasab/" onclick="event.preventDefault()"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="heateorSssMoreSharingPopup(this, 'https://warisanbudayanusantara.com/2026/08/30/ketua-masda-jabar-abah-anton-hadiri-dakwah-budaya-pwi-ls-derajat-islam-ditentukan-takwa-bukan-nasab/', 'Ketua%20Masda%20Jabar%20Abah%20Anton%20Hadiri%20Dakwah%20Budaya%20PWI%20LS%3A%20Derajat%20Islam%20Ditentukan%20Takwa%2C%20Bukan%20Nasab', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;border-radius:999px;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div><div class="heateorSssClear"></div></div><div class='heateorSssClear'></div><p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/08/30/ketua-masda-jabar-abah-anton-hadiri-dakwah-budaya-pwi-ls-derajat-islam-ditentukan-takwa-bukan-nasab/">Ketua Masda Jabar Abah Anton Hadiri Dakwah Budaya PWI LS: Derajat Islam Ditentukan Takwa, Bukan Nasab</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://warisanbudayanusantara.com/2026/08/30/ketua-masda-jabar-abah-anton-hadiri-dakwah-budaya-pwi-ls-derajat-islam-ditentukan-takwa-bukan-nasab/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penunjukan Eks Wadan Tim Mawar Jadi Preskom PT Vale Disorot, LBH LIRA Pertanyakan Aspek Legalitas dan Etika Publik</title>
		<link>https://warisanbudayanusantara.com/2026/08/15/penunjukan-eks-wadan-tim-mawar-jadi-preskom-pt-vale-disorot-lbh-lira-pertanyakan-aspek-legalitas-dan-etika-publik/</link>
					<comments>https://warisanbudayanusantara.com/2026/08/15/penunjukan-eks-wadan-tim-mawar-jadi-preskom-pt-vale-disorot-lbh-lira-pertanyakan-aspek-legalitas-dan-etika-publik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin WBN]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2026 06:01:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[BERITA FOTO]]></category>
		<category><![CDATA[ADAT]]></category>
		<category><![CDATA[PT vale]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://warisanbudayanusantara.com/?p=80662</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA — Penunjukan Mayor Jenderal TNI (Purn.) Fauzambi Syahrul Multhazar sebagai Presiden Komisaris PT Vale Indonesia Tbk melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 28 Juli 2025 kembali mendapat perhatian dari kalangan hukum dan masyarakat sipil. PT Vale secara resmi mengumumkan Fauzambi sebagai Presiden Komisaris dalam perubahan susunan Dewan Komisaris hasil RUPSLB tersebut. ...</p>
<p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/08/15/penunjukan-eks-wadan-tim-mawar-jadi-preskom-pt-vale-disorot-lbh-lira-pertanyakan-aspek-legalitas-dan-etika-publik/">Penunjukan Eks Wadan Tim Mawar Jadi Preskom PT Vale Disorot, LBH LIRA Pertanyakan Aspek Legalitas dan Etika Publik</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong> — Penunjukan Mayor Jenderal TNI (Purn.) Fauzambi Syahrul Multhazar sebagai Presiden Komisaris PT Vale Indonesia Tbk melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 28 Juli 2025 kembali mendapat perhatian dari kalangan hukum dan masyarakat sipil.</p>
<p>PT Vale secara resmi mengumumkan Fauzambi sebagai Presiden Komisaris dalam perubahan susunan Dewan Komisaris hasil RUPSLB tersebut.</p>
<p>Fauzambi memiliki latar belakang panjang di lingkungan militer dan pernah tercatat sebagai Wakil Komandan Tim Mawar Kopassus. Latar belakang tersebut kemudian menjadi bagian dari sorotan publik terkait aspek rekam jejak, tata kelola perusahaan, HAM, serta kepatutan dalam penempatan figur pada posisi strategis perusahaan terbuka.</p>
<p>Ketua LBH LIRA Lindungi Rakyat Indonesia sekaligus Ketua Pasukan Adat Tomanurung dari Lembaga Adat Tomanurung, <strong>Ryan Latief Lakaseng</strong>, hari ini kembali menyampaikan tanggapannya.</p>
<h3>Ryan: Persoalannya Bukan Sekadar Sah atau Tidak Sah</h3>
<p>Ryan menegaskan bahwa pihaknya tidak sedang mempersoalkan hak pemegang saham untuk menentukan jajaran komisaris perusahaan.</p>
<p>Menurutnya, yang perlu dibahas secara terbuka adalah apakah proses penunjukan tersebut telah mempertimbangkan secara menyeluruh aspek <strong>kepatutan, rekam jejak, HAM, tata kelola perusahaan, kepentingan masyarakat, serta risiko sosial dan reputasi</strong>.</p>
<blockquote><p>“Hari ini kami ingin menegaskan bahwa persoalannya bukan semata-mata apakah pengangkatan tersebut sah secara korporasi. Kalau prosedurnya telah dilakukan melalui RUPSLB, tentu itu harus dihormati. Tetapi publik juga memiliki hak untuk mempertanyakan aspek kepatutan, tata kelola, HAM, dan dampak sosial dari keputusan tersebut,” ujar Ryan.</p></blockquote>
<p>Ia menambahkan, posisi Presiden Komisaris merupakan jabatan strategis dalam perusahaan terbuka sehingga rekam jejak dan persepsi publik terhadap figur yang ditunjuk menjadi bagian yang tidak dapat diabaikan.</p>
<h3>Dorong Transparansi dan Human Rights Due Diligence</h3>
<p>Ryan meminta PT Vale menjelaskan kepada publik bagaimana perusahaan melakukan proses penilaian terhadap aspek HAM, risiko reputasi, serta tata kelola sebelum menetapkan figur tersebut sebagai Presiden Komisaris.</p>
<p>Menurutnya, perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan memiliki tanggung jawab lebih besar karena aktivitas bisnisnya bersentuhan langsung dengan masyarakat, lingkungan, sumber daya alam, serta dalam konteks tertentu dapat bersinggungan dengan kepentingan masyarakat adat.</p>
<p>“Kalau PT Vale ingin dikenal sebagai perusahaan yang menerapkan praktik pertambangan yang bertanggung jawab, maka prinsip penghormatan terhadap HAM dan masyarakat harus terlihat dalam setiap kebijakan strategis perusahaan,” tegasnya.</p>
<p>PT Vale sendiri dalam keterangan resminya menyatakan bahwa perubahan jajaran pengurus dilakukan dengan mengedepankan kepatuhan terhadap regulasi, transparansi, dan tata kelola yang baik.</p>
<h3>Masyarakat Adat Jangan Hanya Menjadi Objek</h3>
<p>Sebagai bagian dari lembaga adat, Ryan juga meminta agar persoalan masyarakat adat di sekitar wilayah pertambangan tidak hanya dipandang sebagai persoalan hubungan sosial perusahaan.</p>
<p>Menurutnya, masyarakat adat harus ditempatkan sebagai pemangku kepentingan yang memiliki hak untuk didengar dan dilibatkan dalam setiap kebijakan yang berpotensi memberikan dampak terhadap wilayah, lingkungan, maupun kehidupan sosial mereka.</p>
<p>“Jangan sampai ketika terjadi persoalan agraria atau konflik sosial, pendekatannya hanya keamanan. Kami ingin pendekatan dialog, transparansi, penghormatan terhadap hak masyarakat, dan penyelesaian berdasarkan hukum menjadi prioritas,” katanya.</p>
<h3>Soroti Risiko ESG dan Kepercayaan Investor</h3>
<p>Ryan juga menilai bahwa perusahaan terbuka harus memperhitungkan risiko reputasi dalam setiap keputusan strategis.</p>
<p>Menurutnya, isu <strong>Environmental, Social, and Governance (ESG)</strong> semakin penting dalam dunia investasi, sehingga aspek tata kelola dan hubungan perusahaan dengan masyarakat dapat menjadi perhatian pemegang saham maupun investor.</p>
<p>“Ini bukan hanya persoalan internal PT Vale. Ini menyangkut kepercayaan publik terhadap perusahaan, investor, masyarakat di sekitar wilayah operasi, dan bagaimana perusahaan menunjukkan komitmennya terhadap prinsip ESG,” ujar Ryan.</p>
<h3>LBH LIRA Kaji Langkah Selanjutnya</h3>
<p>Ryan mengatakan LBH LIRA bersama elemen masyarakat sipil dan lembaga adat masih mengkaji berbagai langkah yang dapat ditempuh sesuai ketentuan hukum.</p>
<p>Kajian tersebut antara lain mencakup mekanisme pengawasan dan pengaduan kepada lembaga terkait, penyampaian keberatan kepada organ perusahaan dan pemegang saham, serta kemungkinan langkah hukum apabila ditemukan dasar dan bukti yang memadai.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin mengambil kesimpulan hukum sebelum seluruh fakta dan dokumen diperiksa secara menyeluruh.</p>
<blockquote><p>“Kami tidak ingin membangun opini tanpa dasar. Karena itu, semua akan kami kaji berdasarkan dokumen, fakta, aturan hukum, dan bukti. Jika memang tidak ada pelanggaran, tentu harus dijelaskan secara transparan. Tetapi jika ditemukan persoalan, publik juga berhak mengetahui dan meminta pertanggungjawaban,” jelas Ryan.</p></blockquote>
<h3>“Hari Ini Kami Minta Jawaban Terbuka”</h3>
<p>Menutup keterangannya hari ini, Ryan meminta PT Vale, pemegang saham, dan pihak terkait membuka ruang komunikasi publik mengenai dasar pertimbangan penunjukan Presiden Komisaris.</p>
<blockquote><p>“Kami meminta jawaban secara terbuka. Apa pertimbangan utama penunjukan tersebut? Bagaimana proses uji kepatutan dan rekam jejak dilakukan? Bagaimana perusahaan memastikan perlindungan HAM dan kepentingan masyarakat adat? Pertanyaan-pertanyaan itu wajar disampaikan karena PT Vale adalah perusahaan terbuka dan memiliki dampak yang luas terhadap masyarakat,” pungkas Ryan.</p></blockquote>
<p>LBH LIRA menegaskan bahwa kritik tersebut dimaksudkan sebagai bagian dari kontrol sosial dan dorongan terhadap transparansi, bukan sebagai kesimpulan bahwa telah terjadi pelanggaran hukum.</p>
<p><strong>Seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan tetap memiliki hak untuk memberikan klarifikasi atau tanggapan atas pernyataan tersebut.</strong></p>
