WBN|WEETABULA — Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya menunjukkan keseriusannya dalam membangun sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Di bawah kepemimpinan Ratu Ngadu Bonnu Wulla, pemerintah daerah menyiapkan anggaran sekitar Rp4,8 miliar untuk program beasiswa pendidikan tinggi.
Program tersebut tidak hanya menyasar mahasiswa strata satu, tetapi juga diarahkan untuk melahirkan generasi akademisi baru dari Sumba Barat Daya dengan target ambisius: 100 lulusan magister dan 10 doktor.
Pernyataan itu disampaikan Bupati Ratu Wulla kepada wartawan pada Selasa (12/5/2026) usai menghadiri penyerahan bantuan beasiswa dari BRI� Cabang Waikabubak kepada 59 mahasiswa/i Universitas Katolik Weetebula.
Menurut Bupati, pembangunan daerah tidak dapat hanya bertumpu pada infrastruktur fisik semata. Jalan dan gedung, kata dia, harus berjalan seiring dengan pembangunan kualitas manusia.
“Daerah ini harus maju lewat pendidikan. Kita tidak boleh terus tertinggal. Anak-anak Sumba Barat Daya harus mampu bersaing dan menjadi pemimpin di masa depan,” ujarnya.
Komitmen tersebut dinilai menjadi salah satu langkah paling konkret dalam sejarah pembangunan pendidikan di Kabupaten Sumba Barat Daya. Di tengah berbagai keterbatasan daerah, pemerintah justru memilih menempatkan pendidikan sebagai investasi jangka panjang.
Target melahirkan 100 magister dan 10 doktor bukan sekadar angka simbolik. Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa putra-putri asli SBD memiliki kesempatan mengenyam pendidikan tinggi hingga jenjang terbaik, lalu kembali membangun daerahnya sendiri.
Langkah itu juga menjadi jawaban atas persoalan klasik di banyak daerah kepulauan dan pelosok Indonesia: minimnya sumber daya manusia berkualitas akibat keterbatasan akses pendidikan.
Bupati Ratu Wulla menegaskan bahwa generasi muda SBD tidak boleh kehilangan mimpi hanya karena faktor ekonomi. Karena itu, pemerintah daerah berupaya hadir memberi dukungan nyata melalui program beasiswa.
Kehadiran bantuan pendidikan dari sektor perbankan seperti BRI� juga diapresiasi sebagai bentuk kolaborasi penting dalam memperkuat akses pendidikan bagi mahasiswa.
Di hadapan mahasiswa penerima bantuan, Bupati berpesan agar kesempatan tersebut dimanfaatkan secara serius dan penuh tanggung jawab.
“Jangan berhenti hanya sampai sarjana. Kita ingin anak-anak SBD terus melanjutkan pendidikan sampai magister bahkan doktor,” tegasnya.
Dukungan terhadap dunia pendidikan dinilai menjadi fondasi penting bagi masa depan Sumba Barat Daya. Sebab, kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh kekayaan alam, tetapi juga oleh kualitas manusianya.
Karena itu, masyarakat diajak untuk ikut mendukung kebijakan pemerintah daerah yang memberi perhatian besar terhadap pendidikan. Program beasiswa bukan sekadar bantuan finansial, melainkan investasi untuk menciptakan generasi yang mampu membawa perubahan bagi daerah di masa mendatang.
Di tengah tantangan pembangunan yang tidak ringan, langkah Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya menempatkan pendidikan sebagai prioritas patut diapresiasi dan dikawal bersama.
(Asis DN)
