NGADA, WBN — Bantuan kemanusiaan bagi korban gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, terus mengalir hingga ke kawasan pelosok.
Aktivis sosial sekaligus seniman Melanie Subono, melalui perwakilan Rumah Harapan di Lembata, Alfian Rayabelen, menyalurkan bantuan darurat bagi warga yang terdampak gempa bumi bermagnitudob7,7.
Setelah menyisir wilayah pedalaman Desa Ria di Kecamatan Riung Barat (Kabupaten Ngada), tim kemanusiaan bergerak menuju Desa Olaia dan Desa Labolewa di Kabupaten Nagekeo. Aksi sosial ini kemudian berlanjut ke Desa Radabata hingga menyambangi Kampung Wogo, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada.
Pada Jumat (28/8/2026), bantuan menyasar salah satu keluarga rentan di Kampung Wogo. Margaretha Heme (50), seorang janda bersama dua anaknya, dengan keterbatasan fisik yang tinggal bersama ayah kandungnya yang lansia, Petrus Longa (86), tak kuasa menahan air mata saat menerima bantuan bahan pokok berupa 50 kilogram beras dan telur ayam.
Bantuan tersebut tiba di tengah krisis pangan yang mereka hadapi pascabencana.
“Terima kasih banyak Ibu Melanie Subono atas kepeduliannya kepada kami. Selama ini saya membuat kue untuk menyambung hidup, tetapi sejak gempa, aktivitas itu terhenti. Kami lebih banyak makan ubi karena stok beras habis dan tidak ada uang untuk membeli lagi. Terima kasih Ibu Melanie, juga Rumah Harapan di Lembata dan Pak Alfian. Kami mendoakan,” tutur Margaretha.

WBN
