Anggota DPRD Perindo Nagekeo Kunjungi Si Yatim Jimi Longa di Ngada 

Media Warisan Budaya Nusantara

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nagekeo, NTT, dari Partai Perindo, Mbulang Lukas, SH bersama istri mengunjungi langsung Si Yatim, Jimi Longa yang tinggal bersama ibu kandungnya Margareta Heme bersama adik perempuannya semata wayang, di Kebun Waebeli, bagian belakang Kampung Wisata Desa Wogo, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, pada Kamis sore (15/1/2026).

Wakil Rakyat Nagekeo, Mbulang Lukas mengatakan, kisah  hebat sekaligus haru dan sedih perjuangan Jimi anak Yatim diketahui setelah membaca lansiran halaman media.

“Sebagai umat saya dan ibu mengikuti misa syukur peringatan Santo Arnoldus Janssen oleh para Misionaris Serikat Sabda Allah (SVD) dan kongregasi suster yang didirikannya SSpS, dimana Kevikepan Mbay dan Kevikepan Bajawa merayakannya di Boba Golewa Selatan Ngada. Saat jeda acara saya melihat di beranda kabar berita Kisah Perjuangan Anak Yatim Jimi Longa. Haru, sedih bercampur bangga mengikuti kisah Jimi Longa ini, maka saya bersama istri memutuskan setelah selesai acara kami langsung ke Wogo, dengan harapan bisa menyapa langsung anak yang unggul seperti  ini. Kita bangga melihat anak seusia Jimi ini bisa seperti ini dalam menghadapi badai. Di tengah arus globalisasi, jutaan anak tergerus kemajuan, sibuk bermain game android dan bersenang-senang, bahkan tidak taat pada orangtua, banyak anak mengalami degradasi mental dan moral,  si Jimi ini justru berjibaku total demi membela ibu kandungnya dan adik perempuannya semata wayang berjuang hidup. Jimi dan anak-anak lain yang seperti ini adalah Kelompok Anak Pejuang Nilai. Kita berharap semoga semua pihak dengan caranya masing-masing mau menolong Jimi bersama ibu dan adiknya”, ungkap Lukas Mbulang.

Lukas Mbulang bersama istrinya juga memberikan motivasi dan sedikit bingkisan kasih, mendukung Jimi agar terus maju, jangan patah semangat dan pula jangan lupa tekun dalam do’a.

“Pesan nnilai sangat mahal dari Yatim Jimi ini, yakni Cinta Kasih Sejati. Jimi rela berkorban tanpa pamrih demi cinta dan kasih yang tulus ikhlas kepada ibu kandungnya yang mengandung dan melahirkan dia serta adik perempuannya. Rasa malu, gengsi, ingin bersenang-senang dimasa kecilnya, itu senua dia tinggalkan, dilepaskan secara total, asalkan ibu dan adiknya bisa makan, bisa hidup bersama dalam senyum dan tawa, mereka bersama dalam satu atap. Dia rela melepaskan sekolahnya ( SD) untuk belajar, bukan karena dia bodoh, tetapi karena kondisi rill mamanya yang sakit dan agar adik perempuannya bisa sekolah. Dia yang  cari uang dengan cara yang halal, walaupun mungkin ada cemooh, cibir, dan mungkin juga ada melihat jijik. Dia bukan kehilangan rasa malu, hal iti  tetap ada sebagai manusia, tetapi dia tidak malu berkorban demi ibunya yang sakit dan adik perempuannya.
Dia menunjukan dan mengajarkan arti cinta kasih itu. Dia adalah anak kecil yang secara alami menggugat dan sekaligus mengajarkan cinta kasih sejati kepada kita yang lain, kepada para pejabat negara, pemangku kebijakan, kepada kita-kita ini yang mengaku beragama, beriman. Masih adakah secercah peduli dan rasa iba serta cinta kasih kepada sesama yang miskin dan berkekurangan. Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang, tak sekalipun lelah menghibur Jimi sekeluarga. Dan ampuni kami yang kaya akan kesombongan, miskin dalam mengasihi sesama”, tutup Wakil Rakyat Nagekeo, Mbulang Lukas, SH.

Kampung Wogo, Kecamatan Golewa, Ngada

WBN

Share It.....