Waduk Lambo, LBH Nurani Pastikan Ikut Upaya Mediasi Pemindahan Ritus
Foto Dok WBN, Ketua LBH Nurani Nagekeo, Mbulang Lukas, SH

WBN │Pengadaan tanah dalam penjabaran program startegis nasional, Nawacita pembangunan waduk Lambo di wilayah Kabupaten Nagekeo, Pulau Flores, Provinsi NTT, perlahan mengalami kemajuan komunikasi urusan pengadaan lahan, yang diketahui merupakan tanah ulayat adat, berisikan ritus-ritus budaya dari sejumlah suku di wilayah tersebut.

Pantauan media ini, (5/5), warga pemilik ulayat dari sejumlah suku telah menyatakan dukungan mereka untuk masalah pengadaan lahan, yang sebelumnya sempat menuai reaksi pro kontra terhadap lokasi yang dicanangkan untuk membangun Waduk Lambo.

Salah satu Lembaga Bantuan Hukum yang berkantor di Kota Mbay, Kabupaten Nagekeo, Flores, LBH Nurani yang diketahui sejak awal pergolakan aspirasi Masyarakat Persekutuan Adat Labo, Lele, Kawa serta Ebudai terlibat sebagai Tim Kuasa Hukum atas urusan pengadaan tanah, mengungkapkan, kondisi terbaru pembicaraan tentang pengadaan tanah, yakni upaya-upaya duduk bersama oleh para pihak, termasuk Polres Nagekeo dalam memecahkan solusi pemindahan ritus-ritus adat dari sejumlah lokasi untuk pembangunan Waduk Lambo.

Menurut Ketua LBH Nurani Nagekeo, Mbulang Lukas, SH, upaya duduk bersama oleh para pihak sudah mulai dilakukan, namun belum ada kesepakatan final, masih harus terus dilakukan untuk mencari titik temu secara terbuka sebelum dilakukan serah terima resmi lahan diikuti ganti rugi kepada masyarakat adat setempat.

“Dalam catatan LBH Nurani, sejauh ini proses pembicaraan antara para pihak yang melibatkan Persekutuan Masyarakat Adat Labolewa dan Ebudai terus dilakukan dengan sejumlah metode pendekatan adat budaya lokal. Masih terus diupayakan agar dapat menghasilkan titik temu pengambilan langkah-langkah terbaik terkait ritus-ritus adat yang terdapat di dalamnya”, ungkap Mbulang Lukas, SH, (5/5).

Dikutip media ini, disampaikan juga oleh Sekretaris LBH Nurani, Hendrikus D Dhenga, SH, bahwa dalam hal duduk bersama para pihak, LBH Nurani selalu terlibat aktif berpikir bersama menemukan jalan terbaik, menyelamatkan ritus-ritus adat budaya setempat.

“LBH Nurani terlibati aktif dalam memikirkan langkah-langkah terbaik untuk menyelamatkan ritus-ritus adat budaya yang terdapat di area yang nantinya mau digusur untuk pembangunan Waduk Lambo. Dalam sejumlah pertemuan terakir, kami selalu mengikuti secara saksama, juga menyumbangkan pikiran untuk mendapatkan titik temu jalan keluar terbaik”, tutup Sekretaris LBH Nurani, Hendrikus D Dhenga, SH.

WBN│Wil│Editor-Aurel

Share It.....