NTT : Dandim 1625 Ngada Pacu Percepatan 140 KDMP Target Launching Ngada Nagekeo
Dandim 1625 Ngada NTT, Letkol. Inf. Imam Subekti, S.E.,M.I.P, // Foto : WBN/AD

Media Warisan Budaya Nusantara

Sebagai aktor pendamping, pengawas dan fasilitator kewilayahan untuk mempercepat pembangunan Program Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDMP) atau KDKMP, Komandan Kodim 1625 Ngada Flores Provinsi Nusa Tenggara Timur, Letkol. Inf. Imam Subekti, S.E.,M.I.P, mengungkapkan, pihaknya terus memacu Percepatan 140 titik pembangunan KDMP dua wilayah Kabupaten, yakni Kabupaten Ngada Nagekeo.

Hal tersebut ditegaskan oleh Komandan Kodim 1625 Ngada, Letkol. Inf. Imam Subekti, S.E.,M.I.P, kepada media WBN, bertempat di ruang kerjanya Makodim setempat, pada Kamis (26/3/2026).

“Di Ngada dan Nagekeo ada 42 titik. Sementara terus kita pacu lagi, target kita untuk launching nanti pada Bulan Agustus yakni 140 titik di dua kabupaten. Karena target kita adalah 319 untuk Ngada dan Nagekeo. Perinciannya Ngada 206, Nagekeo 113. Kami juga tengah berkomunikasi dengan Pemerintah Daerah dan Forkopimda lainnya. Pa Bupati menyampaikan bahwa sedang dibahas, apabila masyarakat atau desa tidak mempunyai lahan, maka dapat menggunakan lahan milik Pemda, ataupun milik BUMN serta instansi lainnya. Sedangkan untuk sementara yang sudah kami survey, hanya ada dua jenis saja, yakni lahan milik desa dan milik pemda, atau masih dalam satu payung kepemilikan”, ungkap Dandim Ngada, Letkol. Inf. Imam Subekti, S.E.,M.I.P,

Diketahui, sesuai ketentuan, penyedia lahan atau lokasi adalah pemerintah daerah.

“Kami sebagai TNI bertugas membangun secara fisik, pelaksana di lapangan adalah kami. Kita membantu percepatan. Sekali lagi, launching nanti target Kodim 1625 Ngada adalah 140 KDMP. Ada lahan kita bangunkan, dengan target waktu pembangunan 90 hari dari start sampai finishing. Namun karena cuaca, terkadang molor sedikit dari target 90 hari. Ya karena faktor cuaca”, tambah Dandim.

Dandim Ngada, Letkol. Inf. Imam Subekti, S.E.,M.I.P, juga mengungkap sejumlah tantangan yang ditemukan selain cuaca, misalnya terkait tenaga ahli ataupun tukang yang memiliki skill fabrikasi, yang harus didatangkan dari luar daerah, sebab di daerah jumlahnya masih terbatas, sedangkan per titik membutuhkan tim fabrikasi kisaran 10 – 15 orang.

Berikutnya soal material, sebab didatangkan dari luar wilayah, terutama yang fabrikasi besi. Berikutnya mobilisasi barang, juga soal pematangan lahan yang membutuhkan waktu untuk potong dan timbun karena tidak semua medan adalah rata,

“Kodim 1625 Ngada siap dan terus pacu percepatan 140 titik sesuai target launching KDMP Ngada dan Nagekeo”, tutup Dandim Letkol. Inf. Imam Subekti, S.E.,M.I.P,

W B N

Share It.....