Peduli Kasih, Deuis Pengidap Tumor Ganas Tasikmalaya

 

WBN. TASIKMALAYA. Satu potret kehidupan yang menyayat hati menimpa Deuis warga Kp. Sukajaya Rt. 003 Rw. 009 Kelurahan Urug Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya. Pasalnya Deuis diponis mengidap penyakit Tumor Ganas di bagian kaki nya.

Dan untuk pengobatannya hanya ada dua pilihan di Amputasi atau melakukan Kemo Terapi. Dalam pengobatan ini membutuhkan biaya pengobatan tidak sedikit dan memerlukan biaya cukup besar. Sementara pihak keluarga Deuis merupakan masyarakat yang kurang mampu dan blm sanggup tuk mengobati Deuis. Sementara penyakit yang diderita oleh Deuis membutuhkan pengobatan secepatnya oleh dokter ahli.

Sementara itu kegiatan Deuis adalah seseorang yang sedang menimba ilmu agama di salah satu Pondok Pesantren Nurul Huda Ciamis yang sekarang hanya berbaring menahan rasa sakit yang sedang di derita nya. Usup Ayah dari Deuih adalah seorang pekerja serabutan atau pekerja buruh proyek perbaikan jalan. Yang mana penghsilan nya hanya cukup memenuhi kehidupan keseharian nya..

Adapun informasi pemberitaan ini diperoleh dari group WhatsApp Rehabilitasi Bersumber Daya Masyarakat (RBM) yang di informasikan oleh salah satu penggiat sosial Eyang Suka Nyangsang ( A. Opan Sopandi ). Menurut beliau Deuis sangat membutuhkan dorongan Do’a dan bantuan bantuan dari berbagai pihak baik berupa moril dan Materil untuk meringankan beban dalam menjalani pengobatan dan menghadapi penyakit yang sedang di derita nya.

Semoga dengan tersebarnya berita ini banyak dari berbagai pihak yang bisa memberikan bantuan. harapan nya

Adapun untuk menyalurkan bantuan nya bisa melalui:

Bank BRI  Nomor Rek 445301024592537 atas nama Hanifah.

Apabila ada yang berkenan memberikan bantuan melalui Bank BRI diharapkan meberikan informasi bantuan nya kepada Eyang Suka Nyangsang ( A. Opan Sopandi ) dengan no handphone 085323818172 atau ke pihak keluarga ya 081947191508 no wa atau bisa telphone ke no hp 085318764300. Dan juga apabila ada informasi yang akan di tanyakan bisa melalui no handphone tersebut. Tuturnya.

Reporter Iwan hendriawan, S.Ip