Wabup Ngada Bernadinus Dhey : Konservasi Berkelanjutan Mbou Riung adalah Keharusan
Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu, SP

WBN –  Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur, kepemimpinan Bupati Raymundus Bena bersama Wakil Bupati (Wabup) Bernadinus Dhey Ngebu, SP, mendorong konservasi berkelanjutan  demi keberlangsungan ekologis atas keunikan hayati berupa spesies unggulan Mbou (sebutan lokal) untuk Komodo (Varanus Komodoensis), beserta spesies endemik lain  di wilayah Riung sebagai aset berharga bagi Kabupaten Ngada khususnya dan Flores.

Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu, saat membuka Rapat Koordinasi Forum Triwulan II Forum Konservasi Mbou (Komodo), bertempat di Aula Daerah di Bajawa, pada Kamis (30/4/2026).

“Apresiasi untuk kerja-kerja kolaboratif, koordinasi yang dibangun dalam semangat kemitraan demi mewujudkan keseimbangan antara konservasi keanekaragaman hayati, keberlanjutan sumber daya alam dan pembangunan ekonomi lokal yang berkeadilan bagi kesejahteraan masyarakat. Pemerintah daerah mendorong pemeliharaan, perlindungan dan pengelolaan sumber daya alam serta lingkungan (konservasi) berkelanjutan, khususnya terhadap keberadaan Komodo Dragon sebagai spesies unggulan, spesies endemik lain, terumbu karang, mangrove dan sumber daya laut sebagai potensi ekologis yang patut mendapat perhatian serius oleh seluruh pemangku kepentingan baik oleh pemerintah, masyarakat beserta unsur-unsur terkait lainnya”, ungkap Wabup Bernadinus Dhey Ngebu.

Meski demikian, Wakil Bupati Bernadinus Dhey Ngebu juga mengingatkan dan memberikan catatan serius, bahwa secara faktual kawasan potensi eekologis tersebut selain bernilai konservasi, sekaligus menjadi ruang hidup ribuan masyarakat yang menggantungkan diri pada perikanan, pariwisata, dan pertanian. Tekanan ekologis degradasi habitat, penangkapan iikan secara destruktif, limbah pariwisata, perubahan iklim) ditambah dengan kelemahan tata kelola lintas sektor dan keterbatasan alternatif ekonomi, berpotensi memberikan dampak buruk terhadap keberadaan ekosistem yang ada di kawasan tersebut serta menyulitkan upaya konservasi yang berkelanjutan.

“Tetapi, dalam kondisi demikian Pemerintah Kabupaten Ngada menyatakan bahwa konservesi berkelanjutan terhadap berbagai potensi ekologis adalah sebuah keharusan, sehingga melalui berbagai forum terus memberikan atensi bagi keberlangsungan ekologis”, ungkapnya.

Wakil Bupati Bernadinus Dhey Ngebu memastikan Pemda Ngada akan terus menunjukan komitmen kuat bagi terselenggarannya konservasi berkelanjutan terhadap aset ekologis berharga, pasca dilakukannya pembentukan Forum Konservasi Mbou (Komodo) dan Spesies Penting Lainnya di Dalam dan di Luar Kawasan Hutan di Kabupaten Ngada, sesuai Keputusan Bupati Ngada Nomor 359/KEP/HK/2025 tanggal 10 Juli 2025.

Sementara itu Ketua Forum Konservasi Mbou (Komodo) dan spesies penting lainnya di dalam dan di luar Kawasan Hutan Kabupaten Ngada, Dr. Nikolaus Noywuli, S.Pt. M.Si mengungkapkan bahwa forum mengerjakan sedikitnya 9 (semblan tugas) demi memperkuat agenda konservasi berkelanjutan.

“Dari semblan tugas yang dilaksanakan yakni pertama, menyusun rencana aksi sebagai target kinerja Forum selama 5 tahun, 2025-2029. Kedua, membangun jejaring komunikasi atau kemitraan. Ketiga, sosialisasi dan edukasi. Keempat, pendampingan dan peningkatan kapasitas masyarakat. Kelima, penanggulangan sampah dan perubahan iklim. Keenam, konservasi dan rehabilitasi. Ketujuh, melakukan kajian dan analisis terkait isu-isu yang berkembang, permasalahan serta solusi konstruktif. Kedelapan, melaksanakan pengawasan monitoring dan evaluasi. Kesembilan, pelaporan dan rekomendasi”, ungkap Dr. Nikolaus Noywuli, S.Pt. M.Si (30/4).

Rapat Koordinasi Forum Triwulan III diikuti oleh Unsur Forkopimda Ngada,
Kepala BBKSDA NTT Wilayah II Ruteng,
Ketua Forum Multi Stakeholder Peduli Mbou Riung,  Program Manager In-Flores dan Tim
para Staf Ahli, para Asisten, Pimpinan Perangkat Daerah dan para Kepala Bagian;
Ketua TP PKK Kabupaten Ngada
LSM, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda dan Akademisi;
Ketua STIPER Flores Bajawa,
Camat Riung serta Insan Pers.

WBN

Share It.....