WBN – Forum multi pihak, pemerintah daerah dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Nusa Tenggara Timur terus bersinergi menyatukan visi misi dan tindakan untuk terus mendorong pariwisata Mbou (Komodo) Riung di Kabupaten Ngada Pulau Flores.
Hal tersebut ditegaskan pada temu koordinasi triwulan II konservasi Mbou (Komodo) yang.digelar di Aula Kantor Daerah Kabupaten Ngada, Kamis (30/4/2026).
Temu gagasan dan penyatuan komitmen yang dibuka langsung Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu mewakili Bupati Kepala Daerah, diikuti berbaga unsur terkait Forkopimda, Kepala BBKSDA NTT Wilayah II Ruteng, Ketua Forum Multi Stakeholder Peduli Mbou Riung, Program Manager In-Flores dan para Staf Ahli, para Asisten, TP PKK Ngada, LSM, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda dan Akademisi, Perguruan Tinggi STIPER Flores Bajawa serta para insan pers, menghasilkan sejumlah kesimpulan penting terkait konservasi berkelanjutan dan pemajuan pariwisata.
Sebelumnya dikabarkan WBN, Wakil Bupati Ngada tegaskan komitmen daerah bahwa konservasi berkelanjutan adalah keharusan.
Diberitakan juga Forum konservasi Mbou Riung melalui Ketua Nikolaus Noywuli menyampaikan, temu gagasan triwulan II hasilkan enam kesimpulan dan siap gelar festival Komodo Riung.
Liputan WBN, North Landscape Seascape Coordinator (Project In-Flores), Mulyo Hutomo, S.Si.,M.Si yang juga hadir sebagai salah satu nara sumber, mengungkapkan komitmen fokus pada perlindungan habitat Mbou Riung sebagai Komodo Flores dengan melibatkan masyarakat lokal serta kerja kolabotarif terbuka multi pihak.
“Kami berkomitmen yang sama untuk perlindungan habitat Komodo Flores, di dalamnya termasuk Mbou Riung serta habitat penting lainnya. Satwa endemik wajib dilindungi secara lebih maksimal dari waktu ke waktu. Upaya ini krusial untuk melestarikan Mbou Riung yang berbeda secara habitat dengan Komodo di Taman Nasional Komodo”, tegas Mulyo Hutomo.
Sementara itu, Balai Besar KSDA Nusa Tenggara Timur melalui Kepala Seksi KSDA Wilayah III, Yohanes Berchmans Fua, S.Hut kepada media WBN, menegaskan BBKSDA NTT berkomitmen kuat melestarikan varanus komodoensis populasi utara yang ada di kawasan Riung Ngada.
“Komitmen BBKSDA diwujudkan melalui berbagai upaya konservasi, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat. Kami melakukan pemantauan pengawasan populasi secara rutin. Selain itu kita membentuk kemitraan konservasi, pemberdayaan ekonomi lokal, perlindungan habitat, serta edukasi dan evakuasi”, ujar Yohanes Berchmans Fua.
Mbou, lanjutnya, merupakan spesies prioritas bagi Balai Besar KSDA NTT, sebab statusnya sebagai satwa endemik yang unik di kawasan pesisir utara Riung dan Pota Flores.
WBN
