Tolak Pasien Reaktif, RSUD Salewangan Maros Dianggap Tak Maksimalkan Pelayanan

Maros,Sulsel, WBN- Salah seorang Warga di Maros keluhkan pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Salewangan Kabupaten Maros, yang dimana tak memberikan pelayanan maksimal.

Menurut Ishaq, salah satu keluarga pasien Reaktif, merasa kecewa dengan pelayanan yang dilakukan oleh pihak RSUD Salewangan Maros yang dianggap tak memberikan solusi dan malah membuat keluarga pasien makin sulit.

“Awalnya keluarga kami ingin melahirkan malam ini dan kami bawa ke Puskesmas Turikale, namun setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata keluarga saya Reaktif, entah itu pengaruh akan dirinya baru mengalami sakit ketika ingin lahiran dan ditambah lagi mungkin kepanikan dirinya sehingga mengalami posisi reaktif saat dilakukan pemeriksaan di Puskesmas Turikale Kab.Maros”,Jelas Ishaq kepada awak media pada Senin malam,(14/09/2020).

Lebih lanjut Ishaq menambahkan,”setelah dinyatakan reaktif, pihak puskesmas mengarahkan atau merujuk keluarga kami ke RSUD Salewangan Maros untuk tindak lanjut hasil tersebut. Sesampai disana kebetulan kami ditolak dan langsung secara spontan tanpa adanya pemeriksaan terlebih dahulu, langsung diarahkan ke Rumah Sakit Dadi Kota Makassar. Padahal keluarga kami belum dilakukan pemeriksaan dan juga sudah larut malam, apa lagi kondisi keluarga kami sudah kesakitan ingin lahiran, bagaimana posisi dan kondisi kami sekarang ini”,ungkapnya.

Lebih lanjut ia juga mengutarakan bahwa,”Namun pihak Rumah sakit Salewangan yang dimana petugas UGD Kebidanan Salewangan yang malam ini bertugas mengatakan, sudah tidak ada lagi ruangan untuk pasien reaktif, karena kapasitas di rumah sakit Salewangan Maros hanya bisa menampung 3 (Tiga) pasien dan sudah penuh, makanya kami langsung diarahkan ke Rumah Sakit Dadi”, ujar Ishaq dengan nada kesal.

Ishaq ingin agar Bupati Maros memanggil Direktur Rumah Sakit Salewangan untuk bisa lebih menekankan kesetiap pegawai rumah sakit untuk mengutamakan pelayanan serta prosedur tindakan darurat agar tidak terjadi lagi kemasyarakat dan ia juga berharap agar pemerintah lebih menjaga pelayanan secara maksimal agar tidak terulang ke masyarakat lainnya.

“Apa lagi disaat keadaan darurat dan malam hari. Dan kalau memang terbukti bahwa prosedur malam ini yang dijalankan pihak rumah sakit salah, saya berharap agar direkturnya di copot dari jabatannya agat tidak merugikan masyarakat. Saya berharap bupati maros segera mencopot direktur Rumah Sakit Salewangan Maros karena kami menilai manajemen yang diterapkan oleh pihak rumah sakit adalah suatu yang mencerminkan tindakan dan kemampuan manajerial yang tidak becus didalam menjalankan tugas sebagai pimpinan”,Kunci Ishaq.

Sementara dihubungi via WhatsApp, Direktur Rumah Sakit Salewangan mengatakan,”terimakasih atas infonya dan kami akan tindak lanjut hal tersebut”,ungkap direktur Rumah Sakit Salewangan saat dikonfirmasi.

Diketahui pasien sekarang dibawah kerumah sakit swasta guna untuk tindak lanjut, agar bisa menjaga keselamatan ibu serta bakal calon anaknya.

Reporter Herman