Misteri Kayu Kaboa Sancang

 WBN. Tasikmalaya – Misteri Kayu Kaboa dan sejarah singkat menurut Ilmu Botani merupakan kayu endemik yang berasal dari Sancang Kabupaten Garut yang tidak ada di daerah lain. Hal itu dikatakan Tokoh budayawan Sunda Abah H. Anton Charliyan.

Kayu Kaboa Sancang yang sudah diukir dalam segala jenis

Konon menurut cerita pada setiap ruas kayu, diam seekor harimau gaib yang tidak terlihat oleh mata biasa, katanya harimau Sancang yang tidak terlihat ini akan selalu menjaga siapapun pemilik kayu Kaboa Sancang yang menyimpannya dan memeliharanya dengan baik.

Pohon ini terlihat berada di tengah-tengah lautan jika dipandang dari bibir pantai, uniknya pepohonan ini berkumpul mirip bambu seperti pohon yang biasa hidup di rawa-rawa dan tidak seperti pepohonan pada umumnya,’ ujarnya.

Akan tetapi lanjut Abah Anton pohon kayu Kaboa ini tidak pernah membesar melebihi ukuran betis manusia meskipun usianya telah lama dan tua serta tingginya pun sedang-sedang saja tidak seperti pohon bambu atau pohon kayu lainnya, akan tetapi tumbuh banyak dan hanya berkumpul pada satu tempat saja.

Sekumpulan pohon ini hanya tumbuh dan berada di hutan pantai Sancang Kecamatan Cibalong Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat, ia hidup sekira 500 meter dari bibir pantai, tepatnya di bawah genangan air laut yang berombak, akar-akarnya tumbuh kuat merambat diatas karang yang bercampur dengan pasir yang berada di dasar air pantai.

 

Jika ingin mengambil pohon kayu Kaboa ini, maka harus berenang melewati genangan air laut yang cukup dalam dan sedikit berombak atau memakai sampan nelayan untuk menuju tumbuhan pohon kayu ini, setelah melewati genangan air laut kira-kira beberapa ratus meter dari bibir pantai hutan Sancang, maka sampailah ke sekumpulan pepohonan Kaboa Sancang yang sangat melegenda ini.

Menurut cerita kayu Kaboa Sancang merupakan pohon ajaib yang memiliki keajaiban mistis, tuah dan keistimewaan spiritul yang sudah tidak diragukan lagi karena telah banyak orang yang membuktikannya terutama tokoh masyarakat terdahulu dan ahli spiritual,” ungkap Abah Anton.

 

Keistimewaannya oleh orang tua dahulu diyakini sebagai penjagaan untuk keselamatan dari gangguan lahir maupun batin bagi pemilik atau orang yang menyimpan dan memakai kayu ini,’ katanya.

Narasumber : Tokoh Budayawan Sunda Abah Irjen Pol purn Drs. H. Anton Charliyan, M.P.K.N

Penulis Udang | Editor Ndra

Bagikan Info ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •