LKPJ Bupati Ngada NTT Paparkan Pencapaian Sementara Prioritas Murni Kasih

Media Warisan Budaya Nusantara

Kabupaten Ngada Provinsi Nusa Tenggara Timur kepemimpinan Bupati Raymundus Bena bersama Wakil Bupati Bernadinus Dhey Ngebu (Paket Murni) menguraikan pencapaian Prioritas Murni Kasih dalam tahun pertama memimpin Ngada.

Hal tersebut digambarkan oleh Bupati Ngada Raymundus Bena saat membacakan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Ngada Tahun Anggaran 2025, bertempat di ruang sidang Paripurna DPRD Ngada, pada Senin (30/3/2026).

Liputan WBN, berikut gambaran pencapaian sementara Prioritas Murni Kasih yang disampaikan melalui sidang paripurna.

Program pengadaan dan pembagian bibit tanaman serta sarana pertanian yang telah dilaksanakan dengan menyalurkan berbagai jenis bibit, anatara lain Kopi sebanyak 26.500 anakan.

Berikutnya, Kelapa Genjah 13.200 anakan, Kakao 18.000 anakan, Pala 10.000 anakan, dan Padi 16.600 anakan.

Selain itu disalurkan Sarana Pendukung berupa, 105 unit viber, 100 unit hand spayer, pupuk organik padat 5.500 kg, dan pupuk organik cair sebanyak 32 does.

Untuk sektor perikanan, telah dilakukan pengadaan sarana berupa 37 unit ketinting demi mendukung aktivitas nelayan.

Prioritas kedua, peningkatan kualitas SDM yang sehat, cerdas, produktif, berkarakter serta memiliki etos kerja tinggi melalui arah kebijakan Penyediaan Jaminan Kesehatan Masyarakat bagi semua keluarga, perangkat desa, RT dan BPD. Peningkatan kualitas dan kesejahteraan tenaga kesehatan, penyediaan sarana pendidikan bagi pelajar SD dan SMP. Penyediaan Bantuan Pendidikan bagi masyarakat, peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru tenaga pendidikan.

Dilaporkan, hal tersebut dapat dilihat melalaui pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dengan nilai 72,53, berada dalam kategori tinggi. Lebih lanjut. Indeks Pendidikan sebesar 0,649 dan usia harapan hidup mencapai 74,89 tahun.

Selain itu, prevalensi stunting 14 4 persen, atau relatif lebih baik, namun tetap memerlukan perhatian. Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka sebesar 2,60 persen, indikasi kondisi ketenagakerjaan relatif stabil.

Cakupan Jaminan Sosial melalui BPJS Kesehatan bagi aparat desa dan masyarakat mencapai 99,61 persen (UHC). Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan mencakup berbagai kelompok, termasuk 2.638 Tenaga Non ASN, 1.806 Kader Posyandu dan 1.869 Ketua RT, sebagai bentuk perlindungan bagi pekerja rentan.

Bidang Pendidikan, pemerintah memberikan beasiswa kepada 1.817 siswa SD, 890 siswa SMP (realisasi Februari 2026), beasiswa 51 mahasiswa kedokteran serta 50 mahasiswa non kedokteran.

Program beasiswa dan magang mahasiswa, sebanyak 152 orang di ITS Mandala Jember, 38 Mahasiswa ITB Stikom Bali yang mengikuti program magang kuliah ke Jepang.

Revitalisasi sarana prasarana pendidikan pada 16 sekolah dengan nilai anggaran lebih dari Rp.14 miliar.

Prioritas ketiga, peningkatan pembangunan sarana prasarana wilayah meliputi perdesaan dan perkotaan, mewujudkan Kota Terang, Kota Bajawa berdaya hidup dan Ramah Anak, mendesain Taman Kota, jaringan jalan, drainase, landmark Kota Bajawa, mengembalikan Bajawa Kota Bunga, penyediaan sarana prasarana air bersih, sanitasi, infrastruktur jalan dan irigasi.

Indeks Infrastruktur dan Indeks Kepuasan Layanan Infrastruktur masing-masing mencapai 51,07. Indeks Konektivitas 1,41. Indeks Kulaitas Lingkungan Hidup 80,13, Indeks Kualitas Air 79,14, Indeks Kualitas Udara 84,45.

Namun demikian, Indeks Risiko Bencana mencapai 122,18, tingkat kerentanan bencana kategori sedang.

Pembangunan infrastruktur terus dilakukan, antara lain, ruas jalan Aimere-Waeluja, Sarasedu-Laja, Tanalain-Maronggela.

Sarana Air Bersih dan Sanitasi di sejumlah desa, yakni Waesae, Nenowea, Watukapu, Boba 1.

Juga dilaksanakan Festival Wolobobo, Gayain dan Festival Riung.

Selain itu juga sejumlah pencapaian di sejumlah bidang lainnya.

WBN

 

Share It.....