<div class='heateorSssClear'></div><div  class='heateor_sss_sharing_container heateor_sss_horizontal_sharing' data-heateor-sss-href='https://warisanbudayanusantara.com/2026/08/15/penunjukan-eks-wadan-tim-mawar-jadi-preskom-pt-vale-disorot-lbh-lira-pertanyakan-aspek-legalitas-dan-etika-publik/'><div class='heateor_sss_sharing_title' style="font-weight:bold" >Share It.....</div><div class="heateor_sss_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="heateor_sss_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F08%2F15%2Fpenunjukan-eks-wadan-tim-mawar-jadi-preskom-pt-vale-disorot-lbh-lira-pertanyakan-aspek-legalitas-dan-etika-publik%2F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#0765FE;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="heateor_sss_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=Penunjukan%20Eks%20Wadan%20Tim%20Mawar%20Jadi%20Preskom%20PT%20Vale%20Disorot%2C%20LBH%20LIRA%20Pertanyakan%20Aspek%20Legalitas%20dan%20Etika%20Publik%20https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F08%2F15%2Fpenunjukan-eks-wadan-tim-mawar-jadi-preskom-pt-vale-disorot-lbh-lira-pertanyakan-aspek-legalitas-dan-etika-publik%2F" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#55eb4c;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="heateor_sss_svg_stroke heateor_sss_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="heateor_sss_no_fill heateor_sss_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Twitter" class="heateor_sss_button_twitter" href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Penunjukan%20Eks%20Wadan%20Tim%20Mawar%20Jadi%20Preskom%20PT%20Vale%20Disorot%2C%20LBH%20LIRA%20Pertanyakan%20Aspek%20Legalitas%20dan%20Etika%20Publik&url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F08%2F15%2Fpenunjukan-eks-wadan-tim-mawar-jadi-preskom-pt-vale-disorot-lbh-lira-pertanyakan-aspek-legalitas-dan-etika-publik%2F" title="Twitter" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_twitter" style="background-color:#55acee;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-4 -4 39 39"><path d="M28 8.557a9.913 9.913 0 0 1-2.828.775 4.93 4.93 0 0 0 2.166-2.725 9.738 9.738 0 0 1-3.13 1.194 4.92 4.92 0 0 0-3.593-1.55 4.924 4.924 0 0 0-4.794 6.049c-4.09-.21-7.72-2.17-10.15-5.15a4.942 4.942 0 0 0-.665 2.477c0 1.71.87 3.214 2.19 4.1a4.968 4.968 0 0 1-2.23-.616v.06c0 2.39 1.7 4.38 3.952 4.83-.414.115-.85.174-1.297.174-.318 0-.626-.03-.928-.086a4.935 4.935 0 0 0 4.6 3.42 9.893 9.893 0 0 1-6.114 2.107c-.398 0-.79-.023-1.175-.068a13.953 13.953 0 0 0 7.55 2.213c9.056 0 14.01-7.507 14.01-14.013 0-.213-.005-.426-.015-.637.96-.695 1.795-1.56 2.455-2.55z" fill="#fff"></path></svg></span></a><a target="_blank" aria-label="Line" class="heateor_sss_button_line" href="https://social-plugins.line.me/lineit/share?url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F08%2F15%2Fpenunjukan-eks-wadan-tim-mawar-jadi-preskom-pt-vale-disorot-lbh-lira-pertanyakan-aspek-legalitas-dan-etika-publik%2F" title="Line" rel="noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_line" style="background-color:#00c300;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 14.304c0-5.37-5.384-9.738-12-9.738S4 8.936 4 14.304c0 4.814 4.27 8.846 10.035 9.608.39.084.923.258 1.058.592.122.303.08.778.04 1.084l-.172 1.028c-.05.303-.24 1.187 1.04.647s6.91-4.07 9.43-6.968c1.737-1.905 2.57-3.842 2.57-5.99zM11.302 17.5H8.918c-.347 0-.63-.283-.63-.63V12.1c0-.346.283-.628.63-.628.348 0 .63.283.63.63v4.14h1.754c.35 0 .63.28.63.628 0 .347-.282.63-.63.63zm2.467-.63c0 .347-.284.628-.63.628-.348 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm5.74 0c0 .27-.175.51-.433.596-.065.02-.132.032-.2.032-.195 0-.384-.094-.502-.25l-2.443-3.33v2.95c0 .35-.282.63-.63.63-.347 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.27.174-.51.43-.597.066-.02.134-.033.2-.033.197 0 .386.094.503.252l2.444 3.328V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm3.855-3.014c.348 0 .63.282.63.63 0 .346-.282.628-.63.628H21.61v1.126h1.755c.348 0 .63.282.63.63 0 .347-.282.628-.63.628H20.98c-.345 0-.628-.282-.628-.63v-4.766c0-.346.283-.628.63-.628h2.384c.348 0 .63.283.63.63 0 .346-.282.628-.63.628h-1.754v1.126h1.754z"/></svg></span></a><a class="heateor_sss_more" aria-label="More" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size: 32px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/08/15/penunjukan-eks-wadan-tim-mawar-jadi-preskom-pt-vale-disorot-lbh-lira-pertanyakan-aspek-legalitas-dan-etika-publik/" onclick="event.preventDefault()"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="heateorSssMoreSharingPopup(this, 'https://warisanbudayanusantara.com/2026/08/15/penunjukan-eks-wadan-tim-mawar-jadi-preskom-pt-vale-disorot-lbh-lira-pertanyakan-aspek-legalitas-dan-etika-publik/', 'Penunjukan%20Eks%20Wadan%20Tim%20Mawar%20Jadi%20Preskom%20PT%20Vale%20Disorot%2C%20LBH%20LIRA%20Pertanyakan%20Aspek%20Legalitas%20dan%20Etika%20Publik', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;border-radius:999px;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div><div class="heateorSssClear"></div></div><div class='heateorSssClear'></div><p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/08/15/penunjukan-eks-wadan-tim-mawar-jadi-preskom-pt-vale-disorot-lbh-lira-pertanyakan-aspek-legalitas-dan-etika-publik/">Penunjukan Eks Wadan Tim Mawar Jadi Preskom PT Vale Disorot, LBH LIRA Pertanyakan Aspek Legalitas dan Etika Publik</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://warisanbudayanusantara.com/2026/08/15/penunjukan-eks-wadan-tim-mawar-jadi-preskom-pt-vale-disorot-lbh-lira-pertanyakan-aspek-legalitas-dan-etika-publik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gandeng Elemen Masyarakat, Kapolda Jabar Baru Usung Program &#8216;Jaga Rawat Jabar Istimewa&#8217;</title>
		<link>https://warisanbudayanusantara.com/2026/07/18/gandeng-elemen-masyarakat-kapolda-jabar-baru-usung-program-jaga-rawat-jabar-istimewa/</link>
					<comments>https://warisanbudayanusantara.com/2026/07/18/gandeng-elemen-masyarakat-kapolda-jabar-baru-usung-program-jaga-rawat-jabar-istimewa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hendra]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Jul 2026 19:09:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[POLRI]]></category>
		<category><![CDATA[ADAT]]></category>
		<category><![CDATA[BERITA UMUM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://warisanbudayanusantara.com/?p=80411</guid>

					<description><![CDATA[<p>Media WBN&#124;BANDUNG — Ketua Majelis Adat Sunda Jawa Barat (Masda Jabar), Irjen Pol (Purn) Dr. H. Anton Charliyan, mendampingi Kapolda Jabar yang baru, Irjen Pol Dr. Pipit Rismanto, S.H., M.H., di Mapolda Jabar pada Jumat (17/7/2026). Kehadiran mantan Kapolda Jabar periode 2016–2017 yang akrab disapa Abah Anton ini berlangsung dalam acara Apel Sabuk Bhabinkamtibmas sekaligus ...</p>
<p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/07/18/gandeng-elemen-masyarakat-kapolda-jabar-baru-usung-program-jaga-rawat-jabar-istimewa/">Gandeng Elemen Masyarakat, Kapolda Jabar Baru Usung Program &#8216;Jaga Rawat Jabar Istimewa&#8217;</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://warisanbudayanusantara.com" target="_blank" rel="noopener">Media WBN|BANDUNG</a> — Ketua Majelis Adat Sunda Jawa Barat (Masda Jabar), Irjen Pol (Purn) Dr. H. Anton Charliyan, mendampingi Kapolda Jabar yang baru, Irjen Pol Dr. Pipit Rismanto, S.H., M.H., di Mapolda Jabar pada Jumat (17/7/2026).</p>
<p>Kehadiran mantan Kapolda Jabar periode 2016–2017 yang akrab disapa Abah Anton ini berlangsung dalam acara Apel Sabuk Bhabinkamtibmas sekaligus perkenalan perdana dengan komunitas masyarakat Jawa Barat.<br />
Dalam apel tersebut, Irjen Pol Pipit Rismanto menyatakan komitmennya untuk memaksimalkan kinerja Polri di Jawa Barat dengan mengedepankan Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan pelayanan. Menurutnya, Jabar merupakan wilayah dengan populasi terbesar di Indonesia yang memiliki dinamika sosial tinggi. Jabar juga sangat strategis sebagai penyangga ibu kota, pusat pendidikan, industri, investasi, hingga destinasi kuliner.</p>
<p>Untuk memimpin wilayah kepolisian ini, Irjen Pol Pipit Rismanto membawa program &#8220;9 Commander Wish&#8221; dan 4 prinsip kerja, yaitu Adaptif, Responsif, Kolaboratif, dan Solutif. Pada momen perkenalan ini, lulusan Akpol 1994 yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Kalimantan Barat tersebut juga memohon dukungan dari seluruh elemen masyarakat.</p>
<p>&#8220;Kami memohon dukungan dari para tokoh budaya, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh politik, jajaran TNI, Pemda, dan terutama tokoh agama, mengingat Jawa Barat dikenal sebagai daerah yang sangat religius,&#8221; ujar Pipit.<br />
Menanggapi hal tersebut, Abah Anton Charliyan selaku tokoh nasional dan sesepuh masyarakat Sunda memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Saat mendampingi Kapolda dalam konferensi pers, Anton menegaskan kesiapannya untuk mengawal kepemimpinan baru ini.</p>
<p>&#8220;Sebagai mantan Kapolda Jabar sekaligus kakak senior, saya akan all out mendukung dan mengapresiasi penuh kebijakan Kapolda baru. Jangankan diminta, tanpa diminta pun sebagai purnawirawan Polri, saya pasti akan selalu mendukung dan mengawal program-program Kepolisian Jawa Barat,&#8221; tegas Anton.</p>
<p>Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut menyukseskan visi Kapolda baru yang mengusung tema &#8220;Bersama Jaga Rawat Jawa Barat Istimewa&#8221;. Anton menutup penyataannya dengan memberikan ucapan selamat bertugas.<br />
&#8220;Selamat bertugas kepada Kapolda baru dan keluarga. Semoga sukses, dimudahkan segala urusan, dicintai anggota serta masyarakat, dan betah di Jawa Barat yang terkenal dengan masyarakatnya yang ramah, someah hade ka semah, serta alamnya yang indah,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Acara yang berlangsung penuh kekeluargaan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Rektor Unla Irjen Pol (Purn) Dr. Kamil Rajak, S.H., M.H., Ketua MUI Jabar, Ketua NU Jabar, Ketua KBPP Polri Mugi Sujana, Ketua BUJP Jabar Rudi, dan Ketua Senkom Polri Tito. Hadir pula jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Jabar, mulai dari Wakapolda, para Direktur, Karo, Kapolres, Kapolresta, serta seluruh anggota Bhabinkamtibmas se-Jawa Barat. Kegiatan diakhiri dengan sesi ramah tamah di area depan Mapolda Jabar.</p>
<p>Editor Ndra</p>
