39 views

Mengenal Tradisi Bulan Ramadhan di Pulau Jawa

10 / 100 Skor SEO

Ramadhan merupakan bulan suci bagi umat muslim, Pulau jawa merupakan salah satu pulau terbesar di Indonesia dan merupakan pusat pemerintahaan sampai dengan saat ini, Tradisi atau budaya dalam menyambut bulan ramadhan banyak sekali mulai dari Sabang atau Merauke, Ada beberapa tradisi atau budaya di pulau Jawa yang sampai dengan saat ini masih eksis, budaya tersebut antara lain :

Padusan

sumber ndendekeyeh.wordpress.com

Padusan merupakan salah satu tradisi di Jawa di mana orang-orang membersihkan dirinya sehari sebelum puasa, Padusan berasal dari kata adus atau mandi, Tradisi padusan merupakan warisan leluhur, Tujuan padusan adalah untuk membersihkan jiwa dan raga agar siap menghadapi bulan suci Ramadhan, Jaman dahulu, padusan dilakukan seorang diri di tempat yang sepi, Namun kini padusan dilakukan secara beramai-ramai di kolam renang, maupun di mata air. Wahana wisata kolam renang maupun umbul selalu saja ramai saat momen padusan berlangsung. Sebagai contoh, umbul manten kemarin terlihat ramai ketika Padusan tiba.

Dandangan

Sumber:id.wikipedia.org

Tradisi Dandangan merupakan tradisi yang berasal dari daerah Kudus, Dandangan diyakini sebagai salah satu tradisi peninggalan Sunan Kudus sejak 450 tahun lalu, Tradisi Dandangan dilakukan untuk menyambut datangnya awal Ramadhan, Sejarah tradisi Dandangan yaitu pengumuman awal bulan puasa dilakukan oleh Jakfar Shodiq melalui pengeras suara di Menara Kudus dengan diiringi tabuhan bedug masjid, Bunyi bedug “dang, dang, dang” itulah yang kemudian kerap disebut dandangan.

Makan Telur Mimi

Sumber:kompas.com

Tradisi makan telur mimi dilakukan oleh warga Kendal, Jawa Tengah, setiap menjelang Ramadhan, warga berebut telur ikan mimi yang merupakan ikan belangkas dengan bentuk yang kerap dianggap menyerupai ikan pari, Telur mimi bisa dibeli di halaman masjid besar Kaliwungu, Biasanya, telur mimi diolah menjadi bothok, yakni dicampur dengan parutan kelapa lalu dikukus, Telur mimi biasanya hanya ada ketika Lebaran tiba, Menurut penuturan penjual telur mimi, nelayan pernah mencoba mencari telur mimi jauh sebelum puasa, namun ternyata ikan mimi yang didapat tidak menghasilkan telur.

Nyorog Atau Munggahan

Sumbar forum.detik.com

Tradisi Nyorog merupakan salah satu tradisi masyarakat Betawi menjelang Ramadhan, Tradisi ini berupa memberikan makanan atau bahan makanan dari mereka yang lebih muda kepada mereka yang lebih tua, Umumnya masyarakat Betawi meletakkan makanan ataupun bahan makanannya ke dalam rantang untuk kemudian diantarkan kepada kerabat sebagai ajang silaturahmi, Salah satu menu yang sering dimasukkan ke dalam rantang adalah gabus pucung.

Nyadran

Sumber: suaraislam.co

Tradisi Nyadran atau tradisi sadranan merupakan tradisi yang banyak dilakukan di daerah Jawa, Tradisi ini berupa mendatangi makam orang-orang yang sudah meninggal dengan membawa bunga – bungaan Tradisi nyadran biasanya dilakukan dengan membersihkan area makam dan diikuti acara makan bersama, Di beberapa tempat seperti di Desa Kalongan dan Ungaran, Nyadran dilakukan sebagai ajang berkumpulnya warga untuk menjalin silaturahmi.

Sungkeman

Sumber : tribunnews.com

Sungkeman merupakan salah satu tradisi yang dilakukan saat Lebaran tiba, Sungkem dilakukan oleh orang yang lebih muda kepada orang yang lebih tua, Orang yang lebih muda akan bersimpuh mengatupkan tangannya kepada orang yang lebih tua, dengan mengucapkan permintaan maaf atas kesalahan-kesalahan yang ia lakukan, baik yang ia sadari ataupun tidak, Tradisi sungkeman dilakukan di kalangan keraton Jogja dan Solo. Setiap lebaran terdapat acara Ngabekten di Keraton Jogjakarta dimana para kerabat keraton akan melakukan sungkeman kepada Kanjeng Sultan.

Penulis Dr. M. Yusuf Alamudi Mas.
RED-WBN HS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *