Gubernur NTT Dorong Optimalisasi Ekosistem Riset dan Inovasi Terintegrasi

WBN  Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena mendorong sinergi perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia Industri untuk percepatan pembangunan berbasis riset.

Optimalisasi ekosistem riset dan inovasi terintegrasi menjadi salah satu fokus yang dibutuhkan oleh pembangunan di NTT.

Demikian dikatakan Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena, saat menghadiri Rapat Kerja Terpadu Pimpinan Perguruan Tinggi di Hotel Harper Kupang, pada Selasa (5/5/2026.

Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Sinergitas Pendidikan Tinggi, Pemerintah Daerah, dan Industri dalam Rangka Akselerasi Pembangunan di NTT tersebut turut dihadiri Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Arif Satria, Dirjen Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi M. Fauzan Adziman, Plt. Inspektur Jenderal Kemdiktisaintek Sri Suning Kusumawardhani, Direktur Kelembagaan Kemdiktisaintek Muhamad Najib, Kepala LLDIKTI Wilayah XV Adrianus Amheka, para Kepala Daerah se-NTT, jajaran Forkopimda, pimpinan perangkat daerah Provinsi NTT, serta para pimpinan perguruan tinggi di bawah koordinasi LLDIKTI Wilayah XV.

“NTT memiliki potensi sumber daya alam, budaya, dan ekonomi yang sangat besar, namun belum sepenuhnya didukung oleh ekosistem riset dan inovasi yang terintegrasi”, ujar Gubernur dalam sambutannya.

Ia mengakui NTT memiliki banyak potensi, mulai dari pertanian, peternakan, kelautan, pariwisata, hingga ekonomi kreatif, namun tantangannya adalah pengembangan dengam pendekatan ilmiah, berbasis data, riset, dan inovasi.

Gubernur Melki mendorong dunia kampus harus terkoneksi lebih kuat dengan kebutuhan riil pembangunan daerah.

Menurutnya, para akademisi dan peneliti di NTT harus lebih aktif memanfaatkan berbagai skema pendanaan riset yang disiapkan oleh pemerintah pusat.

“Semakin banyak riset yang lahir dari kampus-kampus di NTT, maka semakin besar pula peluang daerah melahirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat”, kata Gubernur.

Ia kembali menekankan sinergitas perguruan tinggi dengan pemerintah daerah, dan dunia industri harus diwujudkan melalui penyelarasan program, penguatan riset terapan, serta pengembangan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan potensi daerah.

“Saya menyampaikan selamat datang dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Prof. Arif Satria yang telah berkenan hadir untuk memberikan dukungan dan kontribusi pemikiran dalam upaya memperkuat pembangunan berbasis riset di NTT,” tambah Melki.

Sementara itu, Kepala BRIN, Prof. Arif Satria, dalam penegasannya menekankan kekuatan bangsa masa depan sangat ditentukan oleh kemampuan inovasi, penguasaan ilmu pengetahuan, dan teknologi.

“Kekuatan negara ke depan bukan lagi sekadar pada sumber daya alam, tetapi pada kemampuan menghasilkan inovasi dan teknologi. Indonesia saat ini menunjukkan tren positif dalam pengembangan inovasi dan paten, meskipun secara global kita masih perlu bekerja lebih keras,” ujarnya.

Ia menyentil data permohonan paten dunia tahun 2024, posisi Indonesia saat ini berada di peringkat ke-34 dunia dan masih perlu ditingkatkan.

Menurutnya, pentingnya diferensiasi peran perguruan tinggi, baik sebagai teaching university, research university, maupun entrepreneurial university, agar kontribusi masing-masing kampus lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan pembangunan daerah dan nasional.

Pada kesempatan yang sama, Kepala LLDIKTI Wilayah XV, Adrianus Amheka, melaporkan perkembangan perguruan tinggi di wilayah Nusa Tenggara Timur sebanyak 57 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di bawah koordinasi LLDIKTI Wilayah XV, dengan jumlah mahasiswa mencapai 79.003 orang dan dosen aktif sebanyak 3.118 orang, termasuk 18 guru besar.

Disebutkan, dari sisi kualifikasi akademik dosen, sebanyak 312 orang atau 10,9 persen telah bergelar doktor (S3), sementara 2.737 orang atau 87,8 persen bergelar magister (S2). Untuk status akreditasi institusi, sebanyak 23,6 persen perguruan tinggi telah meraih akreditasi Baik Sekali, sedangkan 74,5 persen lainnya berstatus akreditasi Baik.

WBN

 

Share It.....