<div class='heateorSssClear'></div><div  class='heateor_sss_sharing_container heateor_sss_horizontal_sharing' data-heateor-sss-href='https://warisanbudayanusantara.com/2026/07/18/gandeng-elemen-masyarakat-kapolda-jabar-baru-usung-program-jaga-rawat-jabar-istimewa/'><div class='heateor_sss_sharing_title' style="font-weight:bold" >Share It.....</div><div class="heateor_sss_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="heateor_sss_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F07%2F18%2Fgandeng-elemen-masyarakat-kapolda-jabar-baru-usung-program-jaga-rawat-jabar-istimewa%2F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#0765FE;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="heateor_sss_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=Gandeng%20Elemen%20Masyarakat%2C%20Kapolda%20Jabar%20Baru%20Usung%20Program%20%27Jaga%20Rawat%20Jabar%20Istimewa%27%20https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F07%2F18%2Fgandeng-elemen-masyarakat-kapolda-jabar-baru-usung-program-jaga-rawat-jabar-istimewa%2F" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#55eb4c;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="heateor_sss_svg_stroke heateor_sss_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="heateor_sss_no_fill heateor_sss_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Twitter" class="heateor_sss_button_twitter" href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Gandeng%20Elemen%20Masyarakat%2C%20Kapolda%20Jabar%20Baru%20Usung%20Program%20%27Jaga%20Rawat%20Jabar%20Istimewa%27&url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F07%2F18%2Fgandeng-elemen-masyarakat-kapolda-jabar-baru-usung-program-jaga-rawat-jabar-istimewa%2F" title="Twitter" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_twitter" style="background-color:#55acee;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-4 -4 39 39"><path d="M28 8.557a9.913 9.913 0 0 1-2.828.775 4.93 4.93 0 0 0 2.166-2.725 9.738 9.738 0 0 1-3.13 1.194 4.92 4.92 0 0 0-3.593-1.55 4.924 4.924 0 0 0-4.794 6.049c-4.09-.21-7.72-2.17-10.15-5.15a4.942 4.942 0 0 0-.665 2.477c0 1.71.87 3.214 2.19 4.1a4.968 4.968 0 0 1-2.23-.616v.06c0 2.39 1.7 4.38 3.952 4.83-.414.115-.85.174-1.297.174-.318 0-.626-.03-.928-.086a4.935 4.935 0 0 0 4.6 3.42 9.893 9.893 0 0 1-6.114 2.107c-.398 0-.79-.023-1.175-.068a13.953 13.953 0 0 0 7.55 2.213c9.056 0 14.01-7.507 14.01-14.013 0-.213-.005-.426-.015-.637.96-.695 1.795-1.56 2.455-2.55z" fill="#fff"></path></svg></span></a><a target="_blank" aria-label="Line" class="heateor_sss_button_line" href="https://social-plugins.line.me/lineit/share?url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F07%2F18%2Fgandeng-elemen-masyarakat-kapolda-jabar-baru-usung-program-jaga-rawat-jabar-istimewa%2F" title="Line" rel="noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_line" style="background-color:#00c300;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 14.304c0-5.37-5.384-9.738-12-9.738S4 8.936 4 14.304c0 4.814 4.27 8.846 10.035 9.608.39.084.923.258 1.058.592.122.303.08.778.04 1.084l-.172 1.028c-.05.303-.24 1.187 1.04.647s6.91-4.07 9.43-6.968c1.737-1.905 2.57-3.842 2.57-5.99zM11.302 17.5H8.918c-.347 0-.63-.283-.63-.63V12.1c0-.346.283-.628.63-.628.348 0 .63.283.63.63v4.14h1.754c.35 0 .63.28.63.628 0 .347-.282.63-.63.63zm2.467-.63c0 .347-.284.628-.63.628-.348 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm5.74 0c0 .27-.175.51-.433.596-.065.02-.132.032-.2.032-.195 0-.384-.094-.502-.25l-2.443-3.33v2.95c0 .35-.282.63-.63.63-.347 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.27.174-.51.43-.597.066-.02.134-.033.2-.033.197 0 .386.094.503.252l2.444 3.328V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm3.855-3.014c.348 0 .63.282.63.63 0 .346-.282.628-.63.628H21.61v1.126h1.755c.348 0 .63.282.63.63 0 .347-.282.628-.63.628H20.98c-.345 0-.628-.282-.628-.63v-4.766c0-.346.283-.628.63-.628h2.384c.348 0 .63.283.63.63 0 .346-.282.628-.63.628h-1.754v1.126h1.754z"/></svg></span></a><a class="heateor_sss_more" aria-label="More" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size: 32px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/07/18/gandeng-elemen-masyarakat-kapolda-jabar-baru-usung-program-jaga-rawat-jabar-istimewa/" onclick="event.preventDefault()"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="heateorSssMoreSharingPopup(this, 'https://warisanbudayanusantara.com/2026/07/18/gandeng-elemen-masyarakat-kapolda-jabar-baru-usung-program-jaga-rawat-jabar-istimewa/', 'Gandeng%20Elemen%20Masyarakat%2C%20Kapolda%20Jabar%20Baru%20Usung%20Program%20%27Jaga%20Rawat%20Jabar%20Istimewa%27', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;border-radius:999px;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div><div class="heateorSssClear"></div></div><div class='heateorSssClear'></div><p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/07/18/gandeng-elemen-masyarakat-kapolda-jabar-baru-usung-program-jaga-rawat-jabar-istimewa/">Gandeng Elemen Masyarakat, Kapolda Jabar Baru Usung Program &#8216;Jaga Rawat Jabar Istimewa&#8217;</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://warisanbudayanusantara.com/2026/07/18/gandeng-elemen-masyarakat-kapolda-jabar-baru-usung-program-jaga-rawat-jabar-istimewa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kata Tokoh Adat dan Akademisi Untuk Program Ka Sao Pemda Ngada</title>
		<link>https://warisanbudayanusantara.com/2026/07/01/tokoh-adat-dan-akademisi-itb-brawijaya-apresiasi-program-ka-sao-pemda-ngada/</link>
					<comments>https://warisanbudayanusantara.com/2026/07/01/tokoh-adat-dan-akademisi-itb-brawijaya-apresiasi-program-ka-sao-pemda-ngada/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aurel Doo]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2026 13:56:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[ADAT]]></category>
		<category><![CDATA[PEMERINTAH DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[BUDAYA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://warisanbudayanusantara.com/?p=80241</guid>

					<description><![CDATA[<p>NGADA, WBN — Keberlanjutan program pelestarian adat &#8220;Ka Sao&#8221; di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, mendapat respons positif dari berbagai kalangan. Program yang diintegrasikan melalui kebijakan Murni Kasih di bawah kepemimpinan Bupati Raymundus Bena dan Wakil Bupati Bernadinus Dhey Ngebu ini dinilai mampu memperkuat akar budaya sekaligus mendorong sektor pariwisata daerah. Salah satu tokoh adat, ...</p>
<p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/07/01/tokoh-adat-dan-akademisi-itb-brawijaya-apresiasi-program-ka-sao-pemda-ngada/">Kata Tokoh Adat dan Akademisi Untuk Program Ka Sao Pemda Ngada</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGADA, WBN —</strong> Keberlanjutan program pelestarian adat &#8220;Ka Sao&#8221; di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, mendapat respons positif dari berbagai kalangan.</p>
<p>Program yang diintegrasikan melalui kebijakan Murni Kasih di bawah kepemimpinan Bupati Raymundus Bena dan Wakil Bupati Bernadinus Dhey Ngebu ini dinilai mampu memperkuat akar budaya sekaligus mendorong sektor pariwisata daerah.</p>
<p>Salah satu tokoh adat, Martinus Pea, Ketua Suku sekaligus pemilik Sao Kopa Rade dan Sao Leka Bero di Desa Tiwu Toda, Kecamatan Golewa mengatakan secara terbuka kesan dan penilaiannya atas program Pemda Ngada.</p>
<p>Saat menggelar upacara adat Ka Sao yang dihadiri langsung oleh jajaran pemerintah daerah pada Selasa (30/6/2026), Martinus menyatakan bahwa kehadiran pemerintah memberikan rasa pengakuan yang nyata bagi masyarakat adat.</p>
<p>&#8220;Program ini sangat baik dan kami mendukung agar terus dilanjutkan oleh siapapun pemimpin daerah ini ke depan. Melalui kebijakan ini, pemerintah menunjukkan pemahaman bahwa adat budaya adalah akar dari masyarakat Ngada. Kami merasa pemerintah tahu cara menghargai dan menyatu dengan tradisi kami,&#8221; ujar Martinus.</p>
<p>Secara teknis, Program Murni Kasih berfungsi sebagai payung kebijakan sosial budaya Pemerintah Kabupaten Ngada. Lewat program ini, komunitas adat mendapatkan pengakuan hukum, upaya pelestarian yang terstruktur, hingga bantuan fasilitasi finansial yang terukur untuk mendukung pelaksanaan ritual adat.</p>
<p><strong>Sinkronisasi Sektor Pariwisata</strong></p>
<p>Rangkuman media ini, sebelumnya Bidang Kebudayaan Kabupaten Ngada menjelaskan, dukungan terhadap ritus Ka Sao bukan sekadar formalitas, melainkan langkah strategis daerah untuk mengakui eksistensi budaya dan hak asal-usul suku-suku di Ngada.</p>
<p>Lebih jauh, program ini ditargetkan mampu merekonstruksi kampung-kampung adat yang interaksinya erat dengan pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya. Langkah hilirisasi budaya ini juga dinilai selaras dengan visi kementerian di tingkat pusat yang mendorong keterlibatan aktif pemerintah daerah dalam ekosistem kebudayaan nasional.</p>
<p>Apresiasi senada turut disampaikan oleh tim akademisi dari Universitas Brawijaya Malang dan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang sedang melakukan penelitian di Ngada. Mereka adalah Dr. Nia Kurniasi, Dr. Rismawan Sumarwan, dan Fajar Hidayat, M.Si.</p>
<p>&#8220;Adat budaya di Ngada luar biasa karena tradisinya masih sangat kental dan lestari. Kami beruntung bisa menyaksikan langsung keunikan ini di tengah agenda riset kami,&#8221; kata perwakilan tim akademisi tersebut.</p>
<figure id="attachment_80246" aria-describedby="caption-attachment-80246" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-medium wp-image-80246" src="https://warisanbudayanusantara.com/wp-content/uploads/2026/07/Screenshot_20260701_220219_Editor-Lite-300x181.jpg" alt="Akademisi Universitas Brawijaya Malang dan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang sedang melakukan penelitian di Ngada : Dr. Nia Kurniasi, Dr. Rismawan Sumarwan, Fajar Hidayat, M.Si." width="300" height="181" srcset="https://warisanbudayanusantara.com/wp-content/uploads/2026/07/Screenshot_20260701_220219_Editor-Lite-300x181.jpg 300w, https://warisanbudayanusantara.com/wp-content/uploads/2026/07/Screenshot_20260701_220219_Editor-Lite.jpg 664w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-80246" class="wp-caption-text">Akademisi Universitas Brawijaya Malang dan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang sedang melakukan penelitian di Ngada : Dr. Nia Kurniasi, Dr. Rismawan Sumarwan, Fajar Hidayat, M.Si.</figcaption></figure>
<p>Menurut mereka, kolaborasi antara komitmen masyarakat dalam menjaga tradisi dan kehadiran dari pemerintah daerah merupakan praktik baik yang patut dipertahankan demi keberlanjutan warisan budaya takbenda di Indonesia.</p>
<p>&#8220;Di Jawa sejumlah pemimpin mengambil peran posisi sama terhadap segmen kebudayaan. Memang harus demikian jika pemerintah memandang adat budaya adalah aset yang harus disentuh secara nyata. Pembangunan dan kebudayaan merupakan satu kesatuan yang saling membutuhkan dan menguatkan&#8221;, tutup mereka.</p>
