Bawaslu Ngada MoU Dengan Dua Kampus Booming Pengawasan Partisipatif Pemilu

WBN │Dalam rangka meningkatkan pengawasan partisipatif Pemilihan Umum Tahun 2024, Bawaslu Kabupaten Ngada, Flores, Provinsi NTT, Ketua Sebastian Fernandez, SE bersama segenap jajaran melaksanakan penandatanganan nota kesepakatan (MOU) pengawasan Pemilu partisipatif dengan dua Perguruan Tinggi di Kabupaten Ngada, yakni Sekolah Tinggi Keguruan dan Pendidikan Citra Bakti Ngada serta Sekolah Tinggi Pertanian Bajawa, NTT, bertempat di Family Resto, Jalan Lalamentik, Faobata-Bajawa, Selasa (8/11/2022).

“Pertama-tama saya mengajak segenap masyarakat dan elemen demokrasi serta Lembaga Perguruan Tinggi di Kabupaten Ngada, marilah kita bekerjasama bumingkan Pengawasan Partisipatif Pemilihan Umum tahun 2024 dengan mulai mengkonstruksikannya dari saat ini, atau dari jauh-jauh hari sebelum hari Pemilu itu tiba. Sejujurnya, sambutan baik atas tawaran kami oleh dua Perguruan Tinggi yang ada di Ngada, yakni Sekolah Tinggi Keguruan dan Pendidikan Citra Bakti Ngada serta Sekolah Tinggi Pertanian Bajawa, merupakan sebuah sejarah positif bagi Masyarakat Ngada dalam konstruksi Pengawasan Pemilu Partisipatif di daerah. Ini merupakan pertama kali dalam sejarah. Selain bersama Masyarakat dan mitra stake holders lainnya, Ngada saat ini memiliki dua Perguruan Tinggi dan keduanya terbuka menyambut kerjasama dengan Bawaslu Ngada untuk Pengawasan Partisipatif Pemilu, hal ini bagi kami merupakan sebuah kelegahan tersendiri bagi kami. Bawaslu sangat menyadari diri, bahwa kami pun memiliki berbagai kekurangan dan keterbatasan termasuk keterbatasan Personil, maka kontsruksi pengawasan harus terus dikembangkan dengan mengacu ketentuan regulasi yang ada, demi terus memperkuat kualitas Pemilihan Umum kita yang Luber dan Jurdil. Sekali lagi, mari kita boomingkan Pengawasan Partisipatif Pemilihan Umum Tahun 2024”, ungkap Ketua Bawaslu Ngada, Sebastian Fernandez, SE dalam sambutannya.

Dua Kampus Sekolah Tinggi yang ada di Kabupaten Ngada, lanjut Sebastian Fernandez, SE merupakan dapur-dapur kader bangsa masa depan dan benih aktor-aktor intelektual masa depan daerah yang harus terus di dorong dan diperankan, tanpa kecuali dalam bidang pengawasan Pemilu Luber yang Jurdil.

“Kami dari Bawaslu mohon dukungan Pemerintah, Masyarakat, Perguruan Tinggi, Pers dan segenap elemen bekerjasama untuk mencegah, mengawasi dan memantau berbagai pelanggaran Pemilihan Umum. Pengawasan yang tidak berpihak kepada, yang tidak merugikan dan tidak menguntungkan peserta tertentu, pengawasan yang tidak menggangu, namun untuk mewujudkan Pemilu yang bermutu, Luber dan Jurdil.  Bawaslu harus menjadi Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengawasan Pemilu. Kita juga perlu menyadari bahwa di Ngada ini masih minim pengawasan dan sosialisasi tentang Pemilihan Umum kepada masyarakat, yang berdampak langsung terhadap pemahaman masyarakat, termasuk pemahaman tentang Undang-undang Pemilu maupun pengawasan. Hal ini menjadi perhatian serius kita dan wajib ditingkatkan”, ujar Ketua Bawaslu Ngada, Sebastian Fernandez,SE.

Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada melalui Kepala Kesbangpol, Ir.Killa Maria Yosepha Veronika, menegaskan kolaborasi antara Bawaslu, Masyarakat dan Perguruan Tinggi dalam meningkatkan pengawasan partisipatif Pemilu merupakan sebuah langkah yang sangat membangun dan sangat didukung oleh Pemerintah Daerah dalam mewujudkan sistem pengawasan Pemilu yang dapat di andalkan dan dapat terus ditingkatkan dari masa ke masa.

“Selain itu kita sadar bahwa Pemilu membutuhkan persiapan-persiapan yang matang dengan kerja-kerja besar, berkualitas dan kolaboratif. Sukses dan tidaknya Pemilu tahun 2024 juga sangat ditentukan oleh Pengawasan Pemilihan Umum yang profesional, berintegritas dan terstruktur. Bawaslu membutuhkan dukungan dari semua pihak, tanpa kecuali dari Lembaga Pendidikan. Maka langkah kerja seperti ini sangatlah tepat, konstruktif dan menjadi kunci kesuksesan Pemilu. Pemerintah Daerah menyambut baik langkah pro aktif Bawaslu untuk mewujudkan pengawasan Pemilu yang lebih baik dan lebih bermutu”, ujar Kepala Kesbangpol Kabupaten Ngada, Ir.Killa Maria Yosepha Veronika.

Salah satu tantangan Pemilu saat ini, lanjutnya, adalah kesadaran masyarakat dan pemilih masih sangat rendah. Salah satu faktor penyebabnya adalah masih rendahnya pengetahuan tentang Pemilu dan Pengawsaan Pemilu.

“Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada berharap Pengawasan Masyarakat untuk Pemilu harus terus dipacu dan ditingkatkan menuju Pemilu Luber dan Jurdil”, tutup Kepala Kesbangpol, Ir.Killa Maria Yosepha Veronika.

WBN

Share It.....