Konsisten Rawat Mutu, 105 Pelajar SMA Regina Pacis Bajawa Tembus PTN
Kepala SMA Katolik Regina Pacis Bajawa, Hendrianto Emanuel Ndiwa

NGADA, WBN — Sekolah Menengah Atas Swasta Katolik Regina Pacis Bajawa di Kabupaten Ngada Nusa Tenggara Timur kembali memperpanjang tradisi prestasi akademisnya di tingkat nasional.

Pada tahun 2026, sebanyak 105 pelajar sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Persekolahan Umat Katolik Ngada (Yasukda) ini berhasil lolos ke berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur prestasi maupun tes tertulis.

Keberhasilan ini sekaligus mengikis stigma bahwa kualitas pendidikan bermutu tinggi hanya didominasi oleh sekolah-sekolah di ibu kota provinsi atau Pulau Jawa. Para lulusan SMA Regina Pacis Bajawa tercatat menembus sejumlah universitas bereputasi tinggi, seperti Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, Universitas Udayana, hingga Universitas Nusa Cendana di Kupang.

Kepala SMA Katolik Regina Pacis Bajawa, Hendrianto Emanuel Ndiwa, kepada media WBN, Kamis (28/5/2026), menjelaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari sistem mitigasi bakat dan pendampingan intensif yang terstruktur sejak siswa mulai memasuki bangku sekolah.

“Kami tidak ingin keberhasilan ini dianggap sebagai kebetulan tahunan. Ini adalah buah dari kurikulum yang adaptif, jam tambahan yang konsisten, dan kedisiplinan yang humanis,” ujar Hendrianto.

Menurut Hendrianto, tantangan terbesar dalam meloloskan siswa ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) adalah perubahan regulasi seleksi nasional yang dinamis. Kondisi tersebut menuntut ketajaman pihak sekolah dalam membaca peluang, memetakan nilai rapor, serta mengasah kemampuan literasi dan numerasi siswa melalui simulasi berkala.

Keberhasilan 105 Pelajar dalam Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT), tidak lepas dari kolaborasi menyeluruh ekosistem pendidikan.

Energi prestasi SMA Regina Pacis Bajawa dibangun bersama dukungan bersinergi mulai dari guru, pegawai, orang tua, yayasan, komite sekolah, alumni, hingga pemerintah daerah tingkat kabupaten maupun provinsi.

Melalui konsistensi mutu yang dijaga di tengah keterbatasan geografis, lembaga pendidikan di perbukitan Ngada ini berupaya terus merawat harapan baru bagi pembangunan sumber daya manusia di wilayah Flores dan Nusa Tenggara Timur.

Formula di Balik Dinding Kelas

Gaya belajar di Regina Pacis memang dikenal disiplin namun terukur. Saat tidak sedikit sekolah masih meraba-raba bagaimana menetapkan skema prestasi, SMA Regina Pacis Bajawa tidak terbendung melaju dengan prinsip-prinsip nilai serta terapan dan filosofis melestarikan tradisi prestasi dari daerah dengan penuh keterbatasan tetapi harus mampu menembus batas.

“Kami terus mendorong budaya kerja berbasis nilai-nilai yang dianut sekolah ini. Kami menghayati dan melaksanakan lima nilai lembaga pendidikan ini, yakni kejujuran, kedisiplinan, kerja keras, kerjasama dan tanggung jawab. Selain itu, kami selalu mendorong anak-anak harus memiliki impian dan cita-cita yang tinggi tetapi dibarengi pengorbanan yang besar. Mereka dirangsang untuk memiliki daya saing tinggi dan kerja keras”, ungkap Kepala Sekolah Hendrianto.

Sementara itu salah satu tenaga guru SMA Regina Pacis Bajawa, Emanuel Loke saat ditanya WBN, mengatakan bahwa mengasah jiwa bertarung untuk sumber daya manusi merupakan salah satu pekerjaan yang dijalankan para guru SMA Regina Pacis Bajawa.

Ia juga menyampaikan filosofi pelayanan pendidikan yang dianut oleh para tenaga guru di SMA Regina Pacis Bajawa, yakni sekolah adalah kebun.

“Berakar dari pemikiran Ki Hajar Dewantara, kami ditanamkan filosofi sekolah adalah kebun. Sebagai guru kami menempatkan sekolah sebagai lahan persemaian, dan guru adalah petani yang merawat, menyiram, dan memberi pupuk agar setiap benih atau siswa tumbuh subur, bahagia, dan berkarakter sesuai kodrat alam dan zaman”, kata Emanuel.

Bikin Bangga! Dominasi Siswa Prasejahtera Unjuk Kemampuan

Dari 105 Pelajar SMA Regina Pacis Bajawa yang tembus Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) menyimpan pesan haru, sekaligus membanggakan. Ternyata didominasi pelajar dari kategori prasejahtera atau berlatar belakang ekonomi menengah ke bawah.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Sekolah SMA Regina Pacis Bajawa, Hendrianto Emanuel Ndiwa.

“Jika kita memperhatikan kategori sesuai data terpadu kesejahteraan sosial, dari 105 pelajar yang mengukir prestasi Seleksi Nasional Berbasis Tes, atau tembus Perguruan Tinggi Negeri, didominasi oleh pelajar dari keluarga prasejahtera. Ini luar biasa karena mereka akan mendapatkan keuntungan utama akses prioritas program subsidi pemerintah seperti KIP Kuliah, pembebasan uang pangkal ataupun uang kuliah tunggal”, urai Kepala Sekolah, Hendrianto.

WBN

 

 

Share It.....