Hadiri Panjang Jimat 2026, Abah Anton Charliyan Dampingi Sultan Kasepuhan Cirebon Ke-XV

Media WBN|CIREBON – Ketua Majelis Adat Sunda (Masda) Jawa Barat, Abah Anton Charliyan, menghadiri sekaligus mendampingi Sultan Kasepuhan Cirebon ke-XV, PRA Luqman Zulkaedin, dalam upacara tradisi Panjang Jimat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 2026.

Foto istimewa Media WBN

Tradisi prosesi Panjang Jimat merupakan warisan turun-temurun yang telah eksis sejak zaman Sultan Syekh Syarif Hidayatullah pada abad ke-XVI. Rangkaian ritual ini diawali dengan pencucian benda-benda pusaka keraton. Selain itu, disajikan pula berbagai hidangan seperti nasi tumpeng, nasi uduk, dan buah-buahan sebagai simbol kehidupan serta kesejahteraan.

 

Prosesi dimulai dari Bangsal Panembahan di dalam keraton, kemudian iring-iringan diarak bersama menuju Masjid Sang Cipta Rasa. Lantunan sholawat nabi dan pembacaan Kitab Barzanji turut mengiringi sepanjang perjalanan.

 

Arak-arakan ini terdiri dari tujuh kelompok barisan utama. Di setiap barisan, abdi dalem tampak mengawal sambil membawa lilin menyala sebagai simbol penerang kehidupan. Iring-iringan ini diikuti oleh para pangeran, sesepuh keraton, hingga abdi dalem.

 

Secara filosofis, pelaksanaan prosesi arak-arakan ini menyimbolkan kelahiran anak manusia. Hal tersebut mengisyaratkan bahwa sejak lahir, manusia harus dipersiapkan dan diawali dengan simbol-simbol kesucian serta kebaikan, mulai dari pemberian nama, makanan, hingga pakaian. Harapannya, kelak mereka dapat menjadi manusia yang baik, bermanfaat, dan mampu meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam menyempurnakan akhlakul karimah.

 

Dalam kesempatan tersebut, kisah riwayat keteladanan Nabi Besar Muhammad SAW juga dibacakan agar dapat menjadi cermin serta pedoman hidup bagi seluruh masyarakat yang hadir.

 

Sultan Kasepuhan Cirebon ke-XV, PRA Luqman Zulkaedin, dalam sambutannya berpesan agar peringatan ini tidak sekadar menjadi seremonial tahunan.

 

“Jangan hanya sebatas memperingati hari Maulid atau kelahiran saja. Yang paling penting adalah apakah akhlak mulia Rasulullah tersebut sudah hadir dalam diri kita masing-masing? Sudahkah hadir nilai kejujuran, kesabaran, tawadhu atau kerendahan hati, kepedulian, serta nilai persaudaraan dan kebersamaan dalam diri kita?” ujar Sultan Luqman.

 

Sementara itu, Ketua Masda Jabar Abah Anton Charliyan saat diwawancarai awak media di lapangan menyampaikan harapannya agar Keraton Kasepuhan Cirebon tetap konsisten menjaga nilai-nilai luhur.

 

“Hendaknya Keraton Kasepuhan Cirebon tetap bisa menjadi garda terdepan dalam pelestarian nilai adat dan tradisi. Keraton harus mampu memadukan nilai agama, budaya, nasionalisme, serta cinta tanah air sebagai satu kesatuan utuh yang tidak terpisahkan demi mewujudkan perilaku warga negara yang baik,” pungkas Abah Anton.

 

Setelah prosesi arak-arakan benda pusaka selesai, acara ditutup dengan syukuran dan makan bersama (botram) antara para undangan dan seluruh masyarakat yang hadir. (RED**)

Share It.....