Media WBN| MBAY — Peristiwa kebakaran hebat melanda sebuah rumah di Kelurahan Danga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Senin (13/7/2026). Rumah milik Gervasius Pape yang ditempati Aceng bersama keluarganya di Kompleks Dua Jalur, Nuakutu, RT 30/RW 00, hangus dilalap api hingga rata dengan tanah.
Tidak ada harta benda yang berhasil diselamatkan dalam musibah tersebut. Namun, dua anak Aceng yang masih berusia sekitar lima tahun dan tiga tahun lebih berhasil menyelamatkan diri dari kobaran api.
Kedua bocah itu keluar melalui jendela rumah saat api mulai membesar. Akibatnya, mereka mengalami luka sayatan pada kaki karena terkena pecahan atau bagian jendela ketika berusaha menyelamatkan diri.
Menurut keterangan Aceng, saat kejadian dirinya sedang menggembalakan ternak, sementara istrinya pergi berbelanja. Kedua anak mereka ditinggalkan di rumah dalam keadaan terkunci, sebagaimana kebiasaan keluarga tersebut ketika kedua orang tuanya harus bekerja.
Saat berada di lokasi penggembalaan sekitar pukul 11.00 WITA, Aceng melihat kepulan asap hitam dari arah permukiman tempat tinggalnya. Merasa khawatir, ia segera meninggalkan ternaknya dan memacu sepeda motor menuju rumah.
Setibanya di lokasi, rumahnya telah dilalap api. Karena tidak melihat kedua anaknya, Aceng berteriak meminta pertolongan warga. Teriakannya mengundang perhatian para tetangga yang kemudian berdatangan untuk membantu memadamkan api dan mencari keberadaan kedua anak tersebut.
Tak lama kemudian, kedua bocah itu keluar dan langsung berlari memeluk ayahnya di tengah kepanikan warga yang berusaha memadamkan api.
«”Saat saya sedang menggembalakan ternak domba, sekitar pukul 11.00 WITA saya melihat asap hitam tebal dari kejauhan. Saya langsung berpikir pasti terjadi kebakaran. Yang pertama saya ingat adalah keselamatan anak-anak saya. Saya segera meninggalkan ternak dan pulang. Puji Tuhan mereka berdua selamat. Soal rumah dan harta benda, itu musibah. Yang terpenting anak-anak saya masih selamat,” ujar Aceng.»
Ia menambahkan, berdasarkan pengakuan anak sulungnya, api diduga berasal dari bagian atas atap rumah. Saat kondisi di dalam rumah semakin panas, kedua anaknya memutuskan keluar melalui jendela untuk menyelamatkan diri.
Api akhirnya berhasil dipadamkan oleh petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Nagekeo, meski sebagian besar bangunan beserta seluruh isinya telah hangus terbakar.
Pantauan WBN di lokasi menunjukkan sejumlah Ketua RT, Lurah Danga, petugas Dinas Sosial, dan warga telah berada di lokasi untuk memberikan bantuan. Sementara itu, personel Polres Nagekeo yang dipimpin Kanit SPKT Bripka Ismail memasang garis polisi (police line) dan melakukan olah tempat kejadian perkara guna menyelidiki penyebab kebakaran.
Peliput Wil | editor n’dra