<p><strong>WBN</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<div class='heateorSssClear'></div><div  class='heateor_sss_sharing_container heateor_sss_horizontal_sharing' data-heateor-sss-href='https://warisanbudayanusantara.com/2026/07/01/tokoh-adat-dan-akademisi-itb-brawijaya-apresiasi-program-ka-sao-pemda-ngada/'><div class='heateor_sss_sharing_title' style="font-weight:bold" >Share It.....</div><div class="heateor_sss_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="heateor_sss_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F07%2F01%2Ftokoh-adat-dan-akademisi-itb-brawijaya-apresiasi-program-ka-sao-pemda-ngada%2F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#0765FE;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="heateor_sss_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=Kata%20Tokoh%20Adat%20dan%20Akademisi%20Untuk%20Program%20Ka%20Sao%20Pemda%20Ngada%20https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F07%2F01%2Ftokoh-adat-dan-akademisi-itb-brawijaya-apresiasi-program-ka-sao-pemda-ngada%2F" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#55eb4c;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="heateor_sss_svg_stroke heateor_sss_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="heateor_sss_no_fill heateor_sss_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Twitter" class="heateor_sss_button_twitter" href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Kata%20Tokoh%20Adat%20dan%20Akademisi%20Untuk%20Program%20Ka%20Sao%20Pemda%20Ngada&url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F07%2F01%2Ftokoh-adat-dan-akademisi-itb-brawijaya-apresiasi-program-ka-sao-pemda-ngada%2F" title="Twitter" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_twitter" style="background-color:#55acee;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-4 -4 39 39"><path d="M28 8.557a9.913 9.913 0 0 1-2.828.775 4.93 4.93 0 0 0 2.166-2.725 9.738 9.738 0 0 1-3.13 1.194 4.92 4.92 0 0 0-3.593-1.55 4.924 4.924 0 0 0-4.794 6.049c-4.09-.21-7.72-2.17-10.15-5.15a4.942 4.942 0 0 0-.665 2.477c0 1.71.87 3.214 2.19 4.1a4.968 4.968 0 0 1-2.23-.616v.06c0 2.39 1.7 4.38 3.952 4.83-.414.115-.85.174-1.297.174-.318 0-.626-.03-.928-.086a4.935 4.935 0 0 0 4.6 3.42 9.893 9.893 0 0 1-6.114 2.107c-.398 0-.79-.023-1.175-.068a13.953 13.953 0 0 0 7.55 2.213c9.056 0 14.01-7.507 14.01-14.013 0-.213-.005-.426-.015-.637.96-.695 1.795-1.56 2.455-2.55z" fill="#fff"></path></svg></span></a><a target="_blank" aria-label="Line" class="heateor_sss_button_line" href="https://social-plugins.line.me/lineit/share?url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F07%2F01%2Ftokoh-adat-dan-akademisi-itb-brawijaya-apresiasi-program-ka-sao-pemda-ngada%2F" title="Line" rel="noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_line" style="background-color:#00c300;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 14.304c0-5.37-5.384-9.738-12-9.738S4 8.936 4 14.304c0 4.814 4.27 8.846 10.035 9.608.39.084.923.258 1.058.592.122.303.08.778.04 1.084l-.172 1.028c-.05.303-.24 1.187 1.04.647s6.91-4.07 9.43-6.968c1.737-1.905 2.57-3.842 2.57-5.99zM11.302 17.5H8.918c-.347 0-.63-.283-.63-.63V12.1c0-.346.283-.628.63-.628.348 0 .63.283.63.63v4.14h1.754c.35 0 .63.28.63.628 0 .347-.282.63-.63.63zm2.467-.63c0 .347-.284.628-.63.628-.348 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm5.74 0c0 .27-.175.51-.433.596-.065.02-.132.032-.2.032-.195 0-.384-.094-.502-.25l-2.443-3.33v2.95c0 .35-.282.63-.63.63-.347 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.27.174-.51.43-.597.066-.02.134-.033.2-.033.197 0 .386.094.503.252l2.444 3.328V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm3.855-3.014c.348 0 .63.282.63.63 0 .346-.282.628-.63.628H21.61v1.126h1.755c.348 0 .63.282.63.63 0 .347-.282.628-.63.628H20.98c-.345 0-.628-.282-.628-.63v-4.766c0-.346.283-.628.63-.628h2.384c.348 0 .63.283.63.63 0 .346-.282.628-.63.628h-1.754v1.126h1.754z"/></svg></span></a><a class="heateor_sss_more" aria-label="More" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size: 32px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/07/01/tokoh-adat-dan-akademisi-itb-brawijaya-apresiasi-program-ka-sao-pemda-ngada/" onclick="event.preventDefault()"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="heateorSssMoreSharingPopup(this, 'https://warisanbudayanusantara.com/2026/07/01/tokoh-adat-dan-akademisi-itb-brawijaya-apresiasi-program-ka-sao-pemda-ngada/', 'Kata%20Tokoh%20Adat%20dan%20Akademisi%20Untuk%20Program%20Ka%20Sao%20Pemda%20Ngada', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;border-radius:999px;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div><div class="heateorSssClear"></div></div><div class='heateorSssClear'></div><p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/07/01/tokoh-adat-dan-akademisi-itb-brawijaya-apresiasi-program-ka-sao-pemda-ngada/">Kata Tokoh Adat dan Akademisi Untuk Program Ka Sao Pemda Ngada</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://warisanbudayanusantara.com/2026/07/01/tokoh-adat-dan-akademisi-itb-brawijaya-apresiasi-program-ka-sao-pemda-ngada/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rahasia Beras Singkong Cireundeu: Mandiri Pangan Sejak Zaman Kolonial hingga Upaya Menjaga Tradisi</title>
		<link>https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/27/rahasia-beras-singkong-cireundeu-mandiri-pangan-sejak-zaman-kolonial-hingga-upaya-menjaga-tradisi/</link>
					<comments>https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/27/rahasia-beras-singkong-cireundeu-mandiri-pangan-sejak-zaman-kolonial-hingga-upaya-menjaga-tradisi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hendra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2026 04:36:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KEBUDAYAAN]]></category>
		<category><![CDATA[ADAT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://warisanbudayanusantara.com/?p=80160</guid>

					<description><![CDATA[<p>CIMAHI – Tim Majelis Adat Sunda (MASDA) Jawa Barat yang dipimpin oleh Irjen Pol. (Purn) Dr. Drs. H. Anton Charliyan, MPKN., atau yang akrab disapa Abah Anton Charliyan, melaksanakan kunjungan silaturahmi budaya ke Kampung Adat Cireundeu, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Abah Anton hadir didampingi oleh rombongan pengurus MASDA Jawa Barat, di antaranya ...</p>
<p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/27/rahasia-beras-singkong-cireundeu-mandiri-pangan-sejak-zaman-kolonial-hingga-upaya-menjaga-tradisi/">Rahasia Beras Singkong Cireundeu: Mandiri Pangan Sejak Zaman Kolonial hingga Upaya Menjaga Tradisi</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>CIMAHI – Tim Majelis Adat Sunda (MASDA) Jawa Barat yang dipimpin oleh Irjen Pol. (Purn) Dr. Drs. H. Anton Charliyan, MPKN., atau yang akrab disapa Abah Anton Charliyan, melaksanakan kunjungan silaturahmi budaya ke Kampung Adat Cireundeu, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.<br />
Abah Anton hadir didampingi oleh rombongan pengurus MASDA Jawa Barat, di antaranya Uwa Deden, Bah Iwan, Raden Dicky Z. Sastradikusumah, Rd. Berry, Jayengrana Wirasantana, serta jajaran pengurus lainnya. Rombongan disambut hangat oleh Panitren Adat Abah Asep Abbas, Ais Pangampih Abah Widi, Kang Didi (Bidang Budaya), dan Kang Domba (Bidang Seni). Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi, menggali potensi budaya, serta mengidentifikasi berbagai permasalahan masyarakat adat demi pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan. 24 Juni 2026</p>
<p>Berdasarkan hasil pemantauan dan dialog tim MASDA Jabar di lapangan, berikut adalah profil serta dinamika terkini dari Kampung Adat Cireundeu:</p>
<p><strong>Sejarah Singkat dan Filosofi Hidup</strong></p>
<p>Kampung Adat Cireundeu pertama kali dibuka oleh Mama Aki Haji Ali sekitar abad ke-19 Masehi. Nama &#8220;Cireundeu&#8221; diambil dari pohon Reundeu yang dahulu tumbuh subur di kawasan tersebut. Dari nama ini lahir istilah “Sareundeu, Sabobot, Saigelan” yang bermakna kompak, guyub, satu pikiran, satu perkataan, satu perbuatan, serta menjunjung tinggi gotong royong.<br />
Masyarakat Cireundeu dikenal sebagai pewaris nilai-nilai karuhun (leluhur) Sunda yang kuat. Mereka memegang teguh filosofi hidup: &#8220;Ngindung Ka Waktu, Mibapa Ka Jaman&#8221;, yang berarti mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas adat. Ada pula prinsip hidup: “Kajeun teu nyawah asal boga pare, teu boga pare asal boga beas, teu boga beas asal bisa nyangu, teu bisa nyangu asal bisa dahar, henteu bisa dahar asal bisa kuat” (Biarpun tidak punya sawah asal punya padi, tidak punya padi asal punya beras, tidak punya beras asal bisa menanak nasi, tidak bisa menanak nasi asal bisa makan, tidak bisa makan asal bisa kuat).</p>
<p><strong>Ketahanan Pangan Unik: Rasi (Beras Singkong)</strong></p>
<p>Sistem ketahanan pangan di Cireundeu sangat unik dan berbasis singkong. Sejak masa kolonial sekitar tahun 1918, masyarakat setempat telah berpindah konsumsi pangan ke Rasi (Beras Singkong) karena kontur tanah yang kering dan sulit pengairan. Teknologi pengolahan rasi ini kemudian disempurnakan pada tahun 1924 oleh Ibu Sepuh Omah Asnanah, menghasilkan hidangan singkong yang sangat lezat dan pulen, sebagaimana yang dicicipi oleh tim MASDA Jabar. Berpijak pada aturan adat (pamali), warga dilarang keras untuk mengonsumsi nasi dari padi.</p>
<p>Luas Wilayah dan Jumlah Warga</p>
<p>Kawasan adat Cireundeu terletak di wilayah selatan Cimahi pada ketinggian 700 hingga 900 Mdpl. Total luas kawasan adat beserta lingkungan penyangganya mencapai 64 hektare, yang terbagi menjadi empat zona:</p>
<p>1. Kawasan permukiman adat (2 Ha)</p>
<p>2. Leuweung Larangan / Hutan Titipan (3 Ha) – Kawasan sakral yang tidak boleh ditebang demi menjaga mata air.</p>
<p>3. Leuweung Tutupan / Hutan Lindung (35 Ha) – Hutan produksi terbatas; pohon yang ditebang wajib ditanam kembali.</p>
<p>4. Leuweung Garapan (24 Ha) – Area pertanian dan perkebunan aktif masyarakat.</p>
<p>Saat ini, komunitas Cireundeu dihuni oleh sekitar 1.500 warga (360 Kepala Keluarga). Dari jumlah tersebut, terdapat sekitar 60 KK (130 warga) yang menjadi inti penegak adat (pengkuh adat) yang mengamalkan ajaran kepercayaan Sunda Wiwitan, merujuk pada pakem Ageman ajaran Pangeran Madrais dari Cigugur, Kuningan. Sementara warga lainnya tetap membaur aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.</p>
<p><strong>Tantangan Status Tanah Ulayat dan Modernisasi Bangunan</strong></p>
<p>Kendati memiliki wilayah adat yang dijaga turun-temurun, saat ini status kepemilikan tanah di Cireundeu sebagian besar telah berubah menjadi milik pribadi masing-masing warga. Akibatnya, Kampung Adat Cireundeu secara hukum belum memiliki Tanah Ulayat komunal yang diakui sebagai aset bersama milik adat, kecuali kawasan Leuweung Larangan.<br />
Tantangan lain muncul dari sektor arsitektur. Rumah asli masyarakat Cireundeu yang dahulunya bermaterialkan alam (kayu, bambu, atap ijuk, tanpa tembok dan listrik) kini sudah tergerus arus modernisasi. Bangunan asli tersebut hampir tidak tersisa karena digantikan oleh rumah modern. Diperlukan perhatian serius dari pemerintah dan pengamat budaya untuk merekonstruksi kembali miniatur atau kawasan khusus bangunan asli agar arsitektur tradisional tersebut tetap lestari.</p>
<p><strong>Infrastruktur, Ekonomi, dan Seni Budaya</strong></p>
<p>Akses jalan menuju Kampung Adat Cireundeu saat ini sudah dapat dilalui kendaraan roda dua dan empat, namun kondisinya banyak yang rusak. Diperlukan perbaikan jalan lingkungan, penataan drainase pertanian, serta pembenahan fasilitas pendukung wisata edukasi.<br />
