NTT : Dituding Rugikan Anggota, Kopmen Sangosay Ngada Uraikan Keberadaannya

Media Warisan Budaya Nusantara

Koperasi Konsumen atau disingkat Kopmen Sangosay di Kabupaten Ngada Provinsi Nusa Tenggara Timur, melalui jajaran penting, menjawab keraguan netizen atas kehadiran wadah pendukung Kopdit Sangosay bernama Koperasi Konsumen.

Netizen menyebut Sangosay Mart mematikan ekonomi anggota. Netizen juga menduga unit usaha pendukung tersebut dibangun dengan menggunakan dana anggota Kopdit Sangosay.

Menjawab kecemasan publik, sejumlah jajaran penting Kopdit Sangosay termasuk Ketua Koperasi Konsumen Sangosay memberikan gambaran terbuka saat ditanyai wartawan, pada Rabu (25/3/2026).

Dijelaskan, Kopmen tidak dibangun menggunakan dana anggota koperasi, sebaliknya Kopmen merupakan entitas berbeda dari Kopdit Sangosay.

Kopmen dibangun menggunakan modal swadaya, pengoperasian Kopmen di atas lahan Kopdit Sangosay juga bukan gratisan, melainkan menggunakan sistem sewa pakai lahan.

“Sesungguhnya Kopmen atau yang publik sebut sebagai Sangosay Mart itu, merupakan unit usaha yang dibuat di luar dari Kopdit Sangosay. Kopmen Sangosay adalah pengkondisian untuk membangun toko grosir. Kopmen atau Koperasi Konsumen didirikan atas aspirasi anggota Kopdit Sangosay pada saat RAT, dimana anggota meminta agar Kopdit Sangosay harus bergerak di sektor real. Namun, pendirian Kopmen sama sekali tidak memakai uang anggota yang disimpan di Kopdit Sangosay. Modal pembangunan Kopmen sebenarnya berasal dari uang para fungsionaris, pengurus, pengawas, penasehat dan managemen Kopdit Sangosay itu sendiri. Nanti kalau sudah berkembang baik, baru kami buka untuk seluruh anggota. Jika tertarik nanti kedepan silahkan bergabung di Grosir Kopmen. Silahkan belanja disitu, nanti ada jasa beli dan Sisa Hasil Usaha (SHU) di akhir tahun. Ini sebenarnya untuk membantu Anggota Koperasi Sangosay. Anggota bisa belanja produk di Kopmen dengan harga terjangkau kemudian membuka dan memasarkannya lagi melalui usaha mikro mereka. Ada SHU, ada juga jasa beli. Jadi Kopmen akan memberikan  keuntungan ganda kepada seluruh anggota”, ungkap General Manager Kopdit Sangosay, Siprianus Seka, SE, pada Rabu (25/3/2026).

Sementara itu Ketua Kopmen Sangosay, Hendrianto E Ndiwa menjelaskan bahwa, kehadiran Kopmen Sangosay berangkat dari keinginan anggota pada setiap kali Rapat Anggota Tahunan (RAT).

“Berawal dari aspirasi anggota Kopdit Sangosay, kemudian lahirlah wadah baru yang kini dikenal dengan nama Kopmen atau Koperasi Konsumen Sangosay. Pada awalnya bernama Koperasi Jasa, dengan modal awal sebesar Rp.258.550.000, dengan anggotanya sebanyak 353 orang. Dengan modal yang terbatas itu, kami berupaya membentuk semacam usaha kios kecil pada awalnya, yang bertujuan melayani anggota, yang terdiri dari pengurus, pengawas, penasehat dan managemen Kopdit Ssangosay. Saat ini kami belum membuka bagi anggota secara keseluruhan. Kopmen ini tidak hanya di Ngada, tetapi juga diuji coba di Aeramo Nagekeo dan Labuan Bajo”, ungkap Ketua Kopmen Sangosay, Hendrianto E Ndiwa, pada Rabu (25/3/2026).

Dalam perkembangan, lanjutnya, anggota merasa kehadiran Kopmen sungguh-sungguh menolong anggota. Dari hasil usaha selama satu tahun, Kopmen bisa meraih keuntungan sekitar Rp.58.000.000.

“Kopmen sebenarnya merupakan proses belajar untuk menuju ke grosir, yang peruntukannya adalah bagi anggota. Namun karena dari aspek modalnya masih tergolong minim, demikian juga sumber daya manusianya pun terbatas, maka untuk sampai ke tahap grosir, butuh proses dan perjuangan panjang, termasuk proses proses belajar. Karena itu kami mengajak semua elemen dan masyarakat, jangan keburu melihat Kopmen Sangosay sebagai ancaman, sebab kehadirannya sesungguhnya adalah untuk membantu anggota maupun masyarakat banyak nantinya. Terkait modal yang digunakan untuk Kopmen, ketahuilah bahwa modalnya bukan dari uang anggota yang tersimpan di Koperasi Sangosay. Itu modal swadaya yang dikumpulkan sukarela. Demikian juga bangunan usaha Kopmen, memakai pola sewa pakai aset Kopdit Sangosay. Kopmen adalah entitas yang berbeda dari Kopdit Sangosay”, tutup Ketua Kopmen Sangosay, Hendrianto E Ndiwa, Rabu (25/3/2026).

Mirip senada ditegaskan juga oleh Ketua Pengurus Kopdit Sangosay, Petrus Ngilo Rato.

Ditemui terpisah di kediamannya di Bajawa, Rabu (25/3/2026), ia menegaskan, Kopmen Sangosay hadir untuk menolong anggota, bukan untuk mematikan ekonomi anggota dan ataupun masyarakat.

“Kopmen itu sebenarnya merupakan tindak lanjut dari aspirasi anggota Kopdit Sangosay yang disampaikan dalam setiap kali RAT Kopdit Sangosay. Kopmen lahir dari rahim itu. Dari, Oleh, Untuk Anggota. Arahnya adalah untuk Usaha Grosir. Modal pendirian dan pengembangannya pun tidak memakai uang anggota yang disimpan di Kopdit Sangosay, tetapi dari uang swadaya. Kita juga mau menunjukan bahwa selain bisa bergerak di simpan pinjam, bisa juga bergerak di sektor real untuk anggota, berdasarkan aspirasi anggota. Saham Kopmen ini berasal dari para pendiri awal, bukan diambil dari uang anggota yang disimpan di Kopdit Sangosay, jadi sekiranya tidak salah kaprah. Jika usaha ini berkembang baik, anggota silahkan bergabung. Tapi jika tidak berkembang baik, anggota juga tidak dirugikan. Sebab saham Kopmen bukan diambil dari uang anggota yang tersimpan di Kopdit Sangosay”,tutup Ketua Pengurus Kopdit Sangosay, Petrus Ngilo Rato.

W B N

 

Share It.....