Akibat Normalisasi Yang Tidak Tuntas, Masyarakat Dusun Tanopol Menjadi Korban

WBN Piru-Kondisi masyarakat di Dusun Tanopol, Desa Piru Kabupaten Seram Bagian Barat sangat miris dengan kegiatan normalisasi yang dilakukan di dua sungai yang di tengahnya ada pemukiman warga. (20/07)

 

Kegiatan tersebut mengakibatkan banyak kerugian bagi masyarakat yang bertempat tinggal di dekat sungai. Ada sebagian rumah warga, yang hampir di bawa arus sungai. Hal ini di sebabkan karena pekerjaan normalisasi telah diberhentikan tanpa alasan.

 

Setelah ditemui media, beberapa warga mulai membuka mulut untuk berbicara. Bahkan mereka juga sangat mengharapkan agar pekerjaan ini kembali dikerjakan, sehingga mereka juga tidak merasa terancam dengan banjir.

 

Awalnya kegiatan normalisasi ini tidak ada sosialisasi dulu dengan kami selaku masyarakat. Tiba-tiba alat berat sudah datang di lokasi untuk mulai bekerja. Kalau dari awal kami sudah diberitahukan tentang kegiatan normalisasi ini, mungkin kami sebagai masyarakat tidak setuju. Karena sebelum normalisasi, masyarakat masih beraktivitas lancar. Tetapi setelah normalisasi, akses jalan penghubung putus sehingga kami tidak bisa melakukan aktivitas dengan baik, Ujar salah seorang warga yang ditemui media.

 

Ia juga berkata, beberapa rumah warga juga hampir di bawa air sungai akibat normalisasi tersebut. Apalagi dengan adanya pandemi Covid-19 ini, kita sudah tidak bisa berbuat apa-apa dan lagi di tambah dengan banjir yang selalu menakutkan kami setiap hari. Lama kelamaan kami tidak sakit karena covid, tetapi kami sakit karena pikiran dengan banjir yang bisa merenggut nyawa kami.

 

Dalam hal ini, pemerintah Desa juga jangan tinggal diam dengan situasi masyarakat seperti ini. Apakah tidak ada usulan ke pemerintah Daerah untuk menyikapi hal ini? Atau pemerintah Daerah sudah mengetahui namun pura-pura tidak tahu, tambahnya lagi.

Kegiatan normalisasi juga dilakukan di dua sungai yang di tengahnya ada pemukiman masyarakat. Banyak hasil pertanian milik masyarakat yang rusak parah akibat perbuatan pemerintah untuk melakukan kegiatan normalisasi. Hal itu harus menjadi perhatian penuh bagi pemerintah Daerah untuk menyikapi persoalan tersebut. Sesekali pemerintah Daerah turun ke lokasi banjir supaya turut merasakan penderitaan masyarakat dan mau menuntaskan pekerjaan normalisasi kembali, ujarnya.

 

Saya selalu masyarakat yang menjadi korban atas kegiatan normalisasi yang dilakukan oleh pemerintah, mengharapkan agar pekerjaan ini secepatnya di selesaikan. Karena bahaya banjir juga dapat menelan korban. Dan saya juga berharap agar pemerintah Daerah Kabupaten dapat melakukan ganti rugi bagi kami atas perbuatan normalisasi ini, tuturnya.

Ge. Kakisina

Bagikan Info ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •