Candi Agung Saksi Bisu Sejarah, Yang Kurang Di Perhatikan
8 / 100 SEO Score

Lumajang-Jawa Timur, Pemerintah Desa Randuagung Kecamatan Randuagung kabupaten Lumajang Jawa Timur, berharap situs yang ada di wilayahnya diperhatikan pemerintah terkait, mengingat kondisinya
Candi Agung yang terletak di dusun Krajan, desa Randuagung, kecamatan Randuagung, di depan candi utama terdapat batu persegi panjang memiliki pagar keliling selain itu tiap sisi pagar keliling memiliki jarak yang berbeda, Sisi utara 7,50 M, sisi timur 8,75 M, sisi selatan 11 M, dan sisi barat 6,25 M.

Ahmad mengatakan, saat ini yang masih dapat dilihat hanyalah candi utamanya saja untuk arca Dewa Ganesha yang dibuat sebagai sarana pemujaan sudah tidak ada di lokasi dan kemungkinan arca itu peninggalan masa Kerajaan Singasari atau Kadiri.


Ahmad sebagai orang nomer satu di desa Randuagung mendesak pemerintah kabupaten, provinsi dan pusat menangani penyelamatan. “Yang perlu di bangun untuk situs candi Agung itu yang pertama adalah akses jalan, karena akses jalan ini kalau tidak dibangun tidak di aspal dikhawatirkan masyarakat itu mengikis jalan itu,” keluh Ahmad.

Dijelaskan Ahmad bahwa akses jalan ke candi pada saat dirinya masih anak-anak bisa di lalui kendaraan roda empat dengan lebar jalan bisa digunakan dua jalur kendaraan sementara saat jalan kian menyempit walaupun masih bisa di gunakan jalur roda empat dengan bergantian melintas.

Dirinya juga berharap adanya perlindungan dari kerusakan candi Agung seperti pagar dan penyelamatan akses yang ada di dalam candi agar segera di bagun. Candi itu punya andil sebagai tempat perjalanan sejarah kerajaan yang punya nilai pengetahuan tinggi, ada mata rantai yang tidak boleh putus terkait silsilah berdirinya kerajaan hingga menjadi Republik Indonesia.

Penulis Efendi.
RED-WBN HS.