Wakil Bupati Kebumen di Pagelaran Wayang Kejawang: Momentum Refleksi Jatidiri Bangsa

MEDIA WBN | KEBUMEN – Desa Kejawang, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen menggelar pagelaran wayang kulit spektakuler pada Jumat malam (28/08/2026).

Acara yang dihadiri ribuan warga dan jajaran pejabat daerah ini menjadi bukti nyata lestarinya akar budaya Jawa di tengah era modernisasi. Pesta rakyat ini digelar dalam rangka memperingati dua momen penting sekaligus, yakni Tahun Baru Islam 1448 H dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Bekerja sama dengan sejumlah sponsor, panitia menghadirkan dhalang kenamaan asal Meles, Adimulyo, Kebumen, yaitu Ki Panggung Bayu Aji, yang membawakan lakon “Antasena Krida”. Lakon ini sengaja dipilih karena syarat akan pesan moral tentang keberanian dan keadilan yang relevan dengan semangat kemerdekaan.

Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme tinggi dari masyarakat lintas generasi yang memadati lapangan balai desa sejak sore hari. Acara dibuka secara khidmat dengan sambutan dari Ketua Panitia, Margijono, A.M., diikuti Kepala Desa Kejawang, Sadimin, serta Camat Sruweng.Turut hadir memberikan sambutan jajaran tokoh legislatif dan eksekutif, di antaranya Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kebumen Fraksi PDIP Fitria Handini, S.H., Anggota DPRD Kabupaten Kebumen Fraksi PKB Solichudin, serta Wakil Bupati Kebumen H. Zaeni Miftah.

“Peringatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum untuk merefleksikan nilai-nilai sejarah dan budaya kita. Kegiatan semacam ini harus terus didukung karena merupakan jati diri bangsa,” ujar H. Zaeni Miftah

dalam sambutannya.Prosesi dimulainya pagelaran ditandai dengan penyerahan tokoh wayang secara simbolis dari Kepala Desa kepada Ki Dhalang Panggung Bayu Aji untuk memulai pertunjukan semalam suntuk.

Kemeriahan malam tersebut semakin lengkap dengan adanya pertunjukan kesenian Tayuban yang menambah keakraban antarwarga.Ketua Panitia mengapresiasi sinergi yang baik antara pihak swasta selaku sponsor, pemerintah desa, dan seluruh masyarakat yang menyukseskan acara ini. Melalui pagelaran “Antasena Krida”, Desa Kejawang tidak hanya menyajikan tontonan, tetapi juga tuntunan bagi generasi muda agar tidak melupakan akar sejarah dan budayanya. (Arief)

Share It.....