Warisan budaya Iran mengalami kerusakan yang meluas akibat kondisi perang Amerika Serikat (AS) bersama Israel menyerang Iran.
Sedikitnya 131 situs bersejarah di 20 provinsi terdampak peperangam, demikian disampaikan seorang menteri Iran pada Senin (6/4) kepada media pemerintah setempat.
Menteri Warisan Budaya, Pariwisata, dan Kerajinan Tangan Iran Seyed Reza Salehi-Amiri mengatakan bahwa beberapa landmark penting di Teheran termasuk yang mengalami kerusakan terparah.
Iran telah mengajukan permohonan kepada badan-badan internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan UNESCO, menyerukan perhatian global yang lebih besar terhadap penghancuran warisan budayanya.
SOUNDBITE (Bahasa Persia): SEYED REZA SALEHI-AMIRI, Menteri Warisan Budaya, Pariwisata, dan Kerajinan Tangan Iran
“Secara total, 131 monumen kami di 20 provinsi telah rusak. Kerusakan terparah terjadi di Teheran, tempat 63 situs sejarah, budaya, dan peradaban hancur. Di mana pun AS menjejakkan kaki, negara itu membawa kehancuran, kejahatan, perang, atau eksploitasi.
Sebuah negara yang tidak memiliki peradaban, sejarah, dan identitas menyerang negara yang memiliki sejarah, peradaban, dan identitas religius. Karena alasan ini, jika mereka memiliki sejarah, garis keturunan, dan peradaban, mereka pasti tidak akan menyerang.
Kami memilih strategi perlawanan untuk merespons tindak penindasan ini.
Kami telah menulis kepada delapan organisasi internasional untuk menyampaikan tanda bahaya ini. Sayangnya, saya harus mengakui bahwa lembaga-lembaga tersebut tidak memiliki daya untuk mencegah kejahatan terhadap kemanusiaan. Kami berharap bahwa hati nurani manusia, hati nurani dunia, akan bersimpati dan mendukung bangsa Iran.”
WBN