Untuk mata pencaharian, sebagian besar warga bekerja sebagai petani, perajin UMKM olahan singkong, seniman, dan pemandu wisata. Saban tahun, mereka konsisten menggelar upacara adat besar seperti Seren Taun (Tutup Taun 1 Suro) dan Hajat Bumi. Kesenian tradisional seperti Karinding, Kacapi Suling, Angklung Buncis, Degung, dan kaulinan barudak juga terus dihidupkan oleh generasi muda.</p>
<p><strong>Harapan Masyarakat Adat</strong></p>
<p>Melalui dialog bersama MASDA Jabar, masyarakat adat Cireundeu menitipkan beberapa harapan komparatif, antara lain:</p>
<p>1. Bantuan peremajaan perangkat alat kesenian tradisional beserta kostum panggungnya (Gamelan, Degung, Kendang Pencak, Angklung Buncis, dan Kacapi Suling).</p>
<p>2. Pengadaan bibit tanaman produktif bernilai ekonomi tinggi untuk area garapan (seperti Buah Naga Hitam, Melon Inggris, Pala, Kawung, Kemiri), serta bibit pohon keras (Albasiah, Jati Belanda) untuk penghijauan Leuweung Tutupan, lengkap dengan ketersediaan pupuknya.</p>
<p>EDITING N&#8217;DRA</p>
<div class='heateorSssClear'></div><div  class='heateor_sss_sharing_container heateor_sss_horizontal_sharing' data-heateor-sss-href='https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/27/rahasia-beras-singkong-cireundeu-mandiri-pangan-sejak-zaman-kolonial-hingga-upaya-menjaga-tradisi/'><div class='heateor_sss_sharing_title' style="font-weight:bold" >Share It.....</div><div class="heateor_sss_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="heateor_sss_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F06%2F27%2Frahasia-beras-singkong-cireundeu-mandiri-pangan-sejak-zaman-kolonial-hingga-upaya-menjaga-tradisi%2F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#0765FE;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="heateor_sss_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=Rahasia%20Beras%20Singkong%20Cireundeu%3A%20Mandiri%20Pangan%20Sejak%20Zaman%20Kolonial%20hingga%20Upaya%20Menjaga%20Tradisi%20https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F06%2F27%2Frahasia-beras-singkong-cireundeu-mandiri-pangan-sejak-zaman-kolonial-hingga-upaya-menjaga-tradisi%2F" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#55eb4c;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="heateor_sss_svg_stroke heateor_sss_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="heateor_sss_no_fill heateor_sss_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Twitter" class="heateor_sss_button_twitter" href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Rahasia%20Beras%20Singkong%20Cireundeu%3A%20Mandiri%20Pangan%20Sejak%20Zaman%20Kolonial%20hingga%20Upaya%20Menjaga%20Tradisi&url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F06%2F27%2Frahasia-beras-singkong-cireundeu-mandiri-pangan-sejak-zaman-kolonial-hingga-upaya-menjaga-tradisi%2F" title="Twitter" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_twitter" style="background-color:#55acee;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-4 -4 39 39"><path d="M28 8.557a9.913 9.913 0 0 1-2.828.775 4.93 4.93 0 0 0 2.166-2.725 9.738 9.738 0 0 1-3.13 1.194 4.92 4.92 0 0 0-3.593-1.55 4.924 4.924 0 0 0-4.794 6.049c-4.09-.21-7.72-2.17-10.15-5.15a4.942 4.942 0 0 0-.665 2.477c0 1.71.87 3.214 2.19 4.1a4.968 4.968 0 0 1-2.23-.616v.06c0 2.39 1.7 4.38 3.952 4.83-.414.115-.85.174-1.297.174-.318 0-.626-.03-.928-.086a4.935 4.935 0 0 0 4.6 3.42 9.893 9.893 0 0 1-6.114 2.107c-.398 0-.79-.023-1.175-.068a13.953 13.953 0 0 0 7.55 2.213c9.056 0 14.01-7.507 14.01-14.013 0-.213-.005-.426-.015-.637.96-.695 1.795-1.56 2.455-2.55z" fill="#fff"></path></svg></span></a><a target="_blank" aria-label="Line" class="heateor_sss_button_line" href="https://social-plugins.line.me/lineit/share?url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F06%2F27%2Frahasia-beras-singkong-cireundeu-mandiri-pangan-sejak-zaman-kolonial-hingga-upaya-menjaga-tradisi%2F" title="Line" rel="noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_line" style="background-color:#00c300;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 14.304c0-5.37-5.384-9.738-12-9.738S4 8.936 4 14.304c0 4.814 4.27 8.846 10.035 9.608.39.084.923.258 1.058.592.122.303.08.778.04 1.084l-.172 1.028c-.05.303-.24 1.187 1.04.647s6.91-4.07 9.43-6.968c1.737-1.905 2.57-3.842 2.57-5.99zM11.302 17.5H8.918c-.347 0-.63-.283-.63-.63V12.1c0-.346.283-.628.63-.628.348 0 .63.283.63.63v4.14h1.754c.35 0 .63.28.63.628 0 .347-.282.63-.63.63zm2.467-.63c0 .347-.284.628-.63.628-.348 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm5.74 0c0 .27-.175.51-.433.596-.065.02-.132.032-.2.032-.195 0-.384-.094-.502-.25l-2.443-3.33v2.95c0 .35-.282.63-.63.63-.347 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.27.174-.51.43-.597.066-.02.134-.033.2-.033.197 0 .386.094.503.252l2.444 3.328V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm3.855-3.014c.348 0 .63.282.63.63 0 .346-.282.628-.63.628H21.61v1.126h1.755c.348 0 .63.282.63.63 0 .347-.282.628-.63.628H20.98c-.345 0-.628-.282-.628-.63v-4.766c0-.346.283-.628.63-.628h2.384c.348 0 .63.283.63.63 0 .346-.282.628-.63.628h-1.754v1.126h1.754z"/></svg></span></a><a class="heateor_sss_more" aria-label="More" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size: 32px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/27/rahasia-beras-singkong-cireundeu-mandiri-pangan-sejak-zaman-kolonial-hingga-upaya-menjaga-tradisi/" onclick="event.preventDefault()"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="heateorSssMoreSharingPopup(this, 'https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/27/rahasia-beras-singkong-cireundeu-mandiri-pangan-sejak-zaman-kolonial-hingga-upaya-menjaga-tradisi/', 'Rahasia%20Beras%20Singkong%20Cireundeu%3A%20Mandiri%20Pangan%20Sejak%20Zaman%20Kolonial%20hingga%20Upaya%20Menjaga%20Tradisi', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;border-radius:999px;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div><div class="heateorSssClear"></div></div><div class='heateorSssClear'></div><p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/27/rahasia-beras-singkong-cireundeu-mandiri-pangan-sejak-zaman-kolonial-hingga-upaya-menjaga-tradisi/">Rahasia Beras Singkong Cireundeu: Mandiri Pangan Sejak Zaman Kolonial hingga Upaya Menjaga Tradisi</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/27/rahasia-beras-singkong-cireundeu-mandiri-pangan-sejak-zaman-kolonial-hingga-upaya-menjaga-tradisi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Abah Anton Kunjungi Kampung Adat Kuta: Warga Harapkan Solusi Air Bersih dan Penguatan Lembaga Adat</title>
		<link>https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/20/abah-anton-kunjungi-kampung-adat-kuta-warga-harapkan-solusi-air-bersih-dan-penguatan-lembaga-adat/</link>
					<comments>https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/20/abah-anton-kunjungi-kampung-adat-kuta-warga-harapkan-solusi-air-bersih-dan-penguatan-lembaga-adat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hendra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 02:49:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KEBUDAYAAN]]></category>
		<category><![CDATA[ADAT]]></category>
		<category><![CDATA[PEMERINTAH DAERAH]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://warisanbudayanusantara.com/?p=80107</guid>

					<description><![CDATA[<p>Media WBN&#124;CIAMIS – Kampung Adat Kuta, salah satu warisan budaya Sunda yang masih mempertahankan tradisi leluhur secara ketat, ternyata masih menghadapi berbagai persoalan mendasar. Selain kesulitan mendapatkan pasokan air yang memadai, masyarakat adat juga belum memiliki tanah ulayat bersama serta sejumlah fasilitas adat yang menjadi kebutuhan penting bagi keberlangsungan kehidupan sosial dan budaya mereka. Hal ...</p>
<p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/20/abah-anton-kunjungi-kampung-adat-kuta-warga-harapkan-solusi-air-bersih-dan-penguatan-lembaga-adat/">Abah Anton Kunjungi Kampung Adat Kuta: Warga Harapkan Solusi Air Bersih dan Penguatan Lembaga Adat</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://warisanbudayanusantara.com" target="_blank">Media WBN|CIAMIS</a> – Kampung Adat Kuta, salah satu warisan budaya Sunda yang masih mempertahankan tradisi leluhur secara ketat, ternyata masih menghadapi berbagai persoalan mendasar. Selain kesulitan mendapatkan pasokan air yang memadai, masyarakat adat juga belum memiliki tanah ulayat bersama serta sejumlah fasilitas adat yang menjadi kebutuhan penting bagi keberlangsungan kehidupan sosial dan budaya mereka.</p>
<p>Hal tersebut terungkap saat Ketua Umum Majelis Adat Sunda Jawa Barat, Irjen Pol (Purn) Dr. H. Anton Charliyan atau yang akrab disapa Abah Anton, melakukan kunjungan silaturahmi dan survei lapangan ke Kampung Adat Kuta, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, Kamis (18/6/2026).</p>
<p>Dalam kunjungan tersebut, Abah Anton didampingi Kang Aip, Kang Epi Lo Ciamis, dan staf pendamping Kang Dindin Mauludin. Rombongan diterima langsung oleh Tetua Adat Ki Warja, Wakil Tetua Adat Abah Udin, Sekretaris Adat Firman, serta Ketua DKM Abah Didi.</p>
<p>Menurut para sesepuh adat, nama &#8220;Kuta&#8221; diyakini berasal dari kata &#8220;Mahkota&#8221;. Berdasarkan cerita turun-temurun, wilayah ini merupakan cikal bakal lokasi yang pernah direncanakan menjadi pusat Keraton Galuh pada masa Prabu Ki Ajar Sukaresi sekitar abad ke-10.</p>
<p>Saat ini Kampung Adat Kuta dihuni sekitar 97 kepala keluarga yang seluruhnya beragama Islam. Kampung ini berada di wilayah paling timur Jawa Barat yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Tengah. Luas kawasan adat mencapai sekitar 185 hektare, dengan 31 hektare di antaranya merupakan Leuweung Tutupan atau hutan larangan yang dijaga secara ketat.</p>
<p>Namun, di tengah kekayaan budaya dan alam yang dimiliki, masyarakat masih menghadapi kesulitan besar dalam sektor pengairan. Pertanian yang sebagian besar berupa sawah tadah hujan dan lahan huma belum dapat dikelola secara optimal karena keterbatasan sumber air. Bahkan saat musim kemarau, warga kerap mengalami kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi dan memasak.</p>
<p>Meski demikian, masyarakat tetap mampu menghasilkan gula aren dan gula semut berkualitas tinggi secara tradisional. Produksi bahkan meningkat setelah mendapatkan pendampingan teknis dari Willy, yang disebut sebagai salah satu tenaga pendamping program pemberdayaan ekonomi masyarakat.</p>
<p>Selain persoalan air, kondisi infrastruktur juga menjadi perhatian. Sebagian ruas jalan menuju Kampung Adat Kuta masih mengalami kerusakan, terutama jalur dari arah Kawali. Sementara itu, jalan di dalam kawasan kampung sepanjang sekitar 1,3 kilometer juga membutuhkan perbaikan serius.</p>
