Naskah Amanat Galunggung Diserahkan kepada Gubernur KDM di Kirab Mahkota Binokasih

MEDIA WARISAN BUDAYA NUSANTARA

TASIKMALAYA – Momentum bersejarah mewarnai peringatan Milangkala Tatar Sunda 2026. Bupati Tasikmalaya, Dr. H. Cecep Nurul Yakin, S.Pd., M.AP., secara resmi menyerahkan Naskah “Amanat Galunggung” kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, S.H., M.M., dalam perhelatan Kirab Budaya “Napak Tilas Pajajaran” hari ketiga bertema Nyukcruk Galur Galunggung di Kabupaten Tasikmalaya, Senin (4/5/2026).
Prosesi penyerahan naskah kuno peninggalan Maharaja Sunda Galuh abad ke-XII, Prabu Darmasiksa tersebut, disaksikan langsung oleh Ketua Umum Majelis Adat Sunda (MASDA) Jabar yang juga sesepuh Galunggung, Abah DR. H. Anton Charliyan. Penyerahan ini simbol estafet kepemimpinan dan pengingat filosofi “Hana Nguni Hana Mangke” (Ada masa lalu maka ada masa kini).
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam sambutannya menekankan bahwa kirab Mahkota Binokasih bukan sekadar seremonial, melainkan pengingat bagi pemimpin untuk selalu berpegang pada amanah rakyat.
“Apa yang dijalankan adalah amanah dari karuhun (leluhur). Harus punya sifat kasih sayang (deudeuhan, welasan, asihan). Jangan ada rakyat yang sakit tidak terobati, jangan ada yang tidak bisa sekolah,” tegas pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) tersebut. Ia juga mengajak warga menjaga kelestarian alam Galunggung sesuai amanat leluhur.
Sementara itu, Ketum MASDA Jabar, Abah Anton Charliyan, menjelaskan bahwa Mahkota Binokasih memiliki makna filosofis sebagai simbol legitimasi eksistensi urang Sunda.
“Nama Binokasih berarti penuh kasih sayang. Ini mencerminkan harapan agar pemimpin memerintah dengan prinsip Asih, Asah, dan Asuh demi kesejahteraan rakyat. Kirab ini adalah momentum memperkuat nasionalisme dan menjaga akar sejarah di tengah arus modernisasi,” ujar mantan Kapolda Jabar tersebut.
Acara yang awalnya dijadwalkan berakhir di Kampung Naga ini dialihkan ke Gedung Pendopo Kabupaten Tasikmalaya guna menghindari kemacetan parah. Meski demikian, antusiasme puluhan ribu masyarakat tidak surut menyaksikan iring-iringan kereta kencana, tarian tradisional, dan parade seni dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat.
Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat tinggi dan tokoh masyarakat, di antaranya:

* Pemerintah Provinsi: Sekda Jabar Dr. Drs. Herman Suryatman, Kadisparbud Dr. Iendra Sofyan, Kabid Kebudayaan Ibu Feby, dan Kepala Biro Perekonomian Drs. H. Budi Kurnia.
* Kepala Daerah & Legislatif: Walikota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan, Wakil Bupati Tasikmalaya H. Asep Sopari Al Ayubi, dan Wakil Ketua DPRD Kab. Tasikmalaya Drs. Ery Purwanto.
* Unsur Forkopimda: Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Czi M. Imvan Ibrahim dan Wakapolres Tasikmalaya Kompol Sukmawijaya.
* Tokoh Adat & Budaya: Radya Anom Luky Djohari Soemawilaga (Sumedang Larang), Rd. Dicky Soekapura, Kuncen Kampung Naga Ade Suherlyn, Ketua Gasantana Hadi Permana, Asep Sanca (Gapura), Bunda Elis (Manggala Garuda Putih), Kang Jayeng Rana (Sunda Sabuana), serta pimpinan pondok pesantren dan ormas setempat.

Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian napak tilas setelah sebelumnya Mahkota Binokasih diarak dari Sumedang dan Kawali Astana Gede Ciamis, sebagai wujud nyata kolaborasi pelestarian nilai kearifan lokal di Jawa Barat. (RED-WBN)

Share It.....