Menjaga Kesenian Gamelan Tradisional dari Kepunahan

Melestarikan adat budaya dan kesenian di era modern yang serba digital tidak hanya di sosialisasikan, seminar, simposium dan lainnya namun di tuntut kesungguhan mencurahkan pikiran dan materi, bagimana kesenian atau budaya bisa di lestarikan atau tidak sampai tenggelam oleh masa dan peradaban yang kian maju jika tidak dengan kesungguhan dan kesabaran. Warga desa Kutorenon kecamatan Sukodono kabupaten Lumajang Jawa Timur bisa jadi penggugah kesenian tradisional dengan tersedianya alat musik tradisional berupa gamelan oleh desanya.


Kepala desa Kutorenon Faisal Rizal mengatakan, generasi saat ini sudah sangat jarang sekali anak-anak bisa tembang atau memukul alat tradisional seperti gamelan, dari itulah menjadi dasar kuat ingin mengajak warga untuk melestarikan kesenian tradisional selain itu di dorong tempat desa Kutorenon merupakan situs sejarah yang tidak boleh di lupakan adanya membagian kerajaan Majapahit Timur yang di pimpin Arya Wiraraja ayah kandung Adipati Nambi berpusat di Biting atau saat ini menjadi dusun Biting.

“Mengenalkan lagi kepada generasi penerus kita, sebabnya di era millenial ini yang berbau tradisional agak menurun”, kata Faisal di ruang kantor kepala desa yang sambil melihat penyelesaian pentas yang akan dijadikan tempat gamelan dan latihan.

Dengan adanya gamelan yang tersedia di kantor desa Kutorenon tidak hanya mereka bisa latihan nembang lagu atau nyanyi dan menabuh atau memukul akan tetapi harus tau nama dari alat musik yang dia tekuni, rencana alat ini desa akan membagi kelompok usia sehingga memudahkan adaptasi dan semangat yang salah satunya akan di siapkan waktu untuk anak-anak kecil berlatih.

Faisal menyampaikan jika nanti dirinya oleh masyarakat masih di pilih untuk melanjutkan pihaknya berjanji akan fokus di pariwisata, kondisi ini di tunjang cikal bakal pemerintahan Lumajang di desa Kutorenon yang konon dusun Beting pusat aktivitas kerajaan Majapahit bagian timur.

Bagimana caranya desa Kutorenon menjadi desa wisata dan di minati para wisatawan,” kata Faisal.

dengan optimis program itu tercapai karena sektor infrastruktur yang ada di desanya sekitar 80 persen telah di bangun.

Faisal yakin bila desanya di jadikan lokasi wisata akan menarik untuk di kunjungi selain banyak sejarah perjalanan berdirinya kadipaten Lamajang atau kabupaten Lumajang, dan konsep yang akan di bangun nanti tidak meninggalkan anak – anak Jaman Now seperti spot untuk selfy.

Penulis Efendi. | Red-Wbn Hs.