<p>Kampung Adat Kuta dikenal sebagai &#8220;Kampung Sarebu Pamali&#8221; karena masih memegang teguh berbagai aturan adat. Beberapa di antaranya adalah larangan memakamkan jenazah di dalam kawasan kampung adat, larangan membangun rumah berbahan semen, larangan mengenakan pakaian hitam saat memasuki hutan larangan, serta sejumlah aturan adat lainnya yang masih dijalankan hingga kini.</p>
<p>Masyarakat juga rutin melaksanakan berbagai upacara adat tahunan, seperti Hajat Suguhan setiap 5 Safar, Hajat Bumi pada 1 Muharam, dan Hajat Babarit sebagai tradisi tolak bala.<br />
Dari hasil dialog bersama tokoh adat dan warga, terdapat lima persoalan utama yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah.</p>
<p>Pertama, belum adanya legalitas tanah ulayat yang dapat dikelola bersama oleh masyarakat adat. Kedua, keterbatasan sarana pengairan yang menghambat produktivitas pertanian. Ketiga, kerusakan jalan di kawasan kampung adat sepanjang sekitar 1.300 meter. Keempat, belum tersedianya berbagai fasilitas adat seperti Bale Ageung, surau, leuit (lumbung padi), rumah pusaka, gerbang adat, serta perlunya revitalisasi Monumen Kalpataru. Kelima, perlunya program penghijauan dan penguatan ekonomi berbasis tanaman produktif seperti aren, kirai, kopi, pala, durian, kelapa, dan berbagai tanaman hortikultura bernilai ekonomi tinggi.<br />
Masyarakat Adat Kuta berharap aspirasi tersebut dapat menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Ciamis, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta Kementerian Kebudayaan.</p>
<p>Di akhir kunjungannya, Abah Anton menyampaikan harapan warga agar Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), dapat berkunjung langsung ke Kampung Adat Kuta. Menurut warga, hingga saat ini kampung adat tersebut belum pernah menerima kunjungan resmi dari gubernur Jawa Barat sejak masa kepemimpinan gubernur-gubernur sebelumnya.<br />
&#8220;Kami berharap Pak Gubernur KDM dapat datang langsung melihat kondisi masyarakat dan potensi besar Kampung Adat Kuta, sehingga berbagai kebutuhan yang ada dapat segera mendapat perhatian,&#8221; ujar Abah Anton menutup (RED)</p>
<div class='heateorSssClear'></div><div  class='heateor_sss_sharing_container heateor_sss_horizontal_sharing' data-heateor-sss-href='https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/20/abah-anton-kunjungi-kampung-adat-kuta-warga-harapkan-solusi-air-bersih-dan-penguatan-lembaga-adat/'><div class='heateor_sss_sharing_title' style="font-weight:bold" >Share It.....</div><div class="heateor_sss_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="heateor_sss_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F06%2F20%2Fabah-anton-kunjungi-kampung-adat-kuta-warga-harapkan-solusi-air-bersih-dan-penguatan-lembaga-adat%2F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#0765FE;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="heateor_sss_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=Abah%20Anton%20Kunjungi%20Kampung%20Adat%20Kuta%3A%20Warga%20Harapkan%20Solusi%20Air%20Bersih%20dan%20Penguatan%20Lembaga%20Adat%20https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F06%2F20%2Fabah-anton-kunjungi-kampung-adat-kuta-warga-harapkan-solusi-air-bersih-dan-penguatan-lembaga-adat%2F" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#55eb4c;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="heateor_sss_svg_stroke heateor_sss_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="heateor_sss_no_fill heateor_sss_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Twitter" class="heateor_sss_button_twitter" href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Abah%20Anton%20Kunjungi%20Kampung%20Adat%20Kuta%3A%20Warga%20Harapkan%20Solusi%20Air%20Bersih%20dan%20Penguatan%20Lembaga%20Adat&url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F06%2F20%2Fabah-anton-kunjungi-kampung-adat-kuta-warga-harapkan-solusi-air-bersih-dan-penguatan-lembaga-adat%2F" title="Twitter" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_twitter" style="background-color:#55acee;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-4 -4 39 39"><path d="M28 8.557a9.913 9.913 0 0 1-2.828.775 4.93 4.93 0 0 0 2.166-2.725 9.738 9.738 0 0 1-3.13 1.194 4.92 4.92 0 0 0-3.593-1.55 4.924 4.924 0 0 0-4.794 6.049c-4.09-.21-7.72-2.17-10.15-5.15a4.942 4.942 0 0 0-.665 2.477c0 1.71.87 3.214 2.19 4.1a4.968 4.968 0 0 1-2.23-.616v.06c0 2.39 1.7 4.38 3.952 4.83-.414.115-.85.174-1.297.174-.318 0-.626-.03-.928-.086a4.935 4.935 0 0 0 4.6 3.42 9.893 9.893 0 0 1-6.114 2.107c-.398 0-.79-.023-1.175-.068a13.953 13.953 0 0 0 7.55 2.213c9.056 0 14.01-7.507 14.01-14.013 0-.213-.005-.426-.015-.637.96-.695 1.795-1.56 2.455-2.55z" fill="#fff"></path></svg></span></a><a target="_blank" aria-label="Line" class="heateor_sss_button_line" href="https://social-plugins.line.me/lineit/share?url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F06%2F20%2Fabah-anton-kunjungi-kampung-adat-kuta-warga-harapkan-solusi-air-bersih-dan-penguatan-lembaga-adat%2F" title="Line" rel="noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_line" style="background-color:#00c300;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 14.304c0-5.37-5.384-9.738-12-9.738S4 8.936 4 14.304c0 4.814 4.27 8.846 10.035 9.608.39.084.923.258 1.058.592.122.303.08.778.04 1.084l-.172 1.028c-.05.303-.24 1.187 1.04.647s6.91-4.07 9.43-6.968c1.737-1.905 2.57-3.842 2.57-5.99zM11.302 17.5H8.918c-.347 0-.63-.283-.63-.63V12.1c0-.346.283-.628.63-.628.348 0 .63.283.63.63v4.14h1.754c.35 0 .63.28.63.628 0 .347-.282.63-.63.63zm2.467-.63c0 .347-.284.628-.63.628-.348 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm5.74 0c0 .27-.175.51-.433.596-.065.02-.132.032-.2.032-.195 0-.384-.094-.502-.25l-2.443-3.33v2.95c0 .35-.282.63-.63.63-.347 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.27.174-.51.43-.597.066-.02.134-.033.2-.033.197 0 .386.094.503.252l2.444 3.328V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm3.855-3.014c.348 0 .63.282.63.63 0 .346-.282.628-.63.628H21.61v1.126h1.755c.348 0 .63.282.63.63 0 .347-.282.628-.63.628H20.98c-.345 0-.628-.282-.628-.63v-4.766c0-.346.283-.628.63-.628h2.384c.348 0 .63.283.63.63 0 .346-.282.628-.63.628h-1.754v1.126h1.754z"/></svg></span></a><a class="heateor_sss_more" aria-label="More" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size: 32px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/20/abah-anton-kunjungi-kampung-adat-kuta-warga-harapkan-solusi-air-bersih-dan-penguatan-lembaga-adat/" onclick="event.preventDefault()"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="heateorSssMoreSharingPopup(this, 'https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/20/abah-anton-kunjungi-kampung-adat-kuta-warga-harapkan-solusi-air-bersih-dan-penguatan-lembaga-adat/', 'Abah%20Anton%20Kunjungi%20Kampung%20Adat%20Kuta%3A%20Warga%20Harapkan%20Solusi%20Air%20Bersih%20dan%20Penguatan%20Lembaga%20Adat', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;border-radius:999px;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div><div class="heateorSssClear"></div></div><div class='heateorSssClear'></div><p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/20/abah-anton-kunjungi-kampung-adat-kuta-warga-harapkan-solusi-air-bersih-dan-penguatan-lembaga-adat/">Abah Anton Kunjungi Kampung Adat Kuta: Warga Harapkan Solusi Air Bersih dan Penguatan Lembaga Adat</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/20/abah-anton-kunjungi-kampung-adat-kuta-warga-harapkan-solusi-air-bersih-dan-penguatan-lembaga-adat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wae Rebo Menaklukkan Dunia</title>
		<link>https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/17/wae-rebo-menaklukkan-dunia/</link>
					<comments>https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/17/wae-rebo-menaklukkan-dunia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hendra]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 15:46:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KEBUDAYAAN]]></category>
		<category><![CDATA[ADAT]]></category>
		<category><![CDATA[Manggarai]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Wae rebo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://warisanbudayanusantara.com/?p=80088</guid>

					<description><![CDATA[<p>MANGGARAI, WBN -– Di tengah pesatnya perkembangan dunia modern yang dipenuhi gedung pencakar langit, teknologi canggih, dan kota-kota metropolitan yang gemerlap, sebuah kampung adat sederhana di pegunungan Flores justru berhasil mencuri perhatian dunia. Kampung itu bernama Wae Rebo, sebuah desa adat yang tersembunyi di ketinggian Pegunungan Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Indonesia ...</p>
<p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/17/wae-rebo-menaklukkan-dunia/">Wae Rebo Menaklukkan Dunia</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MANGGARAI, WBN</strong> -– Di tengah pesatnya perkembangan dunia modern yang dipenuhi gedung pencakar langit, teknologi canggih, dan kota-kota metropolitan yang gemerlap, sebuah kampung adat sederhana di pegunungan Flores justru berhasil mencuri perhatian dunia.</p>
<p>Kampung itu bernama Wae Rebo, sebuah desa adat yang tersembunyi di ketinggian Pegunungan Manggarai, Nusa Tenggara Timur.</p>
<p>Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Indonesia di sektor pariwisata internasional. Desa Adat Wae Rebo secara resmi dinobatkan sebagai desa tercantik nomor dua di dunia dalam daftar bergengsi &#8220;World&#8217;s Most Beautiful Small Towns 2024&#8221; yang dirilis oleh media perjalanan internasional ternama, Time Out.</p>
<p>Pengakuan tersebut bukan hanya sebuah penghargaan biasa. Ini merupakan pengakuan dunia terhadap kekayaan budaya, keindahan alam, serta kearifan lokal Indonesia yang mampu bersaing dengan destinasi-destinasi terbaik dari berbagai belahan dunia.</p>
<p>Di saat banyak negara berlomba membangun objek wisata modern bernilai miliaran dolar, Wae Rebo justru memikat dunia melalui kesederhanaannya.</p>
<p>Sebuah desa kecil.</p>
<p>Sebuah budaya tua.</p>
<p>Sebuah warisan leluhur.</p>
<p>Namun mampu membuat dunia berdecak kagum.</p>
<p><strong>Surga di Atas Awan Flores</strong></p>
<p>Wae Rebo bukanlah destinasi wisata yang dapat dicapai dengan mudah. Letaknya berada di Desa Satar Lenda, Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.</p>
<p>Untuk mencapai desa ini, wisatawan harus menempuh perjalanan darat yang cukup panjang sebelum melanjutkan trekking selama beberapa jam melewati hutan tropis yang masih alami.</p>
