Buka Kegiatan KTD dan Konfercab IV GMNI, Ini Pesan Bupati Nagekeo 

WBN|Nagekeo, NTT – Bupati Johanes Don Bosco Do, mendapatkan kehormatan dalam undangan menghadiri pembukaan kegiatan Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD) dan Konfrensi Cabang (Konfercab) ke – lV Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Nagekeo sekaligus membuka kegiatan tersebut secara resmi. Senin (3/10/2022)

Dengan mengusung tema “Bergotong Royo di GMNI Berjuang Untuk Indonesia”. Kegiatan Pembukaan KTD dan Konfercab IV GMNI Cabang Nagekeo berlangsung di Aula Kantor Kelurahan Towak, Kecamatan Aesesa, kabupaten Nagekeo, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pantau WBN, Turut Hadir dalam Seremonial pembukaan kegiatan KTD dan Konfercab IV GMNI Nagekeo, Ketua PA GMNI Nagekeo, Paulinus Y. Nuwa Veto, Ketua Bidang Usaha DPP GMNI, Elfensias Umbu Maramba Awang, Lurah Towak Deni Marselinus Sapa, Ketua DPC GMNI Nagekeo Petrus Fua Betu Tenda, Para Alumni GMNI serta Anggota GMNI Cabang Nagekeo.

Ketua DPC GMNI Nagekeo Petrus Fua Betu Tenda dalam sambutannya mengatakan bahwa Kaderisasi Tingkat Dasar dan Konfercab IV GMNI cabang Nagekeo merupakan kegiatan formil organisasi. Kegiatan ini bertujuan untuk mengejawantahankan tugas organisasi dalam membina dan menata organisasi GMNI cabang Nagekeo.

“Kegiatan ini sengaja digelar secara bersamaan antara KTD dengan Konfercab dengan niat kita ingin merevitalisasi semangat pergerakan GMNI cabang Nagekeo, memperpanjang estafet kepemimpinan GMNI Nagekeo dan mengkaderkan anggota GMNI cabang nagekeo. Momen ini juga sebagai sarana untu memperdalam Ideologi GMNI”, Ungkapnya.

Lebih lanjut ketua DPC GMNI Nagekeo mengungkapkan bahwa GMNI cabang Nagekeo dalam perjalanannya cukup berkontribusi positif dalam banyak persoalan masyarakat dengan menjalankan fungsinya sebagai kontrol sosial dan berharap semua pihak dapat bekerjasama dan saling mendukung untuk menyukseskan kegiatan KTD dan Konfercab IV GMNI cabang Nagekeo.

“Kami harapkan kerjasama dan Partisipasi kita agar kegiatan ini boleh berjalan sebagaimana yang kita harapkan. Dinamika organisasi GMNI cabang Nagekeo menjadi refleksi kita bersama dan membuat kita semakin matang berorganisasi. Masyarakat menantikan suara kritis GMNI untuk kembali berbicara lantang dan menyuarakan persoalan mereka”, “tambahnya”.

Sementara itu, Ketua Bidang Usaha Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GMNI, Elfensias Umbu Maramba Awang menyampaikan terimakasih karena GMNI Nagekeo telah melaksanakan kegiatan yang merupakan agenda formal organisasi. GMNI Nagekeo juga harus menjadi garda terdepan untuk mengawal Pancasila dan menangkal isu radikalisme.

“Bahwa Asas perjuangan GMNI adalah Marhainismen yang juga sebagai embrio lahirnya Pancasila. Kader-kader Gmni menjadi pelopor dan benteng untuk menangkal isu – isu radikalisme yang saat ini kita hadapi dimana Indonesia saat ini telah menjadi laboratorium bagi organisasi – organisasi yang tidak sesuai dengan Pancasila”, terangnya.

DPP GMNI bidang Usaha GMNI tersebut menegaskan bahwa Kehadiran GMNI di Nagekeo merupakan hal yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk membantu menyuarakan persoalan-persoalan masyarakat yang tertimbun. “GMNI hadir selain sebagai mitra kerja pemerintah juga sebagai mitra kritis pemerintah”, ujarnya.

Ketua Persatuan Alumni GMNI Nagekeo, Yohanes Paulinus Nuwa Veto, juga menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan KTD dan Konfercab IV yang digelar GMNI cabang Nagekeo.

Ketua PA yang juga merupakan Mantan Wakil Bupati Nagekeo tersebut berpesan bahwa Dinamika Organisasi adalah hal biasa, Namun jangan sampai mengganggu roda organisasi. Ia juga berharap agar Pengurus DPC GMNI Nagekeo untuk terus membangun komunikasi dengan para Alumni dalam rangka mendukung kegiatan organisasi.

“Dinamika dalam sebuah organisasi adalah hal biasa. Organisasi tanpa dinamika maka organisaai berjalan dingin, namun dinamika yang terlalu keras juga dapat mengganggu jalannya organisasi”, ungkap Anggota DPRD NTT partai Hanura tersebut.

“Harapan sebagai ketua Alumni koordinasi dengan para alumni mesti terus dibangun. Jangan takut ada intervensi dari para alumni. Dari tempat ini saya katakan bahwa hal ini tidak akan terjadi” Harap Ketua PA GMNI Nagekeo, Paul Nuwa Veto.

Anggota DPRD propinsi NTT tersebut mengungkapkan bahwa tantangan bangsa saat ini yang juga merupakan tantangan global yaitu persoalan seperti air, energi dan pangan.

“Dalam skop Nagekeo persoalan ini silakan kita berkomunikasi dengan Pemda Nagekeo. Sedangkan dalam konteks provinsi kita akan memfasilitasi untuk dilakukan komunikasi dengan pemerintah provinsi” Imbuhnya.

Sementara itu Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa, harus disadari bahwa berorganisasi dan menjadi pemimpin adalah panggilan maka sangat penting untuk merefleksi diri.

“Menjadi pemimpin harus bisa merefleksikan diri setiap saat. Apakan saya hari ini sudah lebih baik dari kemarin. Kesadaran Ini merupakan bagian penting dari spiritualitas”, ungkap Don.

Bahwa banyak isu Nasional dan daerah yang menuntut banyak orang meresponnya. Dalam menyikapi isu-isu yang dilontarkan tersebut sangat dibutuhkan nalar kritis untuk menganalisa sebelum menanggapinya, agar tidak menimbulkan persepsi yang dapat menimbulkan persoalan baru.

“Akan ada beberapa isu baik nasional, regional dan provinsi yang dapat menyebabkan kita bisa bereaksi. Untuk itu kita mesti kritis dalam melihat persoalan persoalan tersebut. Daerah kita mau tidak mau akan menjadi daerah terbuka, oleh karena itu kita mesti bergaul dengan banyak orang. Kita tidak ingin organisaai ini seperti organisasi musiman yang tumbuh saat moment – moment tertentu saja”. Tutupnya (Wil)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Share It.....