Ketua DPRD Ngada Sorot Program MBG Sepih Duduk Bersama, Bupati Jabar Perkembangan 

Media Warisan Budaya Nusantara

Ketua DPRD Kabupaten Ngada Provinsi Nusa Tenggara Timur, Romilus Juji menyoroti sepihnya diskusi bersama dari pihak terkait di daerah, menyangkut penjabaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal tersebut dikatakannya kepada awak media di Bajawa Ngada usai paripurna pengantar LKPJ Bupati Ngada tahun anggaran 2025, pada Senin (30/3/2026).

“Terhadap penjabaran Program MBG ini, fakta menunjukan bahwa memang sepih duduk bersama dengan lembaga dewan, khususnya oleh pihak-pihak terkait. Karena kondisi demikian maka bisa dimaklumi ketika habis paripurna pengantar LKPJ Bupati tadi, kami mengajukan atensi, mohon direspon secara kemitraan atas sejumlah isu, diantaranya terkait bagaimana perkembangan Program MBG di Kabupaten Ngada”, ujar Ketua DPRD Ngada, Romilus Juji, (30/3).

“Hari ini baru kami mengetahui bahwa salah satu hambatan serius yang tetjadi di daerah ini terkait MBG, adalah kurangnya minat dari para calon mitra untuk menjadi mitra dapur MBG. Saya pikir ini merupakan salah satu persoalan serius yang membutuhkan kita harus sering duduk bersama, untuk menggali gagasan maupun terobosan-terobosan guna mengatasi ataupun untuk percepatan”, tambah Romilus.

Kepada wartawan ia mengatakan bahwa daerah perlu mengajak diskusi dengan berbagai stake holder termasuk mitra koperasi-koperasi yang ada, mendalami ruang sembari mengkaji peluang regulasi, untuk ikut mengambil bagian di daerah.

“Kita perlu mendorong berbagai mitra yang ada termasuk mitra koperasi untuk ikut ambil bagian. Tentunya dengan terlebih dahulu menakar ruang dan regulasi yang ada. Maka, saya pikir yang pertama adalah jangan sepih duduk bersama”, jelasnya.

Sementara itu Bupati Ngada, Raymundus Bena saat menjawab pertanyaan lembaga DPRD Ngada (30/3), mengatakan, realisasi Program MBG di Ngada, dari sekitar 38 dapur MBG, sebanyak 8 dapur sudah beroperasi.

“Tentang Program MBG, dari sekitar 38 dapur MBG untuk Ngada, sekitar 8 (delapan) dapur sudah beroperasi. Untuk Dapur MBG kategori 3T, dalam waktu dekat akan beroperasi sekitar 5 dapur, dan tambah 2 yang regular, di Foa dan Kisaraghe. Jika tidak berhalangan total akan mencapai sekitar 15 dapur MBG”, ungkap Bupati Raymundus.

Hal yang menjadi kesulitan daerah, lanjut Bupati, adalah minat investasi di bidang MBG masih sangat terbatas.

“Dalam perjalanan memang ada banyak yang mendaftar tetapi kemudian progresnya lamban bergerak bahkan tidak berjalan sama sekali. Menghadapi kondisi demikian, kita juga terus bergerak untuk terus memacu pencapaian sesuai yang diharapkan”, jelas Bupati Raymundus Bena, (30/3).

W B N

 

 

Share It.....