Melanie Subono dan Band Kotak Salurkan Bantuan Darurat untuk Janda Tua di Radabata Ngada 

NTT, WBN — Deru solidaritas kemanusiaan kembali bergema di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Belum kering ingatan publik atas aksi kemanusiaan Melanie Subono dan Kotak Band, layanan air bersih di Ngada dan Nagekeo pascagempa bermagnitudo 7,7, aksi nyata kini kembali hadir menembus sekat geografis, membasuh air mata seorang janda tua di Kampung Doka Kabupaten Ngada.

Aktivis kemanusiaan sekaligus seniman Melanie Subono bersama grup musik Kotak bergerak cepat merespons nestapa yang menimpa Imelda Wea (64). Warga Desa Radabata, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada ini kehilangan tempat tinggal setelah rumahnya rata dengan tanah akibat gempa susulan pada Senin (24/8/2026) dini hari.

Sebelumnya, kondisi Imelda memicu keprihatinan mendalam. Di tengah guncangan bencana, bantuan yang diharapkan tak kunjung datang dan baru sebatas pendataan administratif. Ratapan Imelda yang mendiami puing-puing rumahnya memicu kepedulian dari para pekerja seni di Ibu Kota.

Membaca kabar pilu tersebut, Melanie Subono dan Kotak Band langsung menggerakkan jejaring kemanusiaan mereka. Melalui Rumah Harapan Melanie di Lembata yang dikoordinasikan oleh Alfian Rayabelen, para relawan lokal di Ngada langsung diterjunkan ke lapangan.

Pada Rabu (26/8/2026), bantuan tanggap darurat berhasil diserahkan langsung kepada Imelda Wea di lokasi reruntuhan rumahnya. Bantuan logistik yang disalurkan meliputi kebutuhan pokok seperti beras 50 kilogram, mi instan, telur ayam, minyak goreng, serta perlengkapan tidur berupa kasur spon dan tikar.

Tangis haru tidak terbendung saat Imelda, didampingi putri dan cucunya, menerima paket bantuan tersebut. Di mata janda tua ini, bantuan tersebut bukan sekadar pemenuh kebutuhan fisik, melainkan mukjizat yang datang dari jarak ribuan kilometer.

“Ibu Melanie, Bapak dan Ibu Kotak Band, saya bersama anak cucu mengucapkan terima kasih banyak. Biarpun jauh di sana dan hanya membaca berita, bapak dan ibu mau menolong orang susah seperti saya di kampung ini. Semoga Tuhan membalas segala amal baik semuanya,” tutur Imelda dengan suara bergetar.

Apresiasi senada juga datang dari perwakilan keluarga besar korban, Rafael. Ia mengaku bangga dan terharu atas ketulusan para seniman yang peka terhadap penderitaan sesama, meski hanya mengetahuinya lewat pemberitaan media massa.

Bagi masyarakat setempat, aksi spontan ini menjadi pemantik moril yang sangat berharga. Ketua Forum Anak Muda Radabata Bersuara, Oston Suru, menegaskan bahwa kehadiran Rumah Harapan Melanie dan Kotak Band memberikan suntikan psikologis yang kuat bagi korban bencana di lapangan.

“Ini adalah tindakan moral peduli kemanusiaan yang luar biasa, mampu menembus sekat, batas wilayah, maupun jarak. Bantuan ini sangat tepat sasaran dan menjadi bukti nyata bahwa korban bencana tidak berjalan sendirian,” pungkas Oston.

WBN

Share It.....