Silaturahmi Komunitas Panahan Tradisional dengan Komandan Garnisun

 

WBN, Tasikmalaya – Komuniatas Panahan Tradisional yang berdomisili di gg. Rangsang paseh kota tasikmalaya bersilaturhmi dengan Komandan Garnisun Kota Tasikmalaya yang berada di jalan Yudanegara. Dalam silaturahmi komunitas Panahan Tradisional disambut dengan baik Oleh Mayor Helmi selaku Kasubkar GARNISUN TETAP II/ DBG SUBGAR 0612/TASIKMALAYA pada tanggal pada hari kamis tanggal 8 oktober 2020, dalam pertemuan itu Kang Wanto selaku Ketua Panahan Tradisional banyak bercerita tentang Komunitas Panahan Tradisional yang telah berdiri sejak tahun 1964 selaku ayah nya masih bekerja sebagai TNI AD.

 

Komunitas Panahan Tradisional ini telah melanglang buana di dunia panahan sampai di ikutsertakan dalam ajang bergensi Olympiade dan sempat mendapatkan juara ke 2 dalam perhelayan Olympiade itu, yang pada saat itu peserta nya di wakili oleh ayah nya sendiri.

 

Dalam silaturahmi tersebut kang wanto mempraktekkan Tata cara dan etika dalam Panahan Tradisional, para anggota Garnisun pun sangat tertarik dan antusias sekali untuk mencoba dan sekaligus mempelajari bagaimana cara menggunakan Panahan Tradisional. Menurut para anggota garnisun Panahan Tradisional ini sangat baik bagus, kecepatan tembak dan Anak panah ini sangat bisa di andalkan. Ketajam dari pisan anak panah ini mempu melumpuhkan sasaran nya. Tutur salah satu anggota Garnisun

Menurut Mayor Helmi yang menjabat sebagai Kasubgar Garnisun. Panahan Tradisional ini perlu di jaga dan dilestarikan keberadaan nya dan juga harus di perkenalkan kepada masyarakat luas khusus nya di Kota Tasikmalaya ini. Karena Panahan ini bisa juga dikatakan sebagai salah satu senajata tuk Bela Negara apalagi menurut nya Kota Tasikmalaya ini merupakan Kota Santri, Jadi panahan tradisional ini sangat dan harus benar benar di nikmati oleh generadi muda sekarang ini yang nanti nya akan sangat berguna sekali untuk membela negara kita tercinta ini Indonesia.

 

Adapun usulan dari Mayor Helmi, Panahan Tradisional ini bisa bekerjasama dengan Dinas PUPR Kotas Tasikmalaya agar para developer yang akan membangun perumahan publik agar bisa menyediakan sarana olah raga berupa Panahan Tradisional ini agar Panahan Tradisional ini semakin dikenal dan diminati oleh kalangan masyarakat yang nanti nya akan sangat berguna sekali untuk membela negara.

Selain itu juga Garnisun sangat mendukung sekali agar Panahan Tradisional ini agar tetap terjaga dan berkembang di Kota Tasikmalaya.

Dalam pelatihan Panahan Tradisional ini, menurut Kang Wanto dalam latihannya selalu dilaksanakan setiap satu minggu satu kali di kp cigoroweng Kabupaten Tasikmalaya. Dalam pelaksanaan pelatihan selalu di hadiri oleh para anggota nya minimal 20 orang setiap kali pelatih. Selain itu juga kang wanto mengajak kepada masyarakat Kota Tasikmalaya agar bisa ikut serta dalam pelatihan supaya bisa memepergunaka Panahan Tradisonal dan dapat menjaga dan mengembangkan bakat budaya yang ada di Kota Tasikmakaya ini.

 

 

Hal yang menarik dalam latihan Panahan Tradisional ini. Sasaran tembah sangat berbeda dengan panahan pada umum nya. Sasaran tembak dari Panahan ini yaitu dengam cara menggantu sasaran tembak dari mulai sasaran tembak sebesar bola sepak, bola kasti sampai yang terkecil sebesar bola tenis meja. Jarak tembak dalam latihan bermacam macam jarak nya dari 10 meter s/d 30 meter sasaran tembaknya. Tutur nya

 

Iwan Hendriawan, S.Ip. | redpel ndra