WBN – Kepolisian Resor (Polres) Ngada Nusa Tenggara Timur kepemimpinan Kapolres AKBP Andrey Valentino, S.I.K melalui Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Iptu Yoseph D. Tote, S.A.P meningkatkan edukasi atau pendekatan pre-emtif dan pencegahan guna menekan angka kecelakaan lalu lintas yang cenderung meningkat.
Hal tersebut disampaikan oleh Kasat Lantas, Iptu Yoseph D. Tote, S.A.P kepada wartawan di Bajawa, pada Kamis (07/05/2026).
“Kalau kita melihat grafik Laka Lantas, jumlahnya cenderung meningkat. Mulai Bulan Januari sampai April 2026, jumlah Laka Lantas di Ngada sebanyak 20 kasus, 5 orang meninggal dunia, 2 luka berat, 23 luka ringan. Dibandingkan tahun sebelumnya dalam kurun waktu yang sama, grafik menunjukan peningkatan. Karena itu, kami melakukan peningkatan edukasi atau pendekatan pre-emtif dan pencegahan hingga masuk ke sekolah-sekolah, kepada masyarakat maupun pasar”, ujar Iptu Yoseph Tote.
Ia menambahkan, dari puluhan kasus kecelakaan lalu lintas, faktor penyebab dominan yakni masih lemahnya kesadaran pengendara untuk tertib berlalu lintas.
“Faktor pemicu lainnya adalah akibat konsumsi alkohol (miras). Juga masih banyak pengendara yang ugal-ugalan di jalan raya, kecepatan tidak terukur. Berikutnya kesadaran memakai helm pun masih rendah”, urai Iptu Yoseph D. Tote.
Selain melakukan edukasi, lanjutnya, Unit Satlantas Polres Ngada juga meningkatkan patroli rutin dan melakukam penyebaran brosur keselamatan pada tempat-tempat strategis serta membenahi rambu-rambu lalu lintas.
“Kami mengajak marilah bersama-sama kita budayakan keselamatan sebagai kebutuhan. Hindari pelanggaran, cegah dini kecelakaan, sayangi nyawa kita dan nyawa pengendara lain, sesama kita. Utamakan kenyamanan bersama dan keselamatan”, tutup Kasat Lantas Polres Ngada, Iptu Yoseph D. Tote, S.A.P.
WBN
