Media Warisan Budaya Nusantara
Wakil Ketua I DPRD Ngada NTT perutusan Partai Gerindra, Rudolf Aqros Wogo memastikan dirinya mengambil alih sepenuhnya biaya lanjutan pendidikan kakak dari almarhum bocah pelajar sekolah dasar di Ngada, YBR (10) yang.diberitakan ditemukan meninggal dunia pada 29 Januari 2026, diduga bunuh diri.
Hal tersebut dikatakan Rudolf Aqros Wogo yang biasa disapa Rudi Wogo, bertempat di rumah duka Dona Jerebuu, pada Rabu (4/2/2026).
“Kehadiran saya di rumah duka selain belasungkawa, juga untuk memastikan bahwa salah satu dari saudara ataupun kakak dari almarhum yang putus sekolah, itu saya ambil alih melanjutkan sekolah. Akan saya biayai dari uang pribadi. Kita harus mendorong agar bersekolah lagi sampai lulus SMA. Mari ikut ke Bajawa, jangan terkungkung dalam kemelut derita serta rasa tidak percaya diri, yang bisa saja akan berakibat fatal seperti depresi, lalu bertindak nekat tidak terkontrol. Nanti setelah tamat SMA jika mau lanjut ke perguruan tinggi, saya akan berjuang urus pembiayaannya. Harus ada yang bisa tembus bangku pendidikan dari anak-anak ini, kemudian bisa masuk ke dunia kerja. Agar bisa menjadi lilin bagi keluarga. Selain kakak dari almarhum, saya juga minta tiga anak lainnya dari kampung almarhum ini, anak-anak yang berasal dari latar belakang keluarga ekonomi lemah, mari ikut saya ke Bajawa. Saya siap biayai sekolah dan tempat tinggal. Mereka akan dibimbing untuk bisa menjadi bagian dari anak-anak yang optimis akan masa depan, sebab hak mereka pun sama seperti anak-anak Indonesia lainnya. Cukup sudah, cukup YBR yang pergi, tapi anak-anak yang lainnya jangan lagi”, kata Rudi Wogo, (4/2).
Saat ditanyai wartawan, kakak perempuan dari almarhum YBR. bernama Aulita Fausia Bee (14) mengatakan dirinya mau ke Bajawa dan meneruskan pendidikan SMP di Kota Bajawa.
Dari lima bersaudara, Aulita Fausia Bee juga putus sekolah. Setelah tamat Sekolah Dasar, ia tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP karena latar belakang ekonomi miskin ekstrim.
Aulita Fausia Bee harus mengalah demi adik bungsungnya YBR agar bisa bersekolah di bangku Sekolah Dasar, namun sungguh menyayat hati, YBR (10) yang baru duduk di Kelas IV SD, kisah hidupnya terhenti di tengah jalan, ia ditemukan meninggal dunia pada 29 Januari 2026, diduga bunuh diri.
Selain anak Aulita Fausia, saya minta tambah tiga anak lainnya dari kampung ini yang berlatar belakang keluarga kurang mampu, mari ikut saya dan bersekolah di Bajawa. Saya yang biayai. Selain anak Aulia, saya minta tiga orang lagi agar Aulia punya kawan yang dari Kampung ini saat bersekolah di Bajawa. Secara psikologis, Aulia perlu digandeng dengan kawan-kawannya yang sekampung halaman dengannya di tempat yang baru. Dia butuh itu”, tutup Rudi Wogo.
Sebelumnya dikabarkan, Rudi Wogo serahkan bingkisan duka kepada ibu almarhum YBR, bertempat di rumah duka, Kampung Dona Jerebuu Ngada, (4/2).
WBN
