
Maros,WBN- Aset milik BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana, berupa Kapal Patroli yang berukurang cukup besar yang biasa digunakan penyelamatan di laut maupun di sungai diduga terbengkalai di area bantaran sungai Maros, tepatnya di lingkungan Pangkajene, Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Maros Baru.
Kondisi kapal tersebut sudah lama ditinggal Tanpa adanya perhatian dari instansi terkait, namun Malik Selaku Pengurus LSM KIPFA Maros anggap aset tersebut adalah milik pemerintah yang bersumber dari dana APBN, namum dibiarkan begitu sja.
“Menurut keterangan masyarakat sekitar, kapal tersebut sudah lama dilokasi tersebut serta tidak digunakan serta terurus, dimana saat banjir besar beberapa bulan kemarin di maros, kapal tersebut tidak difungsikan, serta miris kondisi kapal itu sudah penuh lumpur serta tidak terawat dan juga mesin kapal yang sudah hilang”,jelas Malik kepada awak media pada Rabu 09 Juli 2025.
Malik juga menyangkan pembiaran terkait terabaikannya aset Pemerintah tersebut yang tidak pergunakan sebagaimana mestinya, yang hanya menguras anggaran tanpa Termanfaatkan untuk kepentingan Masyarakat.
“Kapal yang harusnya sangat berguna dan bermanfaat untuk kepentingan masyarakat serta daerah, namun kini hanya jadi suatu barang yang tidak berguna lagi,dan kami berharap Aparat Penegak Hukum untuk melakukan sidak , karena diduga aset milik pemerintah dibiarkan terbengkalai begitu saja serta tidak sesuai dengan peruntukannya”ujar Malik.
Selain itu Malik juga mendesak Presiden RI untuk melakukan evaluasi atas Penganggaran untuk BNPB karena diduga tidak tetap sasaran.
“Kami meminta Presiden untuk evaluasi anggaran untuk BNPB, karena tidak sesuai peruntukannya serta pemanfaatannya, dimana kapal tersebut bisa digunakan melakukan patroli laut untuk wilayah perbatasan Makassar dan Pangkep yang berdampak kepada pencegahan terjadi sesuatu bencana di Kabupaten Maros, atau situasi Gawat Darurat”,tutup Malik.