Napak Tilas Padjajaran Tasikmalaya: Abah Anton Charliyan Dampingi Gubernur Dedi Mulyadi 

MEDIA WARISAN BUDAYA NUSANTARA 

TASIKMALAYA – Ribuan masyarakat memadati jalanan Kabupaten Tasikmalaya pada Senin, 4 Mei 2026, untuk menyaksikan Kirab Budaya “Napak Tilas Padjadjaran”. Acara dalam rangka Peringatan Milangkala Tatar Sunda ini dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, S.H., M.M. (KDM), bersama tokoh pelestari budaya yang juga Ketua MASDA Jabar, Abah Anton Charliyan.

Kegiatan hari ketiga yang mengusung tema “Nyukcruk Galur Galunggung” ini menampilkan prosesi sakral Kirab Mahkota Binokasih. Meski awalnya direncanakan berakhir di desa adat Kampung Naga, Gubernur Dedi Mulyadi memutuskan mengalihkan titik akhir ke Gedung Pendopo Kabupaten Tasikmalaya demi menjaga kelancaran arus lalu lintas.

Kehadiran Tokoh dan Pejabat Penting

Acara ini dihadiri oleh deretan pejabat tinggi dan tokoh masyarakat, di antaranya:

 

* Dr. Drs. Herman Suryatman, M.Si. (Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat)

* Dr. Iendra Sofyan, S.T., M.Si. (Kadisparbud Jabar) bersama Ibu Feby

* Drs. H. Budi Kurnia (Kepala Biro Perekonomian Prov. Jabar)

* Dr. H. Cecep Nurul Yakin, S.Pd., M.AP. (Bupati Tasikmalaya)

* Viman Alfarizi Ramadhan, S.T., MBA (Walikota Tasikmalaya)

* H. Asep Sopari Al Ayubi, S.P., M.I.P. (Wakil Bupati Tasikmalaya)

* Drs. Ery Purwanto (Wakil Ketua DPRD Kab. Tasikmalaya)

* Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, S.Sos., M.Han. (Dandim 0612/Tasikmalaya)

* Kompol Sukmawijaya, S.Sos., M.H. (Wakapolres Tasikmalaya)

* Yayan Rodiat, S.H. (Kaur TU dan Kepegawaian Kejari Kab. Tasikmalaya)

* Radya Anom Luky Djohari Soemawilaga (Pewaris Kerajaan Sumedang Larang)

* Ade Suherlyn (Kuncen Kampung Naga)

 

Amanah Karuhun dan Kelestarian Budaya

Dalam arahannya, Gubernur Dedi Mulyadi menekankan bahwa kepemimpinan adalah amanah untuk menyejahterakan rakyat. “Naon nu dilakonan hiji amanah ti karuhun. Ulah aya rakyat nu gering teu kaubaran, ulah aya nu teu bisa sakola,” tegas KDM.

Sementara itu, Abah Anton Charliyan menjelaskan bahwa Mahkota Binokasih memiliki daya tarik luar biasa bagi sejarah peradaban Sunda. “Binokasih mengandung makna penuh kasih sayang. Ini adalah simbol legitimasi masyarakat Sunda sekaligus pengingat agar pemimpin memerintah dengan kebijaksanaan,” ujar mantan Kadiv Humas Polri tersebut.

Sebagai simbol estafet nilai luhur, Bupati Tasikmalaya menyerahkan naskah kuno “Amanat Galunggung” kepada Gubernur Dedi Mulyadi. Momen ini mempertegas filosofi “Hana Nguni Hana Mangke”—bahwa masa kini ada karena adanya masa lalu yang harus terus dirawat.

Iring-iringan karnaval yang dimulai dari Kampus Universitas Cipasung ini dimeriahkan dengan tarian tradisional dan kereta kencana, menciptakan atmosfer kejayaan Padjajaran yang memukau puluhan ribu warga di sepanjang rute menuju Komplek Pemda Kabupaten Tasikmalaya (RED-WBN)

 

Share It.....