NTT, WBN — Usia 71 tahun tidak menjadi penghalang bagi Andy Opa Gaul untuk melintasi medan ekstrem Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.
Relawan kemanusiaan asal Binjai, Sumatera Utara, ini memimpin misi distribusi bantuan untuk warga yang terisolasi pascagempa tektonik bermagnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan tersebut pada 15 Agustus 2026.
Salah satu wilayah yang menjadi fokus utama adalah Lopijo di Kabupaten Ngada, sebuah kawasan pedalaman dengan akses geografis yang sangat menantang. Pada Sabtu (29/8/2026), Andy bersama rombongan relawan dari Yayasan Peduli Cinta Indonesia yang berbasis di Tabanan, Bali, berhasil menembus tiga desa terdampak di Kecamatan Bajawa Utara dan Aimere, yaitu Desa Uluwae, Waewea, dan Heawea.
Tim gabungan yang membawa dua truk logistik ini menyalurkan bahan pangan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, dan makanan siap saji langsung kepada warga.
“Kami bertolak dari Bali pada 23 Agustus dan tiba di Flores dua hari kemudian. Hari pertama, fokus kami adalah menyalurkan bantuan di Kabupaten Nagekeo, sebelum hari ini berlanjut ke Ngada,” ujar Andy, yang tetap menunjukkan stamina tinggi di usia senjanya.
Aksi kemanusiaan bertajuk Pray for NTT ini terlaksana berkat kolaborasi dengan Forum Pemuda NTT di bawah koordinasi Yohanes Hiba Ndale. Mereka sengaja menyisir wilayah pelosok yang belum tersentuh bantuan besar demi memastikan distribusi logistik merata.
Kehadiran para relawan di lokasi bencana terbukti memberikan kekuatan moral yang besar bagi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri.
“Kami sangat berterima kasih kepada tim relawan dan Forum Pemuda NTT yang bersedia menempuh perjalanan jauh hingga ke pelosok pedalaman ini. Bagi kami, kedatangan mereka bukan sekadar soal bantuan pangan, melainkan bentuk dukungan psikologis yang menguatkan kami di masa sulit ini,” tutur Kepala Desa Waewea, Mikael Lebo.
Penyaluran logistik ini menjadi tahap awal dari rangkaian aksi kemanusiaan yang direncanakan. Pihak relawan telah meminta pemerintah desa setempat untuk menyusun data kebutuhan spesifik warga agar bantuan tahap berikutnya dapat disalurkan secara tepat sasaran.
WBN
