Maros,WBN-Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an XXXIV Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan 2026 yang akan digelar di Kabupaten Maros selama enam hari, mulai 12 hingga 18 April 2026, kini menuai sorotan.Kegiatan keagamaan yang seharusnya menjadi momentum syiar Islam sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, justru diduga dimanfaatkan oleh oknum tertentu sebagai ladang bisnis untuk kepentingan pribadi.
Salah satu Pelaku Usaha UMKM mengeluh atas tarif sewa tenant yang dinilai memeras pelaku usaha UMKM.
“Saya kasihan jualan kue kue tradisional dengan keuntungan yang minim dan saya telfon kontak pendaftaran untuk sewa tenant tapi saya tanya harga untuk sewanya namun saya tidak jadi sewa karena agak kemahalan, dia bilang untuk orang Maros 2 juta satu tenant, kalau orang diluar Maros katanya 3,5 juta, berarti kalau saya asli Maros bayar 2 juta berarti setiap hari sewanya 3 ratus lebih, secara hitungan haruska dapat pembeli diatas 500 ribu karena mana kasihan modal, biaya makan+minum, mana operasional juga, bagaimana mi jika orang luar Maros lebih berat lagi, sama saja ini dia peras pelaku usaha UMKM”,ujarnya kepada awak dengan Nada sedih pada Minggu 05 April 2026, saat dikonfirmasi disalah satu warung makan di Maros.
Sementara Yhoka selaku Sekjend DPP LANTIK buka suara atas hal tersebut yang dinilai mencederai kegiatan MTQ dengan menghilangkan Pemberdayaan, malah mencari keuntungan pribadi dalam kegiatan Syiar Islam itu.
“Ini perlu diketahui oleh publik dimana Kegiatan keagamaan saja disusupi Bisnis Pribadi untuk keuntungan segelintir pemangku kepentingan, bukan malah menumbuhkan perekonomian pelaku usaha UMKM malah jadi momok buat pelaku UMKM.Apakah ini sejalan dengan program Pemerintah dalam pemberdayaan atau malah sebaliknya”,tegas Yhoka saat dikonfirmasi.
Sementara Wakil Bupati Maros yang juga Ketua Panitia dikonfirmasi awak media menjelaskankan bahwa akan melakukan koordinasi ke Dinas Koperindag selaku penanggung jawab UMKM di giat MTQ.
“Nanti kami komunikasikan dengan dinas koperindag selaku penanggung jawab pengelola UMKM di giat MTQ. Intinya kami masih mengkaji sambil menerima masukan masukan dari luar termasuk dari koperindag sendiri”,jelasnya kepada awak media.
Sementara Kadis Koperindag Maros yang dikonfirmasi awak media menjelaskan bahwa hanya segelintir UMKM yang menyatakan tidak bisa ikut karena Dana yang tidak cukup.
“Artinya banyak yang minat, mungkin segelintir UMKM yang menyatakan tidak bisa ikut, karena tidak cukup mungkin dananya, dan saya sarankan yang tidak cukup dananya sebaiknya patunganki dengan UMKM yang lain apalagi tendanya 3×3 cukup ji untuk berdua atau bertiga.Kalau saya dengan nilai seperti itu sangat tidak mempersulit karena terbukti banyak yang minat”,jelasnya.
