53 views

Seni Tari Sintren Obat Rasa Kangen Yang Harus Tetap Terjaga

Indramayu, Jawa Barat – Sintren budaya Indramayu yang hampir punah sangat jarang sekali dimainkan oleh masyarakat Indramayu yang sudah beralih lebih suka menyaksikan dangdut pantura, bukan dari kebudayaan sintren/Lais saja yang sudah terkikis jaman seperti Berokan, genjing, Sampyong dan ada beberapa kesenian dan kebudayaan lokal indramyu yang hampir punah.Kamis (08/08).

Dalam Sesi latihan Seni Tari Budaya bertempat di kediaman Bhineka Tungal Eka yang berada di wilayah Jatibarang Blok Rengas yang dikomandoi oleh Ketua PAC Pemuda Pancasila Jatibarang Bang Hadi Suprapto, SE. Atas kepedulian akan kearifan budaya lokal melakukan binaan terhadap pemuda dan pemudi setempat melestarikan seni budaya Indramayu.

Kediaman Bhineka Tunggal Eka melakukan latihan Sintren dan berokan dan di tonton masyarakat dengan begitu antusias melapas rasa kangen akan aksi sintren saat itu juga di hadiri Danramil Karang ampel yang juga menyukai budaya.

Disela sela acara insan pers melakukan bincang bincang dengan Bang Hadi Suprapto, SE beliau memaparkan bagaimana perjalanan hingga beliau putuskan untuk melestarikan Sintren dan berokan “mulanya saya kengen dengan tontonan dan juga tuntunan dari permain budaya sintren ini lalu saya berniat ingin memunculkan kembali di tengah tengah masyrakat kegiatan sintren ini sebagai pengobat rasa kangen, terutama bagi yang berumur setengah baya dan berokan tetet toet adalah permainan yang disukai anak anak pada masa saya dulu kecil, nah kalau bukan kita siapa lagi yang harus melestarika ini.” jelasya, Salam Budaya

Reporter sutrisno. | Red-Wbn HS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *