Membuat Parit Saluran Air, Warisan Nenek Moyang Masyarakat Galunggung

 

WBN, TASIKMALAYA – Budayawan sekaligus Mantan Kapolda Jabar Irjen Pol purn Dr. H.  Anton Charliyan, M.P.KN menyebutkan jika aktivitas menggali parit membuat saluran air, merupakan warisan budaya dari leluhur masyarakat warga sekitar kawasan Gunung Galunggung. (28/11)

 

Seperti halnya yang dilakukan warga yang membuat saluran air Cinila di Desa Sukaharja, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya, yang saat ini sedang membuat saluran air yang bersumber dari mata air Curug Cinila. Proses pengerjaan yang telah berjalan sejak beberapa tahun silam tersebut melibatkan sejumlah relawan, dari sekitar kawasan tersebut.

“Memang sama sekali tidak menyangka apabila budaya menggali parit ini ternyata masih ada, ini telah terjadi sejak masa nenek moyang terdahulu yang juga memang tujuannya untuk mengalirkan air untuk menunjang bagi berbagai kebutuhan. Hal ini memang harus dilakukan, karena memang karena kebutuhan serta contour bentang alam pegunungan yang tidak memungkinkan semua kawasan teraliri dengan baik,” ungkap mantan Kapolda jabar.bersama rombongan yang bersama-sama berangkat menuju lokasi pembuatan saluran air tersebut mengaku jika mereka yang bekerja tanpa lelah tersebut memiliki niat yang sangat mulia. Bertekad baja, pantang menyerah, dan menjadi ciri khas dari masyarakat Tasikmalaya. “Karena ini merupakan pekerjaan yang sangat luar biasa, tidak semua orang mau datang kesini menyumbangkan tenaga dan materinya. Hanya orang luar biasa pula yang siap berkorban disini,” tegasnya.

Pengerjaan saluran air Cinila ini telah dilaksanakan sejak tahun 2005 silam dengan cara mengupas tebing, membuat jalan, hingga pada suatu ketika harus bergelantungan pada seutas tali. Berangsur pekerjaan makin panjang dan kini telah memasuki kawasan hutan pinus, yang kemudian bakal terus dilakukan penggalian hingga air benar-benar bisa dialirkan sesuai dengan harapan.

Abah Harun, orang yang sebelumnya sukses membuat saluran air sejak pertama proses penggalian terus bekerja sampai saat ini. Kendatipun dirinya tidak memiliki sepetak pun sawah ataupun kolam yang membutuhkan pengairan, namun upaya itu tidak berhenti dilakukannya dengan tujuan agar bisa memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Hanya itu harapannya, Abah ingin mewariskan sesuatu yang berharga bagi anak cucu nantinya. Hal ini sudah dilakukan sejak lama, Alhamdulillah setiap hari Kamis dalam satu minggu saya selalu datang kesini untuk melanjutkan pengerjaan pembuatan saluran air ini. Harapannya, saat air mengalir dan dimanfaatkan warga masyarakat. Saya masih diberikan umur panjang untuk bisa tersenyum gembira, serta bersyukur atas segala kekuatan dan terwujudnya harapan atas kehendak Allah SWT ini,” ujar Abah Harun.

Reporter Iwan Opet