<p>Namun justru di situlah letak keistimewaannya.</p>
<p>Perjalanan menuju Wae Rebo bukan sekadar perjalanan wisata.</p>
<p>Ia adalah sebuah petualangan.</p>
<p>Ia adalah sebuah proses.</p>
<p>Ia adalah pengalaman yang perlahan mengajarkan manusia untuk kembali menghargai alam.</p>
<p>Ketika langkah terakhir mencapai puncak perbukitan dan hamparan lembah terbuka di hadapan mata, para pengunjung akan disambut pemandangan yang sulit dilupakan sepanjang hidup.</p>
<p>Tujuh rumah adat berbentuk kerucut berdiri megah di tengah padang rumput hijau.</p>
<p>Kabut tipis menari di antara pegunungan.</p>
<p>Udara segar memenuhi paru-paru. Langit biru berpadu dengan hijaunya alam Manggarai. Tak heran jika banyak wisatawan menyebut Wae Rebo sebagai &#8220;Surga di Atas Awan.&#8221;</p>
<p>Mbaru Niang, Mahakarya Arsitektur Nusantara</p>
<p>Daya tarik utama Wae Rebo adalah rumah adat khas yang disebut Mbaru Niang.</p>
<p>Rumah berbentuk kerucut raksasa ini menjadi simbol identitas masyarakat adat Manggarai yang telah diwariskan turun-temurun selama ratusan tahun.</p>
<p>Dari kejauhan, Mbaru Niang tampak sederhana.</p>
<p>Namun ketika memasuki bangunannya, wisatawan akan menyadari bahwa rumah tersebut merupakan karya arsitektur tradisional yang luar biasa.</p>
<p>Dibangun tanpa teknologi modern, rumah-rumah ini mampu bertahan menghadapi perubahan cuaca pegunungan yang ekstrem.</p>
<p>Setiap bagian bangunan memiliki filosofi mendalam yang mencerminkan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.</p>
<p>Di era modern ketika banyak budaya lokal mulai tergerus zaman, masyarakat Wae Rebo tetap mempertahankan warisan leluhur mereka dengan penuh kebanggaan.</p>
<p>Mereka menjaga tradisi bukan karena terpaksa.</p>
<p>Mereka menjaganya karena memahami bahwa identitas adalah kekuatan.</p>
<p>Ketika Dunia Belajar dari Wae Rebo</p>
<p>Pengakuan internasional terhadap Wae Rebo sesungguhnya membawa pesan penting bagi dunia. Bahwa kemajuan tidak selalu berarti meninggalkan budaya.</p>
<p>Bahwa modernisasi tidak harus menghapus tradisi. Dan bahwa warisan leluhur dapat menjadi sumber kesejahteraan jika dijaga dengan baik.</p>
<p>Wae Rebo menjadi contoh nyata bagaimana masyarakat adat mampu hidup berdampingan dengan perkembangan pariwisata tanpa kehilangan jati dirinya.</p>
<p>Di desa ini, wisatawan tidak hanya datang untuk berfoto.</p>
<p>Mereka datang untuk belajar. Belajar menghormati budaya. Belajar hidup sederhana. Belajar menghargai alam. Belajar memahami bahwa kebahagiaan tidak selalu diukur dari kemewahan.</p>
<p><strong>Kebanggaan NTT</strong></p>
<p>Predikat desa tercantik nomor dua di dunia tentu menjadi kebanggaan besar bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.</p>
<p>Selama ini Flores telah dikenal dunia melalui Taman Nasional Komodo yang mendunia.</p>
<p>Kini Wae Rebo hadir memperkuat posisi Flores sebagai salah satu destinasi wisata terbaik di Indonesia bahkan dunia.</p>
<p>Pengakuan tersebut sekaligus membuktikan bahwa NTT memiliki potensi wisata yang luar biasa besar.</p>
<p>Dari pantai-pantai eksotis, bukit-bukit savana yang menawan, kekayaan budaya yang unik hingga masyarakat yang ramah dan bersahaja.</p>
<p>Semuanya menjadikan NTT sebagai permata pariwisata Indonesia yang semakin bersinar di mata dunia.</p>
<p>Saatnya Indonesia Berbangga, keberhasilan Wae Rebo bukan hanya kemenangan masyarakat Manggarai. Bukan hanya kemenangan Nusa Tenggara Timur. Melainkan kemenangan seluruh rakyat Indonesia.</p>
<p>Ini adalah bukti bahwa kekayaan budaya Nusantara mampu berdiri sejajar dengan destinasi terbaik dunia.</p>
<p>Bahwa desa kecil di pegunungan Flores mampu membuat dunia menoleh. Bahwa Indonesia memiliki lebih banyak keajaiban daripada yang selama ini diketahui banyak orang.</p>
<p>Mengapa Anda Harus Mengunjungi Wae Rebo?</p>
<p>Karena tidak semua tempat di dunia mampu membuat Anda berhenti sejenak dan mengagumi kehidupan.</p>
<p>Karena tidak semua destinasi wisata menawarkan pengalaman yang menyentuh hati.</p>
<p>Karena tidak semua perjalanan mampu mengubah cara pandang seseorang terhadap alam dan budaya.</p>
<p>Datanglah ke Wae Rebo.</p>
<p>Rasakan udara pegunungannya. Nikmati kehangatan masyarakat adatnya. Saksikan keindahan Mbaru Niang secara langsung. Dengarkan suara alam yang menenangkan.</p>
<p>Dan biarkan diri Anda memahami mengapa dunia menempatkan desa ini sebagai salah satu desa tercantik di muka bumi.</p>
<p>Wae Rebo bukan sekadar destinasi wisata. Ia adalah wajah Indonesia yang sesungguhnya. Sederhana, indah, ramah, dan penuh makna.</p>
<p>Ketika dunia mencari keindahan, mereka menemukannya di pegunungan Flores.</p>
<p>Dan ketika dunia berbicara tentang desa tercantik, nama Wae Rebo kini berdiri dengan bangga di antara yang terbaik di planet ini.</p>
<p>Asis DN<br />
Kontributor WBN SUMBA</p>
<p>Editor visual: ndra</p>
<div class='heateorSssClear'></div><div  class='heateor_sss_sharing_container heateor_sss_horizontal_sharing' data-heateor-sss-href='https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/17/wae-rebo-menaklukkan-dunia/'><div class='heateor_sss_sharing_title' style="font-weight:bold" >Share It.....</div><div class="heateor_sss_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="heateor_sss_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F06%2F17%2Fwae-rebo-menaklukkan-dunia%2F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#0765FE;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="heateor_sss_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=Wae%20Rebo%20Menaklukkan%20Dunia%20https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F06%2F17%2Fwae-rebo-menaklukkan-dunia%2F" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#55eb4c;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="heateor_sss_svg_stroke heateor_sss_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="heateor_sss_no_fill heateor_sss_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Twitter" class="heateor_sss_button_twitter" href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Wae%20Rebo%20Menaklukkan%20Dunia&url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F06%2F17%2Fwae-rebo-menaklukkan-dunia%2F" title="Twitter" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_twitter" style="background-color:#55acee;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-4 -4 39 39"><path d="M28 8.557a9.913 9.913 0 0 1-2.828.775 4.93 4.93 0 0 0 2.166-2.725 9.738 9.738 0 0 1-3.13 1.194 4.92 4.92 0 0 0-3.593-1.55 4.924 4.924 0 0 0-4.794 6.049c-4.09-.21-7.72-2.17-10.15-5.15a4.942 4.942 0 0 0-.665 2.477c0 1.71.87 3.214 2.19 4.1a4.968 4.968 0 0 1-2.23-.616v.06c0 2.39 1.7 4.38 3.952 4.83-.414.115-.85.174-1.297.174-.318 0-.626-.03-.928-.086a4.935 4.935 0 0 0 4.6 3.42 9.893 9.893 0 0 1-6.114 2.107c-.398 0-.79-.023-1.175-.068a13.953 13.953 0 0 0 7.55 2.213c9.056 0 14.01-7.507 14.01-14.013 0-.213-.005-.426-.015-.637.96-.695 1.795-1.56 2.455-2.55z" fill="#fff"></path></svg></span></a><a target="_blank" aria-label="Line" class="heateor_sss_button_line" href="https://social-plugins.line.me/lineit/share?url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F06%2F17%2Fwae-rebo-menaklukkan-dunia%2F" title="Line" rel="noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_line" style="background-color:#00c300;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 14.304c0-5.37-5.384-9.738-12-9.738S4 8.936 4 14.304c0 4.814 4.27 8.846 10.035 9.608.39.084.923.258 1.058.592.122.303.08.778.04 1.084l-.172 1.028c-.05.303-.24 1.187 1.04.647s6.91-4.07 9.43-6.968c1.737-1.905 2.57-3.842 2.57-5.99zM11.302 17.5H8.918c-.347 0-.63-.283-.63-.63V12.1c0-.346.283-.628.63-.628.348 0 .63.283.63.63v4.14h1.754c.35 0 .63.28.63.628 0 .347-.282.63-.63.63zm2.467-.63c0 .347-.284.628-.63.628-.348 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm5.74 0c0 .27-.175.51-.433.596-.065.02-.132.032-.2.032-.195 0-.384-.094-.502-.25l-2.443-3.33v2.95c0 .35-.282.63-.63.63-.347 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.27.174-.51.43-.597.066-.02.134-.033.2-.033.197 0 .386.094.503.252l2.444 3.328V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm3.855-3.014c.348 0 .63.282.63.63 0 .346-.282.628-.63.628H21.61v1.126h1.755c.348 0 .63.282.63.63 0 .347-.282.628-.63.628H20.98c-.345 0-.628-.282-.628-.63v-4.766c0-.346.283-.628.63-.628h2.384c.348 0 .63.283.63.63 0 .346-.282.628-.63.628h-1.754v1.126h1.754z"/></svg></span></a><a class="heateor_sss_more" aria-label="More" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size: 32px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/17/wae-rebo-menaklukkan-dunia/" onclick="event.preventDefault()"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="heateorSssMoreSharingPopup(this, 'https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/17/wae-rebo-menaklukkan-dunia/', 'Wae%20Rebo%20Menaklukkan%20Dunia', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;border-radius:999px;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div><div class="heateorSssClear"></div></div><div class='heateorSssClear'></div><p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/17/wae-rebo-menaklukkan-dunia/">Wae Rebo Menaklukkan Dunia</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/17/wae-rebo-menaklukkan-dunia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ensiklopedia &#8220;Di&#8217;i Sa&#8217;o&#8221; Terbit, Peneliti Tegaskan Ngada Tidak Anut Sistem Kawin Masuk</title>
		<link>https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/05/ensiklopedia-dii-sao-terbit-peneliti-tegaskan-suku-ngada-tidak-anut-sistem-kawin-masuk/</link>
					<comments>https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/05/ensiklopedia-dii-sao-terbit-peneliti-tegaskan-suku-ngada-tidak-anut-sistem-kawin-masuk/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aurel Doo]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2026 10:19:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[ADAT]]></category>
		<category><![CDATA[PEMERINTAH DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[BUDAYA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://warisanbudayanusantara.com/?p=79942</guid>

					<description><![CDATA[<p>NGADA, WBN — Dinas Pendidikan Kabupaten Ngada Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Bidang Kebudayaan menggelar diskusi draf buku bertajuk Ensiklopedi Ritual Perkawinan Di&#8217;i Sa&#8217;o dalam Budaya Matrilineal Suku Ngadha Flores di Bajawa, Kabupaten Ngada, pada Kamis (4/6/2026). Diskusi yang menghadirkan sang penulis, Dr. Firmina Angela Nai, M.Si, beserta para tokoh adat ini menjadi ruang ...</p>
