Gebrakan Persena Nagekeo di Liga 4: Ogah Jadi Tim Penggembira!

MEDIA WBN|JEMBER — Atmosfer optimisme dan semangat juang tinggi kini menyelimuti skuad Persena Nagekeo jelang bergulirnya Liga 4 Nasional 2026. Di bawah komando Manager Marselinus F. Bupu, tim berjuluk Laskar Sekatalo datang ke Jember bukan hanya sebagai pelengkap kompetisi, tetapi membawa ambisi besar untuk menembus babak 32 besar nasional.

Ungkapan penuh keyakinan itu disampaikan di sela-sela sesi latihan resmi Persena Nagekeo di Lapangan Brigif IX Jember. Dengan kondisi seluruh pemain yang fit dan siap tempur, Persena menunjukkan aura percaya diri menghadapi laga perdana di Grup P yang dikenal cukup kompetitif.

Manager Persena, Marselinus F. Bupu, menegaskan bahwa timnya telah melewati proses persiapan yang matang, baik secara fisik, mental, maupun taktikal. Baginya, kekuatan utama Persena bukan hanya terletak pada individu pemain, tetapi pada kolektivitas, semangat daerah, dan mental bertarung yang dibangun sejak awal.

 

 “Kami datang ke Jember bukan untuk sekadar hadir. Kami datang membawa harga diri Nagekeo dan Flores. Target kami jelas, lolos dari fase grup dan menembus 32 besar. Saya percaya pemain-pemain ini punya kualitas dan mental untuk mencapainya,” tegas Marselinus penuh optimisme.

Kekuatan Persena musim ini memang cukup menarik untuk diperhatikan. Di sektor penjaga gawang, nama Reyn, Aslan, dan Jerry menjadi benteng awal yang dinilai memiliki refleks serta keberanian dalam duel satu lawan satu. Ketiganya dipersiapkan untuk menjadi fondasi pertahanan menghadapi tekanan tim-tim besar nasional.

Di lini belakang, Persena memiliki komposisi pemain pekerja keras seperti Tian Noko Daga, Risto,Rizaldi, Vian, Levi, Ricky, Diva, hingga Gian. Deretan pemain ini dikenal memiliki karakter duel kuat, disiplin menjaga area pertahanan, dan agresif dalam perebutan bola. Kehadiran mereka menjadi sinyal bahwa Persena tidak ingin mudah ditembus lawan.

Sementara di lini tengah, kombinasi Azwan, Longgis, Aditya, Alvin, Veldi, dan Jun memberi warna tersendiri dalam permainan Persena. Mereka menjadi motor penggerak ritme permainan, penghubung antar lini, sekaligus sumber kreativitas serangan. Tim pelatih menilai sektor ini menjadi kunci penting untuk menjaga keseimbangan permainan.

Sedangkan di lini depan, Persena datang dengan daya dobrak yang cukup menjanjikan melalui Desmon, Marno, Suharman, Anang Halid, Elpin, Nama-nama ini disebut memiliki kecepatan, keberanian menyerang, serta naluri mencetak gol yang dapat menjadi ancaman serius bagi lawan-lawannya di Grup P.

Pelatih kepala Edward Togo bersama jajaran pelatih Haris Aja, Abdul Supyan, dan Bryan Fomeni juga terus mematangkan chemistry tim selama berada di Jember. Intensitas latihan terlihat tinggi, namun tetap penuh semangat kekeluargaan. Para pemain tampak menikmati proses dan menunjukkan motivasi besar untuk mengharumkan nama Nagekeo di panggung nasional.

Yang paling menonjol dari Persena saat ini adalah mentalitas mereka. Sebagai tim dari wilayah timur Indonesia, Persena ingin membuktikan bahwa klub-klub dari Nusa Tenggara Timur mampu bersaing secara serius di level nasional. Tidak ada rasa inferior. Yang ada hanyalah semangat membuktikan diri.

Latihan di Lapangan Brigif IX Jember menjadi gambaran kesiapan itu. Komunikasi antar pemain terlihat solid, transisi permainan berjalan cepat, dan semangat tempur begitu terasa. Persena tampak sadar bahwa Liga 4 Nasional bukan hanya soal teknik, tetapi juga soal mental bertahan di tengah tekanan kompetisi panjang.

Kini, seluruh elemen tim sudah berada di Jember dan dalam kondisi siap tempur. Tidak ada pemain yang mengalami cedera serius. Situasi ini menjadi modal besar bagi Persena untuk menghadapi pertandingan perdana dengan kekuatan penuh.

Di tengah persaingan ketat Liga 4 Nasional 2026, Persena Nagekeo memang belum diunggulkan banyak pihak. Namun justru dari posisi itu, Laskar Sekatalo berpotensi menjadi kuda hitam yang mengejutkan. Dengan semangat kolektif, disiplin, dan optimisme tinggi dari manajemen hingga pemain, Persena perlahan mengirim pesan kepada seluruh lawan:

Mereka datang bukan untuk pulang cepat. Mereka datang untuk bertarung.

“Laskar Seka Talo Siap Bertarung”

Kontributor: Asis DN (WBN SUMBA)

Share It.....