Cetak Ratusan Sarjana Informatika, Unmaris Sumba Tantang Kesiapan Pasar Kerja Lokal

MEDIA WBN|TAMBOLAKA — Universitas Stella Maris Sumba (Unmaris) membuktikan bahwa kualitas pendidikan tinggi berkualitas kini tidak lagi dimonopoli oleh kota-kota besar. Anggapan bahwa kampus daerah hanya menjadi “pilihan kedua” berhasil dipatahkan dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Angkatan II Tahun Akademik 2025/2026 di Aula GKS Tambolaka, Senin (25/5/2026).

Pada wisuda kali ini, Unmaris mengukuhkan 327 lulusan. Menariknya, mayoritas wisudawan berasal dari rumpun teknologi digital. Sebanyak 305 mahasiswa lulus dari Program Studi S1 Teknik Informatika, sementara 22 lainnya dari Program Studi D3 Manajemen Informatika. Angka ini menjadi sinyal kuat bahwa arah pendidikan di Sumba mulai bergerak dinamis mengikuti arus digitalisasi nasional.

Rektor Unmaris Sumba, Aloysius Liliweri, menegaskan bahwa kualitas lulusan kampus yang dipimpinnya mampu bersaing dengan perguruan tinggi besar lain di Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Kualitas dan kemegahan acara wisuda Unmaris tidak kalah hebat dari Undana (Universitas Nusa Cendana),” tegas Aloysius.

Pernyataan tersebut menjadi bentuk perlawanan terhadap cara pandang lama yang sering menempatkan perguruan tinggi di daerah sebagai institusi pinggiran. Selama bertahun-tahun, banyak anak muda NTT merasa harus keluar daerah demi masa depan yang lebih baik. Akibatnya, daerah kehilangan banyak talenta terbaik. Unmaris kini hadir untuk memutus rantai inferioritas tersebut.

Meski demikian, momentum wisuda ini juga membawa tantangan besar. Realitas di lapangan menunjukkan angka pengangguran sarjana masih tinggi, akses industri digital di daerah masih terbatas, dan infrastruktur internet belum merata.

Tantangan nyata bagi 327 lulusan digital ini adalah membuktikan diri di masyarakat agar tidak sekadar menjadi bagian dari “pabrik ijazah”. Mereka diharapkan mampu menciptakan inovasi, membangun usaha rintisan (startup) lokal, mengoptimalkan pelayanan publik berbasis teknologi, hingga menggerakkan ekonomi digital di pedesaan.

Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Dominikus Alphawan R. Kaka, dalam sambutannya turut membakar semangat para wisudawan agar berani bersaing.

“Generasi muda Sumba tidak boleh merasa rendah diri. Anda harus mampu bersaing, berkarya, dan membawa perubahan lewat kerja keras,” ujar Dominikus.

 

Pesan tersebut sangat relevan mengingat tantangan terbesar pendidikan di daerah sering kali berakar pada mentalitas kurang percaya diri. Sumba tidak kekurangan talenta digital potensial; yang dibutuhkan saat ini adalah ekosistem yang mendukung agar kecerdasan mereka dapat berkembang dan dihargai.

Wisuda Unmaris kali ini menjadi momentum penting kebangkitan pendidikan digital di wilayah yang selama ini kerap diidentikkan dengan keterbatasan infrastruktur. Pertanyaan besarnya kini kembali kepada pemerintah daerah dan dunia usaha: apakah mereka siap menyerap ratusan talenta digital baru ini, atau justru membiarkan mereka berjuang sendiri di tengah minimnya lapangan kerja?

 

Kontributor: Asis DN| Editor: ndra

Share It.....