<p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/05/ensiklopedia-dii-sao-terbit-peneliti-tegaskan-suku-ngada-tidak-anut-sistem-kawin-masuk/">Ensiklopedia &#8220;Di&#8217;i Sa&#8217;o&#8221; Terbit, Peneliti Tegaskan Ngada Tidak Anut Sistem Kawin Masuk</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGADA, WBN</strong> — Dinas Pendidikan Kabupaten Ngada Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Bidang Kebudayaan menggelar diskusi draf buku bertajuk Ensiklopedi Ritual Perkawinan Di&#8217;i Sa&#8217;o dalam Budaya Matrilineal Suku Ngadha Flores di Bajawa, Kabupaten Ngada, pada Kamis (4/6/2026).</p>
<p>Diskusi yang menghadirkan sang penulis, Dr. Firmina Angela Nai, M.Si, beserta para tokoh adat ini menjadi ruang krusial untuk meluruskan kekeliruan tafsir yang mengakar di masyarakat terkait tradisi pernikahan etnis Ngadha.</p>
<p>Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan Ngada, Paschalia Maria Dolorosa Moi, menjelaskan bahwa penyusunan buku ini merupakan inisiatif penulis yang didukung penuh oleh Kementerian Kebudayaan. Proses riset dan penggarapannya sendiri telah berjalan selama dua tahun.</p>
<p>&#8220;Buku ini menyajikan data akurat yang membawa ruang pembaruan bagi pemahaman budaya kita. Pemahaman masyarakat terhadap sistem matrilineal etnis Ngadhu Bhaga Ngada selama ini masih sangat terbatas. Kehadiran karya ini sangat membantu kita untuk mengenal akar budaya yang sesungguhnya,&#8221; ujar Paschalia.</p>
<p>Selain buku, rangkaian program ini juga mencakup pembuatan film dokumenter bertema serupa.</p>
<p><strong>Bukan &#8220;Kawin Masuk&#8221;</strong></p>
<p>Selama ini, sistem kekerabatan matrilineal pada suku Ngadha sering kali disalahartikan oleh publik, bahkan oleh generasi muda Ngada sendiri sebagai sistem &#8220;kawin masuk&#8221;.</p>
<figure id="attachment_79944" aria-describedby="caption-attachment-79944" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-medium wp-image-79944" src="https://warisanbudayanusantara.com/wp-content/uploads/2026/06/Screenshot_20260605_181507_Editor-Lite-300x200.jpg" alt="Penulis bersama Bidang Kebudayaan Ngada dan sejumlah tokoh budaya foto bersama di depan Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Ngada" width="300" height="200" srcset="https://warisanbudayanusantara.com/wp-content/uploads/2026/06/Screenshot_20260605_181507_Editor-Lite-300x200.jpg 300w, https://warisanbudayanusantara.com/wp-content/uploads/2026/06/Screenshot_20260605_181507_Editor-Lite.jpg 565w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-79944" class="wp-caption-text">Penulis bersama Bidang Kebudayaan Ngada dan sejumlah tokoh budaya foto bersama di depan Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Ngada</figcaption></figure>
<p>Melalui draf ensiklopedia ini, Firmina Angela Nai menegaskan bahwa kebudayaan Ngadha sama sekali tidak mengenal konsep kawin masuk.</p>
<p>&#8220;Tradisi yang benar adalah Di&#8217;i Sa&#8217;o yang berarti tinggal di rumah (pihak perempuan). Konsep ini sangat jauh berbeda dengan stigma kawin masuk. Karena salah interpretasi, implementasinya di lapangan pun ikut keliru dan fatalnya hal ini telanjur meluas menjadi pemahaman umum,&#8221; kata Firmina.</p>
<p>Firmina menambahkan, Di&#8217;i Sa&#8217;o memiliki aturan main yang ketat, meliputi ruang lingkup, tata acara, batasan jumlah hanya satu anak perempuan terpilih, tinggalnya pun di rumah adat. Tradisi Di&#8217;i Sa&#8217;o memiliki cara pandang dan praktek adat yang spesifik, berbeda jauh dari tradisi kawin masuk.</p>
<p>Ia menjamin isi buku ini bukan merupakan asumsi pribadi, melainkan hasil penelitian panjang yang melibatkan tokoh-tokoh adat dari berbagai wilayah di Ngada, mulai dari Bajawa, Jerebu&#8217;u, Langa, hingga Golewa.</p>
<p><strong>Ancaman Arus Globalisasi</strong></p>
<p>Apresiasi terhadap pelurusan sejarah ini juga datang dari salah satu tokoh adat Ngadhu Bhaga Ngada, Arnoldus Meka. Menurutnya, pergeseran pemahaman dan praktik tradisi kini menjadi ancaman nyata akibat derasnya arus modernisasi.</p>
<p>&#8220;Zaman terus berkembang dan pengetahuan budaya harus dikembalikan pada jati dirinya agar tidak rusak total digerus globalisasi. Melalui diskusi ini, kita ditegaskan kembali bahwa etnis Ngada tidak menganut sistem kawin masuk. Ada syarat, ketentuan, dan rambu-rambu adat dalam Di&#8217;i Sa&#8217;o yang harus dihormati,&#8221; tutur Arnoldus.</p>
<p>Di akhir diskusi, Firmina berpesan agar generasi muda Ngada terus memperkuat literasi budaya. Penguatan literasi ini dinilai menjadi benteng utama agar generasi penerus tidak kehilangan arah dan keliru dalam memahami jati diri serta identitas asli leluhur mereka.</p>
<p><strong>WBN</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<div class='heateorSssClear'></div><div  class='heateor_sss_sharing_container heateor_sss_horizontal_sharing' data-heateor-sss-href='https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/05/ensiklopedia-dii-sao-terbit-peneliti-tegaskan-suku-ngada-tidak-anut-sistem-kawin-masuk/'><div class='heateor_sss_sharing_title' style="font-weight:bold" >Share It.....</div><div class="heateor_sss_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="heateor_sss_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F06%2F05%2Fensiklopedia-dii-sao-terbit-peneliti-tegaskan-suku-ngada-tidak-anut-sistem-kawin-masuk%2F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#0765FE;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="heateor_sss_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=Ensiklopedia%20%22Di%27i%20Sa%27o%22%20Terbit%2C%20Peneliti%20Tegaskan%20Ngada%20Tidak%20Anut%20Sistem%20Kawin%20Masuk%20https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F06%2F05%2Fensiklopedia-dii-sao-terbit-peneliti-tegaskan-suku-ngada-tidak-anut-sistem-kawin-masuk%2F" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#55eb4c;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="heateor_sss_svg_stroke heateor_sss_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="heateor_sss_no_fill heateor_sss_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Twitter" class="heateor_sss_button_twitter" href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Ensiklopedia%20%22Di%27i%20Sa%27o%22%20Terbit%2C%20Peneliti%20Tegaskan%20Ngada%20Tidak%20Anut%20Sistem%20Kawin%20Masuk&url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F06%2F05%2Fensiklopedia-dii-sao-terbit-peneliti-tegaskan-suku-ngada-tidak-anut-sistem-kawin-masuk%2F" title="Twitter" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_twitter" style="background-color:#55acee;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-4 -4 39 39"><path d="M28 8.557a9.913 9.913 0 0 1-2.828.775 4.93 4.93 0 0 0 2.166-2.725 9.738 9.738 0 0 1-3.13 1.194 4.92 4.92 0 0 0-3.593-1.55 4.924 4.924 0 0 0-4.794 6.049c-4.09-.21-7.72-2.17-10.15-5.15a4.942 4.942 0 0 0-.665 2.477c0 1.71.87 3.214 2.19 4.1a4.968 4.968 0 0 1-2.23-.616v.06c0 2.39 1.7 4.38 3.952 4.83-.414.115-.85.174-1.297.174-.318 0-.626-.03-.928-.086a4.935 4.935 0 0 0 4.6 3.42 9.893 9.893 0 0 1-6.114 2.107c-.398 0-.79-.023-1.175-.068a13.953 13.953 0 0 0 7.55 2.213c9.056 0 14.01-7.507 14.01-14.013 0-.213-.005-.426-.015-.637.96-.695 1.795-1.56 2.455-2.55z" fill="#fff"></path></svg></span></a><a target="_blank" aria-label="Line" class="heateor_sss_button_line" href="https://social-plugins.line.me/lineit/share?url=https%3A%2F%2Fwarisanbudayanusantara.com%2F2026%2F06%2F05%2Fensiklopedia-dii-sao-terbit-peneliti-tegaskan-suku-ngada-tidak-anut-sistem-kawin-masuk%2F" title="Line" rel="noopener" target="_blank" style="font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="heateor_sss_svg heateor_sss_s__default heateor_sss_s_line" style="background-color:#00c300;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:32px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;border-radius:999px;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 14.304c0-5.37-5.384-9.738-12-9.738S4 8.936 4 14.304c0 4.814 4.27 8.846 10.035 9.608.39.084.923.258 1.058.592.122.303.08.778.04 1.084l-.172 1.028c-.05.303-.24 1.187 1.04.647s6.91-4.07 9.43-6.968c1.737-1.905 2.57-3.842 2.57-5.99zM11.302 17.5H8.918c-.347 0-.63-.283-.63-.63V12.1c0-.346.283-.628.63-.628.348 0 .63.283.63.63v4.14h1.754c.35 0 .63.28.63.628 0 .347-.282.63-.63.63zm2.467-.63c0 .347-.284.628-.63.628-.348 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm5.74 0c0 .27-.175.51-.433.596-.065.02-.132.032-.2.032-.195 0-.384-.094-.502-.25l-2.443-3.33v2.95c0 .35-.282.63-.63.63-.347 0-.63-.282-.63-.63V12.1c0-.27.174-.51.43-.597.066-.02.134-.033.2-.033.197 0 .386.094.503.252l2.444 3.328V12.1c0-.347.282-.63.63-.63.346 0 .63.284.63.63v4.77zm3.855-3.014c.348 0 .63.282.63.63 0 .346-.282.628-.63.628H21.61v1.126h1.755c.348 0 .63.282.63.63 0 .347-.282.628-.63.628H20.98c-.345 0-.628-.282-.628-.63v-4.766c0-.346.283-.628.63-.628h2.384c.348 0 .63.283.63.63 0 .346-.282.628-.63.628h-1.754v1.126h1.754z"/></svg></span></a><a class="heateor_sss_more" aria-label="More" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size: 32px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/05/ensiklopedia-dii-sao-terbit-peneliti-tegaskan-suku-ngada-tidak-anut-sistem-kawin-masuk/" onclick="event.preventDefault()"><span class="heateor_sss_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:30px;height:30px;border-radius:999px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="heateorSssMoreSharingPopup(this, 'https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/05/ensiklopedia-dii-sao-terbit-peneliti-tegaskan-suku-ngada-tidak-anut-sistem-kawin-masuk/', 'Ensiklopedia%20%22Di%27i%20Sa%27o%22%20Terbit%2C%20Peneliti%20Tegaskan%20Ngada%20Tidak%20Anut%20Sistem%20Kawin%20Masuk', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;border-radius:999px;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div><div class="heateorSssClear"></div></div><div class='heateorSssClear'></div><p>The post <a href="https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/05/ensiklopedia-dii-sao-terbit-peneliti-tegaskan-suku-ngada-tidak-anut-sistem-kawin-masuk/">Ensiklopedia &#8220;Di&#8217;i Sa&#8217;o&#8221; Terbit, Peneliti Tegaskan Ngada Tidak Anut Sistem Kawin Masuk</a> appeared first on <a href="https://warisanbudayanusantara.com">Warisan Budaya Nusantara.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://warisanbudayanusantara.com/2026/06/05/ensiklopedia-dii-sao-terbit-peneliti-tegaskan-suku-ngada-tidak-anut-sistem-kawin-masuk/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
