Ngada NTT : Rintihan Hidup Si Yatim Dibalik Gemerlap Zaman

Media Warisan Budaya Nusantara

Dibalik gerlapnya zaman dan segala kecanggihannya, Yatim Kecil Itu berjuang menukar setengah kantong wortel dengan beras untuk bisa makan sehari.

Meski hampa harapan, tak tau harus bersandar kepada siapa, Si Kecil Yatim itu tak kenal lelah, ia terus berjuang, mencari sesuap rejeki demi menyambung hidup hari demi hari.

Rabu 14 Januari 2026, dibawah guyuran hujan area Mataloko raya Kabupaten Ngada Nusa Tenggara Timur, ia terus mengayun langkah, berjalan kaki menepi ke beberapa rumah warga, meminta tolong, agar mau menerima setengah kantong wortelnya boleh ditukar dengan beras, untuk bisa ia bawa pulang buat makan di rumah.

Walau sejumlah rumah menolak menukar wortelnya dengan beras, si kecil yatim dengan tubuh lesu dan kuyup itu, terus mengayun langkah ditemani kantong plastik wortel di tangannya.

Sejak kecil ia ditinggal pergi sang ayah. Ia besar hanya dengan ibu dan neneknya. ibunya dengan kondisi penuh keterbatasan dan juga sakit, membuat si yatim kecil harus putus sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD), karena ia harus berjualan kue keliling membantu sang ibu, guna bisa menyambung hidup keluarga.

Si Kecil Yatim ini memang tidak memaksa dan mendesak, tetapi dunia pun tidak boleh memandang derita orang kecil tak berdaya, dengan tanpa cinta dan belas kasih dari sesama.

Layaknya seperti kawan kawan seusianya, si kecil Yatim ini ingin memiliki selembar ijazah, dia mencoba mengikuti sekolah persamaan SD, walau ia mengaku tak tau kapan bisa meraihnya. sebab baginya saat ini adalah bagaimana bisa menyambung hidup sehari, itulah yang harus ia kerjakan, baik pagi siang, senja hingga malam.

Siapapun yang ingin berbagi kasih dengan si yatim Kecil ini, bisa mencaritahu identitasnya melalui Forum Jurnalis ngada NTT (FORJA). Forum Jurnalis Ngada akan memberikan anda informasi dan alamat, jika terpanggil menolong sesama yang susah dan menderita.

Semoga amal ibadah anda diberkati oleh Allah Yang Maha Kuasa.

WBN

Share It.....