WBN – Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur, kepemimpinan Bupati Raymundus Bena bersama Wakil Bupati (Wabup) Bernadinus Dhey Ngebu, menggelar Rapat Koordinasi Forum Triwulan II Forum Konservasi Mbou (Komodo), bertempat di Aula Daerah di Bajawa, pada Kamis (30/4/2026).
Sebelumnya diberitakan WBN. Wakil Bupati Ngada menegaskan konservasi berkelanjutam Mbou Riung adalah keharusan.
Pemda Ngada mendorong konservasi berkelanjutan demi keberlangsungan ekologis atas keunikan hayati berupa spesies unggulan Mbou (sebutan lokal) untuk Komodo (Varanus Komodoensis), beserta spesies endemik lain di wilayah Riung sebagai aset berharga bagi Kabupaten Ngada khususnya dan Flores.
“Pemerintah Kabupaten Ngada menyatakan bahwa konservesi berkelanjutan terhadap berbagai potensi ekologis adalah sebuah keharusan, sehingga melalui berbagai forum terus memberikan atensi bagi keberlangsungan ekologis”, ungkapnya.
Wakil Bupati Bernadinus Dhey Ngebu memastikan Pemda Ngada akan terus menunjukan komitmen kuat bagi terselenggarannya konservasi berkelanjutan terhadap aset ekologis berharga, pasca dilakukannya pembentukan Forum Konservasi Mbou (Komodo) dan Spesies Penting Lainnya di Dalam dan di Luar Kawasan Hutan di Kabupaten Ngada, sesuai Keputusan Bupati Ngada Nomor 359/KEP/HK/2025 tanggal 10 Juli 2025.
Kepada Wartawan, Ketua Forum Konservasi Mbou (Komodo) dan spesies penting lainnya di dalam dan di luar Kawasan Hutan Kabupaten Ngada, Dr. Nikolaus Noywuli, S.Pt. M.Si mengungkapkan terdapat 6 (enam) kesimpulan yang dihasilkan dari Rapat Koordinasi Triwulan II Forum Konservasi Mbou Riung.
“Rapat koordinasi yang didukung oleh Program Manager InFlores dan BBKSDA NTT Wilayah II Ruteng menghasilkan enam kesimpulan, yakni kegiatan kordinasi, edukasi, dan diseminasi potensi dan tantangan pengarusutamaan KEHATI terutama Mbou (Komodo), juga pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar kawasan perlu terus dilakukan”, ujar Nikolaus Noywuli.
Selanjutnya, pendampingan perangkat daerah dan lembaga teknis terkait untuk penguatan 10 Kelompok Tani Hutan terus dilakukan terutama memastikan; produk, branding, legalitas, dan keberlanjutannya.
Berikutnya, mendukung komitmen Kemenhut RI untuk menjadikan Pulau Ontoloe Riung sebagai pusat pemulihan ekosistem komodo, juga diikuti dengan kegiatan tangkap – pasang chips – lepas komodo Riung, untuk mengetahui jumlah populasi komodo.
“Kemudian, pada bulan Juli 2026 akan diselenggarakan Festival Komodo Riung yang diselenggarakan oleh Forum, untuk mempromosikan potensi komodo, wisata alam dan laut, budaya, juga produk-produk ukm/ ikm masyarakat dan KTH binaan”, kata Nikolauus Noywuli.
Selain itu, forum dan para pihak terus melakukan rencana aksi 2026 sesuai target.
Terakhir, forum dan multi pihak mewujudkan ‘New Goverment Model’ pengarusutamaan Mbou dan Spesies penting lainnya di dalam dan di luar kawasan hutan Kabupaten Ngada.
WBN
