Jejak Perang Dunia ke-2 di Tarakan, Kalimantan Utara

Penulis Artikel Oleh : Muhammad Nour

Kampung halaman saya, Kota Tarakan menjadi kepingan penting sejarah peradaban dunia saat terjadi perang dunia II di kawasan Asia Pasifik. Saat Jepang memulai propaganda nya dengan mengebom Pearl Harbour Hawaii pada 7 Desember 1941, kemudian menaklukkan Indonesia melalui Tarakan, mengalahkan Belanda tanpa perlawanan di pulau Tarakan pada Januari 1942.

 

Pada Mei 1945, tentara sekutu, yaitu Amerika bersama Australia menyerang tentara Jepang, terjadilah perang besar-besaran saat itu yang berlangsung 1 bulan, dengan kemenangan sekutu pada bulan Juni 1945.

Tak heran Tarakan menjadi target para imperialis, yaitu keberadaan kilang migas bagi keuntungan ekonomi dan logistik perang. Nenek kakek saya termasuk orang yang menderita saat Jepang berada di Tarakan, karena mereka harus mengalami kelaparan, tinggal dipengungsian, kerja paksa, dan perampasan.

 

Komunitas Tarakan Tempo Doeloe yang digawangi oleh anak-anak muda menginisiasi pelestarian artefak sisa perang dunia II yang ada di Tarakan. Mereka mencari keberadaan jejak perang, mendokumentasikan dan membersihkan benda bersejarah tersebut.

Saat ini sudah ada museum perang dunia II di Tarakan dengan benda-benda koleksi yang dikumpulkan dari berbagai pihak, termasuk dari Australia, koleksi pribadi, dan artefak yang banyak tersebar di Tarakan. Komunitas TTD menginventarisir setidaknya ada lebih 400 sisa perang berupa bangunan tua, meriam, benteng, tank, gua tahanan, gudang senjata, dll.

 

Satu kebetulan, saya pernah juga mengunjungi pulau Morotai Maluku Utara tahun 2018, salah satu pusat pertempuran tentara sekutu dan Jepang pada September 1944.

 

Morotai dikelilingi pulau-pulau kecil yang memiliki panorama indah, salah satunya pulau Zum-Zum dimana Jenderal MacArthur bahkan pernah tinggal di pulau ini sebagai pusat komando dan tempat pendaratan Amphibi.

Berkat menguasai Morotai, armada MacArthur tak hanya mampu merebut Filipina, tentara Australia Divisi VII pun bisa merebut beberapa kota di kawasan Indonesia bagian timur termasuk Tarakan. Di pulau Zum-Zum ini ada patung memorial Jenderal Mac Arthur, sang pahlawan perang dunia.

 

Sumber foto: Komunitas Tarakan Tempo Doeloe

Publikasi Red-WBN ndra