Wakil Ketua Komisi XIII DPR AHP Apresiasi Kemajuan Signifikan STIPER Flores Bajawa

NGADA, WBN — Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa (STIPER FB) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, dinilai menunjukkan perkembangan yang signifikan sebagai perguruan tinggi baru di daerah.

Kampus ini diharapkan mampu mengemban peran strategis sebagai lembaga pemikir (think tank) guna mendukung pembangunan daerah berbasis data ilmiah.

Apresiasi tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Andreas Hugo Parera (AHP) saat menjadi narasumber dalam Forum Komunikasi Masyarakat di Aula STIPER Flores Bajawa, Turekisa, Kabupaten Ngada, Senin (29/6/2026).

Forum yang bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum RI ini membahas tentang Layanan Hukum Badan Usaha.

“Terakhir saya datang ke kampus ini sekitar tiga tahun lalu. Hari ini saya menyaksikan banyak perubahan dan kemajuan yang cukup baik, mulai dari penambahan ruang kelas hingga daya kritis mahasiswa dalam sesi dialog,” ujar Andreas.

Menurut dia, perguruan tinggi ini sangat layak mendapatkan dukungan berkelanjutan agar menjadi kampus kebanggaan masyarakat NTT.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum NTT Silvester Sili Laba dan Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu.

Forum ini digelar sebagai upaya edukasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, pelaku usaha, serta mahasiswa mengenai pentingnya legalitas dan inovasi layanan administrasi hukum.

Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu menyampaikan, keberadaan perguruan tinggi di daerah memiliki peran krusial dalam menyediakan sumber daya manusia yang berkualitas. Melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, kampus dituntut bergerak maju menjadi pusat riset inovatif dan motor penggerak pembangunan.

“Dalam konteks otonomi daerah, kampus berfungsi sebagai think tank bagi pemerintah daerah untuk menyusun kebijakan publik yang berbasis data ilmiah,” kata Bernadinus.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenkumham NTT, Silvester Sili Laba menambahkan bahwa Kabupaten Ngada memiliki potensi daerah yang luar biasa sebagai komoditas unggulan nasional. Kehadiran STIPER Flores Bajawa dinilai strategis dalam membangun sinergisitas antara akademisi, pelaku bisnis, pemerintah, dan masyarakat.

Ketua STIPER Flores Bajawa Nicolaus Noywuli mengapresiasi kehadiran para tokoh pusat dan daerah di kampus tersebut. Forum komunikasi ini dinilai memberikan manfaat nyata dalam mempercepat penyebaran informasi hukum serta mengoptimalkan penyerapan aspirasi publik di tingkat daerah.

“Kami optimistis melalui kesempatan ini, literasi dan kesadaran hukum masyarakat akan meningkat. Sinergisitas antara pemda, kampus, dan masyarakat akan terus dikembangkan demi kemajuan daerah,” tutur Nicolaus.

Selain diikuti oleh dosen dan mahasiswa STIPER Flores Bajawa, forum ini juga melibatkan tokoh masyarakat, pelaku usaha, serta pelajar dari SMKN 2 Elar dan SMAN 1 Riung.

WBN

 

 

